Pengembangan Varian Batik Ikat Celup Dusun Hendrosalam Melalui Olshop Di Era Pandemi

    Dewi Suprobowati, Mulus Sugiharto, Miskan Miskan,

Abstract

Pemanfaatan zat pewarna alam untuk tekstil menjadi salah satu alternatif pengganti zat pewarna berbahan kimia. Adapun zat pewarna alami diperoleh dari alam yang berasal dari hewan(lac dyes) atau tumbuhan seperti akar,kayu,batang, daun serta kulit dan bunga,getah bunga (lac dye). Contoh warna alami  Tegeran,Mahoni,kelengkeng,kluwih. Ada dua teknik membuat batik jumputan pertama teknik ikat dan kedua teknik jahitan.Ikat celup   menghias kain dengan cara diikat atau dijumput sedikit, dengan tali atau karet, dijelujur, dilipat sampai kedap air, lalu dicelup dengan pewarna  batik. Proses pembuatan batik ikat celup kainnya diikat atau dijahit dan dikerut menggunakan tali. Seperti yang dilakukan oleh Perajin Batik Assalam RYY Dusun Hendrosalam RT 02 RW 04 Gresik.

Permasalahan Mitra  aspek produksi , produk yang dihasilkan masih sederhana, desainnya terbatas. Solusi yang ditawarkan diberikan Pelatihan Varian batik ikat,Syaal,Jilbab,Masker,baju,tempat tisu.dll.Aspek manajemen permasalahannya cara pemasaran konvensional,serta kurang tertib administrasi. Solusi yang ditawarkan  diberikan  pelatihan pemasaran Via online (whatsapp,LINE, Instagram) dll, Pelatihan Administrasi keuangan menggunakan (MS Excell).Melalui pelatihan dan pendampingan  diharapkan  kelompok tersebut menjadi  mandiri dan bisa menghasilkan karya batik ikat celup  yang bagus, serta bisa dipasarkan dalam jangkauan yang lebih luas.

Keywords: Batik, Varian produk, Ikat celup
Full Text:
Section
Ekonomi, Sosial, dan Budaya