Prosiding PKM-CSR http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr <p>Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan <em>Corporate Social Responsibilty</em> (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Institute Pradipta.</p> <p><img src="/public/site/images/admin/ojs_brand1.png" width="877" height="151"></p> <p>Konferensi Nasional PKMCSR merupakan kegiatan yang diharapkan akan bisa memetakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) yang dilakukan di Indonesia. Selain itu, konferensi nasional ini diharapkan akan memberi kontribusi untuk mengembangkan model maupun program pengabdian kepada masyarakat dan CSR untuk tujuan pembangunan masyarakat berkelanjutan.</p> <p>Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut :</p> <ul> <li class="show">Teknologi Tepat Guna</li> <li class="show">Teknologi Komunikasi dan Informasi</li> <li class="show">Kesehatan</li> <li class="show">Ekonomi</li> <li class="show">Pendidikan</li> <li class="show">Lingkungan dan Kebencanaan</li> </ul> en-US endahmurwani@umn.ac.id (Endah Murwani) rizky.fitria@umn.ac.id (Rizky Fitria) Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Implementasi Sistem Perizinan Online (Sipinter) Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tangerang http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/43 <p>Dinas Penanaman Modal dan Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tangerang telah dilebur menjadi satu kesatuan dinas yang baru, yaitu Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Dengan terjadinya penyatuan kedua dinas tersebut, maka terjadi perubahan di dalam struktur dan prosedur dari DPMPTSP. Kini DPMPTSP harus tampil dengan wajah yang baru, serta pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem Perizinan Online pada DPMPTSP Kabupaten Tangerang. Implementasi sistem perizinan online dilaksanakan setelah proses rancang bangun sistem perizinan online tersebut diselesaikan. Sistem perizinan online DPMPTSP Kabupaten Tangerang memiliki fitur antara lain: Beranda, Persyaratan Perizinan, Pendaftaran Perizinan Online, Login Sipinter, Lupa Password, Info KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia), dan Tracking System. Dalam implementasi sistem perizinan online ini kegiatan yang dilakukan meliputi (1) penentuan nama domain; (2) Hosting sistem; (3) Pelatihan User Pegawai; (4) Pelatihan User Masyarakat; (5) Maintenance sistem. Berdasarkan hasil implementasi sejak bulan Desember 2017, maka diperoleh kesimpulan bahwa sistem perizinan online Sipinter DPMPTSP Kabupaten Tangerang telah dapat digunakan oleh masyarakat untuk mengajukan perizinan secara online.</p> Winarno Winarno, Ni Made Satvika Iswari ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/43 Sun, 02 Dec 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Pembuatan Pempek Berbahan Dasar Daging Bebek Kepada Siswa Siswi SMK Gema Gawita Tangerang http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/44 <p>Makanan pempek merupakan panganan yang bahan dasarnya menggunakan daging ikan sungai atau ikan tenggiri dan penganan ini cukup digemari kalangan masyarakat Indonesia. Variasi bahan dasar pempek masih seputar menggantikan jenis ikannya saja. Dari penelitian eksperimental dengan metode uji <em>organoleptic hedonic </em>telah berhasil menguji penggunaan daging bebek sebagai bahan dasar pempek, dengan kandungan karbohidrat yang lebih rendah, kandungan vitamin dan protein lebih tinggi dan tekstur daging yang lebih kenyal dibandingan daging ayam, telah menghasilkan inovasi pempek berbahan dasar daging bebek. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengsosialisasikan hasil penelitian eksperimental pempek bebek dan memberikan alternatif pengolahan daging bebek kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan pembuatan pempek bebek &nbsp;kepada siswa siswi SMK dengan tahapan penjelasan, desmonstrasi dan praktik membuat pempek bebek. Hasil dari kegiatan pelatihan ini menggembirakan karena produk pempek yang dibuat memuaskan, dapat dilihat dari tekstur pempek, rasa pempek beserta cuka, bentuk dan kreasi penyajiannya. Dapat disimpulkan bahwa daging bebek dapat menggantikan daging ikan, selain usaha sosialisasi kepada siswa siswi SMK kegiatan ini juga memberikan manfaat dengan menambah pengetahuan dan keterampilan pengolahan daging bebek serta membuka peluang usaha mandiri bagi masyarakat pada umumnya.</p> Lyly Soemarni, Rudyanto Rudyanto, Anita Cicilia, Christian Arison, Desiane Wijaya ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/44 Sun, 02 Dec 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Database Relational Sistem Pengajian Tenaga Non Kependidikan Pada Universitas Dharma Andalas (UNIDHA) Padang http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/126 <p><em>Database</em> adalah kumpulan data terorganisasi, disimpan, dan diakses secara elektronik. Perancang basis data biasanya mengatur data untuk memodelkan aspek realitas dengan cara yang mendukung proses yang membutuhkan informasi, seperti memodelkan sistem pengajian mendukung menemukan hasil laporan gajian setiap bulanan. <em>Database</em> merupakan sebuah wadah data yang berelasi satu sama lain (terintegrasi) dapat menyajikan informasi, melalui suatu proses <em>input</em> dan <em>output</em>. Dharma andalas yang dulu bernama STIE Dharma Andalas telah berkembang sesuai tuntutan pangsa pasar perguruan tinggi swasta telah berubah nama menjadi Universitas Dharma Andalas (UNIDHA). Sebubungan dengan itu maka tenaga non kependidikan perlu proses hitung gaji yang cepat dan uptodate per setiap transaksi bulanan, dimana masalah penghitungan gaji masih dilakukan secara manual dengan spreadsheet. Maka dalam masalah ini perlu dibuat tujuan untuk database sistem pengajian tenaga non kependidikan melatih pembuatan aplikasi dengan <em>database relational</em> via <em>Microsoft access</em>. Metode yang diimplementasikan dalam system pengajian ini adalah <em>database relational</em>. <em>Database relational</em> merupakan tabel-tabel yang berelasi satu sama lainnya sehingga <em>input,process, output</em> data dapat tersedia sesuai kebutuhan <em>user</em>. Adapun hasil yang diharapkan pada pengabdian ini meng-<em>create</em> sebuah aplikasi sistem pengajian. Luaran yang hendak dicapai : pelatihan database, paten aplikasi/<em>software</em>, jurnal ilmiah.</p> Idwar Idwar, Alvin Alfian, Ares Albirru Amsal ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/126 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 E-Marketing Usaha Kue Bolu “Jihan” Kota Payakumbuh http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/127 <p>Pemasaran Internet&nbsp;atau&nbsp;pemasaran elektronik&nbsp;(<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>:&nbsp;<em>Internet marketing, e-marketing, atau online-marketing</em>) adalah segala upaya yang dilakukan untuk melakukan&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran">pemasaran</a>&nbsp;suatu&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Produk">produk</a>&nbsp;atau&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jasa">jasa</a>&nbsp;melalui atau menggunakan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Media">media</a> elektronik atau&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Internet">Internet</a>. Huruf 'e' dalam e-marketing ini berarti&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Elektronik">elektronik</a>&nbsp;yang artinya kegiatan pemasaran yang dimaksud dilaksanakan secara elektronik melalui jaringan Internet. Usaha ini Kue Bolu Jihan ini masih melakukan pemasaran secara tradisional yaitu pada pasar tradisional dan kemasan produk dalam bentuk plastik. Jadi UKM ini mengalami kendala pemasaran belum modern. Untuk ini kami team pengabdian merumuskan permasalahan agar produk dapat berkembang maka dibuatlah system e-marketing. Tujuan dari pengabdian ini memcreate sebuah teknologi/aplikasi e-marketing kue bolu JIHAN. Metode yang dikembangkan adalah prinsip <em>marketing mix</em>, yaitu <em>Product, Price, Place, Promotion</em>. Prinsip yang paling penting adalah place dan promotion dalam <em>e-marketing</em>. Hasil yang hendak dicapai adalah desain <em>web e-marketing</em> pada prinsip <em>place</em> dan <em>promotion on line</em>, dimana merek dikembangkan yang lebih modern dan kemasan menarik. Luaran yang hendak dicapai <em>Web e-marketing</em>, paten merek, kemasan produk dan publikasi ilmiah.</p> Enny Arita, Ingra Sovita, Faradika Faradika, Idwar Idwar ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/127 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Workshops On Digital Media And Communication For Older People’s Health http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/128 <p>Technology illiterate and the physical, mental, cognitive health decline of older people are the main issues this article tries to address. As communication scholars, the teacher and students of FISIP-UPH are working on how digital communication contributes in increasing and maintaining the health of people above 60 years of age. There is a huge gap between different generations in responding to digital media. The reality is digital natives are the teacher while older people become the students in digital communication. The method employs two times of workshops-basic class and intermediate class whilst evaluation happens in the last day. Within these two classes, older people learned certain social media and mobile apps such as: video calls, BPJS online, online drug store, online transportation, PicsArt photo editing and anti-hoax apps. Two communities are chosen; they are GBI Bethel in Bandung and GPIB Karunia in Tangerang. While the benefits of this community service (1)with this digital communication knowledge and skill, older people maintains their health physically, mentally and cognitively (2)older people become creative and independent and (3)this workshop aims to eliminate the gap between digital natives and digital immigrants in order to excel communication between generations. The results of this training, older people understand how digital technology can maintain their health and the fact that they are becoming fluent in using digital media. Issues being addressed in this activity are related to SDG number 3 and 10.</p> Carly Stiana Scheffer Sumampouw ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/128 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Aplikasi Geographic Information System (Gis) Nagari Koto Gadang : Tempat Kelahiran Tokoh Nasional Sebagai Pendukung Pariwisata Bukittinggi http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/129 <p>Nagari/Desa Koto Gadang merupakan salah satu nagari yang berada di Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam Sumatera Barat. Dulu Nagari ini begitu terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan. Wisatawan-wisatawan yang berkunjung ke Kota Bukittinggi akan selalu mampir ke Nagari ini yang punya daya tarik wisata sejarah, yaitu tempat kelahiran beberapa tokoh nasional yang berpengaruh di Indonesia. Namun saat ini, Nagari ini sudah jarang dikunjungi wisatawan, sehingga Nagari ini menjadi sepi. Untuk itu, satu usaha untuk menarik wisatawan telah dilakukan, yaitu menyebarkan informasi potensi Nagari Koto Gadang ini sebagai tempat wisata sejarah melalui internet dalam bentuk pembangunan dan penerapan aplikasi Geographic Information System (GIS). Paper ini melaporkan pembangunan dan penerapan aplikasi GIS itu sebagai satu luaran penelitian dan pengabdian masyarakat di Nagari Koto Gadang. Tujuan penelitian dan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membangun dan menerapkan Aplikasi GIS Nagari Koto Gadang : Tempat Kelahiran Tokoh Nasional. Aplikasi GIS ini dibangun dengan menggunakan metode waterfall yang terdiri dari tahapan analisis, perancangan, pengkodean dan pengujian. Bahasa pemrograman PHP dan Javascript digunakan untuk membangun aplikasi web GIS. PostgreSQL dengan ekstensi PostGIS digunakan sebagai basis data. Aplikasi GIS yang dihasilkan dalam penelitian dan pengabdian masyarakat ini diuji dengan menggunakan metode pengujian kotak hitam dan data pariwisata Nagari Koto Gadang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi GIS yang dibangun dan diterapkan itu telah sesuai dengan apa yang diharapkan.</p> Surya Afnarius, Darwison Darwison, Masril Syukur, Eri Gas Ekaputra ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/129 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penerapan Dan Pelatihan Teknologi Informasi Sebagai Media Informasi Dan Penerimaan Siswa Baru Di Pondok Pesantren Pabelan http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/131 <p>Dalam upaya meningkatkan kualitas perangkat manajemen informasi lembaga, penerapan teknologi informasi menjadi sangat penting karena dapat membantu proses bisnis di dalamnya. Teknologi informasi seperti website dapat menyediakan pelayanan yang baik, baik kepada pihak internal, yaitu lembaga itu sendiri juga kepada masyarakat masyarakat yang menggunakannya – membutuhkan informasi.</p> <p>Website adalah komponen penting bagi sebuah lembaga pendidikan, dimana dapat menjadi antarmuka antara lembaga dengan dunia luar. Masyarakat yang ingin mengetahui informasi mengenai profil, fasilitas, hingga jadwal dapat mengetahui dengan mudah tanpa harus menuntut informasi langsung ke lokasi tersebut. Dalam hal lain, seperti sistem penerimaan siswa, pihak lembaga dapat menyediakan layanan registrasi secara online yang memudahkan masyarakat dalam mendaftarkan putra-putrinya.</p> <p>Khalayak sasaran dari pengabdian ini adalah tim panitia penerimaan santri baru Pondok Pesantren Pabelan, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah tahun ajaran 2018/2019 yang telah dilaksanakan dari tanggal 2 April hingga penayangan saat ini, bertempat di Pondok Pesantren Pabelan dengan juga dipandu secara teleconference dari Mataram, Nusa Tenggara Barat.</p> <p>Pengabdian ini bertujuan untuk, mengenalkan teknologi informasi yang mudah dioperasikan dan dikustomisasi oleh pihak lembaga untuk membantu proses penayangan informasi kepada masyarakat serta menyediakan fasilitas penerimaan siswa baru sebagai proses bisnis di Pondok Pesantren Pabelan.</p> <p>Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, dapat dinyatakan teknologi yang disediakan untuk Pondok Pensantren Pabelan ini membantu proses penyampaian informasi dan menyediakan sistem penerimaan santri secara online kepada masyarakat – calon santri baru. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya 13 calon santri yang mendaftar secara online dengan cara yang lebih mudah. Dengan adanya website yang dapat menyediakan informasi dan fasilitas pendaftaran Pondok Pesantren Pabelan diharapkan terus berkembang dan memiliki <em>sustainability</em> di era teknologi informasi saat ini.</p> Danang Tejo Kumoro, Adam Bachtiar, Uswatun Hasanah, Raden Fanny Printi Ardi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/131 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Pemanfaatan Instagram Bagi Siswa SMAN 1 Tanjung Pandan Guna Meningkatkan Destination Awareness Pulau Belitung http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/132 <p>Pantai Tanjung Layang Pulau Belitung menjadi salah satu target tujuan wisata yang dikembangkan oleh Pemerintah dalam program 10 Program Bali untuk meningkatkan jumlah wisatawan di Indonesia. Selaras dengan hal itu, Dinas Pariwisata Belitung juga memperkenalkan branding pariwisata resmi Belitung dengan sebutan WAUU, singkatan dari <em>Wonderful, Artistic, Unique, Unforgetable.</em> Tingginya perhatian pemerintah pusat maupun daerah untuk mengangkat destinasi wisata Belitung akan lebih mudah tercapai jika didukung oleh warga setempat.</p> <p>SMAN 1 Tanjung Pandan adalah salah satu sekolah favorit bagi warga tanjung pandan. Hampir seluruh siswanya memiliki gawai yang bisa digunakan untuk mengakses media sosial. Salah satu media sosial yang populer di kalangan siswa SMA adalah instagram. Instagram menawarkan berbagai fitur yang memungkinkan penggunanya untuk bisa memamerkan dan mempromosikan foto-foto suatu obyek yang bernilai artistik, termasuk berbagai obyek wisata di pulau Belitung.</p> <p>Tim PKM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pelita Harapan memberikan pelatihan kepada siswa SMAN1 Tanjung Pandan tentang pemanfaatan media instagram sebagai sarana untuk meningkatkan <em>Destination Awareness</em> pulau Belitung. Pelatihan terdiri dari beberapa topik, yang salah satu sub topiknya adalah <em>Visual Communication</em>. Sub topik ini menekankan pada pembelalajaran bahasa visual kamera foto dan video, beserta trik mengunggah konten instagram yang memiliki nilai jual. Diharapakan melalui pelatihan ini, para peserta akan termotivasi berkarya dan mengekspos keindahan Belitung, serta mengoptimalkan media sosial instagram sebagai sarana untuk meningkatkan Destination Awareness pulau Belitung. Berdasarkan kuisoner yang dibagikan, khususnya terkait materi <em>visual communication</em>, sebagian besar peserta memberi respon positif atas PKM ini.</p> Agustin Diana Wardhaningsih, Sigit Pamungkas ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/132 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penerapan E-Learning System Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Di Jakarta http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/133 <p>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada jenjang SMU dan SMK sejak tahun 2014. SMK Trimulia dan SMK Plus Al-Musyarrofah yang berlokasi di Jakarta Selatan pun mengikut UNBK tersebut. Selain mengikuti UNBK, SMK Trimulia dan SMK Plus Al-Musyarrofah bekerjasama dengan sekolah kejuruan dalam satu kecamatan Pesanggrahan mengadakan Ulangan Umum Bersama (UUB) dengan menggunakan sistem <em>Quantum Computer Base Test</em> (QCBT) untuk Ujian Akhir Semester, sedangkan untuk Ujian Tengah Semester masih dilakukan secara manual (<em>tidak online</em>). SMK Trimulia dan SMK Plus Al-Musyarrofah memiliki fasilitas berupa Laboratorium Komputer yang terhubung dengan internet yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar serta pelaksanaan UNBK dan UUB. Pada masing-masing laboratorium sudah dilengkapi dengan <em>server</em> tetapi belum digunakan secara maksimal, hanya digunakan untuk UNBK, UUB, serta akses internet. Untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan untuk meningkatkan mutu pembelajaran maka perlu diterapkan teknologi yang dapat meningkatkan mutu pembelajaran yaitu <em>e-learning system</em>. Penerapan <em>e-learning system</em> digunakan untuk membantu penyesuaian teknis pelaksanaan UNBK dan UUB dengan memanfaatkan <em>server</em> dan laboratorium komputer yang dimiliki oleh SMK Trimulia dan SMK Plus Al-Musyarrofah.</p> Titin Fatimah, Pipin Farida Ariyani, Atik Ariesta ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/133 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengenalan Hybrid Mobile Application “Membangun Mobile Apps Untuk Media Promosi” Pada SMK Yuppentek-2 http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/134 <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada <em>goals</em> pencapaian program <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) nomor 4 (dari 17 <em>goals</em>) yaitu menjamin kualitas pendidikan yang adil dan inklusif serta mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup bagi semua, dengan membidik target nomor 4 (dari 7 target), yaitu tahun 2030, secara substansial meningkatkan jumlah remaja dan orang dewasa yang memiliki keterampilan yang relevan, termasuk keterampilan teknis dan kejuruan, untuk pekerjaan, pekerjaan yang layak dan kewirausahaan. Menanjaknya trend <em>mobile device</em> yang didominasi oleh <em>smartphone</em> diikuti oleh naiknya trend penggunaan <em>native application</em>. Seiring semakin populernya <em>native application</em> mendorong para <em>developer</em> aplikasi membuat beragam aplikasi. <em>Mobile web</em> yang selama ini sebagai alternatif bagi pengguna <em>smartphone</em> dalam mengakses web mulai kalah pamor. Namun, <em>budget</em> yang tinggi dibutuhkan untuk membangun aplikasi yang mampu mempertahankan <em>native application</em> tetap <em>update</em>. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan keunggulan <em>hybrid application</em> dibandingkan dengan <em>web/native application</em>. Siswa-siswi SMK Yuppentek-2 program keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) mendapatkan pelatihan mengenai bagaimana merancang bangun <em>mobile apps</em> untuk media promosi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian materi mengenai pengenalan <em>Hybrid Mobile Application</em> dengan membangun <em>mobile apps</em> untuk media promosi yang dapat diakses melalui <em>smartphone</em>.</p> Utomo Budiyanto, Titin Fatimah, Pipin Farida Ariyani ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/134 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pengembangan Dan Pelatihan Aplikasi Gereja Katolik Paroki St. Agustinus Karawaci http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/135 <p>Gereja Katolik Paroki St. Agustinus Karawaci sudah memiliki website yang dibuat dan dikelola mandiri. Namun sayangnya informasi yang tersedia pada website tersebut tidak pernah diperbarui. Bagi umat yang mengakses website tersebut cenderung tidak percaya karena konten yang ada dalam website tersebut statis, dan tidak up-to-date. Oleh karena itu kami berkeinginan untuk membuatkan aplikasi berbasis Android yang dapat dipercaya oleh para umat dalam mencari informasi yang berkaitan dengan Gereja Katolik Paroki St. Agustinus Karawaci. Kegiatan dilakukan dimulai dari melakukan survey awal bersama dengan pihak Gereja Katolik Paroki St. Agustinus Karawaci. Setelah melakukan survey awal, selanjutnya melakukan identifikasi permasalahan yang ingin diselesaikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Adapun hasil dari survey awal adalah Gereja Katolik Paroki St. Agustinus Karawaci membutuhkan suatu aplikasi berbasis Android yang dapat membantu umat Gereja mendapatkan informasi. Kegiatan yang telah dilakukan adalah memberikan pelatihan pembuatan konten video yang berkualitas. Kegiatan lanjutan adalah menyediakan aplikasi berbasis Android bagi Gereja Katolik Paroki St. Agustinus Karawaci agar dapat memudahkan dalam penyebaran informasi terkait acara Gereja.</p> Ririn Ikana Desanti, Friska Natalia, Wira Munggana, Raymond Oetama, Wella Wella ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/135 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Praktikum Pelatihan Ilmu Pengetahuan Alam Di Ruang Kelas Dengan Menggunakan Video You Tube http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/136 <p>Untuk meningkatkan pemahaman guru sekolah dasar dalam membedakan perubahan kimia dan fisika yang terjadi pada beberapa keadaan, maka dilaksanakan pelatihan. Perkembangan ilmu dan teknologi semakin mendorong usaha-usaha ke arah pembaharuan dalam memanfaatkan hasil-hasil yang diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran. Guru (pengajar) dalam mengikuti perkembangan teknologi ini diharapkan dapat menggunakan alat atau bahan pendukung proses pembelajaran, seperti alat yang sederhana yang ada di sekitar siswa. Pengabdian ini dilaksanakan dengan peserta pelatihan yaitu guru di di SD Negeri 1 dan 2 Bojongsari 30 guru sekolah dasar yang mendapat gelar sarjana dari berbagai bidang. Materi pelatihan adalah membedakan perubahan kimia dan fisika oleh para guru yang dimulai dengan memberikan informasi dengan menonton video tentang perubahan kimia dan fisika yang terjadi pada beberapa objek. Kemudian, para guru dibagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 5 guru. Setiap kelompok harus menjawab pertanyaan yang telah disediakan 20 soal. Untuk mengetahui pemahaman guru, kemudian ditampilkan video pada you tube yang ada di website. Metode pembelajaran yang digunakan selama ini di sekolah masih sederhana. Analisis situasi menunjukkan pembelajaran IPA bisa diterapkan di kelas dengan menggunakan teknologi multimedia video yang ada di you tube. Panduan praktikum digunakan sebagai prosedur dari buku. Kelompok-kelompok guru harus mengikuti langkah-langkah dalam melakukan praktikum dari video yang diambil dari youtube. Peserta pelatihan menunjukkan respon antusias dan hasil pelatihan menunjukkan, beberapa peserta pelatihan mampu melaksanakan praktikum dengan prosedur buku panduan dan mengaplikasikannya di kelas sesuai dengan yang ada di you tube. Pelatihan menunjukkan bahwa setelah melakukan percobaan pada praktikum, skor rata-rata guru meningkat dari 73 menjadi 80 dan guru sekolah dasar memiliki lebih banyak pemahaman tentang perubahan kimia dan fisika pada beberapa objek. Kesimpulannya, kegiatan praktikum di sekolah dapat membantu guru untuk membedakan perubahan kimia dan fisika dengan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari.</p> Afnidar Afnidar, Sri Hamda, Hartinawati Jamal ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/136 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peran Komunikasi Kelompok Istri Nelayan P. Pari Dalam Mendukung Keberhasilan Ekowisata http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/137 <p>Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan fenomena kekuatan komunikasi kelompok di kalangan nelayan kecil di P. Pari dalam upaya meningkatkan penghasilan keluarga. Kehidupan seorang nelayan kecil yang usaha sehari-harinya menangkap ikan guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Nelayan kecil meggunakan kapal perikanan berukuran paling besar 5 <em>Gross Tonnage</em> (GT). Ukuran kapal yang kecil membuat nelayan tidak dapat menangkap ikan ke perairan yang lebih jauh dan jumlah ikan tangkapannya pun terbatas. Kebutuhan ekonomi keluarga memaksa agar para nelayan kecil mencari solusi penambahan penghasilan. Teori Strukturasi Pengambilan Keputusan dari Mashall Scott membantu dalam memberikan gambaran proses dalam pembuatan keputusan oleh anggota kelompok. Pendekatan Fenomenologi dipergunakan untuk menggali informasi dan pengalaman nelayan-nelayan kecil yang tergabung dalam kelompok. wilayah peraian P. Pari yang memiliki banyak tempat-tempat menarik sebagai destinasi wisata di Kepulauan Seribu. Para nelayan kecil didampingi oleh Tim Pengabdi dalam proses mengambil keputusan bersama. Para nelayan mengambil keputusan bahwa pada hari Sabtu dan Minggu mereka akan beralih profesi dari nelayan tangkap dan budidaya menjaadi tour guide. Implikasi dari pengambilan keputusan tersebut pada peningkatan penghasilan nelayan kecil di P. Pari.</p> Kusumajanti Kusumajanti, Ni Putu Eka Widiastuti, Asep Kamaluddin Nashir ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/137 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Implementasi Pemasaran Online Dan Offline Produk-Produk Inovasi Dan Kreativitas Kampus http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/138 <p>Produk hasil riset dosen dan mahasiswa merupakan produk <em>marketable</em> hasil inovasi dan kreativitas. Produk tersebut antara lain jam sholat digital, alarm anti pencuri, bel sekolah otomatis, sistem antrian nasabah bank, sistem portal parker kendaraan dan lain sebagainya. Produk-produk tersebut biasanya menjadi produk yang disimpan dan tidak dipasarkan. Hal ini tentu sangat merugikan baik dari periset maupun kampus, produk-produk tersebut dapat dipasarkan baik secara <em>online</em> dan <em>offline</em>. Pemasaran secara <em>online </em>dapat dilakukan dengan web e-commers, bukalapak.com, tokopedia.com dan shopee.co.id. Pemasaran secara <em>online</em> tersebut dapat dilakukan dengan mendaftarkan akun pada masing-masing digital marketing seperti diatas setelah itu membuat diskripsi produk, foto produk, penentuan harga yang bersaing, mengelola akun dan melakukan <em>uploading </em>produk serta melakukan pemantauan. Untuk pemasaran <em>offline</em> dapat dilakukan dengan cara membuat surat dan proposal penawaran ke perusahan-perusahaan. Implementasi pemasaran ini menghasilkan <em>generate income </em>bagi kampus maupun dosen periset dan pengabdi.</p> Y. D. Setyawan, M. Rafiq, Rosandy T ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/138 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Rancang Bangun Aplikasi E-RT Di Kelurahan Periuk Kota Tangerang http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/139 <p>Rumah Tangga (RT) merupakan lembaga kemasyarakatan yang dibentuk melalui musyawarah mufakat dalam rangka membantu Lurah untuk penyelenggaraan pelayanan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di tingkat kelurahan. Sebagai unit lembaga kemasyarakatan terkecil dalam struktur hirarki Pemerintahan Daerah, peranan RT sangatlah penting dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan peranan yang dimilikinya, tidak jarang ditemukan berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan</p> Seng Hansun, Marcel Bonar Kristanda, Muhammad Salehuddin ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/139 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Sosialisasi Upaya Komunikasi Antarpribadi Dalam Meningkatkan Hubungan Intim Orang Tua Dan Anak http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/140 <p>Meskipun tinggal serumah, tidak mudah bagi para orang tua maupun anak untuk dapat berkomunikasi dan menjalin hubungan yang intim dan harmonis. Perlu upaya penyadaran agar komunikasi antarpribadi orang tua dan anak tidak dilupakan fungsinya. Inilah alasan dilakukan sosialisasi upaya komunikasi antarpribadi dalam keluarga sebagai cara untuk meningkatkan hubungan intim orang tua dan anak di Kelurahan Kembangan Utara Jakarta Barat. Sosialisasi ini dibiayai oleh Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Mercu Buana, dan sudah dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Maret 2018, dihadiri oleh lima puluh orang peserta.&nbsp;&nbsp;Tujuan sosialisasi yaitu : (1). Meningkatkan komunikasi antarpribadi orang tua dan anak menjadi lebih intim.; (2). Mengubah sikap orang tua dan anak, dari <em>self oriented</em> menjadi <em>other oriented</em>.; (3). Mengembangkan kreativitas dan kepekaan diri orang tua dan anak, dalam <em>information sharing.&nbsp;</em>Agar menarik dan efektif, digunakan alat bantu visual berupa video. Sebagai hasil yaitu : (1). Sosialisasi upaya komunikasi antarpribadi dalam keluarga sebagai cara untuk meningkatkan hubungan intim orang tua dan anak di Kelurahan Kembangan Utara Jakarta Barat paling menarik, dimengerti, dan diterima oleh para peserta orang tua perempuan, namun kurang menarik, kurang dimengerti, dan kurang diterima oleh sebagian peserta anak laki–laki, akibat adanya hambatan fokus, mendengarkan, psikologis (motivasi dan empati), serta lingkungan dan budaya.; (2). Alat komunikasi mobile (<em>Handphone</em>) yang sedang dipegang, menjadi faktor penyebab anak laki–laki di Kelurahan Kembangan Utara Jakarta Barat kurang tertarik, kurang peduli, kurang motivasi, kurang empati, kurang fokus, dan kurang aktif mendengarkan pesan verbal yang disampaikan secara lisan oleh pihak lain.</p> Rosmawaty Hilderiah Pandjaitan ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/140 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Workshop Pemanfaatan Permainan Edukasi Digital Bagi Guru Pra-Sekolah Di Kota Mataram http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/141 <p>Penggunaan alat peraga digital (APD) dalam proses pembelajaran bukanlah sesuatu yang terbaru dari macam ragam media pembelajaran yang telah ada. Hanya saja, dalam kondisi tertentu misalnya keterbatasan ketersediaan perangkat teknologi, menjadikan APD sesuatu yang berbeda. Terlebih dalam suasana pemulihan pasca bencana gempa, semua pihak berusaha menghadirkan sesuatu hal agar perasaan traumatik siswa pra-sekolah (TK/PAUD) menjadi berkurang, mimnimal perhatian mereka teralihkan. APD yang basis kontennya mengandung unsur multimedia dapat menjadi sarana pereda traumatik yang dapat dikemas dalam bermain sambil belajar. Untuk menggunakannya para guru perlu dibekali pemahaman konten APD dengan kegiatan pelatihan atau Workshop tentang materi bahan ajar berbasis digital ini. Secara rinci APD ini dapat dikategorikan sebagai aplikasi (perangkat lunak) yang hanya dapat dijalankan menggunaan perangkat Komputer baik komputer rumah/sekolah maupun di perangkat laptop. Dampak dari penggunaan APD ini dimana tim telah lebih dahulu melakukan pengujian pada skema kegiatan lainnya setelah melakukan beberapa kali ujicoba pada 2 sekolah mitra, Aplikasi ini mampu membuat para siswa menjadi tidak bosan dan antusian untuk menggunakannya. Di Dalam APD ini tersusun menjadi 11 materi tematik digital yang telah di kembangkan mengacu pada kurikulum Sekolah. Segmen pengguna aplikasi permainan digital Edukatif ini diutamakan adalah siswa dengan usia 4 hingga 6 tahun dan berlokasi di TK/PAUD PGRI Kelurahan Dasan Agung-Kota Mataram. Harapannya setelah Sekolah dan para Guru memperoleh Aplikasi Edukasi ini serta Workshop penggunaannya, Para Guru dapat dengan mudah menggunakannya didepan Kelas.</p> Giri W. Wiriasto, M.Syamsu Iqbal, L.Syamsul Irfan A ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/141 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemanfaatan Running Text Sebagai Alat Bantu Informasi Waktu Sholat Di Masjid Baiturrahman Desa Mujur Lombok Tengah http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/142 <p>Saat ini sudah banyak sekali kemajuan teknologi yang telah memenuhi kebutuhan manusia dalam aktifitas sehari-hari. Salah satu contoh kemajuan teknologi yang digunakan dalam peribadatan umat islam adalah penampil waktu yang menandakan informasi awal waktu sholat dengan tampilan LED (Light Emitting Diode) Dot Matriks. Penentuan awal waktu sholat di suatu daerah memiliki kebijakan sendiri dalam metode penentuan awal waktu shalat, disebabkan dalam membuat kesepakatan jadwal waktu shalat tidaklah mudah, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor subyektivitas, penetapan masa berlaku dan terbatasnya ahli ilmu falak. Oleh karena itu, dilakukan rancang bangun jadwal shalat digital dengan antarmuka aplikasi android sebagai pengatur model kerja Jadwal Sholat Digital bagi masjid mitra pengabdian kami. Tampilan pada 7-segment berupa Jam, Menit, Tanggal, Bulan, Tahun, Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya dengan jumlah ukuran LED <em>Dot Matrix</em> jenis P10 sebanyak 2 panel. Perangkat keras dirancang menggunakan mikrokontroler yang diberi kemampuan berkomunikasi dengan smart phone berbasis android melalui media bluetooth. Hasil yang diharapkan adalah dapat membuat Jadwal Sholat Digital yang tepat dan akurat sehingga bisa digunakan sebagai acuan dalam beribadah.</p> Djul Fikry Budiman, Sjamsjiar Rahman, Muhammad Irwan ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/142 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Konsep E-Learning Untuk Mewujudkan Sekolah Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di MA Darun Najah Duman http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/143 <p>Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini tidak terelakkan di dunia pendidikan. Kegiatan pembelajaran dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan lulusan berkualitas bagi generasi masa depan dan menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi dan era <em>Industrial Revolution </em>4.0. Kondisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada saat ini dan perkembangannya di masa datang mengharuskan adanya persiapan dan perencanaan matang dalam mengimplementasikan TIK di sekolah sehingga tidak tertinggal. <em>Industrial Revolution </em>4.0 yang berpusat pada <em>Internet of Thing</em> dapat dilakukan melalui pembelajaran dengan konsep <em>e-learning </em>(baik <em>electronic based e-learning</em> dengan alat-alat elektronik, maupun <em>internet based e-learning </em>dengan dukungan internet). Hal ini tentunya diharapkan dapat memudahkan peserta didik dalam menerima pembelajaran, serta memudahkan pendidik dan pihak sekolah dalam mengontrol proses pembelajaran. Kegiatan pengadian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan sekolah berbasis TIK di Madrasah Aliyah Darun Najah Duman, Lingsar, sehingga peserta didik dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan TIK secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan di masa yang akan datang. Hasil analisis yang diperoleh, baik melalui evaluasi awal dan akhir, observasi, serta diskusi dan tanya jawab, menunjukkan bahwa kegiatan ini telah terlaksana dengan baik. Secara umum peserta kegiatan telah mampu untuk memulai pembiasaan penggunaan perangkat TIK dalam kegiatan pembelajaran, serta telah merasakan adanya manfaat dari adanya kegiatan ini. Hal ini mengarah pada penggunaan konsep <em>e-learning </em>dalam proses pembelajaran, sehingga sekolah berbasis TIK dapat terwujud di Madrasah Aliyah Darun Najah Duman, Lingsar.</p> Nurul Fitriyani, Desy Komalasari, Agus Kurnia ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/143 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Memotivasi Praktisi Kehumasan Pemerintah Dalam Pelatihan Cyber Public Relations Dan Manajemen Media Kehumasan http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/144 <p><strong>Public Relations Officer atau </strong><strong>para praktisi PR saat ini harus memahami apa itu </strong><strong>Cyber public relations (Cyber PR)</strong>&nbsp;. Secara harafiah konsep ini merujuk pada aktivitas atau kegiatan kehumasan yang dilakukan melalui media elektronik internet yang bertujuan untuk mengangkat citra brand atau produk yang ditawarkan&nbsp;atau bisa juga program atau kegiatan organisasi. Kegiatan Cyber PR juga untuk memelihara kepercayaan (trust), pemahaman, citra perusahaan atau organisasi kepada khalayak secara&nbsp;<em>One to one communication </em>yang bersifat interaktif. Sayangnya masih banyak praktisi kehumasan pemerintah yang masih terlalu gamang dalam pemanfaatan internet dalam kegiatan komunikasi eksternal mereka. Sebagai doen komunikasi, saya tertantang untuk memberi pemahaman dan disertai motivasi dan praktik agar praktisi kehumasan pemerintah mampu memahami Cyber PP bekerjasama dengan Pusdiklat Kementerian Komunikasi dan Informasi.. Pelatihan ini ditujukan kepada sejumlah angkatan peserta yang mengikuti Diklat Pranata Humas Tingkat Ahli dimana salah satu topik yang dibahas adalah soal Cyber PR. Kegiatan <strong>Cyber PR</strong>&nbsp;tidak akan lepas dari sarana media elektronik dan sangat berhubungan erat dengan perkembanga teknologi, Dijaman sekarang sepertinya sangat sedikit orang yang tidak mengenal internet.Dalam pelatihan ini metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktik langsung pada peserta dari seluruh Indonesia tentang bagaimana memanfaatkan media sosial atau pemanfaatan internet untuk meningkatkan citra lembaga atau organisasi mereka. Hasilnya, peserta mendapatkan pemahaman kognitif, informasi teoritis mengenai cyber PR, afektif karena makin sadar dan menyukai fungsinya sebagai praktisi kehhumasan dan padda akhirnya mereka praktikan konsep teori yang didapatkan langsung diterapkan dalam pembuatan kampanye cyber PR mereka.</p> Indiwan Seto Wahyuwibowo ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/144 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penyuluhan Literasi Media: Cara Mencegah Hoax Di Media Sosial Kepada Ibu-Ibu PKK Kelurahan Pakulonan Barat Tangerang http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/145 <p>Hoax menjadi salah satu permasalahan sosial saat ini di Indonesia. Data dari Kompas.com, menyebutkan bahwa remaja dapat menjadi salah satu penyebar hoax. Hal itu terjadi karena banyak remaja yang cepat menelan berita tanpa memverifikasi lebih dalam mengenai kebenaran dalam berita tersebut. Akan menjadi hal yang lebih baik apabila para anak remaja lebih teliti dalam memilah-milah berita yang layak untuk dibaca dan lebih aktif dalam mencari kebenaran dalam sebuah berita sebelum disebarkan kepada banyak orang. Selain rentan menjadi salah satu penyebar berita hoax dalam dunia maya atau sosial media, anak remaja pun terkadang salah dalam menggunakan sosial media. Karena peran orang tua dari para remaja sangatlah penting dalam membangun sebuah generasi untuk kemajuan suatu bangsa dan negara. Penyuluhan sebagai bagian dari Pengabdian pada masyarakat (PKM) perlu dilakukan pada kelompok ibu ibu yang berperan di sektor domestik sehingga informasi yang benar sebagai penangkal hoax menjadi salah satu bentuk pencegahan.</p> Marsefio Sevyone Luhukay ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/145 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penyuluhan Literasi Media: “Cegah Hoax Di Media Sosial” Dan “Menjadi Guru Di Era Digital” Di Sekolah Kristen Purwokerto http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/146 <p>Program Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk penyuluhan dan pembinaan ini dilaksanakan untuk Guru-guru TK – SMA di Sekolah Kristen Purwokerto. Dalam konteks kekinian para guru yang sebagaian besar adalah generasi <em>“digital immigrant”</em> harus siap menghadapi tantangan mengajar para siswa generasi millennial. Dengan seriusnya dampak yang ditimbulkan selaras dengan perkembangan dan majunya teknologi media komunikasi, ditambah dengan ketersediaan Internet yang menjangkau pelosok tanah air, maka penyuluhan media literasi untuk para guru ini diawali dengan memperhatikan efek-efek negative seperti isu-isu hoax, ujaran kebencian (<em>hate-speech</em>) dan pentingnya upaya menangkalnya. Ujaran kebencian sendiri dapat berdampak langsung maupun tak langsung pada meningkatnya kasus-kasus sara yang kemudian akan memicu berbagai kekerasan dan kriminalisasi pada anggota kelompok tertentu. Purwokerto dipilih sebagai tujuan kegiatan karena merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang mengalami dampak dari beberapa kasus penyebaran <em>hoax </em>dan<em> fake-news</em>. Guru dan siswa diberi pengetahuan untuk menangkal efek negatif terpaan konten media. Guru juga dibekali dengan cara memanfaatkan media untuk pembelajaran di era digital ini. Penyuluhan ini disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif dengan para guru, dan ditutup dengan workshop yang bertajuk “Transformasi Peran Guru di Era Digital”.</p> Naniek N. Setijadi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/146 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Literasi Pencegahan Cyberbullying Pada Siswa SMA Di Tangerang http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/151 <p>Kegiatan ini dilatarbelakangi fenomena penggunaan teknologi komunikasi yang semakin meningkat di kalangan remaja memunculkan suatu permasalahan yang perlu diantisipasi yaitu perisakan melalui internet atau dikenal sebagai <em>cyberbullying</em>. Sisi negatif <em>cyberbullying</em> berpotensi merugikan korban seperti kehilangan kepercayaan diri, depresi dan menurunnya prestasi akademik siswa. Untuk itu, literasi pencegahan <em>cyberbullying</em> penting dilakukan pada para remaja. Metode yang digunakan untuk literasi pencegahan <em>cyberbullying</em> berupa pelatihan, dengan peserta siswa SMA di Tangerang. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2018. Materi pelatihan mencakup definisi, karakteristik dan jenis-jenis <em>cyberbullying</em>, panduan pencegahan <em>cyberbullying</em>.. Hasil evaluasi menunjukkan peserta pelatihan memahami jenis-jenis cyberbullying dan cara mencegahnya</p> Wildan Hakim, Endah Murwani, Helga Liliani Cakra Dewi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/151 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Pembuatan Blog Politik Bagi SMAN 1 Tanjung Pandan Belitung Ditinjau Dari Aspek Komersial Dan Perannya Sebagai Media Pembelajaran http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/152 <p>Menyatakan sikap politik melalui media sosial adalah hak setiap warganet, terlebih menjelang tahun politik 2019 mendatang. Namun konten politik di media sosial sangat rawan dengan ujaran kebencian, fitnah, dan <em>hoax</em>. Cukup banyak pengguna media sosial yang harus berurusan dengan aparat penegak hukum akibat unggahan sikap politiknya. Beberapa contoh unggahan sikap politik antara lain: cuitan di <em>microblogging</em>, opini dalam format <em>text</em> maupun video, gambar <em>meme</em>, dan sebagainya termasuk opini melalui blog politik.</p> <p>Di samping media arus utama, kehadiran blog politik telah menjadi alternatif bagi warganet dalam mendapatkan informasi. Ditinjau dari aspek komersial, media <em>online</em> arus utama ataupun blog personal, membutuhkan jumlah pengunjung(<em>traffic</em>). Makin tinggi jumlah pengunjung, makin besar peluang keuntungan finansialnya. Terlebih lagi karena isu politik selalu diminati banyak warganet. Pada satu sisi, hal ini dimanfaatkan oleh oknum blogger politik dengan cara mengunggah konten politik kontroversial demi meningkatkan jumlah pengunjung. Pada sisi lain, blogger personal merupakan sarana alternatif bagi warganet dalam mengekspresikan sikap politiknya.</p> <p>Dalam rangka melaksanakan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi, tim dosen UPH menyelenggarakan kegiatan PKM di SMAN 1 Tanjung Pandan, Belitung, pada 16 Juli 2019. Salah satu metode pelaksanaan PKM tersebut adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan blog. Peserta diajarkan tentang proses membuat blog, merancang nama <em>brand</em>, <em>logo brand</em>, dan <em>tagline</em> blog tersebut. Peserta juga diajarkan bahwa konten politik adalah salah satu konten yang menarik minat pengunjung dan berpotensi untuk dikomersialkan. Peserta juga didorong untuk mengunggah ajakan untuk bersikap politik dengan bijak, mendidik, serta menarik minat warganet tanpa menimbulkan provokasi.</p> Sigit Pamungkas, Agustin Diana Wardhaningsih, Deborah Nauli Simorangkir ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/152 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penyediaan Fasilitas Air Bersih dan Sanitasi di Desa Binaan Universitas Swiss German http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/189 <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Universitas Swiss German dituangkan ke dalam Peta Jalanuntuk periode tahun 2016-2020. Salah satu program yang dicanangkan di dalam Peta Jalan PkM SGU adalah program Desa Binaan. Hal ini ditujukan dalam rangka memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di lingkungan kampus. Kegiatan-kegiatan di Desa Binaan untuk saat ini difokuskan dalam bidang kesehatan lingkungan dan atau sanitasi. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing Desa Binaan. Beberapa kegiatan yang telah dan atau sedang berjalan adalah penyediaan atau peningkatan fasilitas air bersih yang terletak di Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk dan Penyediaan dan atau peningkatan fasilitas toilet yang dilaksanakan di Desa Sampora, Kecamatan Cisauk. Kedua lokasi terletak di wilayah Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten. Fasilitas penyediaan air bersih yang dibangun adalah dengan menggunakan metode penyaringan dengan menggunakan material seperti pasir dan arang aktif. Sebelum menetukan jenis dan jumlah material yang diperlukan, air yang diperoleh dari tanah terlebih dahulu dianalisis di laboratorium. Hasil yang diperoleh sejauh ini dapat memperbaiki kualitas air yang semula dirasakan gatal oleh masyarakat ketika digunakan, menjadi lebih baik. Penyediaan fasilitas air bersih sudah dapat dirasakan oleh sekitar 60 kepala keluarga untuk keperluan mandi cuci dan kakus. Sedangkan penyediaan fasilitas toilet yang saat ini masih berlangsung, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh sekitar 400 orang guru dan siswa sekolah yang menjadi target dari kegiatan ini. Kesimpulan dari kegiatan Desa Binaan saat ini adalah bahwa ternyata sebagian masyarakat di<br>lingkungan kita masih belum memiliki akses yang memadai terhadap air bersih dan fasilitas dasar lainnya seperti toilet. Karena itu, kegiatan-kegiatan seperti Desa Binaan ini perlu dilanjutkan dan diperbanyak baik dalam hal jumlah Desa Binaan maupun jenis-jenis kegiatan yang diperlukan. Dengan demikian keberadaan Perguruan Tinggi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar kampus.</p> Kholis Abdurachim Audah, Alfiandri, Evita H. Legowo, Chris Salim ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/189 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Aplikasi Teknologi Probio_FM untuk Mengoptimalkan Produksi Pakan Lokal Berbasis Ikan Rucah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/190 <p>Ikan rucah (ikan sampah), memiliki potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak, namun akibat terbatasnya teknologi pengolahan yang praktis diaplikasikan, maka hasil samping tangkapan nelayan ini lebih banyak dibuang kembali ke laut daripada diolah menjadi pakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendeseminasikan teknologi pengolahan ikan rucah menjadi pakan unggas dan pakan ikan menggunakan probiotik Probio_FM produk Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Kegiatan PKM melibatkan dua kelompok peternak itik dan satu kelompok nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang pelaksanaannya dipusatkan pada Kelompok Peternak itik Makmur Mandiri di Desa Sungai Nibung Kecamatan Tungkal Hilir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dengan diaplikasikannya teknologi Probio_FM disertai dengan bantuan peralatan sederhana berupa mesin penggiling ikan dan tempat pengeringan alami, saat ini kelompok peternak Makmur Mandiri telah mampu memproduksi pakan/pellet berprobiotik berbasis ikan rucah secara kontinu, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk dijual kepada peternak lainnya dengan harga Rp. 5.000,00 - Rp. 6.000,00/kg, jauh lebih murah dibandingkan dengan pakan komersil yang harganya mencapai Rp. 9.000,00/kg. Selain sebagai pakan unggas (ayam dan itik), pakan berprobiotik dapat digunakan sebagai pakan ikan karena pakan ini dapat mengapung di atas kolam dalam jangka waktu yang cukup lama.<br>Dapat disimpulkan bahwa aplikasi teknologi Probio_FM dalam pengolahan pakan berbasis ikan rucah memberikan kontribusi positif terhadap kontinuitas penyediaan pakan murah bagi peternak dan pembudidaya ikan, serta membantu meningkatkan pendapatan nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.</p> Ella Hendalia, Fahmida Manin, Ani Insulistyowati ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/190 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Cutover Adonan Donat Tradisional dengan Teknologi Mesin pada Usaha Susi Donat dan Era Donat di Tabing Kota Padang http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/191 <p>Donat yang paling populer dan umum adalah tipe donat dengan lubang di tengahnya. Meskipun tipe donat klasik ini mempunyai banyak macam rasa dengan toping yang berbeda-beda, rasa dan toping paling umum bagi orang Indonesia adalah dengan toping meses coklat dan gula salju. Cara memasak donat ada 3 (tiga) metode jenis pemasakannya, yaitu donat goreng tanpa oven, donat bakar atau donat panggang oven lebih dikenal dengan donat oven, dan donat kukus dimasak dengan cara dikukus donat model ini tekturnya lebih lembut dan empuk sekali. Donat goreng bisa dibuat tanpa ragi, tanpa telur, dan tanpa oven.(tradisional). Permasalahan yang ada pada UKM ini : 1) masih cara manual/tradisional, 2) produksi rendah dan permintaan banyak, 3) penjualan dan pemasaran masih standart, 4) kemasan masih monoton 5). Rasa kurang empuk/padat. Maka pemecahan masalah yang disarankan : a) cutover, b) mengunakan metode, c) membuat kemasan produk. Tujuan pengabdian ini adalah UKM dapat meningkatkan produksi dan pendapatan, menggunakan tekonologi mesin/cotuver serta<br>melebarkan pemasaran. Metode pengabdian pelatihan teknologi mesin dan toping donat. Sedangkan Hasil pengabdian ini UKM mengimplementasikan mesin/teknologi, harga selalu terjangkau, produksi meningkat 100%, menambah tempat pemasaran donat dengan luaran yang dinginkan adalah paten merek donat, menerbitkan jurnal ilmiah.</p> Yentisna, Yofina Mulyati, Nini, Idwar ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/191 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penerapan Teknologi Kumbung dan Baglog dalam Budidaya Jamur Tiram http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/192 <p>Tujuan kegiatan ipteks bagi masyarakat Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi,melalui penerapan teknologi budi daya jamur tiram menggunakan metode kumbung dan baglog adalah untuk; (1) Meningkatkan kemampuan kecakapan hidup/- life skill kepada ibu rumah tangga dan remaja putra/putri warga masyarakat; (2) Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang budidaya jamur tiram dan manfaat yang dihasilkan; (3) Menggugah jiwa kewirausahaan dengan membentuk Kelompok Belajar Usaha (KBU); (4) Menyediakan kesempatan berkarya melalui budidaya jamur tiram; (5) Melatih memasarkan hasil panen (produk).Permasalahan yang dihadapi kelompok tani Cipta Nugraha adalah bagaimana meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Talang Bakung dimana daerah tersebut merupakan masyarakat marginal, lahan luas ,masyarakat mau untuk diajak belajar dan bekerja dan mereka merupakan anggota kelompok tani. Berangkat dari permasalahan tersebut maka dilakukanlah kegiatan budi daya Jamur Tiram dengan menggunakan metode kumbung dan baglog. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah : (1) memberikan informasi hasil penelitian terkait produk ungguluan daerah. (2) palatihan dan pendampingan pembuatan<br>kumbung (3) pelatihan dan pendampingan sterilisasi ruangan (4) pelatihan dan pendampingan pemasukan baglog ke dalam rak (5) Pelatihan budi daya jamur tiram (6) Pendampingan monitoring perkembangan budidaya Jamur tiram (7) Pelatihan dan pendampingan panen hasil jamur tiram (8) Pelatihan dan pendampingan jaringan pemasaran. Hasil dari kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan kelompok tani Cipta Nugraha sebagai pusat belajar, terciptanya produk jamur tiram, publikasi pada media massa, serta adanya email dan facebook untuk memasarkan produk secara online.</p> Hartinawati, Mahyudin, Jon Rizal, Rina Astarika ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/192 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemanfaatan Limbah Ternak dan Limbah Kelapa Sawit menjadi Porasi melalui Penerapan Starbo- Afe di Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/193 <p>Permasalahan kelompok tani di Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi yaitu lemahnya penguasaan teknologi pengolahan porasi (pupuk hasil fermentasi), belum optimalnya pemanfaatan peralatan yang dimiliki, dan mahalnya harga pupuk anorganik. Padahal potensi limbah kelapa sawit dan limbah ternak sangat besar jika diolah menjadi porasi. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah perlu dilakukan penyuluhan dan transfer teknologi pengolahan porasi pada kelompok tani. Salah satu kelompok tani yang berpotensi untuk dikembangkan adalah kelompok tani Suka Maju karena memiliki limbah ternak dan limbah kelapa sawit yang berlimpah dengan menggunakan starter. Salah satu starter yang bisa menpercepat proses fermentasi adalah Satrbo-AFE (starter bahan organik). Starbo-AFE merupakan produk hasil penelitian Fapet Unja yang mampu mempercepat proses fermentasi bahan-bahan organik menjadi porasi. Tujuan kegiatan adalah pemberdayaan petani dalam pengolahan porasi melalui penerapan bioteknologi Starbo-AFE. Metode kegiatan adalah penyuluhan, pelatihan, praktek pembuatan porasi, demplot, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil, Kegiatan penyuluhan diikuti 33 orang anggota kelompok tani Suka Maju, jumlah sapi yang dimiliki kelompok sebanyak 210 ekor dengan potensi feces 2,1 ton/hari. Luas kebun kelapa sawit 105 ha dengan potensi pelepah sawit 945 ton/tahun. Selain itu terdapat limbah pabrik kelapa sawit berupa fiber dan abu boiler pabrik kelapa sawit. Proses fermentasi porasi berlangsung selama 21 hari, setelah itu prasi sudah bisa pakai sebagai pupuk. Hasil analisis kandungan hara porasi yang dihasilkan sesuai standar SNI dengan C/N rasio antara 14-18. Setelah kegiatan pencontohan kelompok tani sudah memproduksi porasi sebanyak 1,5 ton. Hasil monitoring pemahaman kelompok tani setelah dilakukan kegiatan didapatkan tingkat pemahaman berada pada angka 4 dan 5 atau “bermanfaat” dan “sangat bermanfaat. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah kelompok tani sudah memahami materi yang diberikan dan sudah memproduksi porasi sebanyak 1.5 ton.</p> Adriani, Yurleni, F. Manin ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/193 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Kualitas Air Bersih di Daerah Berbukit: Desa Cikidang - Sukabumi dan Karangtengah – Cianjur http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/194 <p>Akses kepada air bersih oleh masyarakat di daerah berbukit umumnya mengandalkan air hujan dan aliran air sungai, sangat kesulitan pada musim kemarau. Aliran air sungai (anak sungai) yang sampai di tempat penampungan atau kolam mengandung butiran lumpur, kotoran, atau komposit lain sehingga tampak keruh, kurang bersih, dan tidak layak minum. Suatu solusi peningkatan kualitas dan akses kepada air bersih adalah pembuatan sumur air bor tanah, namun memerlukan teknologi yang tepat dan sesuai dengan kondisi tanah. Tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) dari dosen Universitas Terbuka (UT) melakukan kegiatan peningkatan kualitas dan akses kepada air bersih bagi masyarakat di Desa Cikidang, Sukabumi dan Desa Karangtengah, Cianjur. Kedua lokasi termasuk kawasan perbukitan dengan ketinggian rata-rata 500 m dpl. Tim PkM Dosen UT juga bekerja sama dengan masyarakat di lokasi membangun instalasi sumur air bor tanah untuk sarana umum air bersih. Hasil yang tampak dari kegiatan ini adalah tersedia sumber air bersih yang dapat diakses oleh masyarakat dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kualitas air bersih, iptek sederhana sumur air bor tanah, serta edukasi norma hidup sehat, tertib, dan kooperatif bagi masyarakat. Metode intervensi kegiatan PkM adalah pendampingan dan penyuluhan kepada mitra, meliputi kegiatan survey dan koordinasi dengan mitra, pelaksanaan pengeboran dan instalasi, pengujian kelayakan dan kapasitas air, serta penyuluhan iptek air bersih. Sumur bor di Cikidang Sukabumi menggunakan mesin di atas tanah dengan kedalaman pipa sumur 25 meter dan menghasilkan air dengan debit rata-rata 25 liter per menit, sedangkan di Karangtengah Cianjur menggunakan mesin benam dengan pipa kedalaman 40 meter dan debit air rata-rata 33 liter per menit. Air yang dihasilkan memenuhi kriteria air bersih dan layak minum dengan kapasitas yang tetap dan melimpah.</p> Deddy A. Suhardi, Mulyatno, Syaeful Mikdar ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/194 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Perbaikan Reproduksi Kambing Lokal melalui Penerapan Teknologi Flushing Pakan, Sinkronisasi Berahi dan Inseminasi Buatan di Desa Tegal Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/195 <p>Potensi bahan pakan ternak yang ada di desa Tegal Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, Jawa Barat secara optimal belum mampu untuk mendukung produktivitas dan reproduktivitas ternak yang diusahakan, karena nilai nutrisi dan kecernaannya yang rendah. Kelemahan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan adalah kandungan seratnya yang tinggi (35 - 45%) dan kadar proteinnya yang rendah (1,8 – 3,5%). Oleh karena itu dalam pemanfaatannya perlu dilakukan pengolahan. Peternak di wilayah Tegal, kecamatan Kemang belum terbiasa dengan teknologi untuk meningkatkan produktivitas ternaknya, khususnya teknologi pakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan teknologi Amonia Fermentasi (Amofer) menghasilkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan alternatif untuk ternak kambing. Teknologi amonia-fermentasi dapat meningkatkan produktivitas ternak karena dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan memperbaiki reproduksi ternak. Upaya peningkatan reproduksi ternak kambing dapat ditempuh juga melalui pemberian pakan penguat/tambahan yang dinamakan flushing. Dengan flushing mempercepat waktu terjadinya estrus/birahi bagi kambing lokal calon induk menjadi sekitar 10 bulan. Melalui teknologi flushing terjadi estrus yang lebih cepat (menjadi 3 bulan pasca beranak), sehingga dihasilkan 3 kali beranak dalam 2 tahun. Selain itu dengan pakan flushing, akan meningkatkan goat crop 10 – 20%, sehingga akan mempercepat pertambahan populasi kambing lokal dengan kualitas yang baik. Peningkatan kemampuan reproduksi ternak kambing lokal akibat pemberian pakan flushing pada akhirnya akan mampu meningkatkan populasi ternak kambing lokal secara lebih cepat, karena kambing lokal akan efisien dalam aktivitas reproduksinya. Peningkatan efisiensi reproduksi ini jelas akan meningkatkan populasi ternak di suatu wilayah, sekaligus peningkatan pendapatan masyarakat.</p> Adhi Susilo, Deddy Ahmad Suhardi, Syaiful Mikdar ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/195 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Produksi Makanan Ringan Home Made Sarang Balam dan Kerupuk Lento Nur Azizah Payolansek Payahkumbuh http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/196 <p>Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Kelurahan Payolansek, yang berada di wilayah Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Sumatera Barat. Kelurahan Payolansek adalah salah satu sentra industri kecil menengah makanan yang menghasilkan berbagai jenis makanan ringan seperti kerupuk bayam, kerupuk lento, jagung goreng, karak kaliang, sarang balam dan sebagainya. Dengan banyaknya UMKM yang berdiri di daerah kelurahan Payolansek akan membantu perekonomian warga disekitarnya, dan menciptakan lapangan pekerjaan. Salah satu UMKM yang berada di kelurahan Payolansek adalah usaha makanan spesifik minang kerupuk lento dan sarang balam Nur Azizah. Ibu Nur Azizah mencoba untuk membuat suatu olahan dari bahan baku yang tersedia disekitarnya, yaitu olahan ubi yang dijadikan sebagai kerupuk yang dikenal dengan nama sarang balam dan kerupuk lento dan dipasarkan langsung oleh Ibu Nur Azizah sendiri. Permasalahan yang ada pada UMKM ini adalah : 1) Proses produksi masih dilakukan secara tradisional, (2) Kualitas produksi yang masih rendah, (3) Lingkungan produksi kurang bersih (4) kurang memperhatikan tempat pembuangan limbah. Pemecahan masalah yang disarankan : 1) mengedukasi pelaku usaha untuk menggunakan<br>mesin pembuang minyak, (2) membuat bank minyak jelantah dan menjualnya ke pengumpul minyak jelantah untuk diolah kembali, (3) memanfaat metode/teknologi produksi (4) menyediakan tempat pembuangan limbah dari hasil produksinya. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan solusi bagi UMKM Nur Azizah bagaimana meningkatkan pendapatan, memproduksi makanan yang higienis dan memberikan pengetahuan mengenai dampak lingkungan yang kurang bersih serta bagaimana menjaga kelestarian lingkungan. Metode pengabdian adalah dengan memberikan pelatihan kepada pelaku usaha UMKM. Sedangkan hasil pengabdian ini adalah UMKM Nur Azizah dapat menghasilkan produk yang aman dan bersih bagi konsumennya, meningkatnya produksi dan pendapatan dan terpeliharanya lingkungan yang sehat bagi masyarakat sekitarnya. Sedangkan luaran yang diinginkan adalah menerbitkan jurnal ilmiah.</p> Yofina Mulyati, Prima Yulianti ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/196 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Aplikasi Agroforestri di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/197 <p>Hasil pengamatan dilapang menunjukkan pada umumnya masyarakat di Kelurahan Agrowisata melakukan kegiatan pertanian dalam arti luas, ada hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan maupun pengolahan hasil pertanian. Oleh karena itu konsep yang akan digunakan untuk kegiatan pengabdian ini adalah agrowisata dengan aplikasikan agroforestri sebagai sistem pemanfaatan lahan baik di pekarangan ataupun di kebun masyakat. Tujuan umum dari kegiatan pengabdian ini adalah menjadikan mitra yaitu kelompok tani di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Pekanbaru memiliki pengetahuan dan mengaplikasikan agroforestri di pekarangan dan di lahan yang dimiliki petani sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan peningkatan pendapatan. Solusi yang ditawarkan untuk mencapai tujuan adalah: (1) Sosialisasi dan penyuluhan<br>pengembangan agroforestri; (2) aplikasi agroforestri di lahan dan pekarangan mitra. Kegiatan Iptek bagi Masyarakat kepada Kelompok Tani Kelurahan Agrowisata Kota Pekanbaru telah dilaksanakan dengan baik dan berhasil. Hal ini ditunjukkan telah meningkatnya pengetahuan mitra tentang pengembangan agroforestry di pekarangan dan lahan dengan menaman berbagai jenis pohon penghasil buah dan kayu sebesar 14,02 %. Tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman dilakukan dengan cara menghitung persen tumbuh tanaman adalah 85,2%. Mitra telah melakukan budidaya tanaman dengan menanam tanaman di sekitar pekarangan yang dikombinasikan dengan tanaman pertanian dengan kegiatan pemeliharaannya berupa penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakitnya.</p> Enny Insusanty, Ambar Tri Ratnaningsih, Ervayenri ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/197 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pembuatan Pupuk Organik sebagai Wujud Integrasi Ternak- Tanaman dalam Pemberdayaan Masyarakat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/200 <p>Pembuatan pupuk organik menjadi bagian dari integrasi ternak-tanaman sebagai wujud pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan usaha di sektor pertanian. Pupuk organik yang dibuat dengan memanfaatkan bahan dari kotoran ternak dan limbah pertanian akan mengurangi pencemaran lingkungan akibat menumpuknya bahan-bahan tersebut. Hal ini juga untuk mewujudkan pertanian terpadu dan berkelanjutan,<br>serta memberikan nilai tambah bagi pendapatan petani. Kegiatan dilakukan bersama 3 mitra di tiga lokasi yang berbeda yaitu Mitra 1 Kelompok Tani “TANI MAKMUR’ di Kabupaten Boyolali, Mitra 2 UKM Tanaman Hias “BEJO AGROFARM” di Kabupaten Karanganyar, dan Mitra 3 Kelompok Tani “TANI ASLI” di Kabupaten Sukoharjo. Lingkup kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai macam bahan dan tata cara pembuatan pupuk organik dan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatannya. Bahan pembuatan pupuk organik menyesuaikan dengan ketersediaan spesifik di masing-masing mitra, sedangkan tata cara pembuatan diseragamkan untuk ketiga mitra. Indikator keberhasilan kegiatan adalah kualitas pupuk organik yang dihasilkan melalui analisis sampel di laboratorium dengan parameter kadar air, N total, P2O5, K2O, C-organik, C/N rasio dan pH. Penilaian kualitas berdasarkan standar baku pupuk organik di Indonesia. Pupuk organik yang dihasilkan oleh UKM Tanaman Hias “BEJO AGROFARM” mempunyai kualitas paling baik di antara ketigannya, kadar air 25,14%, N total 2,3%, P2O5 1,48%, K2O 2,68, C-organik 27,24%, dan pH 8,22 sudah memenuhi standar, sementara itu C/N rasio 11,79% di bawah standar. Pupuk organik dari Kelompok Tani “TANI MAKMUR” dan “TANI ASLI” untuk parameter N total + P2O5 + K2O masingmasing 3,80% dan 3,68% di bawah standar, demikian juga parameter C/N rasio masing-masing 13,14 dan 14,81 di bawah standar. Parameter kadar air (23,14% dan 22,64%), C-organik (20,23% dan 18,36%) dan pH (8,46 dan 8,17) masing-masing dari kedua kelompok tani tersebut sudah memenuhi standar. Secara umum pupuk organik yang dihasilkan dari ketiga mitra sudah berkualitas cukup baik. Upaya untuk memperbaiki kualitas hasil pupuk organik perlu dilakukan untuk memenuhi standar agar pada saat diaplikasikan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang optimal. Upaya tersebut juga dalam rangka memenuhi standar produk yang dapat diterima oleh ketentuan pangsa pasar. Pemilihan bahan-bahan tertentu untuk menurunkan atau meningkatkan parameter tertentu dapat dilakukan agar standar kualitas pupuk organik dapat terpenuhi.</p> Mujiyo, Sumarno, Suryono, Khalyfah Hasanah, Suminah, Bambang Hendro Sunarminto ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/200 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemanfaatan Limbah Kotoran Ayam untuk Budidaya Tanaman Obat Jahe Merah http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/201 <p>Tanaman jahe merah saat ini telah banyak dikenal sebagai tanaman obat, sehingga kebutuhan akan jahe merah cukup tinggi. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah tropis dengan suhu berkisar antara 200 – 300 celsius. Limbah kotoran ternak dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman. Kampung Jati Tonjong Rt002/006 Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor, berada di daerah tropis, mempunyai curah<br>hujan cukup dan cocok untuk menjadi daerah pertanian. Masyarakat wilayah Kampung Jati Tonjong Rt002/006 merupakan masyarakat yang tergolong kurang mampu karena sebagian besar masyarakat tersebut tidak mempunyai penghasil tetap, dan umumnya berada pada usia produktif berkisar antara 25 sampai dengan 50 tahun. Mereka sudah terbiasa berkebun dan memiliki lahan sendiri, ada juga yang memanfaatkan lahan orang lain untuk digarap. Di kecamatan juga terdapat peternakan ayam yang limbahnya belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan dari kegiatan abdimas ini adalah untuk melatih masyarakat dan memberikan informasi tentang pemanfaatan kotoran ayam untuk budidaya jahe merah. Langkah-langkah kegiatan ini yaitu dimulai dengan menentukan komposisi media tanam, pemberian penyuluhan tentang cara membudidayakan jahe merah, membantu menyediakan bibit dan cara merawat tanaman jahe merah. Hasil dari kegiatan abdimas ini adalah pemahaman masyarakat tentang penggunaan kotoran ayam, pemanfaatan lahan yang belum tergarap, budidaya jahe merah serta perawatannya.</p> Sri Hamda, Sandra Sukmaning Aji, Deetje Sunarsih, Udan Kusmawan, Jamaludin ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/201 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Asal Awan Konvektif Pembawa Hujan Lokal di Pulau Lombok http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/202 <p>Kenampakan awan konvektif telah lama dijadikan sebagai pertanda akan datangnya hujan. Suatu penelitian deskriptif telah dilakukan untuk mengkaji asal muasal awan tersebut. Pergerakan awan konvektif ditetapkan berdasarkan prinsip resultante (penjumlahan) vektor . Tujuan penelitian adalah menentukan asal awan konvektif sebagai pembawa hujan di pulau Lombok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awan konvektif berasal dari barat daya yang terbentuk pada zona efektif pada rentang geografis 110o - 115o BT; ≥10o LS dan 115o – 116o BT; 8,5o – 9o LS. Pada periode puncak hujan bulan Januari dan Februari tumbuh awan konvektif tipe komulus nimbus pada zone 115o – 116o BT; 8,5o – 9o LS, yang secara geografis lebih dekat di barat daya pulau Lombok. Disimpulkan, bahwa awan konvektif berasal dari perairan samudera Hindia sebelah barat Australia dan mencapai pulau Lombok dari arah barat daya, (2) Pada puncak musim hujan, Januari dan Februari, bentukan awan konvektif di barat daya pulau Lombok, sebelah selatan selat Lombok dan (3) Pada periode transisi ke musim kemarau, mulai akhir bulan Maret, April dan Mei awan konvektif berasal dari arah tenggara.</p> Mahrup, Muhammad Husni Idris ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/202 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Revitalisasi Instalasi Biogas sebagai Stimulus menuju Desa Mandiri Energi di Desa Karanganyar Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/204 <p>Kelompok peternak Sekar Wijaya Desa Karangnayar Kecamatan Weru Sukoharjo memiliki cukup banyak sapi dalam kandang bersama (komunal). Namun kehadiran kandang komunal di sekitar pemukiman warga ini ternyata menimbulkan konflik yang lain. Karena kotoran sapi ternyata cukup mencemari lingkungan sekitar. Sebagai ilustrasi, 1(satu) ekor sapi per hari menghasilkan kotoran kurang lebih 20 kg (dewasa) dan 10 kg (anak). Dari beberapa ekor sapi yang ada di kandang komunal akan dihasilkan kotoran sapi dalam jumlah yang cukup banyak. Untuk mengantisipasi pencemaran lingkungan, sebenarnya di kelompok Peternak Sekar Wijaya telah dibangun instalasi biogas oleh Badan Lingkungan Hidup (BPLH) yang cukup besar dengan kapasitas digester 25 meter kubik, yang memiliki potensi untuk bisa mencukupi kebutuhan gas untuk rumah tangga hingga tujuh keluarga dengan sapi yang ada di kandang kelompok dan ini masih dapat ditingkatkan lagi apabila populasi sapi lebih besar lagi. Namun demikian kondisi instalasi Biogas tidak berfungsi (mangkrak) sejak beberapa tahun yang lalu karena tidak adanya pendampingan dari instansiyang memberikan bantuan tersebut. Bahkan instalasi bernilai ratusan juta rupiah itu hanya digunakan selama 3 bulan saja. Sungguh suatu keadaan yang sangat disayangkan, karena instalasi dengan biaya yang besar (mahal) tidak dimanfaaatkan dengan baik oleh masyarakat.</p> <p>Tim melakukan pengabdian dengan tujuan memvitalkan kembali instalasi biogas tersebut dan sekaligus mencoba mengubah prilaku warga yang manja dan kurang peduli terhadap lingkungan. Adapun kegiatan yang dilakukanan tim meliputi perbaikan instalasi digester, memfungsikannya kembali hingga pipa aliran gas&nbsp;ke rumah-rumah termasuk mengganti kompor biogas pada rumah warga. Revitalisasi biogas juga dilakukan<br>pada pengolahan limbah dari digester biogas yang berupa sisa bahan organik menjadi pupuk organic dengan membangun instalasi pengolahan pupuk organic cair. Sosialisasi dan pendampingan pun dilakukan agar masyarakat mengerti manfaat, cara kerja dan perawatan inslasi biogas.</p> Bekti Wahyu Utami, Eka Handayanta ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/204 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengembangan Kerajinan Tenun Atbm Berbahan Dasar Serat Alam sebagai Produk Kualitas Ekspor bagi Ketahanan Ekonomi Masyarakat di Yogyakarta http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/205 <p>Produk kerajinan tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dan anyaman berbahan dasar serat alam (pandan, serat Agel, enceng gondok, lidi kelapa, mendong, akar wangi) yang dilakukan oleh UKM mitra sudah menembus pasar internasional. Pembeli (buyers) berasal dari beberapa negara antara lain Norwegia, Jerman, Jepang, Australia dan Amerika Serikat. Permintaan yang paling dominan masih di wilayah pasar domestik<br>terutama segmen pasar di Bali dan pasar lokal Beringhardjo dan sekitar wilayah Yogya. Beberapa buyers baik yang berasal dari luar negeri maupun domestik sudah melakukan pembelian ulang (repeated buying). Namun selaras dengan berkembangnya permintaan pasar dan ketatnya persaingan dengan produk dari wilayah atau negara lain, UKM mitra memiliki kendala yang perlu segera diselesaikan.</p> <p>Program perbaikan dan peningkatan daya saing UKM dilakukan terhadap 3 (tiga) aspek yaitu aspek produksi, pemasaran, dan kualitas SDM, diharapkan dapat memberi solusi kendala UKM mitra dan mendorong peningkatan volume ekspor. Aspek produksi dengan bantuan pengadaan mesin produksi, aspek pemasaran dengan medorong marketing online, dan kualitas SDM ditingkatkan melalui pelatihan dengan isntansi terkait.</p> <p>Hasil program pengembangan kerajinan tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dan anyaman berbahan dasar serat alam ini adalah peningkatan omzet penjualan UKM mitra antara 5-8%. Kondisi ini didukung oleh pengadaan alat produksi mesin jahit double speed untuk kulit yang bertujuan untuk meningkatkan inovasi dan kualitas produk. Di bidang online marketing UKM Mitra dibuatkan website dan pengadaan kamera DSLR untuk penunjang online marketing serta rak display produk. Disamping itu, UKM Mitra sudah mampu menyusun laporan keuangan berbasis excell dan pembenahan administrasi usaha.</p> Evi Gravitiani, Erni Ummi Hasanah, Sutanto, AM Soesilo ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/205 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Ukm Al Amin di Kabupaten Karanganyar sebagai Bahan Baku Pembuatan Keripik Simulasi http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/206 <p>Proses pembuatan tahu akan menghasilkan limbah ampas tahu yang sifatnya mudah rusak sehingga akan menimbulkan bau yang tidak sedap serta mencemari lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Permasalahan serupa juga dihadapi oleh UKM Al Amin di Karanganyar yang setiap harinya menghasilkan hampir 0.5 ton ampas tahu tetapi penanganannya belum maksimal. Salah satu alternatif penanganan ampas tahu adalah dengan mengolahnya menjadi keripik simulasi karena ampas tahu masih mengandung sejumlah protein. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menetukan formula keripik simulasi yang paling disukai panelis, mengukur kandungan proksimat dan asam lemak bebasnya, mendesain kemasan, serta menganalisis kelayakan ekonomi usaha produksi keripik simulasi berbahan baku ampas tahu. Hasil uji kesukaan menunjukkan formula keripik simulasi yang paling disukai panelis adalah formula dengan perbandingan ampas tahu dan tepung tapioka sebesar 1:2. Kandungan proksimat keripik simulasi formula terbaik adalah air2,81 %, abu 2,43 %, lemak 14,46 %, protein 4,47 %, karbohidrat 75,67 %, dan asam lemak bebas 0,16 %. Kemasan keripik simulasi yang digunakan adalah kemasan plastic bening berbahan polypropilene, berbentuk standing pouch, desain penutup resealable, dan dilengkapi dengan stiker label yang berisi keterangan sesuai peraturan yang berlaku. Hasil perhitungan analisis ekonomi berdasarkan HPP, BEP, ROI, NPV, B/C ratio, dan IRR, diketahui usaha produksi keripik simulasi berbahan baku ampas tahu ini menguntungkan dan layak untuk dijalankan.</p> D Ishartani, WD Bagasta, LU Khasanah, NHR Parnanto ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/206 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Produktivitas Kelompok Wanita Tani Desa Wunut, Kabupaten Klaten melalui Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan Lele (Clarias SP.) http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/207 <p>Desa Wunut Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten memiliki potensi budidaya ikan air tawar yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakatnya. Produksi ikan di Wunut rata-rata mencapai 60 ton per bulan yang terdiri dari Lele dan Nila. Dibandingkan dengan ikan Nila, Ikan Lele memiliki nilai ekonomis yang lebih rendah sehingga pengolahan ikan Lele menjadi produk olahan seperti bakso ikan Lele diharapkan<br>dapat meningkatan nilai ekonomisnya. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Wunut, dua kelompok wanita tani yaitu Kelompok Wanita Tani Dahlia dan Kelompok Wanita Tani Melati yang memiliki anggota masing-masing 25 orang dilatih untuk mengolah ikan Lele menjadi produk yang bernilai lebih untuk mendukung program desa minawisata yang akan dicanangkan.</p> <p>Pelatihan pembuatan produk bakso ikan lele dilakukan untuk memberi keterampilan pascapanen terhadap kelompok wanita tani di Desa Wunut. Karakteristik ikan Lele yang digunakan untuk produk olahan bakso adalah ikan Lele yang memiliki fisik lebih besar (rata-rata 8 ekor untuk setiap 1 Kg) karena harga jual yang lebih murah. Pelatihan yang diikuti dua kelompok wanita tani ini melibatkan dosen dan beberapa mahasiswa. Peserta antusias mengikuti pelatihan tersebut dan berhasil membuat bakso dengan tekstur yang baik sehingga produk bakso ini layak untuk diproduksi dan dipasarkan.</p> Ardhea Mustika Sari, Danar Praseptiangga, M. Zukhrufuz Zaman ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/207 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Grey Water dan Air Banjir Layak Pakai sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/208 <p>Kekeringan di sejumlah desa atau kecamatan di wilayah Kabupaten Gresik terus meluas. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik memetakan 39 desa di tujuh kecamatan yang terserang efek kekeringan akibat kemarau panjang. Desa Bulang Kulon merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Desa tersebut merupakan desa terapung banjir karena desa sekitar yang mengelilinggi desa tersebut terdampak banjir musiman dari aliran sungai Lamong sehingga daerah tersebut merupakan daerah terisolasi. Disis lain pada saat musim kemarau desa tersebut mengalami kesulitan air bersih, sedangkan limbah air rumah tangga (grey water) masyarakat Desa Bulang Kulon belum terkelola dengan baik. Hal tersebut terjadi karena pada saat musim kemarau masyarakat membuang secara percuma limbah air rumah tangga dengan membuat aliran pembuangan disekitar rumah sehingga menimbulkan genangan-genangan air. Melalui pemberdayan yang dilakukan pendampingan yang bertujuan untuk menangani permasalah pencemaran lingkungan, kelangkaan air bersih dan mengolah air banjir menjadi bermanfaat bagi warga. Solusi tersebut diharapkan mampu mengimbangi kebutuhan yang ada di desa tersebut khususnya untuk air, baik pada masyarakat dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan ini adalah FGD (Focus Group Discussion), sosialisasi, praktek, dan membentuk komunitas. Hasil yang diukur berdasarkan indikator tingkat pegetahuan, sikap dan tindakan yang dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (post test) prosentase peningkatan sebesar 33%. Hasil pembahasan data menunjukkan bahwa program pengabdian yang diaplikasikan di Desa Bulang Kulon Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik cukup efektif dalam mencapai tujuan.</p> Hardo Wahyudi, Nurleila Jum’ati, Fitroh Abdul Khanif, Ihwan Andrianto, Miranda Dwi Pramitha, Nur Aini Azizah ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/208 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Industri Kreatif Kerajinan Kulit Kerang dan Mutiara yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan untuk Menunjang Pariwisata di Lombok - NTB http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/209 <p>Industri Kreatif kerajinan kulit kerang dan mutiara di kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat yang memanfaatkan limbah berupa kulit kerang kombinsai mutiara dan perak. Mitra kerja dalam program ini yaitu 2 industri kecil (YANTO dan LAMOPS). Dalam proses produksinya, kulit kerang akan di kupas / diampelas, dipotong, diukir dan dipoles sehingga akan dihasilkan produk berupa liontin, anting, gelang, plakat, asbak,<br>tusuk konde dan sebagainya. Permasalahan dalam produksi yang dihadapi oleh industri kecil yaitu masalah pengampelasan dan pemotongan yang menimbulkan polusi debu. Tujuan kegiatan ini yaitu mengatasi pencemaran debu kulit kerang dari proses produksi sehingga karyawan merasa lebih nyaman dan produktifitasnya lebih meningkat. Dari proses produksi, debu kulit kerang yang mencapai 40 % dari berat 1 lempeng kulit kerang yang berbobot rata-rata 250 gram. Metode yang dilakukan yaitu dengan mendesain mesin dan sistem penyedot debu dimana dalam sistem itu ada alat penampung debu yang dilengkapi dengan dengan filter udara, slang penghubung fleksibel, dan corong penangkap debu menampung debu dari dua unit mesin produksi yaitu mesin amplas dan mesin potong..Hasil yang didapat setelah aplikasi mesin penyedot<br>debu yaitu pencemaran akibat debu berkurang sebanyak 85 % artinya bahwa debu-debu terbang yang sebelumnya mencemari lingkungan sekitar dan tempat kerja sudah berkurang. Dampak lainnya juga membuat kondisi tempat kerja menjadi lebih bersih dan lebih nyaman,mampu meningkatkan produktifitas pekerja sehingga omzet usaha akan meningkat dan pendapatan pekerja lebih meningkat. Debu kulit kerang<br>yang masih murni juga berkhasiat sebagai bahan untuk lulur di salon-salon kecantikan untuk menghaluskan kulit dengan kandungan kalsium cukup tinggi sekitar 60%.</p> I Wayan Joniarta, Made Wijana, I.G.A.K Chatur Adhi W.A. ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/209 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 CSR untuk Pembangunan Pendidikan Berkelanjutan: Studi Kasus Solar Schools (Sekolah Energi Surya) dI SMK Prakarya Internasional Bandung http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/210 <p>Banyak negara berkembang menghadapi permasalahan seperti terbatasnya infrastruktur, kesempatan pendidikan, dan ketidaksetaraan diantara masyarakat. Sebagai negara kepulauan seperti Indonesia, dengan lebih dari 6.000 pulau berpenghuni, tantangan negara adalah menyediakan kebutuhan dasar, yang meliputi infrastruktur dan pendidikan yang merata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Bermitra antara pemerintah dan<br>perusahaan memungkinkan untuk tercapainya tujuan ini, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bagi perusahaan di bidang energi terbarukan, Indonesia menawarkan pasar yang menarik dengan sumber energi terbarukan yang berlimpah seperti energi matahari, air dan angin, serta jumlah penduduk yang besar. Namun, potensi pasar ini sering berada di daerah terpencil dan terbelakang, dengan infrastruktur<br>yang sangat terbatas dan biaya logistic yang mahal, serta kemampuan ekonomi masyarakat yang masih minim. Pengembang energi terbarukan melihat hal ini sebagai proyek dengan risiko dan potensi ekonomi yang tinggi. Salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi resiko adalah dengan melakukan kegiatan CSR di bidang edukasi energi terbarukan. Paper ini mempresentasikan contoh CSR di<br>bidang edukasi energi terbarukan di Selandia Baru yang diadopsi di Indonesia, di SMK Prakarya Internasional Bandung. Masih perlu upaya bersama untuk mendukung pendidikan, infrastruktur dan kesenjangan di Indonesia, dan CSR di bidang energi terbarukan merupakan alternative yang membutuhkan kemitraan strategis antara pemerintah dan swasta dan sekolah, maupun antar swasta dan sekolah.</p> Janti Gunawan, Agnes Tuti Rumiati ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/210 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pembuatan Pupuk Kompos Berbahan Feses Kambing menggunakan Bantuan Effective Microorganism (EM4), Kegiatan Abdimas di Desa Tegal http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/211 <p>Kelompok tani “Sumber Rejeki” merupakan kelompok peternak kambing yang dibentuk oleh FMIPA Universitas Terbuka pada kegiatan program Bantuan Sosial. Lokasi kelompok tani Sumber Rejeki berada di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Selama ini, sebagian limbah kotoran kambing atau feses kambing yang dikelola oleh kelompok tani tersebut dibuang begitu saja namun ada pula yang dimanfaatkan untuk pupuk tanpa melalui proses pengolahan. Tujuan Program PKM ini adalah memanfaatkan limbah feses kambing untuk dibuat menjadi pupuk kompos yang berkualitas tinggi. Target khusus program ini adalah warga peternak kambing memperoleh keterampilan membuat pupuk kompos yang berkualitas dengan waktu relatif singkat dan mendapatkan tambahan penghasilan. Pembuatan pupuk kompos berbahan dasar kotoran kambing dilakukan dengan menggunakan biostimulan EM4. Kandungan EM4 yang terdiri dari berbagai mikroorganisme mampu mempercepat proses pengomposan sehingga dapat memangkas waktu lebih cepat bila dibandingkan dengan waktu pengomposan secara konvensional. Produk pupuk tersebut dapat dijual untuk menambah penghasilan peternak dan sebagian lagi digunakan untuk keperluan pertanian warga.<br>Hasil dipanen dua bulan setelah pemrosesan kompos, dipanen setiap seminggu, sehingga dalam satu bulan diperoleh 4 kali panen. Hasil akhir pembuatan pupuk kompos berbentuk kemasan kantung-kantung plastik transparan dengan berat 2 kg yang diberi merek “Pupuk Ampuh Sumber Rejeki”. Hasil awal adalah 100 kantung, dijual dengan harga Rp 12.000.- perkantung. yang berarti diperoleh pendapatan 4 X Rp 1.200.000 = Rp. 4.800.000.</p> Hurip Pratomo, Budi Prasetyo ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/211 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Roti Natural (Produk Roti Daun Singkong Varian Rasa) http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/212 <p>Singkong (Manihot utilissima L.) merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino methionina. Daun singkong dapat dibuat menjadi berbagai olahan varian. Dengan berbekal pengetahuan dan kreativitas, mahasiswa terinspirasi untuk membuat sebuah unit usaha yang diberi nama “CV. Utilisima”. Melalui dukungan dosen pembimbing diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam sebuah Program Mahasiswa Wirausaha (PMW-Unhas) dan usaha ini diharapkan tumbuh dan berkembang. Persoalannya, bagaimana seorang mahasiswa mengasah bakat dan minat sebagai wirausaha, memahami dan memanfaatkan peluang pasar produk tersebut. Tujuan pengembangan CV. Utilisima adalah : (1) memberikan pelatihan dalam optimalisasi bakat dan minat bisnis anggotanya ; (2) memperkenalkan berbagai manfaat daun singkong dan produk lainnya; (3) membuka lapangan pekerjaaan baru dan menciptakan kinerja usaha mitra dalam usaha produksi roti natural. Cara pelaksanaan meliputi : (1) mengungkapkan kemampuan sumberdaya manusia terutama pada pendiri dan pelaku usaha; (2) menyampaikan materi informasi melalui media sosial tentang hal-hal yang berkaitan dengan daun singkong dan roti natural; (3) mengungkapkan perkembangan produksi dan faktor-faktor potensi pendukung bagi peningkatan produksi dan perbaikan kualitas produk roti natural CV. Utilisima. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa, (1) Sumberdaya manusia dari ke empatnya (pendiri CV.Utilisima), memiliki potensi yang layak dan motivasi yang kuat dalam menjalankan usaha bisnis tersebut, walaupun mereka masih berstatus mahasiswa; (2) Produk berbasis daun singkong dapat berfungsi sebagai ajang pengenalan produk dan dapat disalurkan melalui berbagai media sosial sehingga sangat penting sebagai informasi bagi masyarakat;(3) Usaha bisnis ini mulai mengalami pertumbuhan dan dikenal oleh masyarakat. Karateristik daun singkong sebagai salah satu bahan dasar dalam pembuatan roti natural berbasis B2AS (Bergizi, Beragam, Aman dan Seimbang). Dapat disimpulkan bahwa memproduksi roti natural<br>berbahan dasar daun singkong sangat potensil untuk dikembangkan baik jumlah maupun varian produknya melalui pendiri CV.Utillisima sekaligus mengintegrasikan antara usaha bisnis yg dijalankan dengan dosen pembimbing maupun PKM-CSR.</p> Nurbaya Busthanul, Tamzil Ibrahim, Nirwan, Nur Pratami, Juztika Andriani Farid, Andi Nur Fajri S ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/212 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Pengembangan Desain Produk Sulaman Daerah untuk Peningkatan Daya Saing di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/213 <p>Sulaman daerah atau yang dikenal dengan Sulaman anak nagari di kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat dikenal juga dengan Sulaman bayangan. Sulaman ini merupakan kerajinan tradisional dari Kabupaten Pesisir Selatan yang sudah mulai terkenal sampai ke luar negeri. Karena keunikannya, sulaman bayangan sudah mendapat gelar juara pertama se-ASEAN pada tahun 2009 dan penghargaan dari UNESCO pada tahun 2010. Sulaman bayangan ini sudah menjadi produk andalan Kabupaten Pesisir Selatan sehingga penting sekali memberikan perhatian kepada usaha kerajinan ini agar dapat lebih berkembang. Seiring dengan dijadikannya Kabupaten Pesisir Selatan sebagai salah satu tujuan wisata primadona di Sumatera Barat, maka para pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu UMKM sulaman daerah mengembangkan usahanya dengan lebih baik dengan cara melakukan pengembangan desain untuk menghasilkan produk yang lebih kreatif dengan nilai seni yang lebih tinggi. Dengan demikian diharapkan produk sulaman daerah ini semakin diminati oleh masyarakat luas. Untuk itu, metode yang ditempuh adalah dengan memberikan pelatihan desain kepada para pengrajin sulaman daerah tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan desain dan kreatifitas<br>pengrajin sulaman daerah sehingga mereka mampu menghasilkan produk yang lebih kreatif dan artistik. Dengan pengembangan desain ini, sulaman daerah akan mempunyai daya saing yang lebih tinggi dibanding produk sulaman lainnya. Semua hal yang dilakukan ini diharapkan akan memberi pengaruh positif kepada pendapatan dan ekonomi para pengrajin khususnya, serta daerah Kabupaten Pesisir Selatan pada umumnya.</p> Ezizwita, Tri Sukma ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/213 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pendampingan Kelompok Binaan Desa Sungai Rukam dalam Menghasilkan Bioetanol dari Tanaman Nipah http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/214 <p>Salah satu potensi yang dimiliki oleh Negara Indonesia adalah memiliki kawasan tanaman Nipah terluas dan salah satunya terdapat di Provinsi Riau. Keberadaan tanaman Nipah di Provinsi Riau terdapat pada Kabupaten Indragiri Hilir. Lokasi Tanaman Nipah dapat ditemukan disalah satu Kecamatan yaitu Kecamatan Enok tepatnya di Desa Sungai Rukam. Kurangnya pemanfaatan tanaman ini dan bahkan dianggap<br>sebagai tanaman parasit disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengolah potensi tanaman nipah. Untuk itu diperlukan kegiatan dalam peningkatan pengetahuan masyarakat berupa kegiatan pengabdian dalam mengolah tanaman Nipah menjadi bahan yang berpotensi yaitu sebagai bahan dalam pembuatan Bioetanol.Pada kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan lanjutan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya Desa Sungai Rukam dalam menghasilkan Bioetanol dari Tanaman Nipah dengan kegiatan pendampingan menggunkan metode pelatihan dengan membentuk kelompok binaan. Hasil pengabdian telah menunjukkan indicator keberhasilan kegiatan pengabdian dengan telah terbentuknya kelompok binaan yang bernama kampung bioetanol dan tercapainya tingkat realisasi kegiatan berupa<br>pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan kelompok binaan yang diproleh berdasarkan pengolahan data instrument pengabdian.</p> Sutoyo, Arif Marsal ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/214 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Pembuatan Olahan Pangan Asal Ternak sebagai Diversifikasi Usaha Kue Tradisional Ibu- Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Sambung Jawa, Makassar http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/215 <p>Sambung Jawa merupakan salah satu kelurahan yang termasuk dalam wilayah kecamatan Mamajang, kotamadya Makassar. Permasalahan yang dihadapi kota makassar sebagaimana halnya dengan kota besar lainnya di Indonesia adalah kemiskinan dan tingkat kesejahteraan yang belum merata. Aktivitas ibu-ibu rumah tangga di wilayah ini umumnya sebatas mengurus rumah tangga, sehingga perekonomian keluarga bergantung pada suami yang bekerja sebagai buruh harian. Beberapa diantara mereka yang menjadi mitra pengabdian telah membuka usaha kue tradisional skala kecil, sedangkan sebagian lainnya belum memiliki usaha. Permasalahan yang terobservasi di lapangan, antara lain: kualitas produk mitra rendah, masa simpan singkat, jangkuan konsumen menengah ke bawah, motivasi kewirausahaan rendah, dan pengelolaan usaha<br>mitra yang masih tradisional. Solusi yang ditawarkan adalah peningkatan pengetahuan mitra tentang pengolahan dan kewirausahaan pangan melalui penyuluhan, peningkatan keterampilan pengolahan pangan asal ternak melalui pelatihan, peningkatan keterampilan dan motivasi mitra melalui pendampingan, dan monitoring evaluasi untuk melihat keberhasilan program. Pengenalan dan pelatihan pengolahan pangan asal<br>hewan dimaksudkan untuk meningkatkan jangkauan pemasaran produk mitra. Hasil evaluasi dan monitoring menunjukkan kepuasan dan ketertarikan mitra terhadap materi yang diberikan dalam kegiatan penyuluhan dan berkeinginan kuat untuk menjadikan produk sosis ayam dan susu fermentasi Frobumilk yang didemonstrasikan dalam pelatihan pembuatan produk sebagai bagian dari usaha mereka.</p> Wahniyathi Hatta, Farida Nur Yuliati, Endah Murphi Ningrum, Ikrar Muhammad Saleh ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/215 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Diversifikasi Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi untuk Produk yang Bernilai Ekonomis Tinggi di Kabupaten Lombok Utara http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/216 <p>Program ini bertujuan untuk memberikan introduksi teknik pengolahan limbah kulit buah kopi menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomis tinggi. Kegiatan telah dilaksanakan di tiga Desa, yaitu Sambik Bangkol, Genggelang dan Rempek Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan dilakukan pada bulan September hingga Desember 2017 dengan metode kaji terap. Hasil kegiatan ini nampak seperti berikut : (a) dihasilkan tiga produk olahan limbah kulit buah kopi yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu teh cascara, pupuk organik dan pakan ternak. (b). Tiga produk samping olahan limbah kulit buah kopi secara ekonomis sangat menguntungkan, sehingga secara langsung perlahan dan pasti pendapatan kelompok tani kopi meningkat. (c). Ketiga produk olahan kulit buah kopi telah terkemas dengan berlabel merek dagang sesuai dengan kreasi kelompok masing-masing desa lokasi, layak untuk dijadikan produk unggulan daerah.</p> Bambang Supeno, Erwan, Ni Md Laksmi Ernawati ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/216 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Uji Kinerja Mesin Pencampur Ragi Tempe dengan Kedelai http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/218 <p>Alat pencampur mekanis biji kedelai dan ragi tempe diujicobakan untuk kegiatan produksi tempe menggantikan metode pencampuran manual menggunakan tangan. Reduksi putaran motor dilakukan secara bertingkat menggunakan rasio dimeter pulley dengan tingkat rasio. Kecepatan<br>motor 1400 rpm dan tereduksi menjadi rerata 80,5 rpm dengan torsi 1,79 Nm. Dimensi ruang pencampuran berbentuk silinder horizontal berdimensi diameter 0,37 m, tinggi 0,54 m dan panjang 0,65 cm. Volume maksimal yang dapat digunakan untuk pencampuran sebesar 0.056 m3 atau 40% dari volume total ruang pencampuran. Hasil ujicoba pencampuran massa kedelai 10 Kg dan 15 kg, dengan konsentrasi ragi sebesar 2% menghasilkan rendemen pencampuran dengan massa 9,96 Kg, 14,97 kg, atau sebesar 99,91%. Residu biji kedelai yang tertinggal di dalam mesin pencampur sebesar 0,09% karena melekat di dinding maupun sirip silinder. Hasil uji kualitas tempe dari pemanfaatan alat pencampur mekanis diperoleh tekstur tempe yang padat dan kompak sempurna untuk berbagai massa biji kedelai dari 10 dan 15 kg.</p> Kurniawan Yuniarto, Surya Abdul M., Fahmi A. H. ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/218 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Produktivitas Lahan Kering melalui Teknik Budidaya Tumpang Sari Kacang Tanah di Desa Gumantar Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/219 <p>Pengusahaan kacang tanah di Kec. Kayangan KLU dilakukan pada lahan sawah tadah hujan dan tegalan dengan kondisi air yang sangat terbatas (lahan kering) dengan modal pengetahuan dan keterampilan yang rendah, sehingga produksi yang diperoleh rata-rata 0,75 ton/ha<br>polong basah. Upaya peningkatkan produktivitas lahan kering di perlukan adopsi teknologi oleh masyarakat.. Teknologi yang ditawarkan pada kegiatan ini adalah menerapkan teknik budidaya tumpang sari. Budidaya tumpang sari dilakukan untuk mengefisienkan penggunaan lahan dan air tanah, serta menghindari gagal panen. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan transfer teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah di lahan kering melalui demplot dan penyuluhan langsung ke petani, dengan harapan agar: (1).Pendapatan petani bertambah; (2). Pengetahuan dan keterampilan petani meningkat dalam penguasaan teknologi produksi usaha tani kacang tanah; (3). Petani akan termotivasi dalam berusaha tani kacang tanah. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah di lakukan kegiatan yang meliputi: (1). Desiminasi teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah di lahan kering dengan metode ceramah dan diskusi antara tim penyuluh dengan kelompok tani; (2). Demplot dengan melibatkan petani mulai dari perencanaan, penanaman, pemeliharaan, panenan, membandingkan, dan memutuskan apakah program yang dilaksanakan menguntungkan atau tidak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta penyuluhan sangat respons terhadap paket teknologi tumpang sari kacang tanah dengan beberapa jenis tanaman palawija lainnya yang disuluhkan,karena petani belum banyak mengetahui manfaatnya, terutama untuk mengefisiesikan penggunaan lahan dan air tanah serta menghindari gagal panen, mengurangi transpirasi berlebihan pada tanaman kacang tanah. Antusiasme masyarakat mengikuti penyuluhan ini, juga didorong oleh rasa keingintauhan yang tinggi terhadap paket teknologi budidaya tumpang sari sebagai alternatif mengatasi masalah lahan kering. Hal lain yang menyebabkan peserta bersemangat dalam berdiskusi dengan tim penyuluh adalah selain materinya yang menarik dan sesuai dengan masalah yang mereka hadapi dalam berusaha tani, mereka juga merasa puas terhadap jawaban dan solusi yang ditawarkan oleh tim penyuluh bahkan peserta masih berharap pada Fakultas Pertanian Universitas Mataram untuk memberikan pelatihan dan bimbingan lebih lanjutan terkai masalah lahan kering. Hasil demontrasi paket teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah dengan tanaman jagung, masyarakat merasa puas melihat pertumbuhan dan perkembangan tanaman, walaupun pada akhir pertumbuhan dan perkembangannya mengalami gangguan akibat bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Lombok Utara dan Daerah-daerah lain di NTB., bencana ini menyebabkan masyarakat harus mengungsi dan meninggalkan kegiatan usaha taninya dalam waktu yang cukup lama, ditambah lagi dengan rusak fasilitas sarana dan prasara irigasi di lokasi demplot, menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi tidak optimal terutama saat-saat pengisian polong kacang tanah dan biji jagung, sehingga hasil panenan menjadi berkurang atau tidak sesuai dari yang diharapkan, sebagai penopang kehidupan dan kesejahteraan masyarakat setempat.</p> Hanafi Abdurrachman, Astam Wiresyamsi, I Ketut Ngawit, Ahmad Zubaidi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/219 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengembangan Baby Wortel Organik di Dataran Rendah http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/221 <p>Selama ini pengembangan wortel masih terbatas hanya dibudidayakan di lahan dataran tinggi dan menengah, sehingga untuk memenuhi permintaan wortel, terutama baby wortel, maka dilakukan ekstensifikasi ke dataran rendah. Baby wortel organik menjadi tren di kalangan<br>konsumen karena dikonsumsi dalam keadaan segar, dibuat salad atau juce. Oleh karena itu budidaya wortel baby secara organik perlu di sosialisasikan ke masyarakat /petani sayuran. Budidaya baby wortel secara organik bagi pemula akan lebih mudah dilakukan dengan budidaya<br>dalam pot/polybag di pekarangan.</p> <p>Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan ini merupakan salah satu pelayanan kepada masyarakat, yaitu penyampaian informasi budidaya wortel baby (wortel panen muda) dalam pot secara organic di pekarangan dataran rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan teknologi budidaya baby wortel secara organic dan sekaligus untuk mengoptimalkan fungsi pekarangan sebagai sumber penghasil pangan dan pendapatan keluarga.</p> <p>Kegiatan penyuluhan diawali dengan pembuatan DEMPLOT budidaya baby wortel dalam pot secara organik di pekarangan di Kelurahan Rembiga pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2018. Kemudian untuk mendesiminasikan hasil DEMPLOT dilakukan penyuluhan kepada masyarakat pada tanggal 4 Agustus 2018 di aula lesehan Goyang Lidah, Jl, Dakota no 8 Kelurahan Rembiga.</p> <p>Materi penyuluhan disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, dan kunjungan ke lokasi DEMPLOT dan panen bersama. Hasil panen baby wortel diperoleh umbi dengan berat berkisar 52 gram – 87 gram per umbi dan panjang 9,5 cm – 12 cm.</p> <p>Dengan melihat langsung hasil DEMPLOT, peserta termotivasi untuk memanfaatkan pekarangan mereka (terutama para kader dan posyandu dan PKK) sebagai penghasil wortel organik, sehingga program perbaikan gizi masyarakat bisa dilakukan secara mudah dan murah. Kemudian bagi petani sayuran merupak inspirasi baru dalam melakukan diversifikasi produk sayuran yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.</p> Karwati Zawani, .Aluh Nikmatullah, Liana Suryaningsih, Khairul Muslim ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/221 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir melalui Pengolahan Produk Berbasis Ikan http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/223 <p>Keberadaan kelompok pengolah pangan khususnya kawasan pesisir memegang peranan penting dalam meningkatkan nilai ekonomi produk pangan berbasis ikan. Selain menjadi peluang usaha masyarakat, juga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan dan kecerdasan melalui produk ikan yang bergizi dan aman dikonsumsi. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan olahan pangan berbasis ikan berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan rumah tangga pesisir terutama kelompok pengolah ikan. Pemilihan produk yang dikembangkan ditetapkan berdasarkan kesesuaian potensi dan karakter wilayah, ekonomi dan budaya masyarakat melalui focus group discussion (FGD). Kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir Kuranji telah berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolahan ikan berupa abon ikan disertai fasilitasi proses perijinan usaha PIRT, sehingga kelompok wanita pengolah abon dapat berkontribusi secara ekonomi dalam rumahtangga. Implikasi dari pendampingan kelompok pengolah abon ikan antara lain : meningkatnya kualitas produk abon ikan, terbitnya ijin usaha PIRT, berkembangnya jumlah dan jenis usaha baru di kawasan pesisir, meningkatnya value added produk olahan ikan, meningkatnya pendapatan masyarakat pesisir, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengembangkan kapasitas sosial dan ekonomi, serta meningkatnya wawasan, sikap mental dan jiwa wirausaha yang lebih baik.</p> Itti Hilyana, Sadikin Amir, Nurliah, Bagus Dwi Hari Setyono ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/223 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemanfaatan Catu Daya Listrik Mandiri dan Tenaga Listrik yang Aman di Dusun Buani Lombok Utara http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/224 <p>Dusun Buani merupakan salah satu Dusun yang berada di wilayah Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Masyarakat Desa Bentek mayoritas bekerja sebagai petani, sebagian ada yang bekerja di sektor industri kecil, dan pariwisata. Salah satu permasalahan yang sering dialami oleh masyarakat Dusun Buani adalah inkontinuitas ketersediaan tenaga listrik. Hal ini terjadi karena ketersediaan tenaga listrik di Kabupaten Lombok Utara masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik masyarakat di sana. Konsekwensi dari defisit ketersediaan energy adalah adanya pemadanman bergilir. Terlebih apabila terjadi gangguan pada pembangkit atau sedang dilaksanakan perawatan berkala maka inkontinuitas ketersediaan energy listrik semakin tidak bisa dihindarkan. Inkontinuitas ketersediaan energy listrik berdampak pada terganggunya kegiatan masyarakat, dimana hal ini juga dapat mempengaruhi produktivitas masyarakat dan terganggunya kenyamanan.</p> <p>Untuk mengatasi persoalan ketersediaan tenaga listrik yang dihadapi oleh wargamasyarakat dalam hal ini jenis pelanggan rumah tangga dan industry kecil yang berada di Dusun Buani, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, maka penggunaan sumber catu daya cadangan mandiri menjadi pilihan yang tepat. Maka dari itu dilakukan penyuluhan yang berkenaan tentang pengenalan suatu catu daya listrik mandiri tenaga baterai sebagai alternatif cadangan ketersediaan tenaga listrik saat terputusnya suplai tenaga listrik dari PLN.</p> <p>Untuk menindaklanjuti kedua hal tersebut di atas, maka pada kesempatan yang telah disepakati, tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat yang beranggotakan staf pengajar Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram telah melaksanakan kegiatan penyuluhan<br>tentang perilaku penggunaan peralatan listrik rumah tangga secara aman dan pengetahuan tentang catu daya listrik mandiri kepada warga Dusun Buani, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Penyuluhan yang telah dilakukan kiranya dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada warga dusun bersangkutan mengenai kedua hal tersebut di atas sebagai bagian dari ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh tim pelaksana kepada masyarakat untuk disebarluaskan kepada masyarakat sebagai pemenuhan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian kepada Masyarakat.</p> Ida Bagus Fery Citarsa, I Nyoman Wahyu Satiawan, Supriono, I Made Budi Suksmadana ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/224 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengenalan Teknologi Pakan Pelet Moist untuk Lobster Berbasis Bahan Baku Lokal di Telong Elong Lombok Timur http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/225 <p>Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan warga Pembudidaya Lobster di Dusun Telong Elong Jerowaru tentang pembuatan pakan pelet moist dengan memanfaatkan bahan baku local. Melambungnya harga pakan lobster sejak tahun 2015 dan fluktuatifnya ketersediaan pakan berupa ikan segar menjadi kendala utama dalam budidaya pembesaran lobster. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam 2 bentuk yaitu pengenalan bahan baku lokal yang dapat digunakan untuk pembuatan pakan pelet moist dan pelatihan teknik produksi pakan pelet moist untuk lobster fase juvenil. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme warga untuk mengikuti kegiatan ini. Lebih dari 50 warga pembudidaya mengikuti kegiatan tersebut. Sebanyak 75% pembudidaya meningkat pengetahuannya tentang jenis-jenis bahan baku lokal yang dapat digunakan untuk pembuatan pakan pelet setelah kegiatan penyuluhan dilakukan. Hanya 20% pembudidaya berhasil menyerap teknik produksi pakan pelet secara sederhana. Kegiatan ini diharapkan mampu mengembangkan kelompok budidaya lobster yang terampil, produktif dan terwujudnya produksi pakan pelet ramah lingkungan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p> Faturrahman, Murniati, Lely Kurniati ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/225 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Teknologi Pengolahan Air Laut dan Air Sungai menjadi Air Bersih untuk Skala Rumah Tangga http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/226 <p>Pemenuhan kebutuhan air bersih di beberapa daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat masih menjadi permasalaan hingga saat ini. Tingginya angka kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan serta keterbatasan sarana untuk mendapatkan air bersih menjadi faktor penyebab rentannya<br>masyarakat mengalami krisis air bersih. Diperlukan penerapan teknologi pengolahan air bersih yang sederhana dan mudah diaplikasikan dengan menggunakan bahan baku air laut dan air sungai. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat alih teknologi pembuatan alat pengolahan air dan pengoperasiannya dilakukan. Kegiatan meliputi penyuluhan kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, praktik kerja pembuatan alat, instalasi dan pengoperasiannya. Air laut dapat menjadi bahan baku air bersih melalui teknologi desalinasi berbahan kaca dan aluminium dengan menggunakan sinar matahari sebagai sumber panas. Sedangkan air sungai dapat diolah menjadi air<br>bersih melalui teknologi filtrasi-adsorpsi oleh saringan pasir lambat (terdiri dari pasir silika, arang aktif, sabut kelapa, kapas, dan kerikil) membran selulosa, granula karbon, karbon aktif, membran RO (reverse osmosis) dan penyinaran lampu UV untuk desinfikasi. Air hasil pengolahan merupakan air bersih yang layak minum berdasarkan uji laboratorium Balai Laboratorium Kesahatan Pengujian dan Kalibrasi Provinsi NTB dan Kimia Analitik Universitas Mataram. Produk kegiatan selanjutnya dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat setelah<br>kegiatan pengabdian selesai dilaksanakan dan diharapkan menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengatasi krisis air.</p> Nurul Ismillayli, Dhony Hermanto, Fahrurazi, Rina Kurnianingsih, Laili Mardiana ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/226 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Implementasi Pemeliharaan Bangunan Tradisional Rumah Bolon di Kabupaten Samosir http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/228 <p>Pada wilayah Danau Toba terdapat beberapa kawasan pemukiman yang memiliki bangunan tradisional salah satunya terdapat di kecamatan Simanindo. Kondisi bangunan tradisional di daerah Kabupaten Samosir saat ini merupakan masalah yang harus diatasi dalam proses pelestarian bangunan tersebut. Antara lain masalah yang ada pada bangunan rumah tradisional yang kurang layak huni, dengan kondisi bangunan yang sudah terjadi kerusakan di beberapa tempat serta penerangan yang kurang baik. Permasalahan penurunan kondisi bangunan Rumah Bolon masih bersifat umum dan masih membutuhkan pengembangan, khususnya yang berkaitan dengan pemeriksaan kondisi, dan prosedur pemeriksaan yang digunakan, sehingga menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk dilakukan pengabdian, dan diharapkan nantinya dapat melaksanakan pemeliharaan bangunan secara maksimal. Metode pengabdian yang akan digunakan dengan melakukan pengamatan dan pemeriksaan serta prilaku masyarakat terhadap pemeliharaan bangunan Rumah Bolon di Kecamatan Simanindo. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendapatkan prosedur pemeliharaan dengan mengobservasi skala kerusakan yang terjadi pada Rumah Bolon yang dituju sebagai objek pengabdian. Data yang sudah diperoleh dijadikan sebagai dasar analisis untuk menjawab permasalahan pengabdian bangunan tradisonal berbasis kearifan lokal yang akan dilakukan pada bangunan tradisional Rumah Bolon di Kabupaten Samosir.</p> Melly Andriana, Zuraidah Tharo ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/228 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pembuatan Batako Berbahan Aditif Limbah Fly Ash Batu Bara di Desa Jago Kabupaten Lombok Tengah http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/229 <p>Fly ash atau abu layang merupakan suatu hasil samping yang diperoleh dari sisa pembakaran batubara. Fly ash umumnya diperoleh pada aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), aktivitas oven tembakau, dan lain-lain.</p> <p>Permasalahan mitra pada kegiatan ini adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya masyarakat di Desa Jago Kabupaten Lombok tengah, tentang pemanfaatan Fly ash pada pembuatan batako. produksi batako di Desa Jago menggunakan metode konvensional menggunakan bahan dasar pasir, semen, dan air. Kualitas batako atau tingkat kekuatan batako yang masih rendah disebabkan oleh jumlah semen yang digunakan. Oleh Sebab itu dibutuhkan metode yang bisa meningkatkan mutu batako namun biaya produksi relatif murah. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah penambahan bahan aditif berupa limbah fly ash sisa hasil pembakaran batu bara.</p> <p>Kegiatan pengabdian ini diawali dengan survey lokasi terhadap kelompok tani Tunas Harapan, dimana salah satu aktivitas dari kelompok tani ini adalah pembuatan batako. Fly ash dipilih menjadi salah satu bahan aditif pada pembuatan batako karena minimnya pengetahuan tentang pemanfaatan limbah fly ash. Kegiatan selanjutnya adalah sosialisasi dan diskusi tentang limbah fly ash dan pemanfaatannya pada pembuatan batako. Untuk meningkatkan pemahaman mitra dilakukan pelatihan langsung pembuatan batako dari limbah fly ash batu bara. Kegiatan ini berjalan lancar, dimana peserta pelatihan cukup antusias dan aktif mengikuti kegiatan karena pelatihan ini memberikan pengetahuan baru mengenai cara pembuatan batako dengan memafaatkan limbah sisa pembakaran batu bara yang tidak termanfaatkan ntuk menghasilkan batako dengan kualitas lebih baik atau batako yag lebih kuat jika dibandingkan tanpa menggunakan fly ash.</p> Siti Raudhatul Kamali, Surya Hadi, Nurul Ismillayli, Saprini Hamdiani, Iwan Sumarlan ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/229 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Kualitas Gula Semut melalui Introduksi Mesin Pengaduk di Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari Provinsi Nusa Tenggara Barat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/230 <p>Desa Kekait merupakan salah satu desa yang banyak ditumbuhi tanaman aren. Sebagian besar masyarakatnya memanfaatkan nira aren menjadi gula semut dan menjadikanya sebagai mata pencaharian. Oleh karena itu Desa Kekait dikenal sebagai sentra penghasil gula semut di Provinsi<br>Nusa Tenggara Barat. Namun kondisi tersebut belum mampu meningkatkan perekonomian pengrajin gula semut, padahal pekerjaan tersebut sudah ditekuni bertahun-tahun secara turun temurun. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperbaiki mutu proses selama produksi serta<br>pengenalan dan penerapan alih teknologi berupa peralatan produksi yang dapat meningkatkan kualitas produk mitra untuk menjadi produk lokal unggulan. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan berjalan lancar dan efektif. Mitra sangat antusias, respon cukup baik dan bersemangat dalam mengikuti penyuluhan dan pelatihan yang diberikan. Selain itu, selama kegiatan pelatihan, mitra cukup terampil saat diintroduksi mesin pengaduk gula semut. Hal ini ditandai dengan berhasilnya mitra membuat gula semut menggunakan mesin tersebut</p> Yeni Sulastri, Rucitra Widyasari, Hary Kurniawan ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/230 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengenalan Paket Teknologi Varietas Jagung Komposit dan Hibrida pada Kondisi Cekaman Kekeringan di Lahan Kering http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/231 <p>Tujuan pengabdian kepada masyarakat, yaitu meningkatkan pengetahuan di bidang karakteristik tanaman jagung lahan kering dan peranan bahan organik dalam tanah dan memperkenal paket teknologi penanaman jagung pada kondisi cekaman kekeringan di lahan kering dengan sumur pompa; khususnya tentang penggunaan pupuk organik pada varietas komposit dan hibrida. Metode yang digunakan dalam pengabdian<br>kepada masyarakat adalah metode pendidikan orang dewasa (POD) dengan teknik partisipatif. Selain itu, dibuat pula demplot. Kegiatan dilakukan mulai awal bulan Mei hingga September 2018. Target luaran yaitu bertambahnya pengetahuan dan pemahaman petani tentang efisiensi pemberian air, peranan pupuk organik, karakteristik tanaman jagung lahan kering dan petani dapat menentukan paket teknologi yang akan diterapkan di lahannya serta tersusunnya artikel ilmiah yang akan diterbitkan dalam jurnal/prosiding. Hasil pengabdian bahwa pengetahuan petani dibidang, karakteristik tanaman jagung lahan kering dan peranan bahan organik dalam tanah telah bertambah. Paket teknologi yang dipilih petani adalah pemberian pupuk organik petroganik sebanyak 500 t/ha dengan varietas Lamuru/NK7328.</p> Wayan Sudika, Dwi Ratna Anugrahwati, I Gusti Putu Muliarta Aryana, A.A. Ketut Sudharmawan ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/231 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Kualitas Audio di Musholla Al Huda Desa Gunungsari http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/232 <p>Desa Gunungsari kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak Gempa Lombok pada 5 Agustus 2018. Suasana keagamaan di Desa Gunungsari sangat kental karena masyarakat juga ikut aktif berpartisipasi menghidupkan kegiatan-kegiatan keagamaan. Kegiatan tersebut biasanya memanfaatkan fasilitas tempat ibadah, salah satunya adalah Musholla Al Huda yang terletak di Dusun Kapek Atas Desa Gunungsari. Musholla Al Huda digunakan untuk berbagai kegiatan ibadah, antara lain sholat lima waktu, pengajian dan belajar Al Quran. Namun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Musholla tersebut kurang didukung oleh sarana dan kualitas audio yang memadai. Upaya peningkatan kualitas audio pada Musholla Al Huda dilakukan dengan menambahkan beberapa peralatan output audio external dan internal serta menambahkan alat pencampur dan pengatur suara (mixer). Selain itu, untuk meningkatkan keamanan, peralatan audio selanjutnya dipindahkan dan ditempatkan dalam ruang takmir, dengan penambahan saklar untuk akses menghidupkan dan mematikan peralatan<br>pengeras suara dari luar ruang takmir. Sehingga peralatan audio menjadi lebih aman dan terhindar dari pengubahan pengaturan suara yang tidak proporsional. Selanjutnya dilakukan pelatihan penggunaan dan perawatan peralatan audio kepada takmir Musholla. Penilaian kualitas audio yang dihasilkan menggunakan metode Mean Opinion Score MOS dengan rentang nilai 1 sampai 5 dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Penilaian oleh responden dilakukan di ruang utama dan teras musholla. Nilai rata-rata yang diperoleh untuk kualitas audio di ruang utama yaitu 4,67 berarti kualitas suaranya “sangat jelas” sedangkan untuk di teras musholla yaitu 4,23 berarti kualitas suara yang dihasilkan masuk kategori “jelas”.</p> Suthami Ariessaputra, Budi Darmawan, Cahyo Mustiko Okta Muvianto, Syafaruddin Ch ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/232 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Peningkatan Nilai Estetika Gerabah Banyumulek dengan Pemanfaatan Limbah Abu Pembakaran dan Kulit Biji Asam sebagai Agen Pewarna Alami http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/233 <p>Gerabah adalah salah satu potensi unggulan dari Desa Banyumulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Industri gerabah di desa ini, diawali dengan pembuatan berbagai perkakas rumah tangga sederhana. Seiring berjalannya waktu, perkembangan model dan jenis gerabah kian berkembang. Selain model dan jenis untuk menarik minat konsumen, pengrajin gerabah meningkatkan nilai estetika gerabah dengan pewarnaan. Untuk menghasilkan warna yang bervariasi dan kuat hampir 80% pengrajin menggunakan pewarna sintetik (cat) dan produk pengkilap dengan kandungan besi oksida. Kedua bahan ini tidak ramah lingkungan, sehingga perlu ada solusi alternatif dengan pewarna alami menggunakan limbah abu pembakaran dan kulit biji asam.</p> <p>Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan praktek pewarnaan gerabah. Tahap sosialisasi diikuti oleh 30 orang pengrajin anggota UMKM Patuh Pacu Desa Banyumulek. Pada tahap sosialisasi para peserta diberikan pengetahuan tentang pemanfaatan limbah abu pembakaran dan kulit biji asam sebagai pewarna dan pengkilap alami gerabah. Selain itu, para pengrajin diberi pemahaman tentang efek negatif bahan kimia dalam cat sintetis dan bahan pengkilap. Tahap praktek dilakukan pada saat pembakaran gerabah. Gerabah yang masih dalam keadaan panas ditumpuk dengan limbah abu pembakaran halus, bubuk sekam, jerami dan rumput basah, menghasilkan gerabah dengan warna hitam alami dan mengkilat. Pewarnaan dengan kulit biji asam dilakukan dengan mencampurkan bahan ini dengan limbah abu pembakaran halus kemudian dimasak selama 30 menit. Air campuran disaring dan diaplikasikan pada gerabah menghasilkan warna merah maroon alami dan mengkilat. Penggunaan pewarna alami pada hasil-hasil kerajinan tangan sangat diminati oleh pasar ekspor Asia, Eropa dan Australia. Sehingga hasil pengabdian ini, diharapkan dapat meningkatkan inovasi teknik pewarnaan alami pada gerabah.</p> Saprini Hamdiani, Made Ganesh D., Dina Asnawati, Nurul Ismillayli, Siti Raudhatul K., Saprizal Hadisaputra ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/233 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Aplikasi Ekstrak Rumput Laut Sargassum Sp sebagai Produk Handsoap Lokal pada Guru dan Siswa Sd Gmc Puyung Lombok Tengah http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/234 <p>Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena morbiditas dan mortilitas-nya yang masih tinggi. Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (2016) menunjukkan bahwa prevelensi kejadian diare di Kabupaten Lombok Tengah menduduki peringkat kedua dengan persentase kejadian 47.87% per tahun. Berdasarkan kondisi tersebut, maka diperlukan adanya sosialisasi pada masyarakat mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan suatu media sabun untuk menekan angka kejadian diare di Lombok Tengah. Salah satu alternatif bahan baku lokal yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai handsoap alami adalah rumput laut khususnya jenis Sargassum sp. Rumput laut Sargassum sp. tumbuh melimpah di wilayah perairan Pulau Lombok, pemanfaatannya masih sangat kurang dikarenakan sedikitnya informasi mengenai potensi aktifitas biologis rumput laut jenis Sargassum sp. Sehingga Sargassum sp. cenderung hanya menjadi sampah di sepanjang garis pantai Pulai Lombok bahkan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan menanamkan wawasan<br>sejak dini pada anak-anak sekolah tingkat SD mengenai pentingnya cuci tangan untuk menekan kejadian diare di Lombok Tengah. Selain melihat implikasi sosialisasi ini untuk kesehatan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan usaha kecil untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Lombok Tengah melalui pengembangan pembuatan handsoap dengan bahan baku lokal yang mudah diperoleh.</p> <p>Pada pengabdian ini dilakukan demonstrasi hasil penelitian sekala laboratorium pemanfaatan rumput laut liar Sargassum sp untuk handsoap alami. Selain itu memberikan edukasi kepada siswa dan guru mengenai pentingnya mencuci tangan. Demonstrasi dilanjutkan dengan pelatihan membuat handsoap alami dengan bioaktif berbasis rumput laut. Diharapkan mampu dikembangkan menjadi produk handsoap alami sekala<br>rumah tangga. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan metode dikusi, demonstrasi dan praktik. Hasil pelaksanaan pengabdian ini adalah siswa dan guru mengetahui aplikasi rumput laut sebagai handsoap alami anti bakteri dengan bahan aktif dari rumput laut Sargaasum sp. Sehingga rumput laut liar Sargaasum sp bisa dimanfaatkan untuk aplikasi kesehatan. Melalui pengabdian ini dihasilkan prototype produk sabun antibakteri Sargasoap.</p> Eka Sunarwidhi Prasedya, Sunarpi, Candra Dwipayana Hamdin ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/234 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Implementasi Penggunaan Krim Pelindung Kulit dari Ekstrak Rumput Laut pada Guru dan Siswa Smp It Gmc Puyung, Lombok Tengah http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/235 <p>Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2007 diperoleh 77 spesies makroalga yang berpotensi sebagai Anti UV pada berbagai rumput laut tersebut tersebut dapat dijadiakan solusi untuk mengatasi dampak Global Worming yang terjadi saat ini. Bahaya paparan sinar matahari yang masuk ke bumi yang menimbulkan risiko kanker kulit dan efek samping penggunaan senyawa sintetis pada kosmetik anti UV yang ada saat ini maka diperlukan pengabdian masyarakat untuk mengimplementasikan hasil penelitian anti UV berbasis senyawa bioaktif dari rumput NTB sebagai pelindung kulit. Rumput laut yang digunakan adalah rumput laut liar yang belum termanfaatkan yaitu Sargassum sp. Pengabdian ini dilaksanakan melalui pembentukan Agent of Educator and Trainer bersama mitra Yayasan IT GMC Puyung. Pada pengabdian ini mengedukasi dan pelatihan pembuatan krim anti UV untuk mencegah timbulnya efek negatif paparan UV yang lebih parah seperti kanker kulit melalui krim pelindung kulit. Produk akhir pengabdian ini adalah Protoitpe produk krin anti UV SUN-GASUM.</p> Sunarpi, Eka Sunarwidhi Prasedya, Murshal Ghozali, Candra Dwipayana Hamdin ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/235 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Pembuatan Gel Penyembuh Luka Diabetes dari Ekstrak Rumput Laut pada Siswa dan Guru di Yayasan Generasi Muslim Cendekia (GMC) Payung Lombok Tengah http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/236 <p>Kejadian diabetes di Lombok Tengah masih sangat tinggi, pada tahun 2016 kejadian diabetes sebanyak 3364 pasien rawat jalan di puskesmas. Masyarakat kalangan bawah cenderung kurang memperhatikan kondisi dan komplikasi yang akan terjadi akibat diabetes dan luka pada diabetes. Amputasi tungkai bawah paling banyak karena luka kaki diabetes, jumlah penderita Diabetes Melitus dengan luka kaki terus meningkat dengan resiko 15-16 kali lebih besar untuk amputasi. Berdasarkan alasan tersebut pengabdian akan dilakukan di Desa Puyung Lombok Tengah. Rumput laut liar yang tidak termanfaatkan (Sargaasum sp) diketahui mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, polifenol, saponin, dan triterpenoid atau steroid. Senyawa-senyawa tersebut telah diketahui berperan dalam penyembuhan luka melalui mekanisme antimikroba, meningkatkan neovaskularisasi dan kepadatan kolagen, serta sebagai astringensia dan antioksidan. Pada pengabdian ini dilakukan demonstrasi hasil penelitian sekala laboratorium pemanfaatan rumput laut liar Sargassum sp untuk penyembuh luka pada diabetes. Selain itu memberikan edukasi kepada siswa dan guru mengenai pentingnya perawatan luka sehingga mampu mencegah kemplikasi khusunya amputasi pada luka diabetes. Demonstrasi dilanjutkan dengan pelatihan membuat gel penyembuh luka dengan bioaktif berbasis rumput laut. Diharapkan mampi dikembangkan menjadi produk gel sekala rumah tangga. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan metode dikusi, demonstrasi dan praktik. Hasil pelaksanaan pengabdian ini adalah siswa dan guru mengetahui aplikasi rumput laut sebagai penyembuh luka diabetes dan terlatih untuk membuat sediaan gel penyembuh luka dengan bahan aktif dari rumput laut Sargaasum sp. Selain itu siswa dan guru memahami pentingnya perawatan luka diabetes untuk mencegah komplikasi dan amputasi akibat luka diabetes. Sehingga rumput laut liar Sargaasum sp bisa dimanfaatkan untuk aplikasi kesehatan / peneyembuh luka diabetes. Melalui pengabdian ini dihasilkan prototype produk gel penyembuh luka S-Gell Wound Healing.</p> Candra Dwipayana Hamdin, Handa Muliasari, Eka Sunarwidhi Prasedya, Sunarpi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/236 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemanfaatan Ikan Laut sebagai Sumber Nutrisi yang Bernilai Ekonomis bagi Warga Pesisir Pantai Nipah, Malaka, Kecamatan Pemenang, KLU http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/237 <p>The territory of Indonesia consists of land and waters including the oceans, which constitute a large part of our beloved earth with an area of sea and land in Indonesia is 2/3 of the region in the form of oceans, while 1/3 of the area is land. However, the potential of the maritime sector has not been taken seriously, therefore the development and cultivation of the potential of marine resources need to be improved. The West Nusa Tenggara Province consists of 2 large islands, namely Lombok and Sumbawa and is surrounded by around 280 small islands. The total area of NTB province is 49,312.19 km2 consisting of land area of 20,153.15 km2 (40.87%) and sea waters covering 29,159.04 km2 (59.13%). The potential of marine resources as a source of nutrition for health is importantly known and understood by the community, especially those who live in coastal areas. Abundant marine resources in NTB province can also be processed into some foods which have economic values. However, knowledge of fishermen, housewife and coastal residents about the benefits of marine resources and how the processing the resources is still very low. This community service aims to provide information to residents who live around the coast about marine resources as essential nutrients for life and provide counseling and training on how to process marine resources into economically valuable food.</p> Rifana Cholidah, Ima Arum Lestarini, Ida Ayu Eka Widiastuti, Seto Priyambodo, Basuki Rahmat ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/237 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Pembuatan Selai Kreasi Baru http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/238 <p>Banyak bahan alami di Indonesia yang dapat digunakan untuk pembuatan selai agar dapat memberi alternatif pada produk selai yang sudah ada. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kreatifitas dan inovasi varian selai yang sudah ada dan di sisi lain dapat meningkatkan minat masyarakat untuk membuat selai sendiri di rumah. Kegiatan diselenggarakan dalam beberapa tahap, tahap pertama dilakukan survei<br>untuk mendapatkan varian selai yang diminati masyarakat, yang didapatkan 12 jenis varian selai. Pada tahap kedua dilakukan uji coba pembuatan varian selai dan uji organoleptik produk dengan panelis ahli, yang dinlai dari aspek aroma, tekstur, warna dan rasa. Pada tahap ketiga proses dan varian selai yang sudah memenuhi kriteria didokumentasikan dalam bentuk buku resep. Tahap keempat melakukan<br>pelatihan buku resep dengan didukung bahan dan peralatan yang dibutuhkan kepada kelompok pemuda GPAI Jakarta Barat. Pelatihan mendapat respon positif dari peserta untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam membuat selai kreasi baru ini.</p> Rudy Pramono, Illona S.G. Salem, Sanly, Trie Tamara Natasia ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/238 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengembangan Usaha Brownies Berbasis Jagung di Dusun Lingkung Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang Lombok Tengah http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/239 <p>Hasil panen jagung di Kabupaten Lombok Tengah dari tahun ketahun mengalami peningkatan. Akan tetapi, pengolahan jagung masih terbatas&nbsp; pada pipilan jagung kering dimana harga jualnya masih rendah. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberi pengetahuan tentang cara pengolahan jagung menjadi brownies, membentuk usaha rintisan pengolahan jagung, peningkatan pendapatan ibu-ibu rumah tangga, serta&nbsp; meningkatkan kreatifitas kelompok mitra. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain penyuluhan kandungan gizi dan manfaat jagung, cara pengolahan pangan yang baik (CPMB) dan sanitasi, pelatihan pembuatan brownies jagung, analisa mutu produk, penyuluhan tentang kemasan, labeling dan strategi pemasaran. Adapun kegiatan ini menghasilkan produk olahan berbasis jagung seperti brownies salut yang bermutu dan memiliki daya jual yang tinggi. Kegiatan ini dilakukan melalui transfer teknologi tepat guna pengolahan jagung menjadi beberapa produk olahan jagung.&nbsp;</p> Siska Cicilia, Moegiratul Amaro, Rini Nofrida ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/239 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Alat Penimbang Hewan Ternak Elektronis bagi Komunitas Ternak di Kecamatan Ampenan http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/240 <p>Penting bagi peternak khususnya kambing dan domba untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan berat badan hewan ternaknya, terlebih bagi peternak yang juga fokus pada penggemukan dan budidaya, terlebih saat ini wilayah di pulau Lombok sedang ditimpa bencana gempa bumi. Jenis pakan dan teknik pemberian pakan menjadi hal utama terkait dengan percepatan perkembangan hewan ternak tersebut. Pemberian pakan ternak yang melibatkan pihak lain secara kerjasama membutuhkan ukuran nominal yang disepakati, misalnya setiap peningkatan bobot kambing bernilai sekian rupiah atau ditulis Rp/Kg (Rupiah per kilogram). Dari ide tersebut kami tim pengabdian mengusulkan perlunya suatu teknologi terapan dan tepat guna berupa alat penimbang yang bekerja secara mudah. Untuk memudahkan peternak dan steakholder dalam melakukan monitoring dan kalkulasi pertumbuhan usahanya. Secara konstruksinya, alat penimbang ini terdiri dari beberapa bagian seperti lantai atau alas sebagai dasar tempat hewan ternak berpijak dan bagian lainnya berupa kombinasi perangkat mekanis-elektronis. Alat timbangan digital ini dirancangan dan disesuaikan dengan ukuran dimensi postur ternak kambing dan domba jenis kambing peranakan etawa (PE), kambing kacang local dan domba. Ukuran lantai alat timbangan yang kami rancang disesuaikan seperti layaknya ukuran kandang kambing per-ekor tanpa menggunakan penutup atas. Komponen Elektronis menggunakan sensor berat (load cell weight sensors) yang dirangkai dengan<br>modul piranti kontroller dan ditampilkan ke layar LCD. Konstruksi Alat timbangan ini secara umum menggunakan besi galvanis yang dikonstruksi secara permanen. Tahap pengerjaan telah mencapai 100%, dengan tingkat akurasi perhitungan bobot kambing sekitar 89-91%. Alat penimbang telah kami serahkan pada komunitas peternak kambing di Kecamatan Ampenan untuk dimanfaatkan.</p> Giri W. Wiriasto, Misbahuddin, M.Syamsu Iqbal, A.Sjamsjiar Rachman, L.Syamsul Irfan A., Djulfikri Budiman ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/240 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 De Dolet dan Gula Semut dari Gula Batok sebagai Alternatif Potensial Pemberdayaan Masyarakat Pengolah Nira http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/241 <p>Produsen gula aren umumnya menghadapi permasalahan, antara lain produk gula yang gagal mengeras yang dikenal dengan nama de dolet dan proses pengolahan gula semut yang belum mampu mengejar kebutuhan kapasitas produksi yang tinggi. Selain itu, produsen lokal tetap mempertahankan pola lama menghasilkan gula batok yang lebih mudah dijual di pasar-pasar tradisional. Dengan proses pengolahan yang baik dan terkontrol, gula aren cair dapat dihasilkan dengan mutu lebih baik dan daya simpan lama. Produsen gula semut dapat memperoleh keuntungan dari peningkatan kapasitas produksi dan penurunan waktu proses dengan menghasilkan gula semut dari gula aren padat, sehingga tidak perlu melalui proses pemasakan yang lama. Hal ini tidak saja menguntungkan produsen gula semut tetapi menguntungkan bagi produsen gula batok yang tidak ingin mengubah produknya.</p> Baiq Rien Handayani, Wiharyani Werdiningsih, Mulyawan ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/241 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Produktivitas Lahan Kering melalui Teknik Budidaya Tumpang Sari Kacang Tanah di Desa Gumantar Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/242 <p>Pengusahaan kacang tanah di Kec. Kayangan KLU dilakukan pada lahan sawah tadah hujan dan tegalan dengan kondisi air yang sangat terbatas (lahan kering) dengan modal pengetahuan dan keterampilan yang rendah, sehingga produksi yang diperoleh rata-rata 0,75 ton/ha polong basah. Upaya peningkatkan produktivitas lahan kering di perlukan adopsi teknologi oleh masyarakat.. Teknologi yang ditawarkan pada kegiatan ini adalah menerapkan teknik budidaya tumpang sari. Budidaya tumpang sari dilakukan untuk mengefisienkan penggunaan lahan dan air tanah, serta menghindari gagal panen. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan transfer teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah di lahan kering melalui demplot dan penyuluhan langsung ke petani, dengan harapan agar: (1).Pendapatan petani bertambah; (2). Pengetahuan dan keterampilan petani meningkat dalam penguasaan teknologi produksi usaha tani kacang tanah; (3). Petani akan termotivasi dalam berusaha tani kacang tanah. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah di lakukan kegiatan yang meliputi: (1). Desiminasi teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah di lahan kering dengan metode ceramah dan diskusi antara tim penyuluh dengan kelompok tani; (2). Demplot dengan melibatkan petani mulai dari perencanaan, penanaman, pemeliharaan, panenan, membandingkan, dan memutuskan apakah program yang dilaksanakan menguntungkan atau tidak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta penyuluhan sangat respons terhadap paket teknologi tumpang sari kacang tanah dengan beberapa jenis tanaman palawija lainnya yang disuluhkan,karena petani belum banyak mengetahui manfaatnya, terutama untuk mengefisiesikan penggunaan lahan dan air tanah serta menghindari gagal panen, mengurangi transpirasi berlebihan pada tanaman kacang tanah. Antusiasme masyarakat mengikuti penyuluhan ini, juga didorong oleh rasa keingintauhan yang tinggi terhadap paket teknologi budidaya tumpang sari sebagai alternatif mengatasi masalah lahan kering. Hal lain yang menyebabkan peserta bersemangat dalam berdiskusi dengan tim penyuluh adalah selain materinya yang menarik dan sesuai dengan masalah yang mereka hadapi dalam berusaha tani, mereka juga merasa puas terhadap jawaban dan solusi yang ditawarkan oleh tim penyuluh bahkan peserta masih berharap pada Fakultas Pertanian Universitas Mataram untuk memberikan pelatihan dan bimbingan lebih lanjutan terkai masalah lahan kering. Hasil demontrasi paket teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah dengan tanaman jagung, masyarakat merasa puas melihat pertumbuhan dan perkembangan tanaman,<br>walaupun pada akhir pertumbuhan dan perkembangannya mengalami gangguan akibat bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Lombok Utara dan Daerah-daerah lain di NTB., bencana ini menyebabkan masyarakat harus mengungsi dan meninggalkan kegiatan usaha taninya dalam waktu yang cukup lama, ditambah lagi dengan rusak fasilitas sarana dan prasara irigasi di lokasi demplot, menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi tidak optimal terutama saat-saat pengisian polong kacang tanah dan biji jagung, sehingga hasil panenan menjadi berkurang atau tidak sesuai dari yang diharapkan, sebagai penopang kehidupan dan kesejahteraan masyarakat setempat.</p> Hanafi Abdurrachman, Astam Wiresyamsi, I Ketut Ngawit, Ahmad Zubaidi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/242 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Penanganan Streptococcosis pada Ikan Nila Menggunakan Bahan Alami http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/243 <p>Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Permintaan ikan nila banyak dalam bentuk ikan segar maupun dalam bentuk fillet. Salah satu penyakit bakterial yang akhir-akhir ini banyak menyerang ikan nila adalah streptococcosis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus agalactiae. Penanggulangan penyakit bakterial pada ikan kerap kali dilakukan dengan pemberian antibiotik. Akan tetapi, penggunaan antibiotik secara terus menerus dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik tersebut. Penggunaan bahan alami berupa bawang putih (Allium sativum) mampu mengendalikan serangan pathogen pada ikan nila. Penggunaan bahan alami lebih ramah lingkungan, murah, tidak menimbulkan residu jika dikonsumsi oleh ikan dan bersifat herbal. Tujuan kegiatan penyuluhan ini antara lain adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai cara penanggulangan ikan nila yang terserang penyakit. Manfaat penyuluhan ini diharapkan akan mampu mendorong masyarakat untuk dapat menangani dan mencegah penyebaran penyakit pada ikan nila. Agar para pembudidaya ikan mampu mencegah serta mengatasi serangan penyakit dan gangguan hama yang terjadi pada ikan, maka mereka perlu dibekali pengetahuan mengenai sumber penyakit, penyebab, dan jenisnya serta teknik-teknik penanggulangannya.</p> Fariq Azhar, Muhammad Junaidi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/243 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Aplikasi Sensor Infrared dan Arduino Uno untuk Alat Peraga Sederhana Gerak Jatuh Bebas http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/244 <p>Fisika sebagai ilmu pengetahuan alam membutuhkan eksperimen-eksperimen dan pengamatan-pengamatan dalam penggalian dan penanaman konsep fisika secara utuh. Salah satu upaya penanaman konsep tersebut dapat dibantu dengan adanya multimedia interaktif seperti alat<br>peraga saat pembelajaran. Sehingga tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini untuk mengembangkan alat peraga sederhana Fisika pada materi gerak jatuh bebas berbasis Mikrokontroler Arduino Uno dan sensor Infrared. Alat Peraga ini menentukan waktu tempuh dari benda jatuh bebas pada jarak yang telah ditentukan sehingga dapat dihitung nilai kecepatan gerak benda untuk mengetahui percepatan gravitasinya. Rangkaian alat peraga terdiri dari Mikrokontroler Arduino Uno sebagai pengendali yang diintegrasikan dengan tiga buah sensor infrared yang dipasang secara vertikal, sensor infrared digunakan sebagai switch sekaligus mengaktifkan perhitungan waktu (timer) saat dilewati benda sehingga didapatkan selisih untuk melewati posisi pada sensor. Saat pengambilan data, sensor telah terintegrasi dengan pemrograman pada Arduino Uno untuk mengatur fungsi utama dari alat peraga yaitu sebagai penghitung waktu. Dari tiga kali pengambilan data pengujian untuk<br>penentuan nilai percepatan gravitasi dilakukan pada jarak antara sensor IR pertama (S1) dan sensor IR ketiga (S3) berturut-turut 10 cm, 30 cm dan 40 cm, sementara untuk sensor IR pertama (S1) dengan sensor IR kedua (S2) berjarak 10 cm. Nilai percepatan gravitasi rata-rata berturut-turut adalah 9, 75 m/s2, 9,8 m/s2 dan 9,76 m/s2. Nilai dari hasil perhitungan ini mendekati nilai percepatan gravitasi secara teoritis. Dengan demikian alat peraga ini mampu memberikan visualisasi fenomena benda jatuh bebas serta menjadi pembanding antara hasil teori yang berlaku.</p> Nurul Qomariyah, Rahadi Wirawan ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/244 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Aplikasi Teknologi Bioflok pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/245 <p>Limbah budidaya merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi pada budidaya udang sistem intensif. Teknologi yang dapat menjawab permasalahan tersebut adalah dengan aplikasi teknologi bioflok. Disamping dikenal sangat ramah lingkungan karena membutuhkan air yang relatif sedikit, teknologi ini juga mampu meningkatkan efisiensi pakan dengan mengkonversi limbah budidaya berupa sisa pakan, kotoran dan urin menjadi sumber pakan tambahan. Oleh karenanya, teknologi ini sangat perlu untuk disebarluaskan kemasyarakat khusunya masyarakat pembudidaya udang. Kegiatan diseminasi teknologi bioflok ini dilakukan di Desa Pijot Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur selama 3 bulan dengan mitra kelompok pembudidaya Muara Selayar. Kegiatan dimulai dari persiapan wadah (perakitan kerangka, pemasangan kolam terpal), penambahan starter bioflok, penebaran benur, proses pemeliharaan hingga pemanenan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa, aplikasi teknologi bioflok dapat menurunkan jumlah penggunaan air, dan mencegah buangan limbah budidaya ke lingkungan sekitar.</p> Sadikin Amir, Bagus D.H. Setyono, Sahrul Alim, Muhamad Amin ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/245 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengenalan Teknologi Produksi Biomassa Intensif Tanam Kelor (Moringa Oleifera Lam.) sebagai Sumber Pangan-Herbal Sehat di Kawasan Amor-Amor, Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/246 <p>Kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat tentang manfaat tanaman kelor sebagai sumber pangan-herbal sehat dan sekaligus sumber alternatif bahan bakar minyak, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat pada pentingnya mempersiapkan tanaman kelor sebagai salah satu tanaman yang dibudidayakan secara intensif, dan juga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan kegunaan lainnya tanaman kelor. Obyek sasaran kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa penyuluhan atau sosialisasi<br>dan demontrasi plot Pengenalan Teknologi Produksi Biomassa Intensif Tanam Kelor (Moringa oleifera Lam.) sebagai Sumber Pangan-Herbal Sehat di Kawasan Amor-Amor, Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara adalah masyarakat yang ada di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan anggota masyarakat tani di<br>kawasan Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan Lombok Utara terhadap manfaat tanaman kelor sebagai sumber pangan-herbal sehat dan tanaman yang serba guna, serta dapat sebagai sumber alternatif bahan bakar minyak. Dalam memproduksi biomassa daun tanaman kelor, penyiapan bibit yang baik merupakan keharusan, yang dilanjutkan dengan penanaman menggunakan jarak tanam yang rapat sangat dibutuhkan dengan frekuensi pemanenan yang lebih sering.</p> I Gusti Made Arya Parwata, I Nyoman Soemeinaboedhy ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/246 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Percepatan Pembuatan Kompos dengan Masukan Bio-Aktivator di Desa Ombe Baru, Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/247 <p>Kesadaran masyarakat/petani untuk menggunakan pupuk organik dalam mengelola usaha taninya perlu mendapat dukungan dari semua puhak. Namun kebutuhan petani terhadap pupuk organik dalam bentuk kompos mendapat kendala karena harga yang relative tinggi dan dibutuhkan dalam jumlah banyak. Bahan baku untuk pembuatan kompos sangat banyak tersedia di desa, akan tetapi karena pengetahuan dan keterampilan petani yang masih kurang menjadi hambatan utama dalam pembuatan kompos.</p> <p>Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang berjudul Percepatan Pembuatan Kompos dengan Masukan Bio-aktivator di Desa Ombe Baru Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam pengolahan bahan organik menjadi kompos dengan masukan bio-aktivator.</p> <p>Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2018 yang bertempat di salah satu rumah petani di desa Ombe Baru Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok barat yang dihadiri oleh 28 peserta.</p> <p>Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, maka dapat disimpulkan bahwa, kegiatan penyuluhan percepatan pembuatan kompos dengan masukan Bio-aktivator di Desa Ombe Baru Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, dinilai berhasil. Hal ini dapat dilihat dari respon<br>petani dalam mengikuti kegiatan pengabdian pada masyarakat, baik dalam diskusi maupun dalam memperhatikan kegiatan demonstrasi pembuatan kompos.</p> I Putu Silawibawa, R. Sutriono, Ni Wayan Dwiani Dulur ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/247 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Kualitas Pewarna Indigo Melalui Inovasi Teknologi Tepat Guna Pada UKM Tom Batik http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/257 <p>Tujuan program pengabdian Program Pengembangan Produk Eksport (PPPE) ini adalah memberdayakan usaha kerajinan batik yang menggunakan zat warna alam, khususnya indigo di Kabupaten Kulon Progo Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui (1) peningkatan kualitas zat pewarna alam indigo powder,&nbsp; (2) introduksi TTG. Metode yang diterapkan menggunakan metode kaji tindak partsipatif, metode diskusi/ FGD melalui pendekatan kultural dan pengembangan kreativitas karyawan. Kegiatan dimulai dengan pembibitan dan budi daya tanaman Indigofera, pemeliharaan, pemanenan, pembuatan pasta indigo dan pengolahan pasta indigo menjadi indigo powder. Kegiatan yang telah dilakukan meiputi: sosialisasi program kerja, diskusi desain ttg yang akan digunakan,&nbsp; identifikasi biji dan bibit tanaman indigofera sebagai sumber pewarna biru, pelatihan pembuatan pasta, dan aplikasi&nbsp; ttg dalam inovasi pembuatan powder indigo.TTG yang ditetapkan dan digunakan memiliki spec: frame terbuat dari aluminium, dindingaluminium, temperatur terkontrol, pemanas listrik 600 Watt, jumlah rak 4 tingkat, dan ukuran p x l x t=80cm x 70cm x 70cm. Dihasilkan pula prosedur dan komposisi untuk powder indigo.</p> Muzzazinah Muzzazinah, Kristiandi Kristiandi, Nurmiyati Nurmiyati ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/257 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemanfaatan Limbah Penetasan Telur Pt. Charoen Pokphand Desa Surabaya sebagai Bahan Pakan http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/249 <p>Perusahaan hatchery PT. Charoen Pokphand di Desa Surabaya Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur menghasilkan limbah penetasan telur yang sangat melimpah. Saat ini, limbah penetasan telur tersebut belum dimanfaatkan untuk tujuan yang bernilai ekonomi. Padahal, limbah tersebut masih mengandung protein yang sangat tinggi. Melalui kegiatan ini telah dilakukan pemanfaatan limbah penetasan telur tersebut sebagai bahan pakan ikan. Adapun tahapan kegiatannya adalah: koleksi limbah (cangkang telur, embrio mati, anak ayam yang terlambat menetas, anak ayam mati, dan telur infertil) yang diikuti dengan langkah prosesing terhadap masing-masing limbah tersebut. Untuk cangkang telur, prosesing yang diberikan hanya pengeringan di bawah sinar matahari yang dilanjutkan dengan penggilingan untuk menghasilkan tepung. Untuk embrio mati, anak ayam yang terlambat menetas, maupun anak ayam mati direbus, dikeringkan, dan dijemur dengan sinar matahari. Sedangkan telur infertil dipecah untuk kemudian dicampur dengan dedak padi, dilanjutkan dengan perebusan dan pengeringan. Semua limbah penetasan telur ini kemudian siap digunakan untuk pembuatan pakan ikan. Hasil pengabdian ini diharapkan bermanfaat sebagai bahan pakan ikan guna mereduksi tingginya harga pakan saat ini.</p> Muhamad Yasin, Maya Nachida, Pardi, Muhamad Prasetyo Nugroho ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/249 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pembuatan Pakan Berbasis Kulit Buah Kakao Fermentasi untuk Meningkatkan Kualitas Karkas dan Daging Sapi Bali Jantan http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/250 <p>Pemeliharaan ternak sapi di Kota Mataram menghadapi beberapa permasalahan, antara lain: masih bersifat peternakan rakyat, belum berorientasi bisnis, dukungan terhadap penerapan iptek di bidang pakan masih rendah, dan terbatasnya permodalan. Dalam rangka membantu memecahkan berbagai masalah tersebut perlu dilakukan kegiatan “Diseminasi Teknologi Pembuatan Pakan Sapi Bali Berbasis Kulit Buah Kakao (KBK) fermentasi di Kelompok Ternak Sapi “Bahtera Damai” Dusun Sembalun Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Tujuan program Diseminasi adalah untuk meningkatkan keterampilan anggota peternak dalam membuat pakan berbasis KBK fermentasi dengan menggunakan inokulum air kelapa (Inokulum non komersial), mengolah limbah kandang dengan metode biokonversi menjadi kompos dan mengoptimalkan pemanfaatan biogas sebagai salah satu sumber energi untuk penerangan serta keperluan memasak. Metode yang diterapkan adalah metode pendekatan PRA (Participatory Research Appraisal), metode action research dan metode demonstrasi/uji coba yang dilaksanakan secara persuasive yaitu melakukan praktik pembuatan pakan sapi Bali berbasis KBK fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan<br>bahwa Pakan sapi Bali dalam bentuk KBK fermentasi dapat memberikan pertambahan bobot badan harian (PBBH) sebesar 0,568±0,246 kg/ekor/hari lebih tinggi dibandingkan dengan PBBH sapi Bali dengan pakan konvensional sebesar 0,376±0,251 kg/ekor/hari. Pertambahan bobot badan harian yang tinggi akan diikuti dengan bertambahnya bobot potong dan pada akhirnya persentase karkas dan produksi daging akan meningkat.</p> Bulkaini, Tarmizi, Mastur ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/250 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pendampingan Pembuatan Silapro (Silase Probiotik) pada Peternak Mule Jati Desa Pengkelak Mas Kecamatan Sakra Barat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/251 <p>Keberadaan hijauan yang sangat terbatas pada musim kemarau menyebabkan turunnya pertumbuhan dan bobot tubuh kambing bahkan tingginya angka kematian anak kambing pada musim tersebut. Untuk mengatasi permasalahan di atas, telah dilakukan pembinaan menyangkut pengolahan pakan guna mewujudkan tersedianya pakan secara berelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, akan dilakukan pendampingan pembuatan silapro (silase probiotik) dari rumput lokal dan bakteri-bakteri seperti Bacillus amyloliquefaciens, Pediococcus pentosaceus, P. acidolactiti, dan Lactobacillus plantarum. Silase ini kemudian dibuat menjadi ransum komplit, dan diikuti dengan pembuatan suplemen jilat, dan pembuatan milk repleacer. Inovasi yang telah didesiminasikan pada kegiatan ini diantaranya silapro yang dihasilkan memiliki keunikan tidak hanya merupakan bentuk pengawetan hijauan namun sebagai carrier bagi mikroba hidup yang dapat mendegradasi serat hijauan di luar dan<br>dalam tubuh ternak. Untuk itu, silapro tidak hanya dapat menjadi teknologi pengawetan pakan yang melimpah pada musim hujan namun juga sekaligus menjadi teknologi peningkatan kualitas pakan berserat serta teknologi penyampaian probiotik ke probioma di saluran pencernaan ternak. Manfaat yang diperoleh oleh ternak tidak hanya memudahkan pencernaan pakan berserat namun juga akan dapat meningkatkan kesehatan ternak melalui reduksi mikroba-mikrobayang tidak bermanfaat di saluran pencernaan.</p> Mohammad Ashari, Happy Poerwoto, Rina Andriati, Agustien Suhardiani, Muhamad Ali ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/251 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Media Tanam Teknik Hidroponik Warga RW 09 Kelurahan Kembangan Utara Kecamatan Kembangan Utara Jakarta Barat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/252 <p>Teknik penanaman hidroponik merupakan teknik bercocok tanam yang ramah lingkungan. Sayuran yang ditanam dengan hidroponik lebih sehat serta aman dikonsumsi. Sebagian orang mungkin masih sangat asing dengan tanaman hidroponik. Namun sebenarnya sudah banyak orang yang menggunakan metode penanaman tanaman yang satu ini.</p> <p>Teknik menanam hidroponik tidak dapat diterapkan untuk semua jenis tanaman. Hanya beberapa saja yang cocok dan mampu tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan.</p> <p>Teknik menanam hidroponik sendiri sangat cocok diterapkan bagi lahan terbatas, dan tidak membutuhkan lahan berupa tanah luas, gantikan saja dengan teknik menanam hidroponik.</p> <p>Begitu juga untuk bagi yang memiliki lahan kurang subur, penanaman menggunakan teknik hidroponik dapat membantu mendapatkan hasil panen memuaskan, juga dengan menerapkan penanaman dengan teknik hidroponik jika sudah berhasil maka anda dapat menjadikannya sebagai bisnis menguntungkan.</p> <p>Kondisi di atas, sangat cocok sekali untuk diterapkan bagi warga Kelurahan Kembangan Utara, khususnya warga RT 9. Kontur dan kondisi wilayah yang padat penduduk, tidak banyak lahan luas, dan cenderung berhimpitan satu dengan yang lain, kalaupun ada ruang, itu pun terbatas. Pemukiman padat penduduk dan ruang terbatas yang dimiliki, alternatif menggunakan teknik tanam hidroponik, menjadi alternatif pilihan untuk membuat dan menghasilkan tanaman sayur dilahan sempit tersebut.</p> Yoyoh Hereyah ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/252 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Parameter Kualitas Air dalam Mendukung Kegiatan Budidaya di Kawasan Teluk Jor, Kabupaten Lombok Timur http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/253 <p>Teluk Jor terletak di kawasan pesisir pantai selatan Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Merupakan kawasan kegiatan budidaya perikanan dengan salah satu komoditas andalannya adalah Ikan Kerapu, Bawal, serta Lobster Pasir (Panulirus homarus). Kegiatan budidaya dengan memanfaatkan Keramba Jaring Apung (KJA) sebagai wadah untuk budidaya dan memberikan pakan ikan rucah sebagai pakan utama. Pemberian pakan secara tidak terkontrol dapat mempengaruhi kondisi perairan yang bisa merusak kondisi kualitas air dan memberikan dampak langsung terhadap organisme yang dibudidayakan termasuk kerapu, bawal, dan lobster pasir. Oleh karena itu dalam kegiatan pengabdian ini diberikan pengetahuan mengenai kondisi perairan di Kawasan Teluk Jor saat ini dan meningkatkan pengetahuan pembudidaya untuk menjaga kualitas perairan yang ada di sekitarnya. Diharapkan dari kegiatan ini dapat mendukung kegiatan budidaya dan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan para pembudidaya. Metode yang digunakan antara lain pengambilan data kualitas air di lapangan dan menyampaikan informasi/materi terkait kondisi budidaya perikanan untuk optimalisasi produksi dan efisiensi biaya produksi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dengan peserta.</p> Dewi Putri Lestari, Nurliah, Ayu Adhita Damayanti, Chandrika Eka Larasati ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/253 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penyuluhan Dan Pengobatan Gratis Di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/149 <p>Trend penyakit degeneratif berkaitan erat dengan perilaku tidak sehat. Menurut Riskesdas tahun 2013, capaian proporsi rumah tangga&nbsp; berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara nasional sebesar 32,3 %, provinsi Sumatera Utara sebesar 24,6 % sedangkan di Kabupaten Samosir sebesar 14,7 %. Penelitian yang dilakukan penulis pada tahun 2016 mengenai determinan perilaku sehat rumah tangga di Kabupaten Samosir, diketahui bahwa capaian perilaku sehat rumah tangga di Kabupaten Samosir sebesar 12,8 %. Variabel yang berhubungan bermakna yaitu; sikap (nilai <em>p=0.001</em>), penghasilan (nilai <em>p=0.001</em>), serta ketersediaan dan keterjangkauan fasilitas kesehatan (nilai <em>p=0.049</em>). Perilaku konsumsi sayur dan buah sebagai salah satu bentuk PHBS rumah tangga (keluarga) dapat menjadi perilaku pencegahan penyakit degeneratif, namun capaian nasional masih sangat rendah yaitu sebesar 10,7 % (<a href="#_ENREF_36">Kemenkes, 2013</a>). Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa&nbsp; rumah tangga yang mengkonsumsi sayur dan buah dengan frekuensi minimal satu porsi perhari yaitu sebesar 34,2 %. Sedangkan standar yang direkomendasikan WHO, konsumsi sayur dan buah sebesar 400 gram (5 porsi) setiap hari untuk semua kelompok usia. Rendahnya capaian tersebut kontras dengan profesi mayoritas masyarakat&nbsp; sebagai petani dan ketersediaan lahan bercocok tanam yang luas yang dimiliki keluarga. Edukasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan&nbsp; pengetahuan, membangun sikap positif dan merubah perilaku masyarakat di Pangururan untuk hidup sehat terutama dalam perilaku konsumsi sayur dan buah. Hasil&nbsp; <em>post test</em> menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 25,37 % serta tingginya minat masyarakat untuk mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.</p> Martina Pakpahan, Juhdeliena Juhdeliena, Eva Berthy, Riama Marlyn ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/149 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Pengetahuan Guru Dan Siswa Sekolah Dasar Di Sungai Kuin Selatan Banjarmasin Tentang Sediaan Tanaman Obat Untuk Mencegah Penyakit Yang Ditularkan Lewat Tangan Dan Air Sungai http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/154 <p>Kebiasaan masyarakat menggunakan air sungai untuk mandi&nbsp; dan aktivitas rutin dalam tumah tangga, secara tidak&nbsp; langsung&nbsp; dapat menimbulkan penyakit infeksi pada saluran&nbsp; pencernaan yang ditularkan melalui air sungai dan tangan. Risiko penyakit infeksi yang ditularkan dari tangan dan air lebih banyak dialami anak-anak usia sekolah dasar. Ada beberapa cara sediaan tanaman obat yang dapat dibuat secara sederhana oleh masyarakat&nbsp; mencegah dan mengatasi suatu infeksi.&nbsp; Penerapan pengetahuan pada usia sekolah dasar yang merupakan masa pembentukan karakter dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. Tujuan kegiatan ini adalah&nbsp; memberikan pengetahuan dan terbentuknya perilaku mitra/sasaran tuntuk memahami cara pembuatan dan penyediaan sediaan obat pencegah infeksi dan sediaan antiseptik tangan secara sederhana dengan menggunakan perlatan sederhana. Mitra sasaran pada kegiatan ini adalah para guru dan siswa-siswa sekolah dasar Kuin Selatan&nbsp; 5 dan 6 yang mayoritas bertempat tinggal di sekitar bantaran sungai Kuin Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah&nbsp; penyuluhan tentang penyakit infeksi&nbsp; yang ditularkan lewat tangan dan air sungai serta penyuluhan dan demonstrasi tentang cara membuat&nbsp; sediaan tanaman obat dan antiseptik tangan secara sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2018. Evaluasi kegiatan didapat dari hasil pre dan post tes kuisioner.&nbsp; Hasil dari kegiatan pengabdian ini adanya peningkatan pengetahuan dan perilaku mitra/ sasaran lebih dari target pencapai 75%&nbsp; yaitu: mengenal jenis infeksi yang ditularkan lewat tangan dan air sungai, mengenal jenis tanaman obat dilingkungan,&nbsp; mengenal jenis sediaan&nbsp; tanaman obat pencegah infeksi dan antiseptik tangan,&nbsp; memahami cara pembuatan sediaan&nbsp; tanaman secara sederhana.</p> Isnaini Isnaini, Lia Yulia Budiarti, Lena Rosida ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/154 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengembangan Kegiatan Kesehatan Masyarakat Kampung Babakan Binong Di Wilayah Kerja Puskesmas Binong Kelurahan Binong Kabupaten Tangerang http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/155 <p>Salah satu wilayah lingkup Dinas Kesehatan Tangerang adalah Puskesmas Binong yang mempunyai cakupan cukup luas. Namun, masih ada salah satu wilayah yang kurang terjangkau oleh Puskesmas yaitu wilayah RW 06 Kampung Babakan Binong. Wilayah tersebut juga merupakan salah satu tempat praktik Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UPH. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan bersama selama setahun terakhir antara FKIK UPH, Puskesmas Binong, masyarakat RW 6 dan kelurahan Binong, terlihat bahwa RW 06 yang jaraknya cukup jauh dari Puskesmas Binong mempunyai cakupan masyarakat yang cukup banyak namun tidak mempunyai wadah untuk kegiatan kesehatan. Melalui pemberdayaan masyarakat, Forum RW 06 sudah mengembangkan satu wadah milik masyarakat untuk kegiatan masyarakat. Salah satu fungsi tempat tersebut adalah untuk kegiatan Puskesmas seperti Posyandu dan Posbindu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun pembangunan ini masih 70%, sehingga kegiatan kesehatan yang dilakukan di RW 06 masih belum terpusat di satu tempat sehingga belum semua masyarakat terjangkau. Berdasarkan hal tersebut, penting untuk mengembangkan kegiatan kesehatan di RW 06 Kelurahan Binong sehingga terdapat kesinambungan kegiatan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup manusia khususnya di bidang kesehatan. Sehingga, dengan adanya kegiatan kesehatan yang didukung dari lingkup kesehatan yaitu keperawatan dan kedokteran perlu dilakukan untuk kegiatan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan kesehatan ini, dilaksanakan dengan membantu mengembangkan tempat atau wadah fisik, yaitu dengan membantu penyediaan material pembangunan pos RW. Pos tersebut akan digunakan untuk kegiatan masyarakat RW 06 khususnya untuk Posyandu dan Posbindu serta kegiatan lainnya untuk mendukung kegiatan Puskesmas. Selain itu, bekerjasama dengan penelitian tentang deteksi dini demensia, juga dilaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dengan target dewasa tua hingga lansia (&gt;45 Tahun) yaitu sebanyak 60 orang.</p> Ni Gusti Ayu Eka, Renata Komalasari, Shinta Y. Hasibuan ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/155 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Inovasi Media Komunikasi Reminiscence Optimalkan Fungsi Kognitif Lansia Sehat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/157 <p>Pelaksanaan diseminasi hasil penelitian dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh setiap dosen. Diseminasi berupa penyampaian informasi delapan faktor <em>reminiscence</em>: mengurangi kebosanan, mempersiapkan kematian, menemukan makna hidup, pemecahan masalah, ngobrol dengan sahabat, mempertahankan kebersamaan, pulih dari ‘kepahitan’, dan menasehati orang muda. Inovasi berupa 12 gambar cetak ukuran <em>postcard</em> sebagai media komunikasi bagi lansia sehat, aktif, dan produktif untuk mencegah kepikunan di masa tua. Pada gilirannya diseminasi dapat menjadi upaya promotif dan preventif kesehatan sehingga menurunkan angka prevalensi dementia di Banten. Tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan komunikasi reminiscence melalui media gambar, sehingga terjadi aktivasi otak untuk optimalkan fungsi kognitif lansia. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep, sedangkan latihan untuk praktik komunikasi, serta tanya jawab untuk mengatasi kendala selama diseminasi. Populasi (n=20) adalah lansia sehat umur 57 – 87 tahun. Hasil diketahui peserta umur 57-64 tahun (20%) lebih sedikit dibandingkan umur 65-87 tahun, tetapi seluruh peserta antusias bertanya dan terlibat praktik komunikasi reminiscence sampai tuntas. Simpulan yaitu peserta merasakan manfaat langsung aktivasi otak untuk mengingat dan menceritakan pengalaman masa lalu serta memotivasi untuk terus praktik menggunakan photo album. Kendala dapat diatasi berkat dukungan Persekutuan Kaleb Karawaci, Gereja Yesus Kristus Karawaci dan Universitas Pelita Harapan.</p> Eva Berthy Tallutondok, Sri Lanawati, Riama Marlyn Sihombing, Peggy Tahulending, Dalmirah Tjakrapawira, Dora Samaria, Suganthi J ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/157 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pembentukan Kader Cilik PHBS Di Wilayah Bantaran Sungai Lulut Banjarmasin http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/158 <p>Angka kejadian diare masih tinggi dan merupakan penyebab kematian utama di Indonesia. Salah satu faktor risiko terjadinya diare adalah perilaku yang tidak benar seperti penggunaan air sungai yang telah tercemar untuk keperluan sehari-hari, bermain/berenang di air sungai, tidak terbiasa mencuci tangan, dan membuang sampah tidak pada tempatnya. Berdasarkan laporan BLH Kota Banjarmasin, sungai di Banjarmasin termasuk Sungai Lulut telah tercemar tetapi masih banyak masyarakat termasuk anak-anak di bantarannya yang menggunakannya. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kader cilik yang diambil dari anak SD di wilayah bantaran Sungai Lulut untuk diberi pengetahuan dan keterampilan tentang PHBS dan motivasi agar dapat menjadi contoh dan mengajak&nbsp; anak-anak lainnya dalam menerapkan perilaku PHSB agar dapat mencegah terjadinya diare pada anak-anak di wilayah tersebut dan juga masyarakat sekitarnya. Metode kegiatan pengabdian berupa seleksi dan pembentukan kader cilik PHBS, pemberian pengetahuan dengan metode ceramah dan diskusi serta praktek langsung cara mencuci tangan yang benar. Evaluasi kegiatan berupa pretest dan posttest pengetahuan dan keterampilan mencuci tangan sebagai indikator keberhasilan kegiatan. Hasil kegiatan telah terbentuk 60 orang&nbsp; kader cilik PHBS. Hasil pretest didapatkan hanya 3 orang (5%) mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik, 10 orang (16,67%) cukup, sedangkan sebanyak 47 orang (78,34%) tergolong kurang. Setelah kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa, yaitu sebanyak 53 orang (88,33%) telah mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik, 6 orang (10%) tergolong cukup, dan hanya 1 orang (1,67%) yang masih kurang. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa setelah kegiatan dan semuanya bersedia serta termotivasi untuk menjadi kader PHBS.</p> Farida Heriyani, Lia Yulia Budiarti ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/158 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Pengetahuan Dengue Hemorargic Fever (DHF) Pada Masyarakat Kelurahan Sumur Putri Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/160 <p>Sebagian besar Masyarakat Kelurahan Sumur Putri memiliki tingkat pendidikan dan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Mengingat tingkat pendidikan yang rendah dan tingkat pengetahuan yang sangat terbatas maka mendorong kami selaku pelaksana kesehatan untuk dapat memberikan tambahan pengetahuan khususnya dalam bidang kesehatan tentang Dengue Hemorargic Fever (DHF) yang angka kejadian dan kematiannya meningkat dari tahun ke tahun. Tujuan penyuluhan ini untuk menekan angka kejadian terjadinya DHF di wilayah Kelurahan Sumur Putri Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.&nbsp;</p> <p>Metode yang digunakan dengan penyuluhan melalui ceramah dan tanya jawab (diskusi). Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan pertanyaan melalui kuesioner berupa pre test dan post test untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan pengetahuan dengan adanya penyuluhan. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh 32 orang yang terdiri dari&nbsp; sebagian besar ibu – ibu dan sebagian kecil bapak-bapak. Berdasarkan data hasil pengamatan pre test, diketahui bahwa sekitar 53,1% peserta kurang paham mengenai&nbsp; DHF dan 46,9% telah mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai DHF. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, nilai hasil pengamatan meningkat. Masyarakat yang paham mengenai DHF sebanyak 32% dan yang sangat paham sebanyak 68%.&nbsp; Setelah mendapatkan penyuluhan, pengetahuan masyarakat kelurahan Sumur Putri tentang DHF meningkat.</p> Evi Kurniawaty, Syazili Mustofa, Suharyani Suharyani, Soraya Rahmanisa, Nuriah Nuriah ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/160 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Teknik Sadari Bagi Karyawan Outsourcing Di Universitas Pelita Harapan http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/161 <p>Kanker payudara umumnya ditandai dengan adanya benjolan pada payudara. Wanita yang terdiagnosis pada tahap awal kanker payudara dapat ditangani lebih awal dan dapat bertahan hidup lebih lama. Kaum wanita harus dapat melakukan deteksi dini kanker payudara. Perlu adanya penyuluhan bagi wanita tentang pemeriksaan payudara sendiri untuk mendeteksi dini kanker payudara. Tujuan penyuluhan deteksi dini kanker payudara dengan Teknik Periksa Payudara Sendiri (SADARI) adalah agar peserta mampu memahami anatomi dan fisiologi payudara, prinsip dan tujuan SADARI, memahami tehnik SADARI dan dapat mendemonstrasikan SADARI. Manfaat yang diharapkan dari pelatihan ini bahwa peserta diharapkan dapat melalukan deteksi dini kanker payudara dan melakukan rujukan lebih lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskemas, Klinik dan Rumah Sakit apabila ditemukan ketidaknormalan. Peserta kegiatan ini adalah karyawan outsourcing yang berjumlah 34 orang. Hasil dari nilai rata – rata pre test sebelum dilakukan penyuluhan deteksi dini kanker kanker payudara dengan teknik SADARI adalah 48.13 % sedangkan nilai rata – rata post test setelah dilakukan penyuluhan adalah 79.06 %. Terlihat adanya peningkatan dari tingkat pemahaman peserta sebessar 30.93% setelah dilakukan penyuluhan tentang “SADARI”. Peserta juga dapat mendemonstrasikan secara benar dan tepat cara melakukan SADARI.</p> Grace Solely Houghty, Maria Veronika Ayu Florensa ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/161 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Screening Pada Lansia Dan Pelatihan Kader Posbindu RW 07 Wilayah Binaan Puskesmas Bencongan Indah Karawaci Tangerang http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/162 <p>Usia yang semakin bertambah memungkinkan seseorang untuk mengalami permasalahan fisik, jiwa, spiritual, ekonomi dan sosial. Data Riset Kesehatan tahun 2013 menuliskan bahwa hipertensi, arthritis dan diabetes mellitus masuk ke dalam sepuluh besar penyakit tidak menular pada lanjut usia (lansia), dimana hipertensi menjadi peringkat pertama, diikuti oleh arthritis dan diabetes mellitus diperingkat kelima. Efek penyakit kronis pada kehidupan lansia bervariasi tetapi umumnya kondisi ini dapat menurunkan kesejahteraan dan mengancam kemandirian mereka. Pemerintah mengharapkan lansia dapat menjadi lansia yang aktif, produktif dan mandiri dengan membentuk beberapa program yang telah dilaksanakan di masyarakat. Upaya untuk mewujudkan hal tersebut maka dosen dan mahasiswa fakultas keperawatan Universitas Pelita Harapan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama tiga hari. Hari pertama: dari 92 peserta yang mendaftar hanya 88 peserta (95,6%) yang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Hari kedua: dari 30 target peserta hanya 9 kader (30%) yang mengikuti <em>training of trainer</em>. Hari ketiga: seluruh peserta yang mendaftar mengikuti pemeriksaan <em>bone mass density </em>sebanyak 76 peserta (100%). Hasil kegiatan didapatkan peserta berjenis kelamin perempuan (74%), usia 45 – 59 tahun (39%) dan &gt;59 tahun (39%), indeks massa tubuh kategori <em>overweight </em>(44%), tekanan darah sistolik &gt; 140 mmHg (43%), tekanan darah diastolik 80 – 89 mmHg (68%), kadar kolesterol total peserta berada pada kategori normal (67%), kadar glukosa sewaktu sebagian besar peserta normal &lt; 200 mg/dL (80%), kadar asam urat laki-laki sebagian besar normal (57%), kadar asam urat pada peserta perempuan &gt;5,7 mg/dL (58%), dan terdapat perbedaan signifikan rerata nilai pengetahuan osteoporosis sebelum dan sesudah penyuluhan (p <em>valu</em>e 0,001).</p> Juhdeliena Juhdeliena, Riama Marlyn Sihombing, Eva Berthy Tallutondok, Triulan Agustina, John Butar-Butar ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/162 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penyuluhan Kesehatan Dan Keamanan Pangan Di Sekolah Lentera Harapan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/164 <p>Usia sekolah merupakan golongan&nbsp; usia yang rentan mengingat masa-masa ini anak masih berada dalam pertumbuhan dan umumnya anak belum memahami risiko makanan yang akan dikonsumsi terhadap kesehatan. Golongan siswa tingkat SMP umumnya sudah memiliki kebiasaan memilih dan membeli makanan sendiri namun karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan siswa/i SMP akan pentingnya kesehatan atau fungsi dari makanan yang dikonsumsi, biasanya siswa akan memilih makanan hanya berdasarkan tampilan fisik atau&nbsp; rasa yang disukai. Penyuluhan ini diikuti oleh 263 siswa/i SMP kelas 7, 8 dan 9 SMP Sekolah Lentera Harapan (SLH) Curug, Banten. Kegiatan penyuluhan dilakukan di masing-masing kelas secara paralel. Materi penyuluhan berupa kriteria pangan segar yang baik, pangan olahan yang baik, dan bagaimana memilih pangan jajanan yang sehat. Dalam penyuluhan juga digunakan beberapa alat peraga untuk mempertegas informasi dan memberikan pengertian mendalam serta dilanjutkan dengan diskusi. Siswa SMP SLH memberikan respon positif terhadap kegiatan PKM dan sangat antusias mengikuti penyuluhan. Sebanyak 51.3% peserta belum pernah mengikuti kegiatan penyuluhan seperti yang dilakukan pada PKM ini. Sebanyak 75.7% peserta merasa sangat senang dengan adanya kegiatan ini dan 55% peserta merasa sangat menarik karena kegiatan PKM dilakukan dengan interaktif, komunikatif, dan kreatif. Kegiatan PKM ini dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa/i usia sekolah tentang pentingnya kesehatan dan keamanan pangan di dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan PkM dapat terselenggara dengan baik dan dapat mengedukasi siswa/i SMP tentang pangan sehat dan aman.</p> Adolf Parhusip, Nuri Arum Anugrahati, Yuniwaty Halim ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/164 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Dan Penyuluhan Teknik Pembuatan Minuman Instan Dari Daun Kelor Untuk Ukm Ktb Yayasan Mandiri Kreatif Indonesia (Yamakindo) Karawaci http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/165 <p>Daun Kelor yang tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia,&nbsp; selama ini hanya dimanfaatkan masyarakat sebagai pangan jenis sayuran dan olahannya sebagai pelengkap laukpauk. Tanaman kelor merupakan suku <em>Moringaceae </em>yang telah menjadi obyek pada banyak penelitian, karena mengandung senyawa-senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tannin, dan juga senyawa fenolik lain yang berpotensi sebagai antioksidan bahkan juga berfungsi sebagai antibakteri. Daun Kelor memiliki senyawa bernutrisi tinggi yang juga dapat memungkinkan digunakan sebagai berbagai diversifikasi produk pangan, diantaranya sebagai minuman fungsional instan. Kegiatan PkM ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keunggulan dan potensi daun kelor. Sehingga&nbsp; perlu pemantapan pengetahuan tentang nilai gizi kandungannya yang dapat membantu kesehatan dan kemudahan dikonsumsi, yaitu dengan cara&nbsp; diproses menjadi minuman fungsional instan. Masyarakat tidak ragu mengkonsumsi minuman instan daun kelor yang dibuat berdasarkan hasil penelitian di laboratorium.&nbsp; Hasil formulasi terbaik dan analisis sensori yang diperoleh juga diharapkan&nbsp; dapat membuat konsumen tidak hanya mendapatkan nilai gizi tetapi juga rasa yang enak saat daun kelor dikonsumsi. Dengan demikian maka selain masyarakat lebih sehat, juga dapat tercapai&nbsp; masyarakat mandiri sebagai produsen minuman instan daun kelor dan diharapkan dapat meningkatkan nilai jual dari daun kelor sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat binaan.</p> Melanie Cornelia, Hardoko Hardoko, Wenny SL Sinaga, Virly Virly ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/165 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Edukasi Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Melalui Konseling Dan Demo Makanan Pada Ibu Menyusui http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/166 <p>Kebutuhan gizi anak yang tercukupi dan sesuai dengan umurnya akan memberikan dukungan terhadap tumbuh kembang anak. Adanya kelainan motorik, status gizi stunting, dan permasalahan pencernaan serta timbulnya alergi sangat berkaitan dengan pemberian MP-ASI secara tepat dan benar. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi pada ibu menyusui tentang status gizi balita, mp-asi, dan perkembangan motorik.&nbsp;</p> <p>Permasalahan mitra-mitra kegiatan ini adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman ilmu yang terkait dengan gizi balita dan MP-ASI. Solusi dengan dilakukan untuk menangani masalah mitra pemberian pengetahuan atau KIE tentang ilmu gizi anak. Mitra juga mendapatkan keterampilan pengolahan makanan yang benar sehingga tidak menghilangkan vitamin. &nbsp;</p> <p>Kegiatan PKM ini dilakukan di masyarakat kelurahan Srengseng Sawah kecamatan Jagakarsa, di RW 009 dan RW 010. Mitra berkontribusi dalam penyediaan ruangan dan sarana, komunikasi dengan warga.&nbsp;Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk konseling dan demo pembuatan MP-ASI. Kegiatan ini dilakukan oleh tim yang memiliki bidang keahlian gizi kesehatan masyarakat. Tim pengusul didukung oleh lembaga Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat UHAMKA yang menyediakan peralatan jika dbutuhkan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang pentingnya MP-ASI yang benar dan tepat, cara pembuatan MP-ASI yang meningkatkan selera bayi, perkembangan motorik bayi, dan cara pemantauan tumbuh dan perkembangan bayi. Ibu menyusui termotivasi untuk menerapkan pembuatan MP-ASI yang benar dan sesuai umur.&nbsp;</p> Retno Mardhiati, Nur Setiawati Rahayu, Nursyifa Rahma Maulida ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/166 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Edukasi Pengendalian Hipertensi Dan Asam Urat Pada Warga Kelurahan Bencongan Indah Tangerang Banten http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/167 <p>Gaya hidup malas bergerak, konsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi asam urat serta kurangnya informasi kesehatan menjadi pemicu meningkatnya masalah kesehatan metabolik yang meningkatkan angka kesakitan.WHO (2011) menunjukkan satu milyar orang di dunia menderita hipertensi<sup>.3</sup> Hal ini sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan pada bulan September 2017 di RW 05 Kelurahan Bencongan Indah Tangerang ditemukan sebanyak 44,8% warga menderita hipertensi&nbsp; dengan kolesterol tinggi (67%) dan&nbsp; asam urat tinggi (36,2%). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan kolesterol dan asam urat sebelum dan sesudah edukasi tentang hipertensi dan gout.Metode menggunakan rancangan <em>pretest-posttest</em> pada 31 warga. Implementasi meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, kadar asam urat, kolesterol serta edukasi diet pada hipertensi dan gout kepada kader dan warga. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan media audiovisual berupa slide power point.Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon</em>.Hasil menunjukkanlebih dari setengah (54,8%) warga berusia 45 – 59 tahun, mayoritas (83,9%) berjenis kelamin perempuan, sebagian besar (80,6%) obesitas, lebih dari setengah (54,8%) tekanan darah<em>post-test</em>termasuk hipertensi, lebih dari setengah (61,3%) kolesterol <em>pre-test</em> meningkat&nbsp; sedangkan lebih dari setengah (54,8%) kolesterol <em>post-test</em> normal, lebih dari setengah (64,5%) kadar asam urat <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> (61,3%) termasuk normal. Hasil analisa menunjukkan ada perbedaan kadar kolesterol sebelum dan sesudah edukasi (p = 0,030) dan tidak ada perbedaan kadar asam urat sebelum dan sesudah edukasi (p= 0,731). Kegiatan selanjutnya kader kesehatan perlu memberikan edukasi tentang hipertensi dan memantau kepatuhan warga menjalankan diet hipertensi.</p> Riama Marlyn Sihombing, Fiolenty Sitorus, Fransiska Ompusunggu, Triulan Sidabutar, Lisandra M. G. Bernadette ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/167 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Skrining Kesehatan Masyarakat Perkotaan Di Lokasi Central Bussiness District (CBD) Dan Pemukiman Di Jakarta Barat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/169 <p>Komunitas perkotaan saat ini menghadapi sebuah tantangan epidemik terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) yang faktor resiko utamanya adalah gaya hidup. PTM yang memiliki prevalensi paling tinggi pada komunitas perkotaan antara lain hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke. PTM tidak hanya menjadi ancaman pada status kesehatan masyarakat perkotaan, namun juga menjadi beban bagi ekonomi. Tantangan epidemik tersebut harus ditangani secara bertahap oleh berbagai pihak. Skrining kesehatan menjadi tahapan pengkajian awal untuk intervensi terhadap faktor resiko PTM. Skrining kesehatan masyarakat perkotaan ini dilakukan dalam kegiatan dua Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Jakarta Barat. Pertama, PKM berkerja sama dengan pengelola <em>Lippo Mall</em> Puri dalam tajuk UPH<em> Expossure, </em>skrining kesehatan dilakukan terhadap 58 orang. Kedua, skrining kesehatan sebagai bagian dari bakti sosial bagi warga kurang mampu di sekitar Sekolah Dian Harapan (SDH) Daan Mogot terhadap 35 warga. Skrining kesehatan dilakukan di dua tempat yang menurut tata ruang kota wilayah Jakarta Barat yang berbeda yaitu di Atrium <em>Lippo Mall</em> Puri, yang merupakan daerah <em>Central Bussiness District</em> (CBD) dan SDH Daan Mogot Kalideres yang merupakan daerah pemukiman. Warga yang mendapatkan skrining kesehatan di Area CBD yang terbanyak 14 orang (24,1%) dosen dan 19 orang(32,8%) pegawai swasta. Sementara, warga yang mendapatkan skirining kesehatan di SDH Daan Mogot terbanyak yaitu Ibu rumah Tangga 15 orang (42,8%) dan buruh (8,5%). Komunitas perkotaan bertempat tinggal dalam wilayah CBD dan pemukiman di Jakarta Barat melalui kedua PKM di atas memberikan data faktor resiko gaya hidup yang berbeda.</p> Theresia Theresia, Grace Solely ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/169 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Sosialisasi Air Susu Ibu (ASI) Dalam Mewujudkan Kampung ASI http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/171 <p>Air Susu Ibu (ASI) merupakan satu satunya makanan bagi bayi usia 0 sampai 6 bulan. Perkembangan bayi menjadi optimal dengan pemberian ASI saja sampai usia 6 bulan yang disebut ASI ekslusif. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kondisi ibu, kondisi bayi dan dukungan sosial. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi pada Kader PKK tentang pentingnya ASI sehingga mampu menjadi kelompok pendukung ASI dan mewujudkan kampung ASI. Permasalahan pada mitra adalah belum adanya kelompok pendukung ASI dan rendahnya peran serta masyarakat dalam membantu Ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Solusi penyelesaian masalah dengan memberikan sosialiasi mengenai ASI eksklusif. Mitra mendapatkan edukasi mengenai ASI eksklusif, manfaat ASI, sepuluh langkah keberhasilan menyusui, undang undang mengenai ASI eksklusif dan pentingnya kelompok pendukung ASI. Kegiatan ini dilakukan di Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mitra memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana, komsumsi dan komunikasi dengan kader PKK. Kegiatan ini dilakukan dengan ceramah, diskusi.&nbsp; dengan tim pengabdi merupakan dosen keperawatan maternitas yang sekaligus konselor menyusui, dosen keperawatan komunitas yang ahli dalam pemberdayaan masyarakat dan dosen ilmu komputer yang ahli dalam media edukasi. Pengabdian ini didukung oleh Kemenristek DIKTI dengan dana hibah DRPM. Hasil yang didapatkan adalah peningkatkan pemahaman mitra mengenai ASI eksklusif, manfaat dan pentingnya kelompok pendukung ASI serta 100% mitra bersedia dan berkomitmen untuk anggota kelompok pendukung ASI dan mewujudkan kampung ASI. Mitra bersedia untuk mengikuti kegiatan selanjutnya untuk menwujudkan kampung ASI. Dukungan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif.</p> Dini Kurniawati, Hanny Rasni, Nova El Maidah ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/171 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Edukasi Pola Hidup Sehat Dan P3K Untuk Para Guru Dan Siswa Di Pondok Pesantren Modern Al Umanaa, Sukabumi, Jawa Barat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/172 <p>Penerapan pola hidup sehat dan tindakan yang tepat dalam menghadapi keadaan darurat kesehatan merupakan hal penting bagi peserta didik dan guru di sebuah komunitas pendidikan yang bertemu 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu, seperti halnya komunitas di Pesantren. Hal ini penting untuk menjaga kualitas kesehatan warga pesantren untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar mereka. <strong>Tujuan kegiatan PKM</strong> ini adalah memberikan edukasi kepada para santri dan guru mereka di Pesantren Modern Al Umanaa, Sukabumi, Jawa Barat mengenai pola hidup sehat dan penggunaan alat P3K untuk diterapkan sebagai pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi darurat kesehatan di tempat ini. <strong>Permasalahan</strong> yang dihadapi warga pesantren Al Umanaa adalah posisi pesantren yang cukup jauh dari unit pelayanan kesehatan terdekat (sekitar 30 menit perjalanan mobil), dan tidak adanya tenaga kesehatan profesional di pesantren ini untuk menangani masalah kesehatan warga pesantren yang mendekati 100 orang, di dalamnya ada guru, siswa dan staff Pondok Pesantren. <strong>Solusi</strong> yang ditawarkan oleh tim PKM kami adalah memberikan edukasi tentang pola hidup sehat agar warga pesantren tetap bugar. Selain itu tim PKM kami memberikan alat-alat P3K yang diperlukan ketika menghadapi kondisi darurat kesehatan. Agar pemanfaat peralatan ini bisa maksimal ketika diperlukan, tim PKM kami juga memberikan edukasi dalam bentuk demonstrasi menggunakan alat-alat P3K tersebut. <strong>Hasil kegiatan menunjukkan</strong> adanya peningkatan pengetahuan tentang pola hidup sehat dan penggunaan alat P3K yang tepat, yang diukur dari hasil pre-test dan post-test.</p> Jacquelinda Sandra Sembel, Ian Ruddy Mambu, Evany Indah Manuruh, Prisca Adipertiwi Tahapari, Maria Susila Sumartiningsih ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/172 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Edukasi Dan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Siswa Pingsan Di SMP Binong Permai, Tangerang http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/173 <p>Remaja merupakan masa dimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Remaja merupakan salah satu kelompok vulnerable dalam tatanan masyarakat. Mereka memiliki aktivitas yang dinamis, namun kadang tidak diimbangi dengan istirahat serta pola makan yang teratur. Upacara bendera merupakan kegiatan wajib dilaksanakan guna meningkatkan rasa nasionalisme sejak dini dan di mulai di lingkungan sekolah. Akan tetapi masalah yang cukup sering terjadi saat upacara bendera di sekolah adalah ada siswa/i yang jatuh pingsan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan awal pada siswa/i yang pingsan kepada guru pembina UKS, OSIS, Pramuka dan para siswa/i. Permasalahan mitra kegiatan ini adalah adanya siswa/i yang pingsan saat upacara bendera. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan edukasi dan pelatihan mengenai pertolongan pertama pada siswa/i pingsan di sekolah tersebut. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di SMP Binong Permai, Tangerang pada tanggal 15 November 2017 dalam bentuk pemberian edukasi kesehatan bagi siswa/i dengan metode ceramah dan pelatihan pertolongan pertama bagi guru, siswa pengurus OSIS dan Pramuka dengan jumlah peserta sebanyak 161 partisipan yang terdiri dari guru 2,48%, siswa kelas VII 45,34%, siswa kelas VIII 29,81%,siswa kelas IX 22,36%. Hasil kegiatan ini didapatkan nilai rata-rata (mean) <em>pretest </em>pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada kondisi pingsan sebelum pelatihan adalah 66,77 dan rata-rata <em>posttest</em> adalah 80,87. Maka dapat disimpulkan, secara statistik ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata pengetahuan para peserta sebelum dan sesudah pelatihan (p value 0,001). Data hasil pretest dan posttest terevaluasi adanya peningkatan nilai rata-rata namun dari perhitungan selisih nilai posttest dan pretest, terdapat 9 orang yang nilai posttest lebih rendah daripada pretest.</p> Erivita Sakti, Dora Samaria, Riama M. Sihombing, Yakobus Siswadi, Peggy Sara T, Prisca Adipertiwi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/173 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penguatan Sistem Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/174 <p>Kegiatan ini hendak mengupayakan permasalahan yang ada pada mitra, dalam rangka mengembangkan sistem informasi pelayanan kesehatan dasar guna mendukung <em>surveilans</em> kesehatan lanjut usia berbasis masyarakat. <strong>Mitra</strong> dalam program ini adalah <strong>Panti Sasana Tresna Werdha Karya Bakti RIA Pembanguna</strong>, Cibubur, Jakarta Timur. <strong>Permasalahan</strong> kelompok mitra adalah: (1) Penanganan dan pelayanan kesehatan lansia lambat dan konvensional; (2) Belum tersedianya sistem informasi pelayanan kesehatan lansia; (3) Belum ada standarisasi tarif dan mekanisme pembayaran bagi penghuni lansia; (4) Kualitas dan responsibililty tenaga kesehatan pemberi layanan PSTW rendah dan terbatas. <strong>Solusi</strong> program ini adalah: (1) Memberikan pelatihan senam kesehatan lansia dan penyuluhan kesehatan lansia; (2) memberikan pelatihan manajemen bagi sumber daya manusia, yaitu: pendamping lansia (care giver), pekerja sosial, staf administrasi; (3) memberikan pelatihan kreatifitas pada anggota lansia PSTW Karya Bakti RIA Pembangunan; (3) melakukan program pendampingan (<em>care giver</em>) bagi lansia baik dalam memberikan pelayanan kesehatan maupun berkomunikasi interpersonal yang baik. <strong>Target program</strong> adalah: (1) memberikan pelatihan dan pembimbingan masalah pengelolaan sistem pelayanan kesehatan lansia serta implementasinya agar dapat diberikan kepada penghuni pada Panti Lansia Sasana Tresna Werdha RIA Pembangunan, Cibubur, Jakarta Timur; (2) mitra sasaran khususnya <em>stakeholder</em>, pekerja sosial dan caregiver lansia PSTW RIA Pembangunan memiliki pengetahuan dan keahlian dalam melayani penghuni; (3) peningkatan pengelolaan system pelayanan kesehatan lansia sehingga mutu layanan kepada lansia dapat ditingkatkan.</p> Sintha Wahjusaputri, Hermawan Saputra ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/174 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penyuluhan Kesehatan Gigi Bagi Anak-Anak Di Rptra Sungai Bambutanjung Priok Jakarta Utara http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/175 <p><em>Children in the Sungai Bambu village of Sungai Bambu are very active, cheerful and dynamic. They always play in the Sungai Bambu Integrated Child Friendly Public Space (RPTRA). Unfortunately there are problems experienced by these children, namely lazy bathing and brushing their teeth. The main problem is that in addition to lack of awareness of brushing teeth they also do not understand how to brush teeth properly. For this reason, sental health extension is needed for children and their parents to educate on the importance of brushing your teeth properly. This community service activity was held at RPTRA Sungai Bambu Tanjung Priok North Jakarta on Friday, 29 June 2018. The event was attended by 49 people consisting of children and parents. Communication extension begins with showing videos, an explanation of toothbrushes followed by a demonstration and simulation of the correct way to brush your teeth. In conclusion: Children and parents are enthusiastic about the dental health extension provided and begin to understand how to maintain dental health.</em></p> Suraya Suraya, Aprilia Aprilia, Alma Yulana, Annik Setiawati, Aulia Lydia Citra, Lenny Lenny ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/175 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Untuk Masyarakat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/176 <p>Banyak orang yang mengalami henti jantung di rumah, tempat bekerja atau tempat umum tidak tertolong jiwanya karena tidak mendapatkan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dari seseorang. Henti jantung merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, oleh karena itu kelangsungan hidup tergantung pada adanya RJP yang segera dari siapapun. Jika dilakukan dalam beberap menit pertama, dapat dua atau tiga kali meningkatkan angka kelangsungan hidup seseorang. Studi oleh <em>American Heart Association</em> (AHA) tahun 2010 melaporkan bahwa orang dewasa yang menerima RJP dengan jenis kompresi saja dari seseorang, lebih bertahan daripada yang tidak menerima RJP jenis apapun. Studi lainnya juga memperlihatkan bahwa angka keselamatan dari orang dewasa yang henti jantung dan ditolong oleh seseorang yang bukan tenaga kesehatan hasilnya mirip, baik yang jenis <em>Hands-Only</em> CPR (<em>Cardio Pulmonary Resuscitation</em>) maupun CPR konvensional. Oleh karena itu, masyarakat perlu diajarkan bagaimana mengenali seseorang henti jantung dan bagaimana melakukan pertolongan <em>Hands-Only</em> CPR, sehingga akan banyak jiwa manusia yang tertolong. Fakultas Keperawatan UPH melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pengenalan dan pembelajaran mengenai pertolongan pada korban henti nafas dan jantung di masyarakat melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar atau RJP dengan jenis kompresi saja. Kegiatan ini sudah dilakukan dengan melatih 367 orang di area sekitar Karawaci dan Tangerang Selatan. Peserta merasakan manfaat dari kegiatan PKM ini dan mengharapkan kegiatan ini diadakan secara periodik sehingga materi dan tehnik RJP tetap dimiliki oleh peserta.</p> Marisa Junianti Manik, Siska Natalia, Renova Sibuea, Theresia Theresia ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/176 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Deteksi Dini Dan Tatalaksana Segera Malnutrisi Pada Batitabagi Kader Posyandu http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/177 <p>Posyandu, berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kader (Peningkatan Pemahaman dan Keterampilan Mitra) melalui pelatihan kader Posyandu&nbsp; dalam&nbsp; melakukan deteksi dini masalah malnutrisi pada Batita dan melakukan tindakan segera untuk mengatasinya. Permasalahan yang ditemukan adalah masih seringnya <em>miss diagnose</em> maupun <em>over diagnose</em> masalah malnutrisi pada Batita sehingga terjadi kekeliruan dan keterlambatan penatalaksanaannya di layanan kesehatan primer (terutama di Posyandu). Berdasarkan permasalahan di atas, maka solusi yang ditawarkan adalah :&nbsp; Pelatihan Deteksi Dini dan Tatalaksana Segera Malnutrisi Pada Batita&nbsp; bagi Kader Posyandu. Kegiatan workshop ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Narmada, Kabupaten Lombok Barat&nbsp; dalam empat kali pertemuan (setiap hari Sabtu) selama bulan Agustus 2018. Antusiasme dan animo untuk mengikuti kegiatan pelatihan dengan sukarela relatif tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini dan tatalaksana segera malnutrisi pada Batita.</p> Lina Nurbaiti, Ida Ayu Eka Widiastuti, Gede Wira Buanayuda ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/177 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penyuluhan Pencegahan Intoksikasi Logam Berat Pada Siswa SD Di Daerah Pesisir Yang Terdampak Pertambangan Emas Skala Kecil http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/178 <p>NTB adalah salah satu propinsi yang menjadi <em>hot spot</em> pertambangan emas skala kecil dan menjadi sumber emisi merkuri yang besar di dunia. Merkuri adalah bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan emas. Merkuri memberikan dampak pada kesehatan masyarakat di daerah pertambangan. Siswa SD di daerah Sekotong mempunyai aktivitas membantu pekerjaan orang tua setelah sekolah untuk mengolah emas, dan tidak jarang proses yang dijalaninya harus berinteraksi dengan merkuri tanpa menggunakan alat perlindungan diri. Pengabdian ini bermaksud membekali siswa tentang dampak intoksikasi merkuri terhadap tubuh dan cara pencegahan terhadap paparan merkuri dari lingkungan. Pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan penyuluhan didahului dengan menonton bersama film yang berisi akibat paparan merkuri dilanjutkan dengan penyuluhan tentang cara pencegahannya dengan praktek mencuci tangan yang benar. Hasil pemeriksaan status gizi menunjukkan sebagian besar siswa status gizinya baik, sebagian gizi kurang dan sedikit dengan gizi lebih.&nbsp; Kegiatan ini terlaksana dengan baik diikuti oleh tiga kelas yaitu kelas tiga, empat dan lima SDN 4 Sekotong Tengah.&nbsp; Pelaksanaan kegiatan dilakukan bertahap&nbsp; dan perlu tindak lanjut dengan kegiatan yang kontinyu dan dimasukkan dalam kegiatan kurikuler.</p> Ardiana Ekawanti, Deasy Irawati, Yunita Sabrina, Mulyanto Mulyanto, Rifana Cholidah ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/178 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Skrining Risiko Penyakit Degeneratif Dan Upaya Pencegahannya Melalui Penyuluhan Asupan Gizi Seimbang Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/179 <p>Jumlah penduduk lansia mengalami kecenderungan peningkatan di seluruh dunia dalam satu dekade ini. Peningkatan usia harapan hidup di Indonesia akan meningkatkan jumlah penduduk lansia. Pertambahan umur menyebabkan penurunan berbagai fungsi fisiologis sebagai konsekuensi proses penuaan mengakibatkan penyakit tidak menular (penyakit degenerative) muncul pada masa ini. Beberapa penyakit penyakit tidak menular yang sering dialami oleh lansia diantaranya hipertensi, artritis, stroke, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan diabetes mellitus..&nbsp; Kontribusi pola makan yang salah akan mengakibatkan gangguan gizi pada lansia dan gangguan gizi ini merupakan factor risiko terjadinya sindroma&nbsp; metabolik. Sindroma metabolic yang terdiri atas obesitas sentral, hipertensi, hiperglikemia dan&nbsp; dyslipidemia meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler . Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk skrining gangguan kesehatan pada lansia dan memperbaiki kualitas kesehatan melalui penyuluhan.&nbsp; Hasil kegiatan ini adalah dilakukannya kegiatan pemeriksaan fisik dan laboratorium pada lansia yang terdapat di panti sosial tresna wredha dengan hasil sebagai berikut: lansia yang mengalaami kelebihan berat badan didapatkan 40 %, lansia yang mengalami obesitas sentral adalah 80 %, anemia 39 %, hiperglikemia 59%, hipertrigliseridemia 49%. Dari hasil tersebut dilakukan kegiatan intervensi berupa penyuluhan tentang pola makan yang sehat pada lansia yang dihadiri oleh 60 orang peserta. Kesimpulan kegiatan ini adalah sebagian besar lansia di panti sosial tresna wredha puspakarma Mataram memiliki risiko terjadinya penyakit degeneratif dan sudah dilakukan kegiatan intervensi berupa penyuluhan.</p> Ardiana Ekawanti, Deasy Irawati, Seto Priyambodo, Rifana Cholidah, Lina Nurbaiti, Anom Yosafat ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/179 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Teknik Cuci Tangan (WHO, 2009) Pada Guru Dan Siswa SDIT Anak Soleh Mataram http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/180 <p>Prevention of infectious diseases in hospital, for example applied correct hand hygiene technique has been required applied its in the community. Due to a rise incidence of infectious diseases in the community, the capacity to perform hand hygiene technique has become important. Elementary student and their teacher are an effective agent of change in the community can help to socialize this important matter according to WHO (2009) hand hygiene technique. Community Devotion and Empowerment Team, Faculty of Medicine Mataram University had been undergone Hand hygiene technique&nbsp; to 110 students and 6 teachers of SDIT Anak Soleh Mataram. Learning strategies to elementary school age takes interesting technique using videos and demonstration using Lumigerm® lotion, a washable germ mimic that invisible under daylight and can only be seen under UV light.&nbsp; The results showed an increase in understanding technique from 34.5 to 82.6 (pretest and post test, respectively) and 88% participants were able to diminish lumigerm lotion properly after hand hygiene demonstration under UV light checked.</p> E. Hagni Wardoyo, Didit Yudhanto, Hamsu Kadriyan, Triana Dyah Cahyawati, Yoga Pamungkas Susani, Titi Pambudi Karuniawaty ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/180 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Optimalisasi Perbaikan Kualitas Sentra Ikan Bakar Pantai Gading Melalui Sosialisasi Personal Hygiene Kepada Kelompok Pengolah Dan Pemasar “Pantai Gading” http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/181 <p>Pantai Gading merupakan sentra kuliner ikan bakar yang berlokasi di sekitar pusat Kota Mataram. Saat ini, popularitas Pantai Gading belum dapat menyaingi sentra kuliner ikan bakar lainnya seperti Pantai Nipah karena perilaku pedagang yang menjadikan sentra kuliner ini sangat lekat dengan opini masyarakat sebagai sentra kuliner yang kurang higienis. Rendahnya tingkat pendidikan, sosial dan ekonomi para pedagang mengakibatkan terbatasnya tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku yang mendasari tentang sanitasi terutama personal hygiene. Sebagai upaya perbaikan kualitas maka dilakukan kegiatan sosialisasi yang bertujuan menanamkan makna dan pentingnya personal hygiene serta memperkenalkan prosedur personal hygiene dalam proses pengolahan ikan bakar. Peserta sosialisasi merupakan para pedagang ikan bakar yang tergabung dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar “Pantai gading”. Metode sosialisasi yang digunakan pada kegiatan ini fokus kepada kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi pedagang terkait personal hygiene. Melalui kegiatan ini peserta mendapat pemahaman akan makna dan pentingnya penerapan personal hygiene oleh seorang pedagang sebagai penentuan mutu dan keamanan pangan produk yang dihasilkan. Peserta juga mulai memahami bahwa mereka harus menjaga kesehatan dengan baik, membiasakan diri untuk hidup bersih dan memiliki kemauan untuk mempelajari dan menerapkan prosedur personal hygiene seperti cara mencuci tangan yang baik. Selain itu, peserta juga mengetahui cara dan manfaat penggunaan perlengkapan personal hygiene standar seperti masker, sarung tangan dan apron. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan motivasi peserta akan pentingnya penerapan personal hygiene dalam proses pengolahan ikan bakar sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing Pantai gading sebagai sentra penjulan ikan bakar di Kota Mataram.</p> Mutia Devi Ariyana, Sri Widyastuti, Nazaruddin Nazaruddin, Tri Isti Rahayu ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/181 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Konsep E-Learning Untuk Mewujudkan Sekolah Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di MA Darun Najah Duman http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/182 <p>Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini tidak terelakkan di dunia pendidikan. Kegiatan pembelajaran dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan lulusan berkualitas bagi generasi masa depan dan menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi dan era <em>Industrial Revolution&nbsp; </em>4.0. Kondisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada saat ini dan perkembangannya di masa datang mengharuskan adanya persiapan dan perencanaan matang dalam mengimplementasikan TIK di sekolah sehingga tidak tertinggal. <em>Industrial Revolution </em>4.0 yang berpusat pada <em>Internet of Thing</em> dapat dilakukan melalui pembelajaran dengan konsep <em>e-learning </em>(baik <em>electronic based e-learning</em> dengan alat-alat elektronik, maupun <em>internet based e-learning </em>dengan dukungan internet). Hal ini tentunya diharapkan dapat memudahkan peserta didik dalam menerima pembelajaran, serta memudahkan pendidik dan pihak sekolah dalam mengontrol proses pembelajaran. Kegiatan pengadian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan sekolah berbasis TIK di Madrasah Aliyah Darun Najah Duman, Lingsar, sehingga peserta didik dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan TIK secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan di masa yang akan datang. Hasil analisis yang diperoleh, baik melalui evaluasi awal dan akhir, observasi, serta diskusi dan tanya jawab, menunjukkan bahwa kegiatan ini telah terlaksana dengan baik. Secara umum peserta kegiatan telah mampu untuk memulai pembiasaan penggunaan perangkat TIK dalam kegiatan pembelajaran, serta telah merasakan adanya manfaat dari adanya kegiatan ini. Hal ini mengarah pada penggunaan konsep <em>e-learning </em>dalam proses pembelajaran, sehingga sekolah berbasis TIK dapat terwujud di Madrasah Aliyah Darun Najah Duman, Lingsar.</p> Nurul Fitriyani, Desy Komalasari, Agus Kurnia ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/182 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peranan Pendidikan Gender Dan Kesehatan Keproduksi Untuk Mencegah Terjadinya Pernikahan Usia Dini (Pendidikan Dan Penyuluhan Pada Siswa MTS Di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara) http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/183 <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini&nbsp; diberi judul “urgensi pendidikan Gender di Sekolah untuk mencegah terjadinya pernikahan usia dini (pendidikan dan Penyuluhan pada siswa MTs di Kabupaten Lombok Utara). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi yang memprihatinkan tentang kecenderungan tingginya angka pernikahan usia dini dan masih rendahnya pemahaman tentang gender dan pendidikan kesehatan reproduksi. Kegiatan ini dilakukan&nbsp; melalui jalur pendidikan formal berupa pembelajaran model pendidikan gender dan dampak sosio-biologis dari&nbsp; terjadinya pernikahan usia dini. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan, simulasi dan metode penyelesaian masalah. Penyuluhan digunakan untuk menyampaikan konsep-konsep gender dan pendidikan gender. Sementara metode penyelesaian masalah dilakukan agar siswa peka terhadap masalah gender dan pernikahan usia dini sehingga siswa sadar dan berusaha mencegah&nbsp; terjadinya pernikahan usia dini.</p> Syafruddin Syafruddin, Hamidsyukri ZM, Hairil Wadi, Rispawati Rispawati ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/183 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peran Gerja Dalam Mencegah Kerusakan Ekosistem Laut Di Desa Dowongi Maiti Kabupaten Halmahera Utara http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/19 <p>Hasil penelitian melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini ini bertujuan mengkaji peran gereja dalam mencegah kerusakan ekosistem laut di desa Dowongi Maiti Kabupaten Halmahera Utara sebagai bagian pengelolaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Laut Indonesia menyimpan begitu banyak kekayaan laut yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, namun demikian prilaku manusia yang tidak bertanggungjawab mengancam punahnya kekayaan laut sebagai anugerah Tuhan. Penggunaaan bahan peledak dan zat-zat kimia beracun dapat merusak terumbu karang dan makhluk hidup yang berlindung didalamnya sesungguhnya tidak sesuai dengan prinsip kebenaran firman Tuhan bahkan merupakan tindakan melanggar hukum (<em>illegal fishing</em>). Perbuatan ini mengakibatkan punahnya seluruh makhluk hidup dilaut termasuk terumbu karang sehingga terjadi kerusakan ekosistem laut dan kelangkaan ikan yang sangat merugikan masyarakat. Tuhan menciptakan laut beserta semua yang ada didalamnya a.l. ikan dan terumbu karang agar menjadi berkat bagi manusia dan ciptaan lainnya harus dijaga kelestarian dan keseimbangannya sehingga dapat terus memberi mamfaat bagi kehidupan manusia terutama masyarakat yang mendiami pesisir pantai dan melakukan aktifitas penangkapan ikan demi memenuhi keperluan hidup sehari-hari.</p> <p>Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Gereja adalah bagian dari unsur masyarakat yang memiliki tanggung jawab untuk ikut mengupayakan kehidupan yang lebih baik termasuk didalamnya upaya pencegahan kerusakan ekosistem laut. Penelitian ini bertempat di masyarakat gereja lokal yang ada di Desa Dowongi Maiti kabupaten Halmahera Utara, Propinsi Maluku Utara Utara dan dilakukan pada bulan November 2017 sampai dengan February 2018. Fokus kajian penelitian pada “peran gereja dalam mencegah kerusakan ekosistem laut di Desa Dowongi Maiti kabupaten Halmahera Utara”.</p> Clartje Silvia Awulle, Limunada Umbase, Merdiati Marbun, Alexius Djangu ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/19 Thu, 06 Dec 2018 00:00:00 +0000 Peran Aktif Institut Transportasi Dan Logistik (ITL) Trisakti Dalam Meningkatkan Kesadaran Manajemen Kebencanaan Di Indonesia http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/17 <p>Indonesia sebagai negara di area ‘<em>ring of fire</em>’ yang mempunyai deretan gunung berapi terbanyak di dunia mempunyai resiko bencana alam yang tinggi.&nbsp; Salah satu bencana alam terburuk dalam sejarah Indonesia adalah tsunami Aceh di tahun 2004. &nbsp;Letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, kabut asap, tsunami merupakan ancaman terus-menerus. &nbsp;Penanganan penanggulangan bencana baik pada pra bencana, saat bencana maupun paska bencana membutuhkan suatu koordinasi yang harus terintegrasi mengingat sensivitas waktu dan rentannya korban bencana. Penelitian memaparkan aktifitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti dalam memberikan kesadaran akan Manajemen Kebencanaan khususnya dibidang Transportasi dan Logistik Kebencanaan pada saat pra bencana maupun saat bencana.&nbsp; Terlibat aktif dalam pembentukan Forum Logistik Penanggulangan Bencana Indonesia (FORLOG PBI) yang diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menjadi tim inti pembentukan Klaster Nasional Logistik Penanggulangan Bencana (KLASNASLOG PB) BNPB pertama di Indonesia, pembuatan kurikulum dan pengajaran mata kuliah <em>Humanitarian Logistics </em>di ITL Trisakti, memberikan penyuluhan tentang Logistik Kebencanaan kepada BNPB maupun masyarakat, maupun membuat penelitian serta tulisan tentang Manajemen Kebencanaan, telah dilakukan.&nbsp; Tulisan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif karena ingin menggambarkan secara jelas dan mendalam aktifitas yang telah dilakukan. Hasil yang didapat adalah harus adanya kerjasama yang dilambangkan oleh segitiga <em>Helix</em> antara semua aktor yang terlibat seperti pemerintah, industri dan masyarakat (dengan akademisi didalamnya) untuk meningkatkan <em>awareness</em> atau kesadaran akan pentingnya Manajemen Kebencanaan.</p> Raden Didiet Rachmat Hidayat, OlFebri OlFebri, Euis Saribanon, Aisyah Rahmawati, Sandriana Marina ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/17 Thu, 06 Dec 2018 00:00:00 +0000 Visualisasi Maskot, Poster, Dan Logo Sebagai Media Kampanye “Upaya Awal Perlindungan Diri Ketika Terjadi Gempa Bumi” Kepada Anak-Anak Pulau Lombok http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/20 <p>Sebagai negara yang dilalui jalur cincin berapi dunia, Indonesia khususnya pulau Lombok menjadi daerah yang rawan gempa, hal ini melahirkan kebutuhan komunikasi visual yang dapat mengedukasi upaya awal dalam tindakan perlindungan diri dari bencana gempa bumi baik di dalam maupun di luar ruangan. Hal ini belum tersosialisasikan dengan baik karena belum adanya sebuah komunikasi visual yang memberikan informasi yang mudah dicerna dan selalu diingat masyarakat khususnya anak-anak. Untuk itu penulis, dengan pengalamannya membuat komunikasi visual sosialisasi tindakan pencegahan pada saat gunung meletus, saat ini kembali membuat solusi visual yang diperuntukkan khusus bencana gempa bumi untuk masyarakat pulau Lombok. Solusi ini berupa karakter maskot sebagai <em>communicator</em>, poster infografik sebagai <em>informator</em>, dan logo ikonik sebagai <em>reminder</em>. Selain bertujuan untuk menjadi pedoman dalam upaya awal perlindungan diri terhadap bencana gempa bumi, penulis juga membuka hasil komunikasi visual ini untuk dikembangkan lebih lanjut dalam menggalang dana dan meningkatkan devisa, khususnya dalam rangka pemulihan pasca gempa bumi pulau Lombok.</p> Andreas James Darmawan, Ronald Gunawan, Citra Syukma Bayu Sakti ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/20 Thu, 06 Dec 2018 00:00:00 +0000 Pemanfaatan Limbah Atau Sampah Rumah Tangga Sebagai Penyelamat Lingkungan Serta Bernilai Ekonomis Optimal Dan Berkualitas http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/21 <p>Desa Jembul Kecamatan Jatirejo merupakan desa yang berada di wilayah barat Kabupaten Mojokerto. Dilihat dari kondisi dan letak geografisnya, desa ini dikelilingi oleh bukit dan hutan lindung yang sebagian besar terdiri dari pohon pinus dan mahoni. Selain itu desa ini memiliki potensi wisata yang belakangan ini banyak didatangi warga dari luar kabupaten Mojokerto seperti “CURUG KABEJAN, BUKIT PELANGI dan KOLAM RENANG”. Melihat masalah yang ada di desa Jembul terkait sampah yang berserahkan dan belum termanfaatkan dengan optimal. Serta Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan standar kehidupan juga meningkat yang berarti juga peningkatan penggunaan produk konsumsi. Namun, di sisi lain, timbul eksternalitas negatif berupa peningkatan sampah yang merupakan akibat dari penggunaan produk yang dipakai masyarakat, di Jembul pengelolaannya masih belum optimal sehingga merusak keindahan lingkungan, Sehingga pengelolaan sampah memerlukan penanganan yang tepat, terutama sampah anorganik karena sulit terurai. Maka kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menemukan alternatif lain dalam mengelola sampah, menjelaskan peran ekonomi kreatif dalam pembangunan ekonomi di Desa Jembul, dan untuk melihat potensi penggunaan sampah dalam pengembangan ekonomi Desa Jembul.Target dari kegiatan ini yaitu adanya pengolahan sampah secara optimal sehingga Desa Jembul diakui menjadi desa wisata yang bersih dan nyaman. Luaran yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah kemampuan para anggota Ibu-ibu PKK serta warga lainnya untuk mengoptimalkan pengolahan pemanfaatan sampah menjadi nilai ekonomi yang optimal dan berkualitas. Hasil produk pemanfaatan sampah dari plastik juga bisa di gunakan tas souvenir bagi para pengunjung wisata Desa Jembul. Pelaksanaan kegiatan selama dua bulan yaitu April dan Mei 2018. Metode yang digunakan yaitu (1) tahap sosialisasi dan diseminasi kepada Warga terutama ibu-ibu PKK tentang Pengolahan sampah, (2) dokumentasi dan rencana pengelolaan Sampah, (3) menetapkan sasaran Sovenir dalam kegiatan desa wisata, (4) pelatihan membuat kerajinan tangan bekerja sama dengan DLH Mojokerto dan (5) pendampingan pengembangan serta pemasaran produk berkualitas dari sampah di desa Jembul.</p> Mohammad Muslimin ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/21 Thu, 06 Dec 2018 00:00:00 +0000 Pengelolaan Kali Bersih Kawasan Hulu Bendung Jangkok Untuk Menunjang Sektor Pariwisata Di Lombok Barat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/23 <p>Seiring dengan dinamika pembangunan di Kabupaten Lombok Barat maka terjadi konversi lahan basah (<strong><em>wet land</em></strong>) yang cukup tinggi untuk fungsi bangunan, dengan kondisi luas wilayah tetap tidak mengalami perubahan, tentu akan menimbulkan dampak negatif terhadap kabupaten tersebut. Salah satu dampak negatifnya adalah peningkatan koefisien limpasan air hujan/air permukaan (<strong><em>surface run</em></strong> <strong><em>off</em></strong>) akibat tertutupnya permukaan tanah yang tadinya berfungsi sebagai daerah resapan air ataupun tempat parkir air (<strong><em>retarding pond</em></strong>).</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>Untuk mengendalikan daya rusak air, diperlukan langkah-langkah penanganan non-fisik melalui usaha konservasi, memelihara keberadaan, keberlanjutan, sifat, dan fungsi sungai agar alirannya tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai. Hal mendesak dan sangat perlu dilakukan adalah melakukan penyuluhan-penyuluhan secara kontinyu kepada masyarakat setempat untuk identifikasi kondisi sungai terutama di daerah sasaran dalam hal ini Desa Sesaot.</p> <p>&nbsp;</p> <p>1.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Melalui program pengabdian pada masyarakat ini dapat diperoleh landasan dasar untuk menentukan konsep bentuk perlakuan pendekatan kultur dan budaya masyarakat yang dipakai dalam menanggulangi Program Kali Bersih yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis jumlah angkutan sedimen pada Sungai Utama Bendung Jangkok yang terjadi sebesar 5,984 x10<sup>-3</sup> m<sup>3</sup>/hari. Dan debit sedimen melayan<em>g (suspended load)</em> pada Hulu Bendung Jangkok maksimum sebesar 22,355 ton/hari, sedangkan debit sedimen terendap pada Hulu Bendung Jangkok maksimum sebesar yaitu 1710,994 ton/. Dengan pendekatan ini nantinya dapat dijadikan bahan rekomendasi untuk menentukan skala prioritas penanganan Program Kali Bersih di Kabupaten Lombok Barat dalam menunjang program Nasional.</p> Ida Bagus Giri Putra, Yusron Saadi, Lalu Wirahman, Salehudin Salehudin, M.Bagus Budianto ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/23 Thu, 06 Dec 2018 00:00:00 +0000 De Dolet Dan Gula Semut Dari Gula Batok Sebagai Alternatif Potensial Pemberdayaan Masyarakat Pengolah Nira http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/24 <p>Produsen gula aren umumnya menghadapi permasalahan, antara lain produk gula yang gagal mengeras yang dikenal dengan nama de dolet dan proses pengolahan gula semut yang belum mampu mengejar kebutuhan kapasitas produksi yang tinggi. Selain itu, produsen lokal tetap mempertahankan pola lama menghasilkan gula batok yang lebih mudah dijual di pasar-pasar tradisional. Dengan proses pengolahan yang baik dan terkontrol, gula aren cair dapat dihasilkan dengan mutu lebih baik dan daya simpan lama. Produsen gula semut dapat memperoleh keuntungan dari peningkatan kapasitas produksi dan penurunan waktu proses dengan menghasilkan gula semut dari gula aren padat, sehingga tidak perlu melalui proses pemasakan yang lama. Hal ini tidak saja menguntungkan produsen gula semut tetapi menguntungkan bagi produsen gula batok yang tidak ingin mengubah produknya.</p> Baiq Rien Handayani, Wiharyani Werdiningsih, Mulyawan Mulyawan ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/24 Thu, 06 Dec 2018 00:00:00 +0000 Pemanfaatan Limbah Cair Pengolahan Tahu Untuk Pembuatan Nata De Soya Di Kelurahan Kekalik Jaya Kota Mataram http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/150 <p>Pengolahan kedelai menjadi tahu menghasilkan limbah padat dan cair. Limbah cair tahu secara kimia merupakan bahan yang mempunyai komposisi nutrisi yang baik sehingga dapat didaur ulang untuk menghasilkan produk lain yang bermanfaat. Salah satu teknologi pemanfaatan limbah cair tahu menjadi produk yang lebih menghasilkan dan sekaligus bermanfaat untuk mengurangi tingkat cemaran terhadap lingkungan perairan, yaitu pembuatan nata de soya yang berbahan dasar limbah cair tahu (whey tofu) sebagai medium tumbuh bagi bakteri asam asetat pembentuk nata <em>Gluconacetobacter xylinus</em>. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada kelompok pengrajin tahu di Kelurahan Kekalik Jaya Kota Mataram mengenai dampak pembuangan sampah organik bagi lingkungan perairan. Selanjutnya kegiatan pengabdian ini juga bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada pengrajin tahu mengenai teknologi pembuatan produk nata de soya dengan memanfaatkan limbah cair tahu (whey) sebagai medium dasar. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu : penyuluhan mengenai dampak limbah pengolahan tahu terhadap lingkungan perairan dan kesehatan masyarakat, penyuluhan mengenai cara memanfaatkan limbah cair tahu untuk pembuatan nata de soya dan praktek pembuatan nata de soya dari limbah cair tahu. Sasaran kegiatan ini adalah para pengrajin tahu yang ada di Kelurahan Kekalik Jaya Kota Mataram. Kegiatan pengabdian ini telah terlaksana dengan baik dengan dihadiri oleh 25 orang perajin tahu sebagai peserta, selain dihadiri oleh lurah dan PPL yang membina kelompok perajin tahu di Kelurahan Kekalik Jaya. Peserta antusias mengikuti kegiatan sampai selesai dan menghendaki kegiatan ini ada tindak lanjutnya agar perserta betul-betul menguasai cara memproduksi nata de soya dari limbah cair pengolahan tahu.</p> Sarkono Sarkono, Aida Muspiah, Ahmad Jupri, Immy Suci Rohyani, Islamul Hadi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/150 Thu, 06 Dec 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Teknik Demonstration – Performance Dalam Meningkatkan Kemampuan Bermain Drama Bahasa Inggris Pada Mahasiswa http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/90 <p>Drama merupakan salah satu bentuk karya sastra selain puisi dan prosa, namun pengajaran prosa dan puisi cenderung mendapat tempat paling atas daripada pengajaran drama. Pembelajaran sastra, khususnya drama dapat dicapai melalui empat keterampilan berbahasa yang saling berhubungan, yakni a)keterampilan berbicara, b)keterampilan menyimak, c)keterampilan membaca, dan d)keterampilan menulis. Melalui pelatihan ini, mahasiswa dibimbing untuk menguasai keempat keterampilan tersebut dengan menerapkan teknik <em>Demonstration - Performance</em>. Mekanisme pelatihan ini antara lain; dalam kegiatan mendengarkan dialog atau penggalan drama, mahasiswa telah melakukan kegiatan menyimak <em>(listening skill), </em>pada saat mahasiswa memperagakan penggalan drama, mahasiswa telah melakukan kegiatan berbicara <em>(speaking skill), </em>pada saat mahasiswa membacakan penggalan dialog dalam naskah drama, mahasiswa melakukan kegiatan membaca <em>(reading skill), </em>dan pada kegiatan menulis naskah teks drama yang akan dipentaskan, mahasiswa melakukan kegiatan menulis <em>(writing skill). </em>Peserta dalam pelatihan ini adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Inggris, Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam menerapkan teknik <em>Demonstration – Performance</em> adalah <em>describing </em>dan<em> practicing.</em> Hasil dari pelatihan ini memunjukkan adanya peningkatan keterampilan bermain drama setelah teknik <em>Demonstration – Performance </em>ini diterapkan yang awalnya masih rendah.</p> Evizariza Evizariza, Essy Syam, Qori Islami Aris ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/90 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Pelatihan Akademic Writing http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/92 <p>Tujuan utama dari pelatihan <em>academic writing</em> ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam ketrampilan menulis, dimana kompetensi profesional merupakan salah satu kompetensi yang wajib dimiliki guru selain kompetensi pedagogik, sosial dan kepribadian. Selain itu, di abad 21 ini guru menjadi bagian dari masyarakat pengetahuan akibat perubahan masyarakat industri. Dengan demikian, mereka juga dituntut menjadi guru professional yang ditantang untuk melakukan akselerasi terhadap perkembangan informasi, teknologi dan komunikasi dan menjadi pembelajar sepanjang karir mereka melalui salah satunya adalah keikutsertaan dalam pelatihan, workshop, seminar maupun konferensi baik yang bertaraf nasional maupun internasional. Pelatihan <em>academic writing</em> ini lebih memfokuskan pada penulisan artikel untuk makalah konferensi, publikasi di jurnal dan di Koran atau media massa. Tiga puluh lima (35) guru dari Madrasah Tsanawiyah (Mts) dan Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Darul Muttaqien yang terletak di Parung Bogor berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pelatihan ini dilaksanakan selama 15 jam yang dibagi menjadi 3 sesi pertemuan. Ada empat (4) metode pelaksanaan yang dilakukan dalam pelatihan ini yaitu metode ceramah, metode brainstorming dan diskusi, metode demonstrasi dan metode pendampingan. Target khusus dalam pelatihan adalah peningkatan jumlah keikutsertaan para guru sebagai pemakalah dalam kegiatan seminar dan konferensi atau publikasi ilmiah baik di Koran, media massa ataupun jurnal. Dari hasil pelatihan diperoleh data bahwa dari 35 peserta, 1 peserta yang makalahnya sudah memenuhi standar penulisan artikel baik dalam Indonesia maupun bahasa Inggris, 5 peserta yang sudah mampu menulis namun masih banyak perbaikan, dan sisanya masih perlu banyak latihan yang intensif. Walaupun hasilnya tidak signifikan, namun antusias peserta dalam mengikuti kegiatan dan bimbingan sangat tinggi dilihat dari hasil evaluasi dengan nilai rata rata 37,68 dari nilai total 40. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan <em>academic writing</em> memberikan manfaat dan menambah kesadaran guru akan perlunya mengasah ketrampilan menulis.</p> Somariah Fitriani, Istaryatiningtias Istaryatiningtias ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/92 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Perencanaan Kawasan Ekowisata Melalui Pelatihan Pemanduan Wisata Dan Pengembangan Media Interpretasi http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/93 <p>Pariwisata adalah salah satu sektor ekonomi yang potensial di Provinsi Banten. Pariwisata Banten memiliki banyak tempat wisata yang menarik dan berbasis alam. Tangerang Selatan adalah kawasan di Banten yang mengembangkan pariwisata dan salah satu daerahnya adalah Keranggan. Keranggan adalah kelurahan di Kecamatan Setu yang sedang mengembangkan ekowisata. Keranggan dilalui Sungai Cisadane yang akan dikembangkan aktivitas ekowisata. Selain itu di Keranggan terdapat <em>home industry</em> yang memproduksi makanan khas seperti kembang goyang, rengginang, opak singkong, keripik pisang, keripik singkong, dan masih banyak lagi. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok masyarakat Keranggan di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu kurangnya masyarakat yang mampu memandu wisatawan saat berkunjung, jumlahnya baru satu orang. Jumlah ini masih tergolong sangat sedikit untuk melayani wisatawan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan keterampilan tentang pemanduan wisata. Selain itu objek wisata di Keranggan juga belum dilengkapi dengan informasi sebagai media interpretasi pariwisata. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanduan wisata dan tersedianya media interpretasi di kawasan wisata Keranggan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan metode ceramah, diskusi, praktik dan kunjungan lapangan. Luaran dari kegiatan ini adalah modul pemanduan wisata dan papan interpretasi. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah peningkatan tentang pengetahuan pemanduan wisata dan tersedianya media interpretasi.</p> Yustisia Kristiana, Rudy Pramono ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/93 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Kecerdasan Emosional Sebagai Komplementer Kecerdasan Intelektual Dalam Menghadapi Era 'Disruptive Innovation' http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/94 <p>Menghadapi era <em>disruptive innovation, </em>muncul kebutuhan untuk unggul secara global. Seperti disampaikan oleh Menteri Ristekdikti pada tahun 2018,&nbsp; tentang kebutuhan mengembangkan sumber daya manusia yang dapat bertahan di masa depan. Kenyataannya, berbagai masalah sosial masih saja terjadi, sehingga menghambat kesiapan yang diharapkan. Misalnya seperti menyontek, hingga masalah tawuran atau <em>bullying</em>. Uniknya, permasalahan tersebut bukanlah karena ketidakmampuan intelektual namun terkait kecerdasan emosional (<em>emotional inteligence</em>).</p> <p>Menanggapi permasalahan di atas, maka diadakan seminar dan pelatihan bagi sejumlah 128 siswa kelas X di SMA Permai Jakarta. Tujuannya, memberikan informasi dan melatih kecerdasan emosional siswa agar dapat bersosialisasi dan mengikuti kegiatan belajar secara efektif. Kegiatan dibagi dalam dua fase, yaitu fase seminar dan fase pelatihan. Fase seminar, dijelaskan kecerdasan emosional dan peranan komplementer dari kecerdasan intelektual (IQ), beserta aspek penting dari kecerdasan emosional. Fase pelatihan, peserta mempraktikkan keterampilan mengenali emosi, mengelola emosi, memotivasi diri dan membina relasi dengan orang lain. Teknik keterampilan yang dilatih meliputi jurnal harian, berbicara asertif, memberi pujian, temperatur emosi dan mendengar aktif. Metode penulisan yang digunakan yaitu analisis deskriptif terhadap proses berlangsungnya kegiatan dan evaluasi peserta.</p> <p>Hasil evaluasi menunjukkan aspek kecerdasan emosional (EI) yang paling mudah bagi siswa adalah mengenali emosi diri sendiri (31,6%), sedangkan yang paling sulit adalah mengelola emosi (35,8%). Teknik keterampilan yang paling banyak dipilih oleh peserta yaitu 44% temperatur emosi. Simpulannya adalah (1) siswa dapat menyadari aspek EI yang telah berkembang baik sekaligus aspek EI yang masih perlu dikembangkan; dan (2) siswa melatih teknik keterampilan yang telah diajarkan. Sarannya ialah perlunya kegiatan <em>monitoring</em> berkala dan <em>follow-up</em>.</p> Pradipta Christy Pratiwi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/94 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Kewirausahaan Dan Pemasaran Usaha Kecil Menengah Pada Masyarakat Desa Kedung Dalem http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/95 <p>Desa Kedung Dalem adalah nama sebuah daerah di kabupaten Tangerang, mata pencarian masyarakatnya adalah petani selain itu juga ada yang menjadi pedagang makanan dan usaha kecil lainnya. Masyarakat Desa Kedung Dalem bukan masyarakat yang makmur secara pendapatan, bahkan bisa dikategorikan sebagai masyarakat miskin. Dengan keadaan seperti inilah Habitat For Humanity bekerja sama dengan UPH (secara khusus FIP-UPH Prodi Pendidikan Ekonomi) mengadakan PKM di Desa Kedung Dalem. Masyarakat belum mengerti tentang arti sebenarnya dari membuat usaha kecil menengah, mereka hanya menitik beratkan usaha pada laba, pengetahuan tentang modal rendah yaitu mereka menganggap uang adalah segalanya yang dapat membuat usaha kecil menengah berhasil. Sebagai dosen FIP-UPH,&nbsp; penulis bertujuan memberikan edukasi pada masyarakat Kedung Dalem terutama yang mempunyai usaha dan tertarik untuk membuka usaha kecil menengah untuk lebih dapat mengembangkan lagi usahanya dan memberikan pelatihan&nbsp; pengetahuan mengenai kewirausahaan juga pemasaran. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbentuk <em>workshop</em> mengenai kewirausahaan dan pemasaran. Setelah mengadakan pelatihan tersebut hasil yang didapat oleh masyarakat Desa Kedung Dalem adalah tambahan ilmu mengenai Kewirausahaan dan pemasaran, menurut peserta pelatihan ini bermanfaat dan direspon secara baik, karena masyarakat Desa Kedung Dalem yang mengikuti pelatihan ini jadi lebih mengerti tentang berwirausaha, strategi modal usaha kecil menengah dan cara memasarkan produk. Secara umum penulis menyimpulkan bahwa masyarakat Desa Kedung Dalem masih perlu tindak lanjut untuk&nbsp; mengaplikasikan pengetahuan mereka walaupun mereka akhirnya mengerti mengenai arti membuka dan mempunyai usaha secara benar.</p> Selvi Esther Suwu ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/95 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Dan Penyuluhan Untuk Meningkatkan Kompetensi Sdm Pada Bidang Pengelolaan Manajemen Perkantoran Pada Kantor Wali Nagari Malay V Suku Timur http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/96 <p>Kompetensi&nbsp; SDM menjadi prasyarat utama untuk meningkatkan kinerja &nbsp;sumber daya manusia yang kompeten sangat diperlukan Namun pada Kantor Walinagari V suku Timur terlihat karyawannya belum lagi memiliki kompetensi dalam (Pengelolaan Manajemen Perkantoran) sebagaimana yang dibutuhkan oleh tuntutan kerjanya sebagai karyawan pada institusi tersebut. Seperti contoh terlihat belum terlatihnya dalam bekerja seperti mengoperasikan komputer, mengarsipkan surat menyurat sebagaimana teori kearsipan yang baku, sehingga tatkala dibutuhkan sulit untuk menemukannya kembali begitu juga dengan proses pembuatan surat menyurat, terlihat karyawannya belum lagi mampu mengoperasikan komputer sehingga menganggu kinerja dengan lambatnya selesai tugas yang diberikan kepada mereka. Dan disamping itu terliht juga masalah pelayanan terhadap masyarakat yang sejogyannya masih menjadi keluhan bagi masyarakat di kenagariana tersebut.Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk menjadikan SDM yang yang dimiliki Kantor Wali nagari Malay V Suku Timur menjadi SDM yang memiliki kompetensi agar mampu bekerja sesuai dengan tuntutan pekerjaannya. Kegiatan ini akan diikuti&nbsp; oleh karyawan kantor wali Nagari V Suku Malay&nbsp; Timur sebanyak lebih kurang 15&nbsp; orang.</p> <p>Target luaran yang ingin dicapai adalah target wajib berupa publikasi dijurnal Nasional yang ber ISSN,peningkatan kompetensi karyawannya dalam hal pengelolaan manajemen perkamtoran sehingga mampu memperbaiki kualitas karyawan dengan ilmu yang mereka dapatkan ini</p> <p>Metoda yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah&nbsp; ceramah dan &nbsp;pelatihan&nbsp; training dalam bidang manajemen perkantoran dan ilmu dibidang pelayanan.</p> Yusnaena Yusnaena, Dedi Julianto, Syahrul Effendy, Erdasti Husni ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/96 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penyuluhan Parenting Melalui Program Talk-Show Di Radio http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/97 <p>Peran orang tua dalam mendidik dan mengasuh bukan sesuatu yang alamiah terjadi begitu saja namun lebih merupakan sebuah proses belajar seumur hidup dan dibutuhkan kesadaran untuk belajar tentang cara mengasuh anak dengan baik. Kebutuhan akan informasi cara penanganan masalah pada anak ini membuat penulis berpikir cara penyebaran informasi ini bisa diterima masyarakat secara luas. Salah satu solusinya adalah melalui siaran radio. Radio merupakan sarana komunikasi untuk berbagi informasi yang bisa dijangkau oleh hampir semua kalangan. Program ini berupa <em>talk-show</em> di radio bertajuk <em>Parenting With Heart (PWH) </em>yang merupakan kerjasama dengan Yayasan Busur Emas (YBE). PWH ini dilakukan setiap hari Sabtu berdurasi satu jam dari pukul 07.00 sd 08.00. <em>Talkshow</em> ini menyajikan tema-tema praktis dalam menangani permasalahan anak sehingga dapat membantu orang tua menemukan informasi-informasi yang dibutuhkan dalam menghadapi permasalahan sehari-hari dalam mengasuh anak. Berikut adalah topik pada Januari hingga Juni 2018: <em>dealing with delay</em>, anakkku jatuh cinta, <em>stop bullying at home, day care vs nanny care, screen time management, book vs gadget. </em>Pada program ini, orangtua dapat berinteraksi baik melalui pesan singkat atau melalui telepon. Program ini merupakan bentuk sumbangsih kepada masyarakat kota dalam menjawab permasalahan anak dan penanganannya secara ilmiah, sehingga orang tua dapat menangani masalah anak bukan berdasarkan mitos yang beredar di masyarakat. Program ini telah berlangsung empat tahun dan mendapat respon yang positif dari orang tua. Pesan singkat dan telepon pada waktu siaran berlangsung berupa pertanyaan dari orang tua seputar permasalahan anak mereka merupakan bentuk antusiasme orangtua terhadap program ini. Antusiasme pendengar juga berupa berupa permintaan pemutaran kembali rekaman siaran berupa audio ataupun berbentuk tulisan sehingga mereka yang tidak sempat mendengar secara langsung dapat tetap mendapatkan informasinya. Dalam menanggapi respon ini YBE telah menyediakan rekaman siaran dan artikel di website YBE.</p> Krishervina Rani Lidiawati ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/97 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Meningkatkan Keterampilan Mengajar Guru Sma Di Kabupaten Tangerang – Banten http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/98 <p>Tangerang merupakan wilayah perkembangan Jakarta. Kabupaten Tangerang banyak mengalami pertumbuhan, yakni: (1) Pusat Pertumbuhan Balaraja dan Tigaraksa, difokuskan sebagai daerah sentra industri, permukiman, dan pusat pemerintahan; (2) Pusat Pertumbuhan Teluk Naga, berada di wilayah pesisir, mengedepankan industri pariwisata alam dan bahari, industri maritim, perikanan, pertambakan, dan pelabuhan; (3) Pusat Pertumbuhan Curug, Kelapa Dua, Legok dan Pagedangan difokuskan sebagai pusat pemukiman, dan kawasan bisnis. Sedangkan guru Sekolah Menengah Atas yang ada di Kabupaten Tangerang seakan terpisah dengan keadaan disekelilingnya. Banyak guru yang hanya mengajar saja dan langsung pulang ke rumahnya atau mengajar di sekolah lain.&nbsp; Untuk itu dilakukan pengabdian kepada masyarakat ditujukan bagi guru SMA yang ada di Kabupaten Tangerang. Abdimas ini dilakukan mengikuti alur pengembangan sumber daya guru dalam pembelajaran&nbsp; yaitu:&nbsp; tahun pertama Pencerahan tentang Pendekatan kontruktivisme; tahun kedua Pendekatan keterampilan Proses dan tahun ketiga adalah Pendekatan Student Team Achievement Division (STAD). Sekarang telah memasuki tahun ketiga yaitu tentang STAD yang dimulai pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2018. Hasil pada tahun pertama, selesai pendampingan oleh dosen FKIP-UT terhadap&nbsp; guru SMA di kabupaten Tangerang telah terampil menerapkan pendekatan kontruktivis dalam pembelajarn di kelasnya. Begitu juga dengan hasil tahun kedua dengan dilakukan pendampingan&nbsp; para guru SMA secara aktif telah&nbsp; menerapkan keterampilan proses pada setiap pembelajarannya.&nbsp; Semoga guru SMA di Balaraja selalu menerapkan pendekatan konstruktivisme dan keterampilan proses pada setiap pembelajaran&nbsp; di kelasnya.</p> Prayekti Prayekti, Dodi Sukmayadi, Widiasih Widiasih ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/98 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penerapan Model Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Fisika Pokok Bahasan Usaha Dan Energi http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/99 <p>Sekolah lanjutan tingkat atas, dalam hal ini Sekolah Menengah Atas (SMA), memiliki seluruh mata pelajaran yang dapat mengembangkan potensi anak, dan dapat membekali dirinya untuk menghadapi kehidupan nyata pascapendidikan formal. Salah satu mata pelajaran kelompok peminatan adalah fisika yang merupakan bagian dari rumpun sains. Melalui mata pelajaran fisika peserta didik diharapkan dapat: (1) mengembangkan kemampuan berfikir analitis deduktif dengan menggunakan berbagai peristiwa alam; (2) menyelesaikan masalah baik secara kualitatif maupun kuantitatif&nbsp; dengan menggunakan matematika; (3) mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ketiga sasaran pembelajaran fisika, di atas menuntut kemampuan logika matematika yang tinggi. Tuntutan ini menyebabkan tidak semua peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Rata-rata hasil belajar fisika hampir di setiap sekolah umumnya berada dibawah mata pelajaran lain sesama rumpun sains. Disisi lain fisika adalah salah satu mata pelajaran yang merupakan sarana (<em>conten vehicle</em>) peserta didik melaksanakan&nbsp; pembelajaran (<em>leaning actitivities</em>) sehingga memperoleh pengalaman belajar (<em>learning experience) </em>dan mampu mengembangkan sendiri ilmu yang diperolehnya (<em>knowledge generation</em>) sehinga secara komulatif pengalaman dan pengembangan belajar tersebut membentuk kompetensi (mengetahui, menguasai, mengamalkan) yang menjadi bekal dalam&nbsp; kehidupannya di masyarakat (Fatkhul Ma’arij, 2010:4). Apa jadinya jika masyarakat belajar tersebut dididik dengan metode drill, metode dikte, metode ceramah atau kita kenal dengan metode konvensional ? bagaimana mungkin mereka bisa berkompetisi jika tingkat berfikir masih LOTS (<em>Low Order of Thingking Skills</em>) buah dari metode konvensional ?</p> <p>&nbsp;Pengalaman menjadi guru fisika SMA, sejak tahun 1992 hingga saat ini, masih menemukan bahwa metode konvensional menjadi metode favorit&nbsp; untuk pelaksanaan pembelajaran fisika terutama kelas-kelas dengan jumlah peserta didik lebih dari 40 peserta didik. Pembelajaran fisika di SMA secara umum masih terfokus pada transfer ilmu (<em>knowledge transmission</em>), guna memenuhi tuntutan kurikulum dan usaha meningkatkan nilai peserta didik saat ujian. Dampak langsung&nbsp; yang ditemui adalah mereka menjadi (<em>banking consept</em>) berorientasi pada hasil. Dampak tidak langsungnya adalah persepsi peserta didik terhadap mata pelajaran fisika rendah, fisika menjadi mata pelajaran yang menakutkan, bahkan sikap menghargai produk ilmiah, tidak terjadi sama sekali ( jauh panggang dari api).</p> <p>&nbsp;Secara spesifik, masalah yang dirasakan dalam pembelajaran fisika diantaranya: jika diminta tanya jawab pada proses&nbsp; pembelajaran peserta didik&nbsp; cenderung menghindar, dan berusaha menjauh dari lalu lintas pembelajaran. Peserta didik membaca pada ringkasan materi seperti kumpulan rumus “LKS” tanpa memaknai variabel variabel yang terdapat pada rumus tersebut. Peserta didik mencatat pelajaran fisika tidak pada buku yang khusus (catatan atau latihan fisika), peserta didik cenderung cepat bosan mengikuti pelajaran, kemudian bercengkrama dengan teman pasangan duduknya,&nbsp; tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) di rumah, melainkan di kelas menjelang pelajaran dimulai&nbsp; dan sebagian besar peserta didik menyalin PR dari peserta didik yang pandai dan rajin. Kemampuan berfikir rasional peserta didik sangat lemah dalam mengerjakan soal-soal fisika, tidak dapat melihat hubungan antara pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Peserta didik tidak berusaha mengkaitkan formula fisika dengan kehidupan sehari-hari, dan lingkungan tempatnya tinggalnya. Dengan kata lain pembelajaran fisika di SMA belum memberikan hasil seperti yang diharapkan di atas.</p> <p>Ada beberapa faktor yang menjadikan guru fisika masih dominan dalam menggunakan pembelajaran konvensional, diantaranya adalah sarana praktikum masih kurang lengkap, alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah eksperimen atau demonstrasi belum memadai, ruang laboratorium dijadikan ruang kelas karena keterbatasan jumlah kelas, sementara jumlah partisipasi&nbsp; peserta didik baru melebihi kapasitas sekolah. Dengan kondisi ini umumnya guru fisika&nbsp; mengajar fisika mengunakan spidol/kapur atau hanya gambar sebagai model. Pembelajaran seperti ini belum mencukupi, sebab hanya menuntut peserta didk pada tingkat mengingat yang lebih dominan atau senantiasa memaparkan fakta, tanpa melangkah kepada konsep, prosedural apalagi metakognitif. Sebagai contoh peserta didik hafal rumus energi kinetik, energi potensial, teorema energi, hukum kekekalan energi, tetapi peserta didik masih lemah dalam memahami dan memberikan contoh, atau mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari, sehingga peserta didik kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal usaha dan energi.</p> <p>Faktor lain yang menyebabkan terjadinya pembelajaran seperti disampaikan di atas adalah, belum terbiasanya guru melakukan banyak pendekatan, model, metode, strategi, menguasai media pembelajaran atau berimprovisasi terhadap kurangnya alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembelajaran, sehingga guru mengajar dengan apa adanya. Disisi lan tuntutan sertifikasi guru hanya mengajar minimal&nbsp; 24 jam pelajaran seminggu, tanpa menakar lebih rinci apa yang dilakukan guru selama 24 jam pelajaran tersebut, menjadi pemicu guru malas melakukan improvisasi, mengunakan model-model pembelajaran yang membuat peserta didik aktif belajar.</p> <p>&nbsp;Kembali lagi pada masalah pembelajaran fisika pada umumnya, dimana peserta didik banyak yang hanya duduk (<em>pasif</em>) di tempat masing-masing, memperhatikan guru mengajar (<em>menjelaskan</em>) materi pelajaran yang diajarkan, peserta didik belajar dengan mendengarkan dan mencatat sendiri-sendiri apa yang diterangkan oleh guru. Peserta didik jarang sekali dilibatkan untuk bekerja sama dalam proses pembelajaran yang menyenangkan, tetapi masing-masing peserta didik dituntut untuk berpacu dan mengerti apa yang dijelaskan guru. Maka terjadilah persaingan antar individu, bekerja keras untuk mengalahkan teman sekelasnya.</p> <p>Hal di atas adalah, sebuah fenomena pembelajaran yang perlu mendapat perhatian, di tengah situasi masyarakat yang rentan dengan masalah-masalah sosial saat ini. Perlu sebuah upaya pembelajaran yang menyenangkan melalui interaksi peserta didik dengan peserta didik lainnya, peserta didik berinteraksi dengan guru dan&nbsp; peserta didik, guru, berinteraksi dengan bahan ajar, sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan efektif.</p> <p>Sebagaimana telah diutarakan, faktor-faktor yang cukup mendasar dalam pembelajaran fisika adalah proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang baik dan benar diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada proses adalah model belajar konstruktivisme, pembelajaran yang tidak dirasakan sebagai suatu proses pembebanan dengan mengubah pola belajar peserta didik pasif menjadi peserta didik aktif dalam pembelajaran sehingga kemampuan berfikir dari LOTS menjadi HOTS (<em>berfikir tingkat tinggi</em>) dapat tercapai.</p> <p>Merujuk pada pengalaman, dalam menerapkan berbagai model pembelajaran sebelumnya, untuk mengatasi rendahnya proses belajar perlu diterapan model pembelajaran alternatif lain.&nbsp; Model Konstruktivisme adalah salah satu pandangan tentang proses pembelajaran (perolehan pengetahuan) diawali dengan&nbsp; terjadinya konflik kognitif. Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi melalui pengetahuan diri (<em>self&nbsp; regulation</em>). Pada akhir proses belajar, pengetahuan akan dibangun sendiri oleh anak melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan lingkungannya (Prayekti &amp; Irwanof, 2016). Materi usaha dan energi sudah didapat peserta didik sejak SD, SMP, di SMA guru harus berulang kali mengajarkan kembali, hal ini dikarenakan adanya konflik&nbsp; kognitif yang membuat peserta didik belum dapat menghayati materi usaha dan energi dengan baik. Peserta didik hanya ingat ketika mereka belajar&nbsp; dan setelah ulangan mereka lupa. Oleh karena itu, peneliti ingin melaksanakan penelitian dengan judul “ Penerapan&nbsp; Model &nbsp;Konstruktivisme untuk Meningkatkan&nbsp; Hasil&nbsp; Belajar pada Mata Pelajaran&nbsp; Fisika Pokok Bahasan Usaha dan Energi “</p> Muh. Fatkhul Ma’arij ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/99 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Hewan Bagi Guru Biologi Tingkat Sma Di Kecamatan Balaraja – Tangerang http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/100 <p>Tantangan yang dihadapi guru Biologi saat ini termasuk guru Biologi SMA di antaranya adalah bagaimana menguasai&nbsp; teknologi pembelajaran dan teknik mengajar yang membuat siswa tertarik serta lebih mudah memahami dalam mempelajari materi yang dipelajari. Selain itu guru yang sudah lama menyelesikan pendidikannya dari perguruan tinggi asalnya, banyak yang mengalami penurunan keterampilan dan kemampuan&nbsp; dalam memberikan pembelajaran. Berdasarkan survey dan analisis kebutuhan guru-guru Biologi SMA di Tangerang, maka perlu dilakukan pembekalan&nbsp; bagi guru untuk menghadapi tantangan dalam pembelajaran serta menambah pengetahuan dan kemampuan keterampilan antara lain melalui pembuatan alat peraga. Tujuan pelatihan difokuskan untuk memberikan bekal kepada guru Biologi cara membuat alat peraga awetan hewan sehingga mereka terampil untuk dapat membuat sendiri alat peraga awetan untuk keperluan pembelajaran di sekolahnya. Kegiatan pelatihan diikuti oleh guru Biologi SMA dari beberapa sekolah di Kecamatan Balaraja, Tangerang.&nbsp; Metoda pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan pola 3 x 8 jam dengan &nbsp;materi pembuatan awetan hewan baik awetan basah maupun awetan kering. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah para guru yang dilatih terampil dalam membuat awetan hewan yang tampak dari produk akhir model hasil kerja kelompok. Terdapat peningkatan keterampilan peserta yang signifikan &nbsp;sebelum dengan sesudah pelatihan. Peserta merasakan manfaat pelatihan dan mereka puas terhadap pelatihan dalam membuat awetan hewan baik basah maupun kering.&nbsp; Hasil produk akhir model hasil kerja kelompok dari pelatihan ini antara lain dapat dimanfaatkan juga dalam bentuk asesoris yang dapat dijadikan sebagai hiasan.</p> Iryani K, Ratnaningsih A, Rokhyah I, Wahyuningsih T, Rahayu U, Hutasoit L.R ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/100 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Melalui Pelatihan Ketrampilan Teknik Listrik Tenaga Surya http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/101 <p>Potensi sumber energi matahari yang begitu besar belum termanfaatkan secara optimal. Sebagai sumber energi yang terbarukan dan bebas emisi, pemanfaatan energi surya sebagai penghasil listrik sangat potensial untuk dikembangkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kita ketahui bahwa harga listrik yang diperoleh dari energi tak terbarukan ini jauh lebih mahal dalam jangka waktu pendek, namun jauh lebih berharga ketika dihitung dalam jangka waktu panjang khususnya dari aspek perlindungan lingkungan hidup. Untuk itu sudah selayaknya kita memahami lebih lanjut isu energi terbarukan, salah satunya energi panas matahari atau tenaga surya. Akan tetapi besarnya potensi sumber energy terbarukan tersebut belum mampu dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas, oleh karena terbatasnya kompetensi sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan energy tersebut.</p> <p>Fakultas Teknik Universitas Islam Al-Azhar bekerjasama dengan Vlok Foundation Holland dan Balai Latihan Kerja Provinsi NTB, berusaha memberikan sumbangsih guna peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia melalui pemberdayaan dan pelatihan masyarakat melalui proses yang terpadu dan berkelanjutan. Salah satu kegiatan peningkatan kompetensi yang dilaksanakan adalah pelatihan ketrampilan Pertukangan Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman dalam perencanaan, perancangan, instalasi, pengoperasian dan pemeliharaan PLTS dengan benar sesuai dengan kaidah teknik yang ditetapkan.</p> <p>Pelaksanaan praktik pemasangan instalasi PLTS dilaksanakan di Desa Pemongkong Kab. Lombok Timur. Desa Pemongkong merupakan desa yang berada didaerah pesisir dengan potensi paparan sinar matahari yang sangat baik. Hasil akhir yang diharapkan dari pelatihan ini adalah mampu memberikan pendidikan, peningkatan ketrampilan dan kompetensi serta kesempatan/peluang kerja kepada masyarakat kurang terampil untuk meningkatkan ketrampilan teknis sesuai keahlian, serta meningkatkan produktivitas kerja sehingga mampu membantu meningkatkan ekonomi keluarga.</p> Siti Nurul Hijah, Mohammad Komarudin ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/101 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Jiwa Wirausaha Berbasis Budaya Lokal Bagi Siswa Sekolah Dasar Di Wilayah Klaten Jawa Tengah http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/102 <p>Kegiatan Pengabdian dilandasi oleh UU Sistem Pendidikan&nbsp; Nasional Nomor 20 tahun 2003&nbsp; pasal 13 dan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang peningkatan daya saing nasional melalui Pengembangan Kewirausahaan&nbsp; Nasional. Mitra dari pengabdian ini adalah SDIT Ibnu Shina dan SDN 1 Balak Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten. Tujuan dari pengabdian ini adalah membangkitkan semangat kemandirian sejak dini melalui program kewirausahaan; melestarikan budaya lokal yaitu gerabah dan batik tulis; dan memperluas peluang usaha dalam bidang kerajinan tradisional. Lembaga pendidikan&nbsp; dan pemerintah memiliki peran untuk mendorong terwujudnya pendidikan yang berorientasi wirausaha berbasis budaya lokal sebagai sebuah solusi bagi kemakmuran bangsa. Mitra pertama yaitu SDIT Ibnu Shina memiliki program unggulan “Ibnu Shina Berkarya dan Mandiri”.&nbsp; Mitra kedua adalah SDN Balak yang merupakan sekolah dengan keperdulian terhadap kemadirian siswa yang diwujudkan dengan adanya ekstra kulikuler tata boga dan pengenalan berwirausaha dengan koperasi sekolah. Metode yang digunakan dalam pengabdian yaitu metode observasi, diskusi, operasional kerja, dan pendampingan secara langsung. Metode diskusi, operasional kerja dan pendampingan diterapkan dalam pembuatan desain gerabah dan batik untuk produk souvenir, kegiatan pemasaran produk meliputi pembuatan mini showroom, bazar, dan pameran. Target khusus yang ingin dicapai dalam pengabdian ini adalah&nbsp; SDM yang memiliki semangat berwirausaha, dan mumpuni dalam bidang gerabah dan batik tulis, buku ajar tentang “Berwirausaha dengan Gerabah dan Batik Tulis bagi Siswa Sekolah Dasar”dan publikasi ilmiah.</p> Umi Yuliati, Nanang Rizali ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/102 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengenalan Isu-Isu Global Yang Mempengaruhi Indonesia Bagi Siswa/Siswi SMA Di Jabodetabek http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/103 <p>Di era ini, terdapat begitu banyak isu-isu internasional yang memberikan dampak langsung maupun tidak langsung bagi Indonesia. Dengan kekuatan media, segala hal yang terjadi di belahan dunia manapun dapat diakses oleh masyarakat di belahan dunia lainnya. Hal ini membuat begitu mudahnya penyebaran maupun duplikasi isu-isu tersebut di negara-negara lainnya, seperti Indonesia. Sehingga, setiap masyarakat harus dibekali tentang pemahaman yang mendalam mengenai isu-isu dunia yang sedang terjadi. Menaggapi permasalahan yang ada, Program Studi Hubungan Internasional merancang suatu Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang berupa suatu Eksibisi yang bertemakan Kontribusi Pemuda dalam Isu Global. Segmen yang dipilih adalah siswa dan siswi dari berbagai SMA di daerah Jabodetabek, yang merupakan generasi-generasi penentu masa depan Indonesia. PkM ini sendiri memiliki tujuan untuk (1). memberikan pengetahuan mendalam mengenai isu-isu internasional yang terjadi di Indonesia saat ini, (2). mengembangkan rasa peduli terhadap lingkungan dan komunitas sekitar agar dapat terciptanya suatu Perdamaian dan (3). membekali siswa dengan berbagai solusi aplikatif, agar mereka mampu menyikapi maupun berkontribusi dalam menanggulangi berbagai permasalahan yang diangkat dalam eksibisi. Para siswa/siswi disajikan dengan informasi mengenai isu yang diangkat dari berbagai macam perspektif, serta bagaimana seorang muda mampu membawa perubahan terhadap isu-isu seperti Dialog antar Agama, LGBT, Terorisme dan berbagai isu lainnya. Selain itu, PkM ini juga menghasilkan suatu video pendek yang diunduh di media sosial, yang berisikan inti sari dari setiap isu dan cara penanggulangannya. Berdasar pada hasil angket evaluasi respons para peserta sangatlah baik. 33% peserta menyatakan bahwa topik dan materi yang diberikan sangat baik dan 50% menyatakan baik. 42% peserta menyatakan bahwa pembicara menyalurkan materi dengan sangat baik dan 52% menyatakan baik. Oleh karena itu PkM ini akan terus dilakukan secara berkala kepada kelompok-kelompok siswa/siswi lainnya.</p> Reggiannie Christy Natalia ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/103 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Manajemen Acara Bagi Warga Belajar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ristek Nusantara Jaya Jakarta Sebagai Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/104 <p>Keberhasilan karir seseorang di dunia kerja bergantung pada banyak hal, di antaranya bisa diukur dari latar belakang pendidikan formal maupun nonformalnya. Survei <em>National Association of Colleges and Employers</em> tahun 2002 di Amerika Serikat dengan subjek penelitian 457 pimpinan menyatakan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukanlah hal yang dianggap penting di dunia kerja. <em>Soft skill</em> dianggap jauh lebih penting, antara lain berupa kemampuan berkomunikasi, kejujuran, kerja sama, motivasi, adaptasi, dan kecakapan interpersonal lain dengan orientasi nilai yang menjunjung kinerja efektif. Pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sebuah acara merupakan salah satu <em>soft skill</em> yang penting dimiliki, mengingat berbagai <em>event</em>—baik formal, semiformal, maupun nonformal—kerap digelar di setiap bidang pekerjaan atau bisnis seperti pemerintahan, keuangan, pendidikan, hiburan, <em>retail</em>, <em>fashion</em>, dan sebagainya. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis tentang dasar-dasar proses merancang, memproduksi, mengkoordinasikan pelaksanaan, menyusun anggaran, mempromosikan, dan mengelola sebuah <em>event</em>. Berbagai keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal pengetahuan dan keterampilan bagi warga belajar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ristek Nusatara Jaya dan dapat menjadi peluang usaha para lulusan lembaga pendidikan nonformal kejar paket C tersebut agar mampu bersaing di masa depan.</p> Nani Kurniasari ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/104 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Pada Siswa Sekolah Dasar Di Wilayah Binong Dan Kelapa Dua http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/105 <p>Insiden penularan penyakit akibat kelalaian dalam melakukan perilaku hidup sehat dan kontak langsung maupun tidak langsung dengan individu yang telah terinfeksi patogen semakin meningkat. Salah satu penyakit menular yang paling sering diderita oleh masyarakat adalah penyakit infeksi saluran pernapasan atas, dan laporan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan bahwa angka kejadian paling tinggi terjadi pada anak usia &lt;14 tahun, dengan persentase tertinggi pada usia balita (1-4 tahun), yaitu sebesar 25.8%, usia bayi (&lt;1 tahun) 22%, dan usia sekolah (5-14 tahun) sebesar 15.4%. Manifestasi klinis yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang, dan bahkan menjadi penyebab paling sering ketidakhadiran seseorang di sekolah maupun di tempat kerja. Perilaku hidup sehat, misalnya melakukan etika batuk dan mencuci tangan dengan cara yang benar, dapat memutuskan rantai penyebaran infeksi. Sebagai upaya untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, maka dosen dan mahasiswa fakultas keperawatan Universitas Pelita Harapan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada siswa sekolah dasar di wilayah Binong dan Kelapa Dua selama dua minggu. Jumlah peserta yang terdaftar adalah 226 siswa, namun hanya 211 siswa (93.36%) yang mengikuti penyuluhan kesehatan, dengan jumlah peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 112 orang (53%) dan laki-laki sebanyak 99 orang (47%). Penyuluhan dilakukan dengan berbagai metode, seperti drama singkat, pemberian materi dan demonstrasi menggunakan lagu dan gerakan yang menyenangkan bagi para siswa. Sebanyak 95% peserta aktif dalam mengajukan dan merespon pertanyaan, serta 100% peserta dapat mendemonstrasikan etika batuk dan mencuci tangan dengan benar. Pihak sekolah kemudian memberikan rekomendasi agar program penyuluhan dapat diadakan secara rutin.</p> Alice Pangemanan, Jessie Yunus, Ronald Roringpandey ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/105 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Wirausahawan Sosial Dalam Pengembangan Kewirausahaan Sosial Berbasis Komunitas Di Desa Biboki, Kefamenanu, NTT http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/106 <p>Isu tentang pengentasan kemiskinan pada dasarnya merupakan tanggungjawab seluruh komponen bangsa Indonesia baik pemerintah maupun swasta dan Perguruan Tinggi melalui&nbsp; Tri Dharma (Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian). NTT memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat. Salah satu potensinya adalah tenun. NTT secara umum merupakan salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak di atas. Masyarakat NTT khususnya kaum perempuan di desa Biboki Kefamenanu memiliki budaya menenun yang diwariskan secara turun temurun. Disisi lain, minat anak-anak dan generasi muda terhadap budaya menenun sangatlah rendah. Pengabdian ini merupakan upaya pemberdayaan yang dilakukan dengan tujuan untuk mendorong para penenun agar dapat menghasilkan kualitas tenun yang lebih baik dan untuk melestarikan budaya menenun kepada generasi muda. Pengabdian ini dilakukan bekerjasama dengan seorang wirausahawan sosial sebagai pendamping yang tinggal di daerah tersebut. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang peningkatan kapasitas pengembangan kewirausahaan sosial melalui&nbsp; tiga dimensi modal sosial (struktural, relasional dan kognisi) kepada wirausahawan sosial dan komunitas penenun serta pentingnya&nbsp; regenerasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan komitmen untuk meningkatkan baik jumlah maupun kualitas produksi serta pengembangan jejaring pemasaran. Selain itu juga dilakukan kerjasama untuk peningkatan jejaring pemasaran produk tenun dengan Unika Atma Jaya.</p> Suharsono Suharsono, Agung Nugroho ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/106 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Pembuatan Manisan Kering Tomat Dan Terong Sebagai Peluang Usaha Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Pada Kelompok Usaha Bersama (Kube) Wanita Kreatif Di Kota Bengkulu http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/107 <p>Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Wanita Kreatif termasuk kelompok keluarga miskin sehingga perlu adanya pengupayaan untuk memberdayakan mereka dalam memanfaatkan potensi yang ada. Salah satu upaya pemberdayaan masyarakat di daerah Kelurahan Bentiring diantaranya melalui kegiatanpembuatan manisan tomat dan terong. Hal ini mudah dialksanakan oleh masyarakat dan mudah memasarkannya di sekita lingkangan tempat tinggalnya disamping itu tanaman tomat dan terong mudahdidapat karena mudah ditanam di sekitar pekarangan rumah, tidak membutuhkan lahan yang luas, mudah dalam pemelihara, dan waktu panen yang cepat. Permasalahan yang harus segera dicarikan solusinya dalam program Abdimas ini adalah bagaimana memberikan pengetahuandan keterampilan kepada para anggota KUBE Wanita Kreatif dalam budidaya serta pengolahan buah tomat dan terong menjadi produk manisankering yang bernilai ekonomis.</p> <p>Adapun tujuan program Abdimas ini sebagai berikut: (1) memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi para anggota KUBE Wanita Kreatif dalam pengolahan manisan kering buah tomat dan terong agar dapat bernilai ekonomis, dan (2) memberikan pengetahuan bagi paraanggota KUBE Wanita Kreatif mengenai kewirausahaan dan manajemen pemasaran. Manfaat dari kegiatan Abdimas ini adalah: menambah sumber pengetahuan tentang pendidikan kecakapan hidup dan wirausaha khususnya bagi penyelenggara, para praktisi, akademisi, dan lembaga-lembaga yang peduli terhadap program abdimaspada umumnya; dan sebagai masukan dalam upaya pengembangan&nbsp; program&nbsp; pengabdian masyarakat oleh UPBJJ-UT Bengkulu yang berhubungan dengan penyelenggaraan program pendidikan kecakapan hidup.</p> <p>Adapun metode pelaksanaan abdimas ceramah bervariasi, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik yaitu: membantu peserta pelatihan dalam mempraktikkan materi secara langsung dalam melakukan budidaya tomat dan terong serta dapat memprosesnya menjadi manisan yang bernilai ekonomis sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta serta dapat meningkatkan pendapatan anggota KUBE Wanita Kreatif.</p> <p>Hasil program abdimas ini memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta pelatihan untuk mampu mengolah &nbsp;buah tomat dan terong yang &nbsp;mempunyai nilai jual tinggi. Pelatihan yang berhasil dan efektif, yaitu dengan telah dihasilkan produk manisan kering tomat rasa kurma (torakur) dan manisan kering terong. Setelah pelatihan, peserta telah mulai memasarkan produk tersebut kepada warga sekitar, teman kerabat, serta titip di warung dan toko sehingga dapat menambah penghasilan dan kesejahteraan peserta.</p> Muhamad Sil, Isma Coryanata, Darius Darius ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/107 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Implementasi Kewirausahaan Berbasis Lingkungan (Green Entrepreneurship) Pada Siswa SMA Negeri 9 Tangerang http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/108 <p>Pemanfaatan sumber daya alam harus mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan (<em>sustainable development</em>), yaitu kegiatan pembangunan yang dilakukan saat ini tanpa mengorbankan kesempatan generasi yang akan datang dalam memenuhi kebutuhannya. Keberlanjutan sebuah usaha dalam jangka panjang bergantung pada seberapa peduli&nbsp; pengusaha terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh usahanya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kesadaran lingkungan sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan &nbsp;para generasi muda khususnya siswa SMA Negeri 9 Tangerang. Pelatihan tentang implementasi kewirausahaan berwawasan lingkungan (<em>green enterpreneurship</em>) pada golongan tenaga kerja produktif (siswa SMA) yang dinilai memiliki potensi untuk mengimplementasikan dan mengembangkan konsep tersebut pasca menyelesaikan studinya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan bentuk presentasi dan evaluasi hasil. Kegiatan pada pertemuan pertama berupa presentasi diberikan&nbsp; oleh dosen, dan pertemuan kedua dilakukan evaluasi terhadap implementasi pelatihan yang akan digunakan sebagai pertimbangan kegiatan berikutnya. Kegiatan diikuti oleh empat puluh satu siswa kelas X. Hasil kegiatan menunjukan bahwa peserta pelatihan memahami dan menyadari arti pentingnya kemandirian ekonomi yang berbasis lingkungan. Hasil evaluasi kegiatan menghasilkan rencana lanjutan yaitu tentang perintisan usaha berbasis lingkungan sebagai inkubator bisnis bagi siswa SMA Negeri 9 Tangerang.</p> Slamet Mudjijah, Yugi Setyarko ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/108 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Peluang Usaha Berbasis Sumber Daya Lokal Bagi Pengrajin Batik Di Desa Kedungkamal Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/109 <p>Desa Kedungkamal Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo menjadi salah satu andalan bagi Pemerintah Daerah sebagai upaya menciptakan wilayah eko-wisata. Pemerintah Daerah Purworejo mengembangkan kawasan kerajinan batik berbasis sumber daya lokal. Wirausaha membatik dikelola oleh beberapa ibu rumah tangga. Kendala yang dialami pembatik adalah permodalan masih menggunakan sumber pribadi para anggotanya. Motif batik yang digunakan dalam proses membatik berdasarkan permintaan pemesan atau berdasarkan penawaran pembatik yang idenya berasal dari gambar motif batik yang ada di media internet. Hal ini tidak sesuai dengan prinsip kreatif dan inovatif yang menjadi cira khas wirausahawan. Oleh karena itu perlu dilakukan edukasi bagi para pembatik di Desa Kedungkamal, Kecamatan Grabag kabupaten Purworejo tentang pentingnya kreatifitas dan inovasi dalam menjalankan usahanya. Peluang usaha akan dapat dikembangkan secara optimal bila inovasi telah mampu meningkatkan minat para pecinta batik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang peluang usaha bagi Pengrajin Batik di Desa Kedungkamal Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo. Kegiatan diharapkan akan berdampak pada keberlanjutan usaha pengrajin batik dan terbentuknya kawasan eko-wisata Kabupaten Purworejo. Kegiatan diikuti oleh 12 pengrajin batik, dilaksanakan dengan metode diskusi dan pendampingan selama satu semester. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta semakin berusaha meningkatkan kualitas produk.&nbsp; Penjualan batik juga telah dikembangkan dengan membuat display pada toko terdekat. Rekomendasi diberikan kepada pemerintah daerah untuk memberikan pembinaan lanjutan terutama dalam bidang promosi.</p> Slamet Mudjijah, Astrid Dita Meirina Hakim ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/109 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 EXREAD, Aplikasi Pembaca Naskah Ujian Bagi Tuna Netra http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/110 <p>Indonesia saat ini menerapkan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) disegala jenjang pendidikan. Naskah soal UAN Tuna Netra dibuat menggunakan huruf timbul atau disebut sebagai huruf <em>braille</em> untuk memudahkan para&nbsp; dalam membaca dan memahami naskah soal menggunakan sentuhan. Namun penggunaan huruf <em>braille</em> masih belum maksimal karena membutuhkan dana yang besar. Dampaknya peserta UAN menjadi kesulitan memahami isi soal dan pengawas harus membacakan naskah soal tersebut. Meski dibacakan, justru akan menimbulkan ruangan UAN menjadi riuh dan menyebabkan peserta sulit berkonsentrasi untuk mengerjakannya. Dari permasalahan yang ada, kami memberikan solusi dengan membuat aplikasi berbasis <em>mobile</em> menggunakan teknologi <em>text-to-speech</em> agar peserta tuna netra dapat memahami soal melalui media pendengaran sehingga dapat berkonsentrasi dalam menjawab soal UAN serta dapat menghemat biaya. Metode yang digunakan adalah metode <em>Prototype</em>, yaitu metode yang dapat mengkonversi kebutuhan ke dalam sistem yang bekerja secara terus menerus dan diperbaiki melalui kerjasama antara pengguna dan pengembang. Dimulai dengan mengumpulkan informasi-informasi terkait pelaksanaan UAN oleh Tuna Netra, kemudian membangun <em>prototype</em> dan dievaluasi kembali untuk menyempurnakannya. Kemudian dibangun menjadi sebuah aplikasi yang dapat digunakan. Ke depannya pelaksanaan UAN dapat diselenggarakan menggunakan aplikasi ini dengan biaya yang murah dan tanpa harus pengawas membacakan soal di kelas. Sehingga siswa tuna netra dapat memahami soal secara mandiri.</p> Achmad Jaka Dwena Putra, Gusti Ngurah Mertayasa, Zaurarista Dyarbirru ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/110 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 IbM Pesantren Darul Ulum Kelurahan Duren Mekar – Bojongsari – Depok http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/111 <p>Kegiatan Abdimas dengan pola Itpek bagi Masyarakat (IbM) dilaksanakan di TK Darul Ulum jalan H. Suaemi Parung Tengah Kecamatan Bojongsari - Depok. Kegiatan dilaksanakan dengan tujuan untuk membekali sumber daya manusia (SDM) di TK tersebut agar mampu mengembangkan berbagai kebutuhan dalam menjalankan kegiatan pembelajaran, seperti: menentukan metode pembelajaran dan media pembelajaran, mengembangkan rencana program pembelajaran harian (RPPH), mengembangkan alat evaluasi hasil belajar yang tepat untuk menilai hasil belajar siswa. Kegiatan abdimas juga memfasilitasi tersedianya sarana dan alat permainan yang mendukung kegiatan pembelajaran. Strategi pendekatan dalam abdimas dilakukan dengan metode penyuluhan dengan rincian kegiatan:</p> <ol> <li class="show">Analisis situasi dan kondisi TK Darul Ulum Duren Mekar</li> <li class="show">Urun pendapat dengan pimpinan dan para guru TK Darul Ulum tentang strategi pelaksanaan kegiatan</li> <li class="show">Penyegaran dalam penyusunan RPPH</li> <li class="show">Penyegaran pemanfaatan Metode dan Media Pembelajaran matematika di PAUD</li> <li class="show">Penyegaran pengembangan assesmen di PAUD</li> </ol> <p>Program abdimas telah dilaksanakan sesuai dengan rencana kegiatan dan anggaran. Kegiatan berjalan efektif selama 3 bulan dan mengacu pada permasalahan yang dihadapi mitra. Para guru merasa terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini. Terutama terkait dengan topik-topik yang disampaikan pada setiap sesi kegiatan dan juga terkait dengan terwujudnya alat-alat permainan dan media pembelajaran yang mereka perlukan. Berdasarkan evaluasi dari mitra, program ini dipandang penting untuk dilanjutkan mengingat banyaknya manfaat yang telah diperoleh dari kegiatan ini. Seandainya dapat dilanjutkan, mitra berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat mencakup bidang-bidang lainnya, seperti keterampilan seni.</p> Elang Krisnadi, Puryati Puryati, Herman Herman ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/111 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Implementasi Pembelajaran Portofolio Disertai Instruksi Guru Untuk Meningkatkan Kepedulian Lingkungan Di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Tambun Utara-Kabupaten Bekasi http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/112 <p>Masalah-masalah berkenaan dengan lingkungan merupakan isu global yang menuntut perhatian dari berbagai sektor termasuk pendidikan. Pendidikan lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam menangani masalah lingkungan yang muncul saat ini. Namun demikian pada tataran operasional di sekolah yakni pada tingkat implementasi umumnya masih kurang adanya model pembelajaran yang dapat menjadi acuan untuk guru dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan lingkungan khususnya pada Anak Usia Dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) ini dilakukan introduksi terhadap para guru SD berjumlah 20 orang di Kecamatan Tambun Utara yakni: SD Negeri Karang Satria 01, SD Negeri Karang Satria 04, SD Negeri Karang Satria 02, dan SD Negeri Ganda Mekar 01. Tujuan kegiatan&nbsp; Abdimas adalah untuk meningkatkan kompetensi guru-guru SD di Kecamatan Tambun Utara melalui implementasi pembelajaran portofolio dengan instruksi guru dalam rangka meningkatkan kepedulian lingkungan peserta didik. Metode Abdimas yang digunakan adalah memadukan workshop dan pendampingan praktek di sekolah selama 3 bulan, yakni: dari bulan Februari-April 2018. Data hasil Abdimas dikumpulkan melalui&nbsp; kuesioner yang mengungkap 3 aspek pembelajaran portofolio, yakni: keterampilan perencanaan&nbsp; (5 indikator), keterampilan melaksanakan pembelajaran (4 indikator), dan keterampilan evaluasi afektif (3 indikator). Data hasil Abdimas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif. Dari hasil kegiatan Abdimas diperoleh hasil sebagai berikut: Pertama, peningkatan kategori baik pada aspek perencanaan antara lain: analisis KD untuk menetapkan tema sesuai potensi lokal (40%), menyusun lembar portofolio (20%), menyusun tabulasi rekap data (35%), menyusun rencana pembelajaran (20%), dan menyusun kisi-kisi dan instrumen kepedulian lingkungan (45%). Kedua, peningkatan kategori baik pada aspek pembelajaran antara lain: keterampilan mengidentifikasi aktifitas kepedulian lingkungan (25%), keterampilan memberikan instruksi kerja (15%), keterampilan memfasilitasi diskusi kelompok (20%), dan keterampilan mengklarifikasi hasil diskusi (30%). Ketiga, peningkatan kategori baik pada aspek evaluasi pembelajaran antara lain: keterampilan merekap data (45%), keterampilan mengintepretasi data (40%), dan keterampilan mengkonversi skor kuesioner ke nilai kompetensi afektif (45%). Secara keseluruhan para guru SD yang telah memperoleh introduksi pembelajaran portofolio disertai instruksi guru mengalami peningkatan kompetensinya dalam hal perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran portofolio.</p> R. Sihadi Darmo Wihardjo, Sumantri Sumantri, Sofia Hartati, Agus Sujarwanta ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/112 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 PKM PAUD Annisa Rumpaka Dan PAUD Al Ikhlas Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Dalam Mengimplementasikan Smart PAUD Melalui Penyediaan Aplikasi, Pelatihan Dan Pendampingan Pengelolaan Administrasi PAUD Bebasis Komputer http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/113 <p>Di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor terdapat sekitar 46 PAUD .Permasalahan yang dihadapi oleh pengelola PAUD di Kecamatan Ciampea seperti di PAUD ANNISA RUMPAKA dan PAUD Al IKHLAS adalah belum memiliki komputer dan belum mempunyai aplikasi untuk mengelola adminitrasi PAUD berbasis Komputer (SMART PAUD). Semua pengelolaan adminitrasi siswa maupun kegiatan pembelajaran masih dilakukan dengan pencatatan secara manual. Sehingga menghambat dalam memberikan layanan kepada siswa dan orang tua serta dalam pembuatan laporan PAUD yang sangat dibutuhkan untuk pengisian Portal DAPODIK PAUD. Keterlambatan dan ketidak tepatan dalam pengisian administrasi PAUD di Portal DAPODIK PAUD akan berdampak kepada tidak diperolehnya bantuan Operasional PAUD dari Pemerintah. Dengan kondisi tersebut di atas maka salah satu solusi adalah dengan dilaksanaakn Program Kemitraan Masyarakat ( PKM) dengan membantu meningkatkan kemampuanya para pengelola dan Guru PAUD khususnya di PAUD Annisa&nbsp; Rumpaka dan PAUD AL Ikhlas dalam bidang Pengelolaan adminitrasi PAUD berbasis komputer yang disebut SMART PAUD.&nbsp; Yaitu melalui kegiatan penyediaan sarana komputer beserta aplikasi komputer SMART PAUD termasuk kegiatan pelatihan dan pendampingannya. Sehingga apabila akan mengisi data dan laporan ke Portal DAPODIK PAUD tinggal mengambil dan mentransfer dari Aplikasi yang telah tersedia dengan cepat dan tepat. Melalui Program Kemitraan Masyarakat yang terdiri dari penyediaan Aplikasi, pelatihan dan pendampingan ini diharapkan dapat menunjang meningkatakan kualitas pengelolaan dan proses pengajaran di PAUD khususnya PAUD Annisa Rumpaka dan PAUD Al Ikhlas yang akan menjadi percontohan PAUD-PAUD lainnya di Kecamatan Ciampea</p> Iyan Mulyana, Arie Qur’ania, Andi Chairunnas ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/113 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Paket Dasar Belajar Bahasa Inggris Bagi Warga Gereja Kristen Indonesia, Lippo Karawaci http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/114 <p>Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris aktif merupakan kebutuhan dasar bagi tiap warga dunia di era informasi dan globalisasi, termasuk juga warga gereja. Kemampuan ini akan membantu tiap individu untuk membuka kesempatan untuk meningkatkan diri dan kesempatan berperan dan berkontribusi aktif di masyarakat, baik lokal, regional maupun internasional. Gereja sebagai lembaga yang ikut berperan dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia perlu melengkapi warga gerejanya dengan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing, yaitu bahasa Inggris. <strong>Masalah: </strong>Sebagian besar warga gereja, terutama kaum ibu ingin berinteraksi aktif dalam pelayanan mereka bagi keluarga terutama anak-anak yang sudah banyak terpapar Bahasa Inggris dan masyarakat sekitar termasuk warga asing. Namun, misi pelayanan ini belum berjalan lancar, karena sebagian besar kaum ibu warga gereja merbelum memiliki kemampuan berbahasa Inggris aktif. <strong>Maksud dan Tujuan:</strong> Untuk itulah Kegiatan PKM ini ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris tingkat dasar untuk mendukung misi pelayanan gereja. Kegiatan ini akan diberikan dalam kurun waktu 14 sesi/satu sesi per minggu. <strong>Hasil dan Simpulan</strong>: Dari hasil evaluasi di akhir kegiatanditemukan bahwa para peserta mampu mendemonstrasikan peningkatan rasa percaya diri dalam berkomunikasi aktif menggunakan Bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari dengan kosa kata dasar dalam bahasa Inggris. Terlihat juga ada peningkatan pada kemampuan para peserta dalam menggunakan kalimat Bahasa Inggris yang benar.</p> Jacquelinda Sandra Sembel, Renata Komalasari, Christie Lidya, Dina Valentina, Kinanthi L ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/114 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Guru Matematika SD Pada Program Teachers Transformation Center http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/115 <p>Pendidikan bersifat menyeluruh baik pedesaan maupun perkotaan tanpa memandang daerah, suku, ekonomi dan lainnya. Namun tak dapat dipungkiri, daerah perkotaan memiliki fasilitas pendidikan yang lebih memadai dibandingkan daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan) khususnya guru-guru, sehingga kebutuhan guru di pedesaaan termasuk kebutuhan guru-guru di sekolah Kristen cukup tinggi. Dalam rangka memenuhi kebutuhan guru-guru di sekolah Kristen yang berkualitas dan mempunyai kemampuan transformasi serta berkarakter nilai-nilai Kristiani khususnya di daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan) MPK terpanggil untuk melaksanakan program TTC (Teacher Transformation Centre). Tujuan dari pelaksanaan program tersebut adalah untuk membentuk guru yang berkualitas dan mempunyai kemampuan transformasi serta berkarakter nilai-nilai Kristiani.</p> <p>Permasalahan mitra: Adanya kebutuhan guru-guru kristen di sekolah Kristen khususnya di daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan) yang berkualitas dan mempunyai kemampuan transformasi serta berkarakter nilai-nilai Kristiani. Solusi yang diberikan adalah memberikan pelatihan tentang pembelajaran matematika SD dengan perspektif Alkitabiah serta pengajaran matematika SD yang kreatif.</p> <p>Kegiatan PKM ini merupakan tindak lanjut dari undangan MPK (Majelis Pendidikan Kristen di Indonesia). Kegiatan pelatihan Pembelajaran Matematika SD ini menjangkau banyak guru Kristen di sekolah-sekolah Kristen di Indonesia. Mitra berkontribusi dalam menyediakan tempat dan fasilitas yang dibutuhkan selama kegiatan. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di EE Center, Malang, dari tanggal 5-8 Maret 2018. Adapun hasil yang dicapai adalah adanya antusisas dari para guru dalam memahami dan menerapkan perspektif Kristen dalam mengajar matematika dan para guru juga sangat antusias mendesain pembelajaran matematika untuk SD.</p> Melda Jaya Saragih ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/115 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengenalan Gaya Belajar Siswa Bagi Guru-Guru SDI Desa Kedung Dalem http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/117 <p>Pendidikan untuk kemajuan bangsa dilaksanakan dengan proses yang berkualitas. Diawali oleh suatu sistem pendidikan yang dilaksanakan pada level negara dan kemudian secara sistemis dilaksanakan terutama oleh guru, siswa, dan orang tua. Dalam berbagai tingkatan pendidikan, interaksi antara guru dan siswa merupakan hal yang sangat penting. Keterikatan atau <em>engagement</em> siswa pada proses belajar merupakan syarat utama keberhasilan proses belajar. Permasalahan yang sering muncul adalah bagaimana guru mengenali karakteristik belajar setiap siswa untuk manghasilkan proses belajar yang lebih berkualitas. Setiap siswa umumnya memiliki berbagai cara dalam menerima dan mengolah informasi, sehingga guru perlu memiliki pengetahuan mengenai <em>sensory learning style</em> atau gaya belajar.</p> <p>Gambaran permasalah ini terjadi di Desa Kedung Dalem, Tangerang di mana para guru masih banyak melakukan kegiatan belajar mengajar konvensional dengan metode ceramah. Solusi yang ditawarkan adalah dengan pemberian pengetahuan mengenai gaya belajar dan memfasilitasi pengalaman sederhana dalam merencanakan kegiatan yang memaksimalkan gaya belajar.</p> <p>Kegiatan PkM dilakukan satu kali kepada guru-guru SD dan PAUD di Desa Kedung Dalem bekerjasama dengan <em>Habitat for Humanity</em> yang sudah terlebih dahulu membangun Desa Kedung Dalem. Kegiatan ini dilakukan oleh tim Fakultas Psikologi dengan bidang keahlian di pendidikan, perkembangan anak, dan orang dewasa. Bagian pertama kegiatan berupa seminar mengenai jenis gaya belajar dan metode pengajaran berdasarkan gaya belajar. Bagian kedua berupa <em>workshop</em> berkelompok untuk membuat rencana dan kegiatan pembelajaran berdasarkan gaya belajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil <em>posstest</em> dibandingkan dengan <em>pretest</em> sebesar 3.5 poin dan hasil diskusi menunjukkan para peserta sudah mampu memberikan rencana kegiatan sesuai tujuan dengan metode yang memaksimalkan gaya belajar.</p> Wiwit Puspitasari Dewi, Rijanto Purbojo, Sandra Handayani Sutanto, Yuliana Anggreany ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/117 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Menjawab Tantangan Dunia Kerja Melalui Penerapan Matematika Dan Sains Bagi Siswa SMAN 5 Mataram http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/118 <p>Siswa SMA atau sederajat yang ingin melanjutkan studinya ke perguruan tinggi kerap kebingungan dalam memilih bidang minatnya. Sebagian ingin mengambil ilmu-ilmu terapan (rekayasa/engineering), sebagian lainnya ingin mengambil ilmu-ilmu dasar (MIPA). Sifat utama dari ilmu rekayasa adalah instan efeknya dirasakan masyarakat, sementara ilmu dasar pada umumnya tidak bisa instan dirasakan oleh masyarakat.&nbsp; Akibat sifat instan ini maka minat siswa untuk melanjutkan studinya ke ilmu dasar jauh lebih sedikit daripada yang ingin melanjutkan studinya ke ilmu terapan. Salah satu cara untuk menghindari ketimpangan dari peminat ilmu-ilmu dasar di lingkungan Universitas Mataram secara khusus, dan Indonesia secara umum adalah dengan memberikan gambaran tentang Fakultas MIPA dan memberikan motivasi siswa SMA untuk menjadi saintis. Oleh karena itu, Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memotivasi siswa SMAN 5 Mataram untuk menjadi saintis. Hasilnya adalah meningkatnya pengetahuan siswa SMAN 5 Mataram dalam bidang penerapan Matematika dan Sains untuk menghadapi dunia kerja.</p> Mamika Ujianita Romdhini, Surya Hadi, Siti Raudhatul Kamali, I Gede Adhitya Wisnu Wardhana, Laila Hayati ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/118 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengembangan Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/119 <p>Perubahan paradigma pembelajaraan bahasa Indonesia pada Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang berorientasi pada pembelajaran berbasis teori linguistik struktural, ke pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teori linguistik sistemik fungsional, dengan teks sebagai basis materi pembelajarannya pada Kurikulum 2013, tidak hanya membawa konsekuensi pada penataan standar isi, standar proses pembelajaran, dan standar proses penilaian, tetapi juga membawa konsekuensi pada upaya penguatan kompetensi guru dalam menyusun desain pembelajaran (RPP). Hal itu sangat penting karena beberapa hal: (a) dalam pembelajaran berbasis teks, tahap-tahapan pembelajaran yang berupa: membangun konteks, bekerja sama mengembangkan teks, dan bekerja mandiri untuk menghasilkan teks harus menjadi dasar dalam mendesain pembelajar dan (b) perubahan wujud dasar subsatansi meteri pembelajaran dari satuan unit-unit kebahasaan yang terpisah-pisah menjadi satu kesatuan dalam bentuks teks membutuhkan kemampuan tersendiri dalam perencanaan penataan materi, penataan metode pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk desain pembelajaran (Rencana Persiapan Pembelajaran). Makalah ini berisi uraian tentang hal-hal yang beruhubungan dengan konsep teks, tahapaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks, dan cara atau langkah-langkah mendesain pembelajaran berbasis teks.</p> Mahsun Mahsun, Johan Mahyudi, Sudirman Sudirman ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/119 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Mendesain Pembelajaran Efektif Berdasarkan Model 'Assure' http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/120 <p>Tujuan ideal pelaksanaan pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran sebagaimana yang telah direncanakan. Tetapi dalam kenyataannya sering terjadi sebagian (besar atau kecil) atau tidak sama sekali hal tersebut dapat dicapai. Hal tersebut disebabkan karena guru tidak membuat rencana pembelajaran berdasarkan keselarasan antara tuntutan kurikulum yang dijalankan dan kebutuhan peserta didik. Assure adalah suatu model yang dapat diacu untuk merencanakan sekaligus menjalankan suatu pembelajaran dengan media tertentu. Adapun langkah-langkah dari model ‘Assure’ adalah: menganalisis peserta didik, merumuskan tujuan khusus pembelajaran, memilih metode, media dan bahan ajar, menggunakan media dan materi, menuntut partisipasi peserta didik dan melakukan evaluasi dan revisi.</p> Nawawi Nawawi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/120 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Inkuri Melalui Pola Lesson Study Bagi Guru-Guru SMA http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/121 <p>Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Inkuri (LKPD BI) merupakan lembaran yang berisi panduan bagi peserta didik untuk melakukan kegiatan penyelidikan menggunakan keterampilan proses melalui aktivitas merumuskan masalah, membuat hipotesis, melaksanakan percobaan, mengumpulkan dan mengolah data, dan mengkomunikasikan hasil temuannya dalam masyarakat belajar. Berdasarkan wawancara dengan guru-guru di SMAN 1 Kediri, diperoleh informasi bahwa kreativitas guru dalam menyusun LKPD BI masih belum optimal. Penggunaan perangkat pembelajaran berupa LKPD menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan peserta didik dalam memahami konsep-kosep dari materi yang diajarkan guru. Laporan Hasil UN tahun 2017 menunjukkan nilai Ujian Nasional (UN) peserta didik di SMAN 1 Kediri masih rendah (di bawah nilai 50), yakni nilai rerata untuk Program Studi IPA sebesar 43,16, Program Studi IPS sebesar 38,89, dan Program Studi Bahasa sebesar 42,36. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Inkuri (LKPD BI) melalui pola Lesson Study bagi Guru-Guru di SMAN 1 Kediri. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Sabtu, 29 Spetember 2018, dengan jumlah peserta sebanyak 27 orang guru. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diawali dengan ceramah materi tentang: lesson study, LKPD BI, dan penerapan LKPD BI dalam pembelajaran. Setelah itu, peserta dibimbing menyusun LKPD BI berpola lesson study, dan terakhir pemberian angket evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat. Keberhasilan kegiatan pengabdian ini dianalisis berdasarkan aspek positif dan aspek negatif serta saran-saran untuk perbaikan di masa mendatang. Dari hasil analisis angket disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dapat meningkatkan/mengembangkan pola kerjasama yang positif melalui perencanaan, pelaksanaan dan refleksi karena terjadi interaksi dan kolaborasi antara beberapa guru maupun siswa dalam praktek lesson study. Aspek negatif dari pelaksanaan lesson study adalah banyaknya waktu yang diperlukan. Saran-saran yang diberikan peserta adalah kegiatan pelatihan sebaiknya lebih sering dilakukan untuk menambah pengetahuan guru.</p> Hikmawati Hikmawati, A.Wahab Jufri, Sutrio Sutrio ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/121 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Pengembangan Pemasaran Melalui Peningkatan Kualitas Dan Keberagaman Produk Pada Produk Kerajinan Sulaman Daerah Kabupaten Pesisir Selatan - Sumbar http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/122 <p>Di daerah Barung-barung Balantai, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat berkembang sebuah kerajinan sulaman tradisional yang disebut sulaman bayangan dan sulaman aplikasi. Corak sulaman dengan bentuk yang khas dan unik, menjadikan kerajinan tradisional asli daerah ini mempunyai ciri khas tersendiri yang membuatnya berbeda dengan hasil sulaman dari daerah-daerah lainnya di dunia. Karena keunikannya, sulaman ini mendapat gelar juara pertama se-ASEAN pada tahun 2009 dan tahun 2010 mendapat penghargaan pula dari UNESCO. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu pemilik usaha dan pengrajin sulaman untuk bisa mengembangkan pemasaran usahanya tersebut dengan lebih baik, yaitu dengan cara menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan beragam sehingga produk sulaman daerah ini semakin diminati oleh masyarakat. Metode yang ditempuh adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan menyulam kepada pengrajin sehingga dapat menghasilkan karya yang lebih bermutu dan produk yang beranekaragam. Setelah itu dilakukan upaya untuk mengembangkan pemasaran produk sulaman daerah ini. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menyulam dan kreatifitas pengrajin sehingga mereka kreatif melakukan inovasi produk dengan kualitas yang baik. Diharapkan dengan adanya peningkatan kualitas dan keragaman produk, sulaman daerah ini akan mempunyai daya saing yang lebih tinggi dibanding produk sulaman lainnya. Meningkatnya daya saing ini akan mempermudah pelaku usaha untuk melakukan pengembangan pemasaran bagi produk sulaman daerah ini. Semua hal yang dilakukan itu diharapkan akan memberi pengaruh yang positif kepada pendapatan dan ekonomi para pengrajin khususnya, serta daerah Kabupaten Pesisir Selatan pada umumnya.</p> Tri Sukma, Ezizwita Ezizwita ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/122 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penggunaan Edmodo Dan Statistika Dalam Menghadapi Tantangan Era Revolusi Industri 4.0 Pada MA Darunnajah Duman http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/123 <p>Dalam menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0, kegiatan pembelajaran dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan lulusan berkualitas bagi generasi masa depan. Kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan dimana saja, seperti dengan memanfaatkan teknologi digital, <em>big data, </em>dimana bahan pembelajaran telah masuk ke dalam <em>big data</em>. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam rangka menguatkan keberadaan 3 komponen dasar pendidikan, <em>mindset</em> atau pola pikir guru dan siswa serta pemanfaataan dan pengelolaan <em>big data</em> di Madrasah Aliyah Darunnajah, Duman, Lingsar dalam menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0, melalui penguatan karakter dan <em>mindset</em> atau pola pikir guru dan siswa mengenai fenomena yang tengah terjadi di Indonesia, serta mengoptimalkan pemanfaatan dan penggunaan <em>Edmodo</em> dan Statistika <em>big data</em> dalam kegiatan pembelajaran. Tahapan yang dilakukan dalam pengabdian ini dengan memberikan <em>Pretest</em> kepada Guru dan Siswa mengenai pemahaman terhadap Pengembangan Karakter dalam menghadapi Era Revolusi Indusri 4.0, Pemanfaatan <em>Edmodo</em> dan SPSS, dan penggunaan <em>Big Data, </em>penggunaan <em>Edmodo</em>&nbsp; dalam pembelajaran, penyampaian materi pengembangan karakter 3 komponen dasar Pendidikan, penggunaan, penyampaian materi tentang pemanfaatan dan pengelolaan <em>big data</em> dalam dalm kegiatan pembelajaran<strong>, </strong>dan evaluasi tingkat penyerapan materi oleh peserta didik dengan mengajukan beberapa pertanyaan (<em>Post Test</em>). Hasil dari pengbadian ini adalah meningkatnya mindset tentang pentingnya karakter dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, meningkatnya kemampuan mereka dalam penggunaan aplikasi <em>Edmodo</em> dan SPSS dalam pembelajaran, dan meningkatnya kemampuan para siswa dalam melakukan <em>self assesment</em> dalam pembelajaran.</p> Agus Kurnia, Mustika Hadijati, Desy Komalasari, Nurul Fitriyani ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/123 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Sebagai Syarat Kelulusan Bagi Mahasiswa Akuntansi Unit Program Belajar Jarak Jauh Di Mataram http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/124 <p>Kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan melatih mahasiswa Akuntansi program jarak jauh penulisan karya ilmiah sebagai syarat kelulusan. Selain itu, karya ilmiah tersebut diharapkan dapat dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional, terutama yang terakreditasi nasional. Tujuan lain dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan yang memadai bagi mahasiswa mengenai strategi yang akan digunakan dalam melakukan penulisan karya ilmiah. Pada akhirnya kegiatan ini diharapkan menghasilkan karya mahasiswa yang mampu memenuhi syarat kelulusan dan dipublikasikan ke jurnal yang dituju untuk menunjang kebutuhan publikasi artikel ilmiah pada program jarak jauh. Kegiatan pelatihan ini akan ditujukan pada Mahasiswa Akuntansi Unit Program Belajar Jarak Jauh yang sedang dalam tahap akhir dan sedang mempersiapkan publikasi artikel ilmiah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan pemberian materi yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan visi misi jurnal yang dituju. Harapan lain dari kegiatan ini adalah agar mahasiswa program Akuntansi jarak jauh dapat menuangkan gagasannya tidak jauh berbeda dengan mahasiswa-mahasiswa program Akuntansi lainnya yang ada di universitas-universitas lain.</p> Prayitno Basuki, Thatok Asmony, Endar Pituringsih ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/124 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Pengetahuan & Keterampilan Guru-Guru PAUD Desa Gunungsari Kecamatan Mauk, Tangerang http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/125 <p>Guru pendidikan anak usia dini (PAUD) perlu pelu memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menangani masalah yang dihadapi di kelas, seperti: menghadapi anak-anak yang kurang fokus, menangani anak-anak yang hiperaktif atau berkebutuhan khusus, media pembelajaran yang kurang, berkomunikasi dengan baik/efektif kepada anak-anak ataupun wali murid. Kegiatan ini diadakan untuk mengupayakan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan menambah wawasan guru-guru PAUD di Kecamatan Mauk tentang belajar mengajar di PAUD. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam acara workshop selama 3 hari dengan beragam materi tentang pemahaman teori belajar mengajar, perkembangan anak &amp; anak berkebutuhan khusus, media belajar anak; pengembangan media belajar sederhana; simulasi praktek belajar mengajar; dan evaluasi, serta pemaparan tentang pendidikan transformatif. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta mampu mempraktekkan pengetahuan yang diperoleh dari pemateri di dalam simulasi belajar mengajar untuk dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar di PAUD Desa Gunung Sari Kecamatan Mauk. Berdasarkan evaluasi peserta selama workshop interaksi antara narasumber dan para guru sangat menyenangkan dan materi sangat mendukung tugas sebagi guru PAUD.</p> Rudy Pramono, Rosmaya N, M.B. Rini W, Delima S, Monica S ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/125 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Produktivitas Kue Linting Melalui Program Kemitraan Masyarakat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/41 <p>UKM Kue Linting Garuda berdiri sejak 16 tahun yan lalu dan UKM Kue Linting Sahkira berdiri&nbsp; selama 5 tahun merupakan mitra Universitas Kaltolik Musi Charitas pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini. Masalah yang dihadapi oleh kedua UKM ini &nbsp;adalah (1) Alat produksi kue linting kurang memadai;&nbsp; (2) Tidak memiliki wawasan tentang pengemasan produk kue linting yang siap dipasarkan di minimarket; &nbsp;(3) Tidak memiliki PIRT (4) Tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang buku usaha; Metode pendekatan yang dilakukan adalah melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemilik usaha kue linting sehingga diperoleh kebutuhan utama UKM untuk peningkatan produktivitas denan hal berikut: (1) penyediaan alat-alat produksi&nbsp; kue linting;(2) membantu pengurusan PIRT; (3) Pelatihan pembuatan kemasan produk kue linting yang bisa untuk penjualan produk ke mini market; (4) Pelatihan pembuatan buku usaha. Hasil yang dicapai untuk mengatasi masalah UKM dengan langkah-langkah (metode) yang telah dilakukan adalah: (1) Tersedianya alat produksi kue linting yang memadai; (2) Meningkatnya pemahaman, kemampuan dan keterampilan pemilik usaha kue linting untuk membuat kemasan kue linting yang semakin menarik dan telah memiliki&nbsp; PIRT pada kemasan kue linting; (3) Terbitnya dokumen PIRT;&nbsp; (4) Meningkatnya kemampuan pemilik UKM&nbsp; dalam membuat buku usaha hingga terbitnya buku usaha sederhana. Produktivitas UKM Kue Linting Garuda meningkat sebesar 43% dan produktivitas UKM Kue Linting Sahkira meningkat sebesar 51%.</p> Meylinda Mulyati, Delfi Panjaitan ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/41 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Program Pengembangan Kewirausahaan Di Universitas Multimedia Nusantara http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/42 <p>PPK di Universitas Multimedia Nusantara merupakan suatu program dengan misi menghasilkan wirausaha-wirausaha baru yang mandiri berbasis ipteks, melalui program yang terintegrasi dengan melibatkan para dosen pengelola PPK, Narasumber, Perusahaan dan Institusi kewirausahaan di luar kampus. Kegiatan-kegiatan PPK Universitas Multimedia Nusantara antara lain: pelatihan manajemen dan skills usaha bagi tenant, boot camp, konsultasi bisnis, mentoring, workshop praktikal, serta memfasilitasi tenant dalam berwirausaha untuk menghasilkan wirausaha baru. Untuk memperluas wawasan dan jaringan pemasaran, PPK juga akan berkolaborasi dengan lembaga-lembaga yang terkait dengan pengembangan kewirausahaan, antara lain: Skystar Ventures, Techinasia, Microsoft Bizspark, Kompas Gramedia, Kompas.com, Startupbisnis.com, dan Awsactive.</p> <p>Pelatihan skills dan manajemen dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kewirausahaan, mendorong tumbuhnya jiwa berwirausaha, dan meningkatkan pemahaman manajemen. Workshop praktikal dilaksanakan untuk memberikan pengalaman praktis kewirausahaan kepada mahasiswa dengan berkonsultasi kepada seorang yang ahli di bidangnya untuk membantu langsung ide bisnis mereka.</p> <p>Peserta tenant terdiri dari 5 kelompok bisnis yang terdiri dari mahasiswa aktif. Adapun merk bisnis baru yang telah lahir antara lain: Kopilembur, Jusin.id, Tempel.in, Lamina, dan Urganizer. Kelima startup bisnis tersebut menggunakan pendekatan teknologi internet dalam menjalankan bisninya.</p> Wella Wella, Adhi Kusnadi, Rangga Winantyo ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/42 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Daya Saing Produk Unggulan Daerah Usaha Kerupuk Ikan Di Kecamatan Pelayangan Seberang Kota Jambi http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/45 <p>Kerupuk ikan telah dicanangkan oleh Pemerintah Kota Jambi sebagai salah satu produk unggulan daerah &nbsp;dengan sentra usaha di Kecamatan Pelayangan Seberang Kota Jambi. Meskipun wilayah ini &nbsp;telah ditetapkan sebagai sentra kerupuk ikan namun belum ada suatu usaha terpadu antar UKM kerupuk ikan, pemerintah dan pengusaha. Sebagian besar proses produksi berdasarkan pesanan, dilakukan di rumah&nbsp; dan dikelola sendiri-sendiri. Seiring waktu&nbsp; terbentuk beberapa kelompok usaha, namun hanya beberapa kelompok yang konsisten dan kontiniu untuk memproduksi kerupuk ikan. itra dalam kegiatan PPM ini adalah UKM di sentra kerupuk ikan . Saat ini perkembangan industri kecil kerupuk ikan belum menunjukkan perkembangan yang baik dikarenakan produk kerupuk ikan belum diproduksi secara optimal karena ada permasalahan pada aspek produksi, manajemen dan teknologi. Solusi yang ditawarkan untuk diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra secara sistematis. Permasalahan mitra yang diprioritaskan akan diselesaikan adalah pada masalah kontuinitas bahan baku, kontinuitas produksi, akses pasar, teknologi produksi dan manajemen. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan produk unggulan daerah kerupuk ikan dengan meningkatkan daya saing berkelanjutan pada aspek produksi, manajemen dan teknologi tepat guna. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah metode sosial dan partisipatif dengan memberikan pelatihan dan pendampingan usaha kepada mitra serta pemberian bantuan dan penerapan teknologi tepat guna.</p> Ade Octavia, Yayuk Sriayudha, Ade Perdana ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/45 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pendampingan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dalam Kaitannnya Sebagai Infant Organisasi http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/46 <p>Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) “Mitra Jaya Mandiri” Desa Cinangka Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang merupakan organisasi yang baru berdiri tahun 2016.&nbsp; Pembentukan BUMdes Mitra Jaya Mandiri (MJM) sebagai bentuk dari upaya pemerintah desa dalam meningkatkan pendapat asli desa serta meningkatkan tarap hidup warga Desa Cinangka. Namun demikian tanpa pengelolaan yang baik dan dukungan pemerintah serta masyarakat harapan untuk menjadikan BUMdes sebagai lokomotip perekonomian desa dapat tidak terwujud. Pada sisi lain keberlangsungan BUMds MJM sebagai infant organisasi akan sangat ditentukan bagaimana BUMdes dapat melewati tahun-tahun pertama berdirinya BUMdes yang merupakan tahapan&nbsp; paling kritis dengan tingkat kegagalan tertinggi dalam siklus hidup organisasi. Phenomena ini disebut liability of newness, kegagalan yang tinggi bagi organisasi baru disebabkan belum ada struktur formal dalam proses menghasilkan nilai tambah serta adanya system prosedure kerja baku dan pasti. Melalui program pendampingan pengelolaan BUMdes dengan menekankan pada profesionalisme dalam pengelolaan.&nbsp; Penyusunan perencanaan kerja sebagai acuan kerja dan didukung prosedure kerja yang terdokumentasi serta pembagian tugas, wewenang dan pelaporan menjadi kekuatan BUMdes MJM dalam menjamin keberlangsungan organisasi.</p> Zainur Hidayah, Andy Mulyana, Minrohayati Minrohayati, Etty Susanti, Sri Lestari Puji Pujiastuti ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/46 Tue, 23 Oct 2018 00:00:00 +0000 Hilirisasi Produk Intelektual Kampus Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Pada Bidang Farmasi http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/47 <p>Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah (UMN Al Washliyah) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Medan Sumatera Utara yang memiliki program unggulan dibidang farmasi pada sub kajian bahan kosmetik. Tujuan program ini adalah untuk mempercepat program unggulan Perguruan Tinggi dengan melakukan hilirisasi produk intelektual kampus dengan melibatkan beberapa fakultas atau multidisiplin ilmu yang berada di lingkungan UMN Al Washliyah. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dimulai dari <em>focus group discussion </em>(FGD) dengan menghadiri pembicara pakar,&nbsp; menanam sawi botol dengan teknik hidroponik, memformulasikan sedian sabun cair dengan penambahan ekstrak sawi botol, Pemasaran produk tersebut dilakukan dengan Sosialisasi dengan masyarakat, dan expo kewirausahaan serta melakukan kerjasama dengan mahasiswa dan pengusaha kecil dalam pemasaran produk yang dihasilkan. Produk hilirisasi ini mendapat respon yang positif dari mahasiswa, perguruan tinggi dan masyarakat sekitar, hal ini dapat dilihat dari penjualan produk yang meningkat setiap bulannya dan bertambahnya alat produksi dalam pembuatan sabun serta bertambahnya mahasiswa yang berminat dalam memasarkan produk sabun. Kegiatan ini mampu menumbuh kembangkan budaya saintis dan jiwa kewirausahaan serta menghasilkan wirausahawan baru di tingkat mahasiswa di lingkungan UMN Al Washliyah.</p> Ricky Andi Syahputra, Bambang Hermanto, Alistraja Dison Silalahi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/47 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Mengelola Peran Serta Masyarakat Untuk Peningkatan Kualitas Hidup: Perencanaan Partisipatif http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/48 <p>Peran serta masyarakat dalam pembangunan di wilayahnya seringkali hanya sebatas upaya manipulasi. Manipulasi adalah tipologi terendah dari tingkat peran serta masyarakat, di mana tahapan tertingginya adalah <em>citizen control </em>yang diikuti dengan pelimpahan kekuasaan, kemitraan, perujukan, konsultasi, pemberian informasi, serta penyembuhan (Arnstain; 1969; 216-224). Tulisan ini mengambil fokus pada stimulasi peran serta masyarakat Kelurahan Keranggan di Tangerang, Banten, pada pembangunan wilayahnya melalui perencanaan partisipatif . Kelurahan Keranggan memiliki beragam industri olahan pangan yang berbasis industri rumah tangga, dengan produk utama berupa makanan ringan yang berasal dari singkong. Konsentrasi industri rumah tangga di Kelurahan Keranggan terletak di sekitar tepian Sungai Cisadane secara mengelompok pada RT 12 dan RT 13. Kondisi wilayah di RT 12 dan RT 13 Kelurahan Keranggan masih terbilang sulit akses dan orientasinya. Kecilnya akses ke rumah-rumah, dan terjalnya kontur wilayahnya, menyulitkan pengunjung untuk menemukan industri rumah tangga yang dituju. Alpanya informasi merupakan hal yang harus ditanggapi, apabila Keranggan ingin bersiap menjadi desa wisata. Dengan adanya informasi lokasi, akses, dan ragam industri rumah tangga yang ada, maka akan memudahkan pengunjung untuk datang ke industri-industri rumah tangga yang ada di Keranggan. Informasi yang paling efektif dalam hal tersebut adalah informasi peta. Pemetaan zona industri rumah tangga yang ada di Keranggan, menjadi titik awal proses perencanaan pembangunan dengan partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat Keranggan dalam&nbsp; proses perencanaan, pengembangan,&nbsp; hingga pengelolaan program, merupakan faktor penting dalam keberhasilan usaha yang ada pada industri rumah tangga serta dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Keranggan</p> Ida Ayu Sawitri Dian M, Deasy Olivia, Harianto Hardjasaputra ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/48 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengembangan Legal Services Dan Legal Process Pada Kantor Hukum Konvensional Di Surabaya http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/49 <p>Perkembangan bisnis dan teknologi informasi harus diantisipasi oleh profesi hukum atau kantor hukum.Terdapat&nbsp; dua bidang inovasi yang harus di kembangkan&nbsp; oleh kantor hukum yakni layanan jasa hukum (<em>legal service</em>) dan proses layanan jasa hukum (<em>legal process</em>). Pada bidang <em>legal services</em>, yang awalnya hanya <em>di bidang litigasi</em> idealnya berkembang di bidang <em>non-litigasi </em>(2) Segi <em>legal process</em>, metode konvensional harus diubah dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan penerapan <em>legal service</em> dan <em>legal&nbsp; process</em> dilaksanakan pada dua mitra yakni SM&amp;B Law Office dan Alam &amp; Rekan. Metode pelaksanaan melalui (1) Focus Group Discusion (FGD) dengan beberapa kantor hukum, (2) pelatihan layanan jasa hukum non-litigasi berupa <em>legal due diligence</em>, (3) pengenalan penggunaan sistem infomasi layanan jasa hukum berbasis teknologi informasi <em>Virtual Law Office</em> (<em>VIRLO</em>).</p> <p>Hasil dari FGD, pelatihan dan sosialisasi penggunaan sistem infomasi jasa hukum ditemukan&nbsp; (1) peta kebutuhan layanan jasa hukum dari para mitra (2)&nbsp; bidang layanan jasa hukum <em>non-litigasi</em> berbentuk <em>legal due diligence</em>. (3) penggunaan sistem informasi VIRLO pada kantor hukum mitra (4) upaya&nbsp; peningkatan pendapatan dan efisiensi layanan jasa hukum pada kantor hukum mitra melalui pengembangan <em>legal services</em> dan <em>legal process</em> berbasis teknologi informasi.</p> <p>Dari pelaksanaan kegiatan ini dihasilkan (1) pengembangan layanan jasa hukum <em>non litigasi</em> pada mitra berupa <em>legal due diligence</em>. (2) layanan jasa hukum yang diberikan oleh mitra semakin efisien dengan penggunaan sistem informasi VIRLO. (3) terjadi peningkatan pendapatan dan efisiensi pada kantor hukum mitra melalui pengembangan <em>legal services</em> dan <em>legal process</em> berbasis teknologi informasi</p> Budi Endarto, Fitra Mardiana, M.Harist Murdani ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/49 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 PKM Kelompok Makanan Kacang Barandang Nagari Puncak Lawang Kecamatan Matur Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/50 <p>Usaha makanan kacang barandang Buk Nini dan Hj.Saniah berada di nagari Puncak Lawang yang selama ini belum produktif secara ekonomi dan belum mendapat sentuhan IPTEK&nbsp; sama sekali. Daerah pemasaran kedua mitra ke Matur, Bukittinggi, Payakumbuh, Padang, Pariaman,&nbsp; Dumai dan Pekanbaru.&nbsp; Karyawan kedua mitra pekerjaannya mensortir kacang, merendang pakai pasir dan membungkus dengan upah Rp 60 ribu sampai Rp 90 ribu per hari tergantung jumlah kacang yang diproduksi. Usaha kedua mitra ini prospeknya cukup potensial untuk dikembangkan pada masa yang akan datang karena nagari Puncak Lawang merupakan daerah destinasi wisata dekat danau Maninjau. Masalah prioritas kedua mitra berhubungan dengan&nbsp; manajemen produksi, manajemen usaha dan manajemen pemasaran. Tujuan kegiatan PKM membantu kedua mitra agar dapat lebih mengembangkan usahanya lebih baik sehingga <em>value added</em>&nbsp; produk dapat lebih menigkat. Metode pendekatan&nbsp; PKM sesuai masalah prioritas diawali dengan kegiatan survei, ceramah, praktek, penyuluhan dan pelatihan, pendampingan&nbsp; dan evaluasi. Berdasarkan hasil&nbsp; kegiatan PKM kedua mitra sudah memahami fungsi alat <em>packing product</em>, fungsi laporan keuangan, fungsi<em> lay</em> <em>out</em> pemasaran dan fungsi&nbsp; plang merek sebuah produk. Semua kegiatan yang dilakukan di atas akan berdampak meningkatkan pendapatan kedua mitra dan pemberdayaan ekonomi rumah tangga.</p> Yenni Del Rosa, Erdasti Husni ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/50 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 PKM Kelompok Usaha Bordir Mukena Di Nagari Ulakan Kecamatan Tapakis Kabupaten Pariaman Provinsi Sumatera Barat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/51 <p>Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) memiliki Rima Bordir dan Linda Bordir yang bergerak dibidang usaha bordir mukena berada di Nagari Ulakan kabupaten Pariaman.&nbsp; Masalah prioritas kedua mitra&nbsp; hampir sama yaitu bidang manajemen usaha ( meningkatkan&nbsp; motivasi dalam bekerja dan&nbsp; jiwa <em>entrepreneurship</em>),&nbsp; masalah produksi (desain motif bordir, pencatatan laporan keuangan) dan masalah pemasaran (membangun merek dan pemasaran melalui internet) Untuk menyelesaikan masalah prioritas dilakukan pendekatan melalui metoda ceramah,&nbsp;&nbsp; diskusi,&nbsp; penyuluhan dan pelatihan, pendampingan. Hasil kegiatan penyuluhan dan pelatihan PKM tentang motivasi kerja dan <em>entrepreneurship</em> yang diberikan dapat memotivasi kedua pemilik mitra&nbsp; beserta pekerjanya dalam bekerja. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan PKM tentang desain motif, model dan warna benang menjadikan&nbsp; kedua pemilik mitra beserta pekerjanya cukup mengerti cara membuat desain motif, model dan perpaduan warna benang sesuai<em> trend</em> dan selera konsumen. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan laporan keuangan, menambah pemahaman kedua pemilik &nbsp;mitra tentang pencatatan laporan keuangan sederhana dan cukup antusias mengikuti cara membuat pencatatan laporan keuangan sederhana Kegiatan penyuluhan dan pelatihan tentang plang merek usaha Rima Bordir dan Linda Bordir membuat para konsumen cukup mudah mengetahui lokasi kedua mitra. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan <em>website</em> untuk memasarkan produk secara <em>online</em>&nbsp;&nbsp; pemilik&nbsp; mitra dapat merasakan manfaatnya karena menjangkau konsumen yang lebih luas untuk mengetahui informasi produk.Tujuan kegiatan PKM&nbsp; memberdayakan kedua mitra agar dapat meningkatkan pendapatan rumah tangganya secara khusus dan perekonomian daerah secara umum.</p> Mohammad Abdilla; Anna Marina ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/51 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Kreativitas Masyarakat Desa Gombengsari Sebagai Penunjang Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Banyuwangi http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/52 <p>Sektor pariwisata terus dikembangkan di Kabupaten Banyuwangi. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Banyuwangi. Pertumbuhan ini mendorong masyarakat untuk ikut mengembangkan wilayahnya sebagai daya tarik wisata. Salah satu wilayah yang mengembangkan pariwisata adalah Desa Gombengsari. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor pendukung kemajuan pariwisata di Desa Gombengsari, caranya adalah dengan mendorong masyarakat untuk berkreasi dalam membangun destinasi pariwisata yang berdaya saing serta menciptakan kondisi kondusif bagi wisatawan. Wisatawan dapat menikmati daya tarik wisata yang dimiliki oleh Desa Gombengsari secara lebih optimal yang pada akhirnya akan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Bentuk kreativitas yang dapat dikembangkan antara lain adalah dalam pengelolaan <em>homestay</em> serta penyajian makanan maupun minuman lokal bagi wisatawan yang datang. Hal ini menjadi penting dikarenakan <em>homestay</em> merupakan pilihan utama bagi wisatawan yang hendak menginap di Desa Gombengsari. Sedangkan kreativitas dalam pengolahan serta penyajian makanan dan minuman lokal dapat menjadi daya tarik wisata yang akan semakin melengkapi pengalaman berwisata. Mitra dari kegiatan ini dalah Pokdarwis Desa Gombengsari. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah minimnya pengetahuan dalam pengelolaan <em>homestay</em> serta pengolahan serta penyajian makanan dan minuman lokal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas masyarakat Desa Gombengsari dalam hal&nbsp; pengelolaan <em>homestay</em> serta pengolahan serta penyajian makanan dan minuman lokal. Metode kegiatan dilakukan yaitu dengan metode ceramah, diskusi dan praktik. Bentuk kegiatan yang diberikan adalah pelatihan. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan <em>homestay</em> dan pengetahuan tentang pengolahan serta penyajian makanan dan minuman lokal.</p> Theodosia C. Nathalia, Yustisia Kristiana ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/52 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Semangat Pembentukan Koperasi Sugih Barokah Kampung Gunung Desa Kuripan, Ciseeng Bogor http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/53 <p>Keberadaan koperasi dengan tidak membedakan identitas sosial yang melatar belakangi keanggotaan untuk mendirikan lembaga ekonomi seperti koperasi, pembentukan lembaga ini awalnya bukan merupakan kekhususan sebagai lembaga yang ekslusif, ketika setiap desa yang cenderung berlomba untuk mendirikan koperasi, karena ada harapan peran lembaga mengembangkan potensi ekonomi dalam mendatangkan kesejahteraan yang memiliki cakupan masyarakat desa sebagai pranata sosial serta membutuhkan penguatan, maka perlu dukungan bahkan bantuan dari pihak yang memiliki kekuasaaan atau tokoh masyarakat, ada pemahaman dalam satu desa hanya satu koperasi yang layak tumbuh di lingkungan masyarakat, kelompok masyarakat tani serta keberadan koperasi di masyarakat diharapkan dapat menjadi fasilitator, dinamisator melakukan kegiatan perekonomian secara keseluruhan ataupun cakupan di desa, tercermin kekuatan pranata sosial budaya dalam kehidupan masyarakat desa berpraktik melibatkan peran hubungan keluarga dan kekerabatan, kondisi ini dapat dijadikan basis sosial budaya dalam pengembangan kelembagaan yang bersifat formal, kegiatan dapat dilakukan secara terbuka dalam kerangka pengabdian untuk kepentingan masyarakat, disisi lain pembentukan koperasi dapat terhambat, tidak mustahil muncul konflik kepentingan dalam mengembangkan aktifitas karena gagasan pembentukan bersifat formal dan impersonal, dasar pemikiran yang berkembang di komunitas koperasi belum dapat membuktikan fungsinya sebagai koperasi yang layak dilaksanakan, pemanfaatan uni-unit keluarga dan kekerabatan merupakan basis sosial melalui tataran informal mewujudkan prakarsa dan mengelola potensi kelompok masyarakat petani dan lainnya menjadi ajang kebutuhan masyarakat.</p> Tamjuddin Tamjuddin, Suhartono Suhartono, Yosi Mardoni ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/53 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Program CSR Olahan Pangan Lokal Di Desa Doudo PT. Pertamina Ep Asset 4 Poleng Field http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/54 <p>PT Pertamina EP Asset 4 Poleng Field berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kelembagaan berkelanjutan. Salah satu upaya Pertamina EP adalah melakukan pendampingan olahan pangan lokal di Desa Doudo, Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengkaji implementasi CSR Pertamina EP pada program pendampingan olahan pangan. (2) Mengkaji proses pendampingan program pemberdayaan masyarakat, (3) Mengkaji dampak CSR Pertamina EP pada program pendampingan olahan pangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa program pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan secara partisipatif melibatkan peran masyarakat dan Pemerintah Desa Doudo, baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi program dan memberikan dampak di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan.</p> Muhammad Fajri, Arina Hidayatul Chasanah, Slamet Achrodi, Andri Haribowo ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/54 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Budidaya Talas Beneng Menuju Industri Kreatif Bagi Kelompok Tani Desa Juhut, Kec. Karang Tanjung, Banten http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/55 <p>Kegiatan ini hendak mengupayakan permasalahan yang ada pada mitra, dalam rangka mengembangkan usaha budidaya talas beneng yang memiliki daya saing menuju pengembangan Industri Kreatif. Talas Beneng memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan lokal, karena produk ukurannya yang besar dengan kadar protein tinggi serta warna kuning yang menarik menjadi ciri khas Talas Beneng.</p> <p><strong>Mitra</strong> dalam program ini adalah <strong>Kelompok Tani Bina Mandiri</strong>, Kelurahan Juhut, Kab. Pandeglang, Banten berbasis UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).</p> <p><strong>Permasalahan</strong> yang dialami kelompok mitra adalah: (1) adanya perubahan trend produk talas beneng; (2) kelompok sasaran belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola budidaya talas; (3) rendahnya kemampuan kelompok sasaran dalam pemanfaatan teknologi informasi (internet) sebagai sarana memasarkan produk talas beneng; (4) rendahnya kemampuan SDM terkait manajemen bisnis.</p> <p><strong>Solusi</strong> dalam program ini adalah: (1) pelatihan budidaya (pengelolaan) terhadap kadar asam oksalat talas beneng; (2) peningkatan kemampuan SDM dalam mengelola budidaya talas beneng; (3) pelatihan penggunaan teknologi informasi (internet) sebagai sarana pemasaran talas beneng; (4) pelatihan peningkatan kemampuan SDM terkait bidang manajemen dan keuangan.</p> <p><strong>Target program</strong> adalah meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dalam bidang pengetahun teknik tanam; bidang manajemen, pemasaran dan keuangan; serta omzet penjualan. Adanya dukungan dari pemerintah daerah Provinsi Banten, serta kemitraan (industri dan akademis) bersama perusahaan daerah dalam pengembangan pangan lokal, bisa memacu keragaman produk talas beneng termasuk upaya memasyarakatkannya, sehingga keberlanjutan unit usaha talas beneng akan terus berjalan sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta dapat menyerap tenaga kerja lokal sebesar 30%.</p> Sintha Wahjusaputri, Somariah Fitriani, Bunyamin Bunyamin ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/55 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Strategi Promosi Obyek Wisata Dan Budaya Di Kabupaten Belitung Timur Berbasis Media Sosial http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/56 <p>Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis khususnya Program Studi Ilmu Komunikasi ikut terlibat dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata atau KKN. Melalui Program KKN bertemakan “Merajut Nusantara” yang melibatkan 33 Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Lingkungan Kopertis Wilayah III, melakukan beberapa kegiatan pengadian kepada masyarakat di Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan yang dilakukan selama tiga minggu, salah satunya menyasar bidang pariwisata. Kegiatan pariwisata terbagi menjadi tiga kegiatan yaitu pengembangan media promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur, pembuatan video promosi, dan pengembangan destinasi wisata di Belitung Timur. Ketiga kegiatan saling bersinergi dalam&nbsp; pelatihan teori dan praktek dengan tema&nbsp; “The Power Of Social Media”. Peserta pelatihan adalah pegawai Dinas Budaya dan Pariwisata Belitung Timur, Pegawai Dinas Terkait yang ada di lingkungan Pemkab Belitung Timur, Komunitas Pecinta Wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari beberapa kecamatan. Target program adalah membantu memetakan obyek wisata di Belitung Timur dan kemudian dipublikasikan lewat media sosial dan<em> website</em> milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur. Hasil Pelatihan menunjukkan jumlah<em> follower</em> di akun media sosial @visitbeltim meningkat menjadi 1500. Kemampuan&nbsp; dan pemahaman&nbsp; staf&nbsp; bidang promosi sebagai pengelola admin @visitbeltim meningkat dalam memuat konten promosi &nbsp;pariwisata yang diunggah &nbsp;dengan waktu yang tepat &nbsp;dan pemilihan konten yang &nbsp;menarik.</p> Dyah Kusumawati ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/56 Tue, 23 Oct 2018 00:00:00 +0000 UKM Produsen Sambal Dalam Kemasan Menuju Produk Eskpor http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/57 <p>Berbagai cara yang ditempuh oleh pemerintah untuk mendorong aktivitas ekspor Indonesia, meliputi diversifikasi produk ekspor, subsidi bantuan kredit ataupun promosi dagang ke luar negeri. Berbagai kebijakan pemerintah juga merambah kepada pengalakkan ekspor produk-produk hasil Usaha Kecil Menengah (UKM). Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyatakan bahwa produk sambal dalam kemasan termasuk dalam 10 produk olahan Indonesia kategori ekspor. Namun, permasalahan yang sering kali dihadapi, khususnya juga terjadi pada dua UKM yang terlibat dalam program pendampingan ini, adalah proses pengolahan yang belum memenuhinya standar kualitas dan keamanan pangan, kandungan pangan yang belum teruji, kemasan produk yang belum memadai ataupun pemenuhan berbagai sertifikasi yang diinginkan negara ekspor yang dituju. Tujuan dilaksanakannya program ini adalah membuat produk dua UKM produsen sambal yang berlokasi di Jawa Timur ini dapat memenuhi persyaratan produk ekspor dengan melakukan perbaikan proses produksi, perbaikan proses pengemasan, uji kandungan nutrisi produk, perbaikan sistem administrasi dan keuangan serta sertifikasi. Keseluruhan program akan dicapai dalam rangkaian pendampingan multi tahun, namun tahap awal pelaksanaan program ditekankan pada pengembangan kapasitas berkelanjutan. Hasil capaian program pengembangan kapasitas berkelanjutan berupa (i) upaya peningkatan kapasitas untuk mempertahankan kelayakan sertifikasi ISO 9001:2008, (ii) persiapan <em>upgrading</em> ISO 9001:2015, (iii) pengadaan fasilitas produksi untuk meningkatkan sterilisasi produk agar kualitas produk lebih terjamin yaitu pemberian lampu UV di ruang produksi dan mesin pengemasan untuk produk yang lebih higienis, dan (iv) identifikasi dan tindak lanjut peningkatan proses produksi berbasis keamanan pangan dan (v) penggunaan kemasan baru yang lebih memenuhi standar keamanan pangan ataupun persyaratan ekspor.</p> Yenny Sari, Yenny Sugiarti, Arbi Hadiyat ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/57 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 PKM Kerajinan Decoupage Di Kelurahan Katulampa, Bogor Timur http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/58 <p>Tujuan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini untuk: 1) memberi pembekalan dan penyuluhan tentang kewirausahaan baru, 2) memberi keterampilan kerajinan <em>decoupage</em>, 3) memberi pengetahuan bagaimana cara menghitung harga pokok dan harga jual produk, 4) memberi pendampingan dalam mencari akses terhadap bahan baku dan 5) memberi pengetahuan menjual produk secara lebih luas melalui media <em>online. </em>Sasaran PKM ini adalah &nbsp;masyarakat yang belum produktif secara ekonomi tetapi berhasrat menjadi wirausahawan. Kegiatan ini melibatkan&nbsp; ibu-ibu yang berada di RT. 3 dan RT. 7/ RW. X kelurahan Katulampa, Bogor Timur. Metode pelaksanaan dibagi dalam beberapa tahap, yaitu: 1) tahap pembentukan tim mitra, 2) tahap pelaksanaan penyuluhan&nbsp; kewirausahaan dan pelatihan keterampilan <em>decoupage</em>, 3) tahap pendampingan aspek: produksi,&nbsp; administrasi dan pembukuan serta &nbsp;pemasaran, 4) tahap evaluasi kegiatan. Berdasarkan kuesioner, manfaat yang dirasakan mitra binaan dengan adanya PKM adalah berhasil: 1) meningkatkan silaturahmi, 2) membangun semangat kerjasama, 3) meningkatkan keterampilan, 4) meningkatkan pendapatan, dan 5) meningkatkan pengetahuan mitra.&nbsp; Hal ini didukung dengan capaian <em>omzet</em> penjualan sampai&nbsp; bulan Juli untuk kedua mitra sebesar Rp. 8.746.000 dengan laba bersih sebesar Rp. 874.600. Hasil penilaian kuesioner menunjukkan bahwa secara keseluruhan ceramah, pelatihan dan pendampingan PKM dinilai sangat positif oleh mitra binaan.</p> Niken Sulistyowati, M. Ali Iqbal, Yanti Murni ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/58 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 BESUK KIAMAT (Bela Sungkawa Kirim Akta Kematian) http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/59 <p>Besuk Kiamat merupakan akronim dari Belasungkawa Kirim Akta kematian. Ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menciptakan kedekatan pemerintah dengan masyarakat dalam proses mendapatkan akta kematian secara efektif dan efisien dalam kerangka inovasi pelayanan publik. Dalam konteks kebencanaan, program ini dapat membantu pemulihan suatu daerah pasca bencana dari segi sensus penduduk serta perolehan administrasi kependudukan keluarga duka. Besuk Kiamat mendeskripsikan skema inovasi pelayanan publik yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Surakarta, khususnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menanggulangirendahnya kesadaran masyarakat akan kepemilikan administrasi kependudukan khususnya akta kematian serta membantu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam memperbaharui data jumlah penduduk. Skema inovasi Besuk Kiamatmencakup permohonan akta kematian, entry data ke SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan), scan berkas dan upload ke SIAK, pelaporan peristiwa kematian melalui (<em>whatsapp</em>), verifikasi berkas dan cetak produk (Akta Kematian, Kartu Keluarga, dan Kartu Tanda Penduduk), serta penyerahan berkas kepada keluarga yang berduka. Besuk Kiamat berdasarkan analisis <em>sustainable development</em>adalah faktor pendukung tercapainya SDG’s. Besuk Kiamat&nbsp; menyoal pendataan penduduk terutama data kematian. Pembangunan berkelanjutan hanya akan tercapai jika data penerima manfaat pembangunan tersusun dengan baik dan dimutakhirkan. Inovasi ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akta kematian. Replikasi inovasi ini di daerah bencana diharapkan memudahkan pemerintah setempat dalam mengelola administrasi kependudukannya.</p> Azhalola Testiana, Rina Herlina Haryanti, Kristina Setyowati ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/59 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Optimalisasi Peran BUMDES Desa Bulusulur Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri Dalam Membangun Desa Wisata http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/60 <p>Indonesia telah mengeluarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa. Salah satu cara untuk mengelola ekonomi masyarakat desa itu adalah dengan dibentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat dikatakan sebagai produk desa menuju desa wirausaha. Program pengabdian ini berupaya mengeksplorasi potensi keberadaan BUMDes dalam membangun dan menghasilkan penerimaan di desa Bulusulur di Kabupaten Wonogiri dengan membangun desa wisata di Desa Bulusulur yang berada di Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Dengan digulirkannya dana desa, Pemerintah Desa bersama warga setempat berhasil membentuk BUMDes, yang terdiri atas empat (4) unit sektor usaha yang dikelola BUMDes Wahana Artha Nugraha di Desa Bulusulur yaitu unit sumber mata air sebagai kawasan taman Kolam Keceh Sumber Berkah dan Bumi Perkemahan <em>(outbound)</em> di Dusun Bulusari, unit sumber air bersih Sumber Agung di Dusun Malangsari dan Klemud, Industri Rumah Tangga Kerajinan dan Mebel di Dusun Klemud, dan unit Gapoktan Sari Makmur. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, In-depth Interview, dan dokumentasi terkait tentang potensi pariwisata dan kendala yang dihadapi, rencana pengembangan pariwisata ke depannya dan melihat langsung daerah yang nanti akan dikembangkan menjadi Desa Wisata berbasis Eduwisata. Program pengabdian ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran BUMDes dalam membangun Desa Wisata yang nantinya menjadi proyek percontohan bagi desa-desa lain nya serta mampu menjawab keberadaan BUMDes dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa sehingga mampu menggerakkan ekonomi pedesaan dengan mengoptimalkan potensi di Desa Bulusulur. Hal ini sejalan dengan gerakan desa wisata, yang mana Desa mampu mengoptimalkan seluruh potensi sumber dayanya untuk menggerakkan perekonomian penduduk desa dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat usia produktif. Program pengabdian ini berfokus pada pengembangan Wilayah Desa Bulusulur menjadi Desa Wisata<em>&nbsp; </em>difokuskan di Unit BUMDes Kolam Keceh dan Bumi Perkemahan sebagai kawasan Taman Edukasi Arjuna bagi Masyarakat yang multifungsi selain taman hiburan bertema alam terdapat media edukasi seperti taman baca, pojok KB, lahan persawahan (lomba tangkap belut), dan kolam berenang anak. Di taman ini juga menyuguhkan Wahana Selfi, Wahana Jemparing Tradisional, dan Wahana Menara. Selain itu, untuk mengembangkan SDM masyarakat setempat diadakan program pelatihan dan pengembangan <em>Home Industry </em>dari bank sampah melalui pemberdayaan masyarakat kelompok PKK. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dengan pelaksanaan Desa Wisata di Bulusulur menyebabkan pendapatan asli desa secara signifikan meningkat. Namun, terdapat keterbatasan terkait kurangnya&nbsp; partisipasi masyarakat tentang sadar wisata dan perlunya pembinaan dan pelatihan pengelola BUMDes terkait industri kreatif.</p> Putri Nugrahaningsih, Hermansyah Muttaqin ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/60 Tue, 23 Oct 2018 00:00:00 +0000 Pendampingan Produksi Lembaran Nata De Coco Di UKM Nata Di Kabupaten Sragen http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/61 <p>Nata de Coco merupakan salah satu produk fermentasi air kelapa yang digemari masyarakat sehingga UKM&nbsp; nata de coco berkembang pesat. UKM CV Tiga Cahaya Sejahtera di Desa Bendungan, Kedawung Sragen dan UKM milik Bapak Novi Dwi Atmojo di Desa Gempol, Sambirejo,Sragen merupakan UKM&nbsp; yang memproduksi lembaran nata de coco dan menjadi <em>supplier</em> dari beberapa industri minuman maupun makanan yang menggunakan nata de coco. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dialami oleh mitra. <strong>Secara umum permasalahan yang dihadapi oleh kedua UKM tersebut adalah produksi nata yang kurang stabil dan tingkat kegagalan produk yang masih cukup tinggi yang diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya sanitasi lingkungan, peralatan dan pekerja yang masih kurang baik, kurangnya pengetahuan pengelolaan starter nata dan proses fermentasi yang belum terkendali, terutama pengendalian kestabilan suhu selama fermentasi. Sanitasi selama proses pengolahan (sanitasi peralatan dan pekerja) maupun sanitasi ruang produksi yang kurang baik mengakibatkan seringkali terjadi kontaminasi seperti tumbuhnya jamur pada permukaan lembaran nata dan kontaminasi bakteri yang dapat menghambat pembentukan benang-benang selulosa penyusun lembaran nata. Solusi yang diberikan untuk meningkatkan </strong>rendemen dan hasil produksi nata de coco adalah&nbsp; dengan introduksi alat berupa rak fermentasi, pelatihan pengelolaan dan perbanyakan inokulum (<em>Acetobacter xylinum</em>) dan pelatihan penerapan&nbsp; <em>Good Manufacturing Practices</em> (GMP), serta pendampingan dalam pengurusan sertifikat PIRT. Dalam kegiatan pengabdian ini telah dilakukan introduksi alat yang berupa rak fermentasi, pelatihan pengelolaan dan perbanyakan inokulum dan pelatihan penerapan&nbsp; GMP. Dengan adanya kegiatan ini terjadi&nbsp; peningkatan rendemen nata yang dihasilkan karena berkurangnya kontaminasi dan telah diperoleh sertifikat P-IRT dengan Nomor 09.05.3314.02.01.0136.19</p> Asri Nursiwi, Ardhea Mustika Sari, Adhitya Pitara Sanjaya ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/61 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Penciptaan Peluang Pengembangan UMKM Di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/62 <p>Perkembangan industri yang berbasis pada kekayaan sumber daya alam di suatu daerah seringkali tidak memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan&nbsp; masyarakat di sekitarnya. Kabupaten Morowali memiliki kandungan nikel terbesar di Indonesia dan telah berkembang kawasan industri PT. IMIP yang akan berkembang menjadi perusahaan nikel terbesar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peluang usaha mikro kecil dan menengah&nbsp; (UMKM) yang dapat dikembangkan oleh masyarakat&nbsp; di sekitar kawasan industri dengan tujuan untuk peningkatan kesejahteraan dan perluasan kesempatan kerja. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder dan data primer yang diperoleh melalui proses wawancara dan observasi, adapun teknik analisis yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat berbagai peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh masyarakat Kabupaten Morowali dengan didukung oleh peran berbagai lembaga terkait baik pemerintah maupun swasta serta diperlukan peningkatan peran lembaga ekonomi masyarakat berupa Koperasi dan BUMDES.</p> Yeni Nuraeni ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/62 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 The Management Of Rural Development And The Improvement Of The Potential Of Local Community Prosperity In Cimanggis Village , Bojonggede Sub District, Bogor Regency West Java Province http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/63 <p>The results and the evaluation of this community services is to explain the Management of Rural development and the Improvement of Local Potency-Based Community Prosperity in Cimanggis village, Bojonggede sub-district, Bogor regency, East Java Province. A qualitative approach with a SWOT analysis was employed.</p> <p>The results and the evaluation of this community services was to understand and explain what strategy is suitably adopted by the government of Cimanggis village in managing the rural development and the improvement of the community prosperity based on the local potency in Cimanggis village, Bojonggede sub-district, Bogor regency, East Java province. A defensive strategy was adopted by making use of and optimizing the attitude of village government in persuading the people to be willing to manage the rural development in line with the potency of the village.</p> <p>The authors found the following driving factors namely: 1) the attitude of the village government in persuading the people to do the rural development; 2) the village fund which was supporting and which is suitable with the target; 3) the <em>gotong royong</em> (mutual cooperation) culture; 4) the implementation of the rural development which was in line with village potency. Meanwhile the inhibiting factors were as follows: 1) the people’s mindset which still needed a good understanding and approach 2) the fence between the houses which hindered the road development; 3) the climate which was often changing; and 4) less responses from the heads of RTs (administrative village which is the lowest level of government administration) in informing activities to the people.</p> Marislinda Idris, Baharuddin Baharuddin, Donna Sampaleng ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/63 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Minat Wirausaha Berbasis Kerajinan Gerabah Bagi Anak Keluarga Miskin Di Surakarta http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/64 <p>Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangan minat wirausaha berbasis kerajinan gerabah sebagai sebuah alternatif usaha di lingkungan anak-anak pinggiran. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat&nbsp; melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dengan “Gerakan Kewirausahaan Nasional” tahun 2014, yang&nbsp; memberikan peluang pendidikan non formal sebagai solusi pengentasan kemiskinan dan mengatasi pengangguran dengan penekanan&nbsp;pada penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Mitra dari pengabdian ini adalah dua Kelompok belajar yaitu Lembaga Clay Devotee yang bergerak di bidang sosial pendidikan bagi masyarakat di kota Surakarta. Mitra kedua adalah Rumah Hebat Indonesia. Rumah Hebat Indonesia merupakan Rumah Masyarakat berbasis&nbsp;<em>“Community Empowerment”</em>&nbsp; yang diperuntukkan untuk anak-anak Rejosari agar mampu berdayaguna melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki. Target khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan pendampingan ini adalah SDM yang mumpuni dalam bidang kewirausahaan,&nbsp; diversifikasi produk,&nbsp; peningkatan promosi dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam implementasi kegiatan ini yaitu metode observasi, diskusi, operasional kerja, dan pendampingan secara langsung. Implementasi Kegiatan manajemen SDM meliputi Kegiatan Sarasehan dan Temu Dengar dari Keluarga Binaan dan Kegiatan “Pelatihan Jiwa Wirausaha mandiri”. Kegiatan yang berkaitan dengan produksi meliputi pembuatan Desain Gerabah, pengenalan alat produksi&nbsp; (alat putar dengan dinamo dan alat cetak),&nbsp; dan teknik finishing. Kegiatan pemasaran dilakukan dengan membangun jaringan dan kerjasama, studi banding dan promosi melalui leaflet, kartu nama, katalog produk, banner dan akun di jejaring sosial. Pendampingan ini perlu berkelanjutan agar bisa efektif dan terlihat hasilnya</p> Tiwuk Kusuma Hastuti, Joko Lulut Amboro ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/64 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pelatihan Orientasi Kewirausahaan Untuk Meningkatkan Keinovasian Pada Usaha Makanan Tradisional Di Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/65 <p><em>This program is carried out on Small and Medium Enterprises (SME) Suka Rasa and SME Sendang Rasa in Toroh District, Grobogan Regency. Both SMEs have the same characteristics of business and products, namely tempe chips and banana chips. The weakness of this SMEs is the packaging of products and ways of marketing that are very simple. Their behavior of business has not shown the attitudes of an entrepreneur, so the performance of SMEs is still low. Making product innovation was the aims of this community service program, for improving the knowledge and ability of entrepreneurship orientation of SMEs. The method used to develop an entrepreneurial orientation in this activity is using training and product innovation practices. The success of this activity was measured through perceptions of innovation and product sales performance. The result of this activity was shown a big change on the behavior of SMEs, that is becoming more entrepreneur oriented, such as: 1) SMEs have made innovation by experimenting the products of chips into various flavor variants, such as saltiness, barbeque flavor, and cheese flavor; 2) SMEs have been able to recognize the risks faced when innovating products; 3) SMEs can able to map competitors and market potential. The packaging design and P-IRT licenses on products produced by SMEs were an additional output for this program.</em></p> Sri Wahyuni, Sunarto Sunarto, Muhammad Sabandi, Villa Santika ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/65 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengembangan Ekowisata Bahari Dan Budidaya Rumput Laut Di Kawasan Konservasi Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/67 <p>Permasalahan utama yang terjadi di Desa Labuhan Bajo yang wilayah perairannya masuk ke dalam kawasan konservasi perairan (KKP) gugusan Pulau Kramat, Bedil dan Temudong ialah tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap kegiatan penangkapan ikan. Pelarangan penangkapan ikan di sebagian zona konservasi menyebabkan berkurangnya luasan daerah tangkapan sehingga berdampak pada penurunan pendapatan masyarakat. Keadaan tersebut menyebabkan sebagian masyarakat memiliki persepsi yang kurang baik terhadap kegiatan konservasi perairan. Salah satu potensi perairan yang berada di dalam kawasan konservasi dan belum termanfaatkan yaitu potensi zona perikanan berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih dan mendampingi masyarakat dalam mengintegrasikan usaha budidaya rumput laut dengan ekowisata bahari di zona perikanan berkelanjutan sehingga dapat menjadi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat sekitar. Target yang ingin dicapai dalam kegiatan ini ialah : tersedianya mata pencaharian alternatif bagi masyarakat di kawasan konservasi berbasis integrasi budidaya rumput laut dan ekowisata bahari; peningkatan pendapatan masyarakat dan terbangunnya persepsi yang baik terhadap kegiatan konservasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini ialah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. tentang pengembangan ekowisata bahari dan budidaya rumput laut di zona perikanan berlanjutan. Hasil dari kegiatan ini adalah berkembangnya ekowisata bahari di kawasan konservasi perairan Kramat, Bedil dan Temudong yang dibuktikan dengan peningkatan jumlah pengunjung (wisatawan), tersedianya mata pencaharian alternatif masyarakat melalui penyewaan perahu dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya dan pengolahan rumput laut.</p> Dedi Syafikri, Siti Nurwahidah, Neri Kautsari ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/67 Tue, 23 Oct 2018 00:00:00 +0000 Optimalisasi Manajemen Administrasi Dan Pembukuan Keuangan Pengerajin Anyam Khas Melayu Pesisir Pantai Cermin http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/68 <p>Tujuan Program pengabdian ini adalah pengabdi membantu usaha kelompok pengerajin Anyaman dan Aksesoris Khas Melayu Pesisir Pantai cermin dalam meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Kelompok. Selain itu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk serta variasi produk tanpa menghilangkan ke khasan produk budaya pesisir pantai cermin. Dan yang tidak kalah penting pemasaran yang sangat terbatas pada konsep tradisional tak banyak dapat mendongkrak penghasilan dan perkembangan usaha meraka. Kedua kelompok ini saling membahu dalam mengerjakan orderan yang ada pada masing-masing kelompoknya. Metode yang dilakukan dalam mewujudkan hal tersebut diatas tim menyusun program dalam bentuk transfer ilmu dan pendampingan yang berkelanjutan. Dari data yang didapat pada Pelatihan Manajemen Usaha yang memiliki kompetensi Sangat Baik&nbsp; (&gt; 80) hanya 8 orang ataupun 21 % dari jumlah seluruh peserta dan pada pelatihan pembukuan keuangan Usaha terdapat 7 orang atau 18% yang memiliki kopetensi sangat baik. Untuk kompetensi Baik (70-79) pada pelatihan Pelatihan Manajemen Usaha sebanyak 8 Orang atau 21% dan pada pelatihan pembukuan cukup signifikan yaitu 16 Orang atau sebesar 42 % memiliki kompetensi baik.Untuk kompetensi Cukup (60-69) dari tabel dapat kita lihat pada Pelatihan Manajemen Usaha sebanyak 18 Orang ataupun 47% dari jumlah peserta dan ini angka tertinggi pada pelatihan ini, sedangkan pada pelatihan pembukuan keuangan Usaha terdapat 14 orang dengan kompetensi cukup. Dan terakhir peserta dengan kriteria Kurang (&lt;60) pada Pelatihan Manajemen Usaha sebanyak 4 Orang atau 11 % dan untuk pelatihan Pembukuan Keuangan Usaha sebanyak 1 Orang atau 3%.</p> Irfandi Irfandi, Taufik Hidayat, Adek Cerah Kurnia Azis ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/68 Tue, 23 Oct 2018 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan Berbasis Partisipasi Warga Menuju Peningkatan Dan Kemandirian Pengelolaan Ekonomi Di Desa Parakanlima, Cirinten, Lebak-Banten http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/69 <p>Tujuan utama dalam studi ini adalah mengembangkan cara yang efektif untuk memberdayakan ekonomi pedesaan berbasis partisipasi warga desanya menuju kemandirian dalam mengelola ekonomi desanya. Program pemberdayaan ekonomi desa hanya mungkin efektif dan berkesinambungan apabila warganya terlibat secara aktif dalam semua proses yang dilakukan mulai sejak dari awal hingga akhir proses, bahkan terus menerus menjadi siklus yang harus dikelola terus menerus. Trisakti School of Management (TSM) melalui program PKM mengambil peran untuk terlibat memberdayakan masyarakat desa agar mandiri mengelola kehidupan ekonominya dengan semua sumberdaya yang dimiliki.</p> <p>Kegiatan PKM dilakukan pada tanggal 26 Juli 2018 di Desa Parakanlima, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, yang merupakan desa tertinggal/termiskin di Provinsi Banten. Dimana pemberdayaan sebelumnya telah dilakukan melalui proses dan waktu panjang, yang dimulai dari kegiatan <em>Live-in</em> mahasiswa, diteruskan dengan pembangunan MCK, dan gedung “serbaguna”. Melalui musyawarah desa, pembangunan ruangan serbaguna dapat digunakan untuk kegiatan desa, sekolah PAUD, termasuk saat kegiatan pelatihan dan <em>sharing</em> pengalaman tentang manajemen usaha koperasi dilakukan di gedung tersebut. Pelatihan ini diikuti oleh <em>key-persons</em> di desa dan antusiasme serta tanggapan sangat positif diperoleh melalui testimoni yang disampaikan. Adanya perubahan peningkatan pengetahuan pentingnya manajemen organisasi, membuka wawasan warga mengenai usaha-koperasi sebagai pilihan wadah perekonomian desa, serta dapat melakukan pembukuan yang benar menjadikan warga termotivasi untuk segera mendirikan koperasi. Sehingga dengan adanya kesadaran dan harapan dengan koperasi, perekonomian desa dapat meningkat dan mandiri.</p> Yupiter Gulo, Nicken Destriana ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/69 Tue, 23 Oct 2018 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Karang Taruna Pada Wilayah Terdampak Penutupan Lokalisasi “Moroseneng” Di Kelurahan Kandangan Kecamatan Benowo Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/70 <p>Tujuan dari program ini adalah mencari pemecahan terhadap permasalahan yang dihadapi mitra diantaranya kurangnya kemampuan dan ketrampilan berwirausaha dan kemandirian tanpa menggantungkan diri pada orang lain, kurangnya kemampuan dan ketrampilan untuk menggerakan dirinya dan orang lain pada suatu tujuan tertentu, kurangnya kemampuan dan ketrampilan untuk mengelola suatu organisasi, kurangnya keberanian untuk melakukan hal-hal dan usaha baru. Metode pelaksanaan program pemberdayaan dilakukan untuk menyelesaikan masalah mitra adalah dalam bentuk penyuluhan, pelatihan dan pendampingan untuk pemenuhan dimensi kognitif, afektif dan psikomotor. Materi penyuluhan dan pelatihan di antaranya adalah Kewirausahaan, Success Story, Problem Solving &amp; Motivasi, Pelatihan usaha diantaranya; Pengelasan (kanopi, pagar, dll), Pelatihan Sablon Kaos dan Kemasan, Pembuatan produk kreatif, Pelatihan Pembuatan Desain Produk dan Kemasan Produk, Pelatihan Pemasaran dan E-Marketing dan Pengelolaan Keuangan Sederhana, Keorganisasian/Kelembagaan Karang Taruna serta outbound dalam rangka untuk melatih semangat berwirausaha, kepemimpinan dan kerjasama tim.pakai, perjalanan, publikasi di jurnal ilmiah, dan lain-lain. Hasil pelaksanaan kegiatan ini antara lain; terlaksana pertemuan koordinasi dengan ketua karang taruna dan Lurah Kandangan, terlaksana sosialisasi program ke anggota karang taruna, terlaksana pelatihan dan praktek las dalam pembuatan kerajinan layang-layang hias, terlaksana pelatihan dan praktek sablon kaos, terlaksana pelatihan penyusunan rencana bisnis dan pelatihan manajemen pemasaran. Rencana kegiatan selanjutnya adalah pelatihan manajemen keuangan, manajemen SDM, perijinan dan akses permodalan, motivasi dan pendampingan usaha agar pelatihan yang diberikan dipastikan berjalan dan menjadi usaha mandiri.</p> Woro Utari, Karlin Karlin, Wahyu Nugroho ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/70 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Perekonomian Dan Analisa Usaha Melalui Pembuatan Tepung Mocaf Di Kecamatan Siak Hulu Pekanbaru http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/71 <p>Cassava cultivation in Siak Hulu District Kampar&nbsp; Riau of Province sold more in the form of primary goods or just processed into tape, opak and traditional cakes that have less economic value. This is because the lack of knowledge of farmers related to other processed cassava is one of them Flour Mocaf which has a function similar to wheat flour, rice and other flour, this flour has a huge market potential so it is very likely to be developed among farmers . So the level of dependence on wheat can be reduced, considering flour is imported products. The method used for making mocaf flour is cassava peeled, washed to mucil on cassava is lost and cut small then soak in drum that contains water for 3 days or 72 hours ago dried and finely ground and packed. If analyzed making mocaf flour is very likely for new farmers or entrepreneurs to start their business with greater profit, especially if processed products made from mocaf flour can be produced variously will certainly bring in greater profit. This means that after this activity, more farmers know the other benefits of cassava which has added value higher. Cassava can be processed into substitution products from wheat by way of processing cassava into mocaf flour through a very simple process so easily understood by farmers who have different educational background.</p> Sri Maryanti, Rita Wiyati, Muhammad Thamrin ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/71 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Kelompok Usaha Tenun “Mekar Sari” Melalui Metode Participatory Rural Appraisal http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/72 <p>Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan &nbsp;tentang berbagai&nbsp; hal yang berkaitan dengan kegiatan manajemen usaha serta membentuk dan mengembangkan sekelompok masyarakat agar mandiri secara ekonomi. Mitra kegiatan IbM ini adalah Kelompok Usaha Tenun ATBM “Mekar Sari” yang berlokasi di Desa Grogol dan Tlogosari Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2017.</p> <p>Dari kegiatan ini diharapkan berbagai permasalahan yang muncul bisa teratasi. Permasalahan tersebut antara lain terkendala dalam proses inkubasi koperasi dan memaksimalkan efektifitas kelompok, kendala SDM dan sarana promosi, kendala produksi dan pengembangan produk, serta kendala eksistensi usaha dan merk.</p> <p>Metode Pelaksanaan menggunakan metode <em>Parcipatory Rural Appraisal (PRA),</em> yaitu metode yang lazim digunakan dalam pemberdayaan masyarakat. Fokus metode ini lebih ditujukan kepada “orang luar” di luar kelompok masayarakat yang akan didampingi ataupun diberdayakan untuk bisa memberikan arah bagaimana dan apa sajakah aspek-aspek strategis dan teknis yang bisa diterapkan dalam membantu masyakat untuk menyelesaikan segala permasalahan yang mereka hadapi.</p> <p>Kegiatan yang telah dilaksanakan&nbsp; meliputi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; (1). Peningkatan efektifitas usaha kelompok melalui pemecahan kelompok menjadi KUBe Mekar Sari 1, 2, 3 dan 4.&nbsp; (2).&nbsp; Edukasi kaderisasi pengurus koperasi ataupun KUBe (3). Pembuatan katalog produk Kelompok Tenun ATBM “Mekar Sari.&nbsp;&nbsp; (4). Edukasi Kesadaran Merek. ( 5). Praktik pengemasan produk tenun “Mekar Sari”.&nbsp; (6). Pembuatan blog.</p> Ninik Probosari, Titik Kusmantini, Neng Neng Happy ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/72 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Membangun Daya Saing UMKM Pempek Untuk Meningkatkan Perekonomian Indonesia http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/73 <p>Dunia semakin menyatu dalam satu kesatuan yang utuh melalui globalisasi sudah menjadi kenyataan. Thomas L. Friedman merangkumnya dalam <em>”The World is Flat</em>”. Globalisasi sendiri menurut Thomas Friedman bergeser dari Globalization 1.0 menuju Globalization 2.0, dan sekarang Globalization 4.0. Berbagai negara membentuk aliansi bersama untuk bergabung dalam satu kekuatan besar dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.</p> <p>Sebagai bagian dari masyarakat global, Indonesia menghadapi berbagai macam perma-salahan yang kompleks. Oleh sebab itu permasalahan krusial yang dihadapi bangsa saat ini adalah bagaimana cara meningkatkan perekonomian Indonesia, salah satu cara membangun daya saing UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) khususnya kuliner pempek. Pemaparan daya saing umkm pempek dilakukan secara deskriptif.&nbsp; Kondisi perekonomian dengan pendapatan yang tinggi bisa dikatakan negara&nbsp; maju dalam perekonomian, juga teknologi turut andil dalam membantu suatu stabilitas ekonomi Negara.</p> <p>Inovasi dan kreativitas sangat dibutuhkan dalam persaingan untuk merebut kekuasaan karena perkembangan internasional tidak mudah diramalkan. Apabila inovasi dan kreativitas dalam berwirausaha digalakan dan dipelihara sesuai dengan sumberdaya alam yang ada, tentu akan mampu membuat daya saing bangsa tinggi. Salah satu usaha yang akan digalakan adalah wirausaha pempek dalam rangka meningkatkan perekonomian.</p> Enny Sri Martini ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/73 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengembangan Wisata Tumbuhan Obat Sasambo http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/75 <p>Adanya wisata tumbuhan obat SASAMBO akan memberikan kontribusi berupa diversifikasi lapangan kerja dan usaha, kesehatan, dan sarana prasarana bagi masyarakat pedesaan.&nbsp; Wisata tumbuhan obat SASAMBO juga dapat membuka akses pendidikan yaitu memperkenalkan berbagai spesies tumbuhan obat SASAMBO yang telah terbukti khasiatnya kepada masyarakat pedesaan serta cara preparasinya menjadi obat tradisional siap pakai. Potensi Desa Sembalun Bumbung di Kabupaten Lombok Timur memberikan peluang yang besar untuk dikembangkannya wisata tumbuhan obat SASAMBO. Dalam hal ini, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat) memberdayakan masyarakat Desa Sembalun Bumbung dalam budidaya dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga. Tahapan kegiatan KKN-PPM yang dilakukan yaitu sosialisasi dan penyuluhan Tanaman Obat Keluarga, pendampingan budidaya Tanaman Obat Keluarga, dan bimbingan teknis pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga. Kegiatan KKN-PPM ini melibatkan 32 mahasiswa Universitas Mataram dari berbagai fakultas. &nbsp;Pelaksanaan KKN-PPM meliputi koordinasi dengan kepala desa, perekrutan mahasiswa, pembekalan KKN, pelaksanaan KKN-PPM, serta penyusunan laporan KKN mahasiswa.</p> Aliefman Hakim, A. Wahab Jufri, I Nyoman Loka ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/75 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Petani Porang Dengan Konsep Terintegrasi Melalui Kuliah Kerja Nyata Program Pembelajaran Masyarakat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/76 <p>Umbi porang (<em>Amorphophallus Oncophyllus</em>) merupakan tanaman umbi yang termasuk famili Araceae dengan kandungan glukomanan cukup tinggi (15–64% basis kering) sangat berguna bagi industri kesehatan, pangan, maupun nonpangan. <em>Chip Porang</em> merupakan hasil pengolahan dari umbi porang menjadi produk setengah jadi yang digunakan sebagai bahan makanan, obat-obatan dan kosmetik. Sedangkan metode yang digunakan dalam proses pemberdayaan masyarakat petani Porang terdiri dari tiga, yaitu (i) <em>Miniplant</em>, (ii). <em>Rantai pasok porang</em> dan (iii). <em>Market. </em>Sedangkan Hasil yang dicapai adalah (i) Perencanaan <em>miniplant</em> dengan dua lantai&nbsp; yang menerapkan dua disiplin ilmu yaitu merancang struktur bangunan dengan memperhatikan lingkungan (teknik sipil) dan teknik Industri. Teknik sipil berkaitan dengan struktur bangunan dengan memperhatikan lingkungan. Sedangkan teknik industri menerapkan konsep&nbsp; penataan fasilitas <em>layout design</em>. (ii). Pada rantai pasok porang, ditemukan&nbsp; <em>supplier</em> harga Rp. 54.000 sampai Rp. 80.000/kg dengan memperhatikan kualitas produksi. Kendala yang dihadapi adalah proses pengeringan karena kondisi cuaca kondisi cuaca Desa Jembul yang memiliki intensitas cahaya rata-rata 31<sup>0</sup>C&nbsp; memiliki kandungan air 15%. Untuk itu diperlukan alat penjemuran seperti oven. (iii). <em>Market</em>. Untuk meningkatkan hasil produksi, maka pemasaran dengan menggunakan teknologi informasi yaitu web, media social, <em>facebook</em> dan instagram. Untuk program selanjutnya diperlukan perancangan mesin oven.</p> Pipit Sari Puspitorini, Andhika Cahyono Putra, Admiral Ernes ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/76 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Prosfek Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Di Lombok http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/77 <p>Tujuan dilaksanakannya pengabdian pada masyarakat ini adalah: (1) mempertahankan komitmen alumni sebagai wirausahawan muda pertanian; (2) meningkatan kapasitas dan kemampuan alumni dalam pengelolaan bisnis bidang pertanian; (3) meningkatkan skala usaha melalui penambahan kemampuan pembiayan usaha bidang agribisnis; (4) mengembangan jaringan bisnis (<em>net-working)</em> dan kerjasama pembiayaaan dan pemasaran. Output yang diharapkan sebagai keluaran kegiatan pengabdiandian ini adalah artikel yang diterbitkan di jurnal nasional atau internasional. Untuk mencapai tujuan pengabdian ini maka dilaksanakan dengan pendekatan pembinaan dan pendampingan. Pembinaan dilasanakan dengan metode <em>focus group discussion</em> (FGD), pelatihan dengan metode sekolah lapang agribisnis, dan pendampingan dilasanaan dengan metode<em> problem solving</em>. Dari serangkaian pelaksanaan kegiatan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) komitmen alumni sebagai wirausahawan muda pertanian masih mampu dipertahanan yang ditunjukkan oleh masih kuatnya jiwa dan semangat kewirausahaannya; (2) para alumni yang tergabung dalam Kelompok PWMP memiliki kemampuan dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha bidang pertanian diantaranya 3 (tiga) dari 7 (tujuh) Kelompok PWMP telah membuka cabang usaha dan mengangkat karyawan dalam membantu kegiatan produksi dan pelayanan kepada pelanggan; (3) secara umum telah terjadi peningkatan kemampuan pembiayaan yang bersumber dari penyisihan hasil usaha rata-rata sebesar 18,3% sejak bulan November 2017 sampai dengan bulan Juli 2018 atau 2,29%/bulan; (4) pengembangan jaringan bisnis dan pemasaran masih menjadi kendala bagi sebagian besar wirausahawan muda pertanian, kecuali Kelompok PWMP Bintang Tani yang telah memiliki jaringan bisnis dan pelanggan tetap pada aspek pemasaran.</p> Tajidan Tajidan, Efendy Efendy, Halil Halil, FX Edy Fernandez ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/77 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penataan Permukiman Pesisir Dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Di Provinsi NTB http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/78 <p>Kawasan pesisir selatan pulau Lombok merupakan destinasi prioritas di&nbsp;&nbsp; Indonesia dengan locus pengembangan wisata pantai.&nbsp; Keberadaan kampung nelayan di Kabupaten Lombok Tengah&nbsp; merupakan kawasan yang harus terintegrasi dengan rencana pengembangan wisata secara luas. Ditinjau dari sisi fisik, sosial, ekonomi dan budaya yang mendukung kehidupan masyarakat nelayan kecil secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini &nbsp;bertujuan untuk&nbsp; melakukan penataan permukiman untuk perbaikan lingkungan dan mengembangkan kampung nelayan&nbsp; sebagai bagian integral kawasan wisata di Lombok Tengah secara ekonomi, sosial dan budaya. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat bersifat partisipatif menggunakan pendekatan <em>Community Based Participatory Approach</em>, jumlah target sasaran pemberdayaan 65 orang. Hasil pendampingan&nbsp; menunjukkan bahwa secara biogeofisik kampung nelayan di kawasan pesisir Lombok Tengah sesuai untuk diintegrasikan sebagai kawasan wisata pantai dengan mempertimbangkan kebijakan penataan permukiman nelayan berpendekatan “<em>smart living’ </em>sekaligus sebagai show window destinasi baru. Pemberdayaan nelayan kecil&nbsp; di Kabupaten Lombok Tengah dilakukan melalui pelibatan keluarga nelayan&nbsp; sebagai&nbsp; pelaku wisata langsung seperti pemanfaatan hasil tangkap dalam memenuhi kebutuhan kuliner. Pelibatan keluarga nelayan juga dalam berbagai aktivitas wisata seperti transportasi, guide tour,rumah makan dan restaurant. Aktivitas pendukung pengembangan wisata memerlukan pendampingan dan pemberdayaan yang bersifat intens, sehingga masyarakat nelayan mampu terlibat secara professional dalam mendukung kegiatan pariwisata.</p> Rini S. Saptaningtyas, Sitti Hilyana, Pandu K. Utomo, Alfian Pujian Hadi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/78 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Kapasitas Kelompok Pengolah Dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsari) “Bunga Anggrek” Kecamatan Ampenan Melalui Pelatihan Pengolahan Dan Pemasaran Ikan http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/79 <p>Existence of Fishery Product Processing and Marketers Group of “Bunga Anggrek” in Banjar Hamlet of Banjar Village in Ampenan Sub district Mataram Municipality is very strategic where marine fishery products so far in Sub district of Ampenan have been marketed is only in local areas therefore group “Bunga Anggrek” can be a pioneers to local fisherman community to increase their capacity in processing and marketing fishery products.&nbsp; Main objective of this activity is making some kinds of fishery products with their good marketing strategy.&nbsp; Methods applied to accomplish the objectives are through training that is completed with good practices of making some kinds of fishery products and training of development of marketing strategy either for fresh fish or fishery products.&nbsp; The results showed that participants realized that processing fish into various processed products was very easy to do and could provide additional income for their families.&nbsp; In addition, their knowledge and insight in managing the business and in marketing the products of their business will also increase.&nbsp; This is possible because some of the material delivered by the team is enough to provide participants with knowledge that can increase their capacity in conducting a profitable business.</p> Rosmilawati Rosmilawati, Asri Hidayati, Abdullah Usman, I G L Parta Tanaya ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/79 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengembangan Desa Ekowisata Melalui Penerapan Hospitality Management Pada Pemilik Usaha Jasa Di Sembalun http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/80 <p>Program pengabdian ini ditujukan untuk memfasilitasi para pemilik usaha yang kesulitan dalam mengembangkan kegiatan usahanya di desa ekowisata Sembalun. Era digital dan informasi di zaman ini menyediakan berbagai macam fasilitas&nbsp; gratis untuk menyebarluaskan informasi. Sebagai bagian dari manajemen pariwisata, <em>hospitality management</em> dengan memanfaatkan sebesar-besarnya pemasaran dengan media online (marketing viral) dan offline dapat digunakan untuk meningkatkan daya tarik desa wisata di Sembalun. Pendampingan dan pelatihan yang merupakan program utama dari usul pengabdian ini ditujukan untuk merubah konsep pemasaran tradisional dari para pemilik usaha yang hanya berorientasi pada pemasaran <em>word of mouth</em> saja (pemasaran pasif).</p> I Nyoman Nugraha Ardana Putra, Dwi Putra Buana Sakti, Siti Nurmayanti, I Dewa Gde Bisma, Baiq Nurul Suryawati ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/80 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Keuangan Desa Melalui Pelatihan Perpajakan Bagi Aparat Desa http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/81 <p>Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan tentang aspek perpajakan dalam pengelolaan keuangan desa di Kecamatan Gunung Sari Kab. Lombok Barat NTB. Kegiatan melibatkan para aparat desa yang berasal dari 9 desa. Kegiatan diawali dengan pemberian materi tentang konsep perpajakan dan contoh kasus yang relevan; selanjutnya dilakukan tanya jawab dan diskusi tentang permasalahan dan kendala yang dihadapi aparat desa serta masukan dari Tim PPM. Beberapa permasalahan yang dihadapi aparat desa adalah kebingungan pemungutan pajak daerah dan pajak pusat; pembayaran honorarium bernilai nominal kecil tidak potong pajak; teknis pemotongan PPh Pasal 22 dan PPN penyedia barang dan jasa; dan nilai pajak yang tidak dimasukkan dalam nilai nominal anggaran belanja. Masukan dari tim adalah bahwa pemungutan pajak daerah bukan kewajiban bendahara desa karena tidak memiliki dasar hukum; semua honorarium dipotong pajak; kwitansi yang dibuat tersendiri dan melengkapi bukti transaksi pembelian barang dan jasa terkait PPh Pasal 22 dan PPN; serta menyusun anggaran belanja yang sudah memasukkan nilai nominal pajak.</p> Baiq Rosyida Dwi Astuti, Wirawan Suhaedi, Intan Rakhmawati, R Sapto Hendri BS ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/81 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Sosialisasi Tentang Pembiayaan Bagi Hasil Menurut UU No 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syari’ah Di Desa Bagik Polak Labuapi Lombok Barat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/82 <p>Keberadaan perbankan syariah sebagai bagian dari <em>dual banking system</em>, memiliki makna yang penting dalam menunjang kegiatan bisnis perbankan syari’ah. Sampai saat ini perkembangan perbankan syariah cukup pesat dan diminati oleh masyarakat, namun belum banyak dipahami dengan baik, terlebih lagi setelah keluarnya UU No 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Hal ini berimplikasi terhadap eksistensi perbankan syari’ah &nbsp;di masyarakat. Tujuan kegiatan ini untuk mensosialisasikan keberadaan UU No 21 Tahun 2008 dan peraturan terkait perbankan syariah khususnya dalam kegiatan pembiayaan bagi hasil (<em>mudharabah dan musyarakah</em>). Secara umum keberadaan perbankan syariah belum banyak diketahui dan diterapkan oleh masyarakat di Desa Bagik polak Kecamatan Labuapi karena masih terbatasnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah, perguruan tinggi maupun dunia usaha, sehingga penyuluhan ini menjadi penting untuk dilakukan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan: dalam bentuk ceramah atau diskusi terfokus dan konsultasi langsung dengan masyarakat di Desa Bagik Polak. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2018, adapun hasil kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pembiayaan bagi hasil dan keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan pembiayaan bagi hasil dibandingkan dengan sistem bunga yang berlaku dalam sistem kredit di bank konvensional, sehingga masyarakat dapat memahami keunggulan pembiayaan dengan system bagi hasil.</p> Muhaimin Muhaimin, Sumiati Sumiati, M. Sood M. Sood ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/82 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Gerakan Saling Mendengar Sebagai Upaya Mewujudkan Marital Right Di Dalam Keluarga http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/83 <p>Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang berjudul “Gerakan Saling Mendengar Sebagai Upaya Mewujudkan <em>Marital Right</em> Di Dalam Keluarga” telah dilaksanakan pada tanggal 7 September 2018 di Ruang Pertemuan Warga Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan pengabdian pada masyarakat tersebut dilaksanakan dengan metode sosialisasi dan kampanye gerakan saling mendengar antara suami dan istri dalam relasi di rumah tangga untuk mewujudkan <em>marital right</em> dalam keluarga. Kegiatan sosialisasi dilakukan, untuk memperkaya pemahaman tentang prinsip-prinsip <em>marital right</em> dalam keluarga.</p> <p>Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menyasar suami-istri sebagai anggota keluarga. Permasalahan yang menjadi target utama dalam kegiatan yakni untuk membekali pengetahuan tentang <em>marital right</em> yang meliputi aspek prinsip, strategi mewujudkan <em>marital right</em>, serta pentingnya komunikasi efektif dalam keluarga melalui gerakan saling mendengar dalam upaya menciptakan keluarga yang harmonis. Melalui pemahaman <em>marital right </em>yang baik, diharapkan peserta dapat meminimalisir berbagai potensi disharmonisasi di dalam keluarga.</p> <p>Kampanye gerakan saling mendengar dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diikuti oleh warga Desa Pijot, beserta staff aparatur desa, pegiat sekolah perempuan, serta mahasiswa. Kegiatan pengabdian berlangsung lancar dan diikuti dengan antusias hingga akhir kegiatan. Melalui kegiatan inii terdapat peningkatan kualitas interaksi sosial dalam rumah tangga yang bersifat komplementer dan dijalankan dengan prinsip saling menghargai satu-sama lain, sebab peserta telah diajarkan prinsip-prinsip dalam mewujudkan <em>marital right</em> di dalam keluarga.</p> <p>Kegiatan pengabdian ini berjalan lancar dengan dukungan penuh warga masyarakat Desa Pijot, staf dan aparatur desa, pegiat sekolah perempuan, mahasiswa dan&nbsp; peran serta civitas akademika Prodi Sosiologi, baik dosen, tenaga pendidik dalam mensukseskan kegiatan sebagaimana direncanakan. Pemaparan materi yang sesuai dengan isu aktual di masyarakat, serta sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh tim berdampak signifikan terhadap atensi dan minat peserta, khususnya dalam menyerap informasi dan pengetahuan yang disampaikan dalam kegiatan ini.</p> Anisa Puspa Rani, Siti Nurjannah, Arif Nasrullah ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/83 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pentingnya Dokumen Kependudukan Sebagai Wujud Hak Asasi Manusia http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/84 <p>Negara Kesatuan Republik Indonesia pada hakikatnya berkewajiban untuk memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh penduduk yang berada di dalam dan/atau di luar wilayah Republik Indonesia. Berbagai Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan tegas menjamin hak setiap penduduk diantaranya untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah, dan memperoleh status kewarganegaraan. Desa Mareje Kecamatan Lembar termasuk kategori desa yang terpencil, sehingga tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya dokumen kependudukan sebagai wujud Hak Asasi Manusia, memberikan informasi syarat-syarat pengurusan dokumen kependudukan, dan manfaat dokumen kependudukan. Simpulan: dengan adanya penyuluhan hukum, masyarakat di Desa Mareje mulai mengerti keterkaitan dokumen kependudukan dengan hak asasi manusia, yang pada hakikatnya negara berkewajiban untuk memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh penduduk, letak geografis Desa Mareje yang tersebar dan terpencil jauh dari Kota Kecamatan dan Kabupaten menyebabkan masyarakat belum sepenuhnya mengerti syarat-syarat mengurus dokumen kependudukan, Umumnya masyarakat Desa Mareje paham mengenai manfaat dokumen kependudukan sebagai bukti identitas diri maupun keluarganya,letak geografis yang tersebar dan terpencil, menjadi alasan mereka&nbsp; untuk mengurus dokumen kependudukan jika ada kepentingan mendesak.</p> Idrus Abdullah, Lalu Husni, RR.Cahyowati RR.Cahyowati ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/84 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penyuluhan Tentang Penataan Kawasan Budidaya Air Tawar Untuk Mendukung Kampung Wisata Di Dusun Kerujuk Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/85 <p>Kawasan perkolaman budidaya air tawar di Dusun Kerujuk belum ditata dan didesain dengan baik sesuai dengan fungsinya&nbsp; dan pemamfaatan ruang belum optimal. Kolam ikan dibuat asal-asalan dan terkesan seperti kubangan air saja. Hal ini menyebabkan&nbsp; produktivitas&nbsp;budidaya&nbsp;tidak maksimal.Untuk menciptakan kawasan budidaya air tawar yang menarik untuk dikunjungi wisatawan dan peningkatan produktivitas budidaya ikan air tawar, maka perlu dilakukan kegiatan penyuluhan tentang penataan kawasan budidaya air tawar untuk mendukung kampung wisata.</p> <p>Penyuluhan&nbsp; ini bertujuan memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa dengan penataan kawasan budidaya ikan dengan baik dan benar akan memberi peningkatn produktivitas budidaya ikan dan menarik untuk dikunjungi wisatawan. Hasil kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Ini tampak dari antusiasnya masyarakat dalam tanya jawab dan termotivasi mengembangkan dan penata kembali kawasan dan kolam ikan,&nbsp; sehingga kegiatan ini perlu dilakukan secara berkelanjutan.</p> Muhammad Junaidi, Muhamad Marzuki, Bagus Dwi Hari Setyono, Fariq Azhar ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/85 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengembangan Atraksi Wisata Pantai Selayar Sebagai Kawasan Eduwisata Pantai Berbasis Sustainable Tourism Observatory (STO) http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/86 <p>Gencarnya promosi program “<em>Visit Lombok Sumbawa</em>” telah mendorong semakin pesatnya perkembangan pariwisata di Pulau Lombok. Daerah wisata di Lombok Timur yang mulai banyak diminati diantaranya, Pantai Pink yang memiliki pasir berwarna merah muda, gili (pulau kecil) seperti Gili Bleq, Gili Re, Gili Buwun dan 26 gili lainnya dengan pantai yang indah dilengkapi restoran terapung, serta Tanjung Ringgit yang memiliki benda-benda bersejarah peninggalan Jepang (gua dan meriam). Pantai Desa Pijot merupakan pintu gerbang terdekat untuk memasuki daerah-daerah wisata tersebut melalui wilayah perairan. Kondisi terkini di Pantai Pijot dan sekitarnya menunjukkan banyaknya perahu untuk mengantar para wisatawan ke daerah-daerah wisata di atas. Namun masih minimnya atraksi wisata di daerah ini menyebabkan peminat wisatawan untuk singgah di wilayah ini masih rendah. Untuk itu, melalui kegiatan ini akan diusulkan pengembangan atraksi wisata seperti bejaring, bejukung, memadak, ngerakat, tambak udang terpal, serta kegiatan penunjang seperti pembuatan rumah berteduh (berugak), penanaman pohon pelindung dan mangrove di Muara Selayar. Adanya atraksi wisata ini diharapkan menjadi daya tarik wisata Pantai Pijot sehingga semakin menarik wisatawan untuk tidak hanya melewati daerah ini, namun juga singgah untuk menikmati keindahan alam maupun adanya atraksi wisata yang ada di wilayah tersebut. Pengelolaan wisata berbasis STO ini akan mengutamakan partisipasi masyarakat lokal, optimalisasi keuntungan untuk masayarakat setempat dan pengunjung, reduksi pengaruh negatif terhadap masyarakat maupun lingkungan.</p> Lalu Muhamad Furkan, Diswandi Diswandi, Agusdin Agusdin, Embun Suryani ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/86 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengembangan Entrepreneurship Melalui Peningkatan Hasil Perkebunan (Jantung Pisang) Menjadi Olahan Makanan (Abon) Di Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/87 <p>Bonjeruk adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Bonjeruk termasuk daerah&nbsp; yang&nbsp; banyak ditumbuhi pohon pisang. Selama ini yang banyak dimanfaatkan dari pohon pisang adalah buah, batang dan daun pisang.&nbsp; Kegiatan pengabdian ini memanfaatkan bagian lain dari pohon pisang yaitu jantung pisang sebagai bahan&nbsp; makanan dan dapat juga dijual untuk menambah pendapatan masyarakat. .&nbsp; Selama ini pemanfaatan jantung pisang&nbsp; belum pernah dilakukan.. Ada alternatif lain yang dapat meningkatkan nilai pohon pisang, yaitu dengan membuat abon dari jantung pisang yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan makanan olahan dari pisang yang sudah ada.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkann <em>entrepreneurship</em> melalui peningkatan nilai ekonomi hasil perkebunan (jantung pisang) menjadi olahan makanan (abon). Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan tentang kewirausahaan kepada masyarakat sehingga dapat mengembangkan jiwa wirausaha dan praktik pembuatan abon dari jantung pisang sehingga terjadi peningkatan nilai ekonomi jantung pisang dan harga jualnya relatif lebih tinggi. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mencapai luaran yaitu&nbsp; meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang kewirausahaan dan tersajinya produk abon berbahan jantung pisang.</p> Siti Aisyah Hidayati, Sri Wahyulina, Embun Suryani, Siti Sofiyah ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/87 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengembangan Agrowisata Kampung Coklat Senara Kabupaten Lombok Utara Pra Dan Pasca Bencana Alam http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/88 <p>Kakao merupakan komoditas unggulan sektor perkebunan Kabupaten Lombok Utara (KLU), dan sudah lama dikembangkan dengan dukungan agroklimat dan lahan untuk budidaya.&nbsp; Namun, komoditas kakao belum ditangani secara optimal terutama penggunaan teknologi produksi dan pascapanen sehingga nilai tambah yang diperoleh petani relatif kecil.&nbsp; Oleh karena itu, pengembangan teknologi tepat guna dalam rangka peningkatan pendapatan petani dan peningkatan produksi kakao secara berkelanjutan harus dilakukan.&nbsp; Salah satu upaya yaitu mengintegrasikan kawasan perkebunan kakao dengan obyek wisata disekitar kebun menjadi sebuah kawasan agrowisata “Kampung Coklat” di Dusun Senara (KCS) Desa Genggelang Kec. Gangga.&nbsp; Pengembangan KCS menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke KLU.&nbsp; Guna meningkatkan nilai tambah biji kakao yang hanya dijual dalam bentuk gelondongan atau biji kering maka diperlukan teknologi pengolahan kakao menjadi aneka produk yang dapat dinikmati langsung oleh wisatawan.&nbsp; Kegiatan diawali dengan <em>Focus Group Discussion</em> parapihak yang terlibat, pengumpulan data fisik, pembuatan film dan dokumentasi, pembangunan fasilitas fisik, pendampingan dan pemeran produk serta pengembangan jaringan pemasaran.&nbsp; Adanya kejadian peristiwa bencana alam pada bulan Juli – Agustus 2018 di Pulau Lombok menyebabkan seluruh infrastruktur seperti fasilitas produksi, bangunan <em>outlet,</em> ruang pertemuan dan beberapa fasilitas penunjang terdampak sangat nyata.&nbsp; Sebagai upaya <em>economic recovery</em> pasca bencana alam di kawasan agrowisata KCS telah dilakukan upaya dengan melibatkan berbagai pihak terutama kegiatan <em>trauma healing,</em> pendampingan, pemberian bantuan sarana produksi, dan pameran produk yang semuannya ditujukan untuk membangkitkan semangat untuk berproduksi kembali sehingga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana alam dapat segera terwujud.</p> Satrijo Saloko, Bambang Budi Santoso, Agus Purbathin Hadi, Alfian Pujian Hadi ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/88 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pengembangan Tanaman Stroberi Dan Pembangunan Kampung Stroberi Untuk Memberdayakan Masyarakat Di Desa Santong Kabupaten Lombok Utara http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/89 <p>Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, memiliki potensi alam yang cocok untuk pengembangan tanaman stroberi, didukung adanya destinasi&nbsp; wisata alam (ekowisata) berupa&nbsp; air terjun. Untuk mendukung pengembangan Desa Santong sebagai desa agrowisata berbasis stroberi, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk (1) Melakukan pengembangan tanaman stroberi melalui introduksi dan replikasi teknologi produksi dan pembibitan tanaman stroberi dan (2) Melakukan fasilitasi dan pendampingan untuk mewujudkan Desa Santong menjadi&nbsp; Desa Agrowisata Stroberi di Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini metode <em>Participatory Action and Learning System</em> (PALS).&nbsp;</p> <p>Dari kegiatan yang dilaksanakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat, dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan tersebut telah dapat tercapai. Tujuan pertama, tercapai dengan adanya pengetahuan dan keterampilan teknologi budidaya dan pembibitan tanaman stroberi di kalangan petani anggota kelompok tani. Tujuan kedua, juga telah tercapai dengan luaran kelompok tani bersama stakeholders lainnya telah merumuskan rencana aksi dan melaksanakan kegiatan bersama untuk mewujudkan pengembangan Desa Santong menjadi Desa Agrowisata Stroberi.</p> Agus Purbathin Hadi, Muhammad Sarjan, Aluh Nikmatullah, Satrijo Saloko ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/89 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA): Peluang Dan Tantangan Bagi Indonesia http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/256 <p>ASEAN (Persekutuan Bangsa Bangsa Asia Tenggara) merupakan bentuk regionalisme di kawasan Asia Tenggara. ASEAN yang dibentuk pada 1967 itu telah berperan penting dalam mewujudkan stabilitas keamanan regional selama ini. Sejak Perang Dingin berakhir, ASEAN telah berperan aktif dalam mendorong integrasi ekonomi di antara anggotanya, yaitu melalui pembentukan RTA (Reginal Trade Agreement). Upaya untuk mendorong integrasi ekonomi kawasan itu ditempuh dengan diperkenalkannya ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada 1992. Proses integrasi ekonomi itu akan semakin diperdalam dengan pembentukan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang mulai dijalankan sejak 2016. Integrasi ekonomi kawasan itu sesungguhnya merupakan upaya kolektif bagi negara-negara ASEAN dalam merespon perubahan ekonomi global.&nbsp; Proses integrasi ekonomi kawasan itu&nbsp; tidak saja mendorong peningkatan arus barang, jasa serta investasi di antara negara-negara ASEAN.&nbsp; Integrasi ekonomi&nbsp; itu juga memicu peningkatkan arus migrasi tenaga kerja di antara mereka. Perubahan ekonomi kawasan itu memberikan peluang dan sekaligus tantangan bagi masyarakat Indonesia. Pengabdian kepada Msyarakat (PkM)&nbsp; ini dimaksudkan untuk mengidentifaksi peluang dan tantangan perubahan ekonomi itu serta mendiskusikan persiapan bagi masyarakat, termasuk generasi muda dalam menghadapi peluang dan tantangan itu.</p> Ignatius Ismanto ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/256 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Melalui Homestay Dalam Meningkatkan Ekonomi Pedesaan Di Tanjung Lesung-Jawa Barat http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/248 <p>Peningkatan kesejahteraan adalah menjadi tujuan utama dari program pemberdayaan masyarakat di pedesaan. Oleh karena itu peran dan keberadaannya sangat penting dalam turut menciptakan kemandirian serta peningkatan ekonomi pedesaan. Tanjung lesung sebagai salah satu dari sepuluh destinasi unggulan pariwisata di Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis, khususnya dalam pengembangan desa witasa. Akan tetapi ditemukan fakta bahwa persepsi masyarakat desa terhadap pengembangan dan perencanaan desa wisata belum berjalan optimal. Masih rendahnya angka partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas desa wisata maupun homestay di wilayah tersebut menjadi salah satu indikator terhadap masih diperlukannya dukungan pihak eksternal terkait dengan pemberdayaan masyarakat. Fakultas Bisnis dan Komunikasi Universitas Swiss German, memiliki kepedulian dan komitmen untuk mendukung pemerintah dalam pengembangan program pariwisata khususnya di desa Tanjung Jaya, Tanjung Lesung. Metode kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisai sapta pesona ini menggunakan metode ceramah serta tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan pengetahuan secara umum tentang pentingnya sapta pesona untuk meningkatkan kesadaran dan persepsi positif masyarakat tentang pariwisata. Sedangkan, metode tanya jawab digunakan untuk melengkapi hal-hal yang belum terakomodasi oleh metode ceramah. Sosialisasi ini melibatkan dosen dan mahasiswa Jurusan Manajemen yang bekerja sama dengan kepala desa Tanjung Jaya, sebagai subyek sasaran. Tahap awal program ini dapat dikategorikan berhasil dengan mempertimbangkan aspek kehadiran dan partisipasi masyarakat desa serta antusiasme selama program berlangsung. Program ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, agar mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan ekonomi di wilayah tersebut.</p> Nila Krisnawati, Dian Krisanto ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/248 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Penyuluhan Lingkungan Bersih Dengan Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse & Recycle) Di Desa Sisik Kabupaten Lombok Tengah http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/258 <p>Pembangunan yang cukup pesat di Desa Sisik Kab. Lombok Tengah memberikan berbagai dampak bagi masyarakat, dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak negatif adalah meningkatkan timbulan sampah. Meningkatnya timbulan sampah yang tidak diimbangi dengan pengelolaan sampah yang baik menyebabkan sampah berserakan, sehingga menimbulkan berbagai dampak lingkungan. Sampah tersebut menjadi sumber berbagai penyakit, menyebabkan bau tidak enak, menyebabkan pemandangan kurang bagus, dan menyebabkan banjir. Masyarakat desa saat ini mempunyai kesulitan tempat untuk membuang sampah, oleh karena itu perlu upaya mengurangi jumlah sampah. Program pengelolaan sampah <em>“3R” (reduce-reuse-recycle)</em> merupakan program yang cocok untuk dikembangkan di desa ini. Program mendaur ulang sampah <em>(recycle)</em> menjadi barang yang lebih berguna sangat cocok, apalagi hasil daur ulang sampah bisa di jual dan menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah <em>“3R”</em>, sehingga dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Metode yang dilakukan adalah ceramah/diskusi di lokasi kegiatan dengan alat peraga serta praktek pengelolaan sampah.. Secara umum, kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan harapan, karena didukung oleh beberapa faktor, antara lain: keseriusan aparat desa untuk mendorong warganya mengikuti kegiatan penyuluhan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya informasi yang diberikan bagi kehidupan mereka, ketertarikan masyarakat tentang kegiatan pengelolaan sampah sangat luar biasa. Dari ceramah dan diskusi serta praktek yang dilakukan selama penyuluhan, ditarik kesimpulan bahwa masyarakat di desa ini belum mengetahui pengertian pengelolaan sampah <em>“3R”,</em> karena belum pernah ada sosialisasi tentang hal tersebut. Oleh karena itu, masyarakat menyambut antusias terhadap materi penyuluhan yang diberikan dan akan berusaha menerapkannya demi kepentingan mereka sendiri.</p> Agustono Setiawan, Lalu Wirahman W., Akmaluddin Akmaluddin, Mudji Wahyudi, Zaedar Gazalba ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/258 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Peningkatan Kualitas Produk Ekspor Sarung Tenun ATBM Melalui Perbaikan Manajemen Produksi, Inovasi Desain Dan Pengolahan Limbah Di Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/259 <p>Tujuan program ini adalah memacu pertumbuhan ekspor produk Sarung Tenun UKM di Kabupaten Gresik yaitu UKM Sumber Rejeki melalui peningkatan kualitas produk dalam rangka menunjang percepatan terwujudnya Kabupaten Gresik sebagai Kawasan Inti Produk Sarung Tenun ATBM. Program ini juga bertujuan mempercepat alih teknologi dan manajemen dari Universitas Wijaya Putra sebagai pelaksana program, kepada UKM mitra sebagai masyarakat industri disamping juga mengembangkan link &amp; match antara Universitas Wijaya Putra, UKM, Pemerintah Kebupaten Gresik dan masyarakat luas. Hasil pelaksanaan di program ini antara lain; 1). Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag, 2) Penambahan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM); 3) Pembuatan Mesin Ekstraktor Cuci Sarung; 4). Perbaikan Tempat Produksi dan Penataan Lantai Produksi; 5). Perbaikan tempat pencucian, pencelupan dan pembuatan pengolahan limbah 6). Perbaikan Proses Produksi dilakukan pada beberapa langkah produksi; 7). Pendampingan SDM, Pemasaran dan Pengelolaan Keuangan dan 8) Pembuatan standart quality assurance dan Katalog desain produk yang saat ini masih dalam proses penyelesaian. Metode pelaksanaan program ini meliputi: pelatihan dan pendampingan dengan kegiatan antara lain: pembuatan mesin dan alat produksi, pengadaan peralatan, keikutsertaan dalam pameran, pembuatan web, penataan ruang penyimpanan bahan baku, barang dan show room, menjalin kerja sama dengan BPEN serta pemrosesan HAKI.</p> Andi Iswoyo, Trisa Indrawati, Alfi Nugroho ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/259 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Kemandirian Benih Padi Unggul Lokal Sebagai Kunci Keberhasilan Membangun Pertanian Organik http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/260 <p>Benih adalah kehidupan, siapa menguasai benih dialah yang menguasai kehidupan. Sebuah kalimat yang memiliki makna membangun&nbsp; motifasi petani untuk menjaga kedaulatan atas benih (lokal) yang kita miliki, sehingga tidak lagi ketergantungan, selalu inovatif, kreatif dan selalu menjaga kearifan lokal. Hingga kini permasalahan mendasar petani adalah masalah ketersediaan benih, pupuk, lahan semakin kritis, dan nilai jual produk hasil pertanian masih stagnan tidak sebanding dengan beaya produksinya. Desa Ketapang Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang Jawa Tengah merupakan desa yang masih aktif menjaga kearifan lokal dengan membumikan pertanian organik sejak tahun 1998. Paguyuban Petani Al-Barokah merupakan motor penggerak pertanian organik di Desa Ketapang dan desa-desa sekitarnya. Organisasi tani tersebut memiliki 16 kelompok tani dengan 152,69 ha lahan pertanian padi yang sudah tersertifikasi organik oleh Lembaga Sertifikasi Organik (LSO). Dengan pelatihan-pelatihan dan penerapan teknologi pertanian organik yang dikembangkan cukup dinamis, baik dalam pengadaan benih, pemenuhan pupuk, inspeksi lahan dan pengolahan pasca panen hingga pemasaran produknya. Dengan rutinitas kelompok khusus penangkar benih padi lokal sebagai ungulan produk beras organik Paguyuban Petani Al-Barokah. Tujuan dibentuknya kelompok penangkar benih padi lokal adalah untuk memenuhi kebutuhan internal anggota Paguyuban Petani Al-Barokah, selebihnya dijual kepada petani diluar anggota / kelompok yang membutuhkan/ memulai bertani padi organik.</p> <p>Ketercukupan akan benih padi lokal memberi manfaat kepada 417 petani organik, dari 579 petani anggota, dengan luasan 152,69 yang tersertifikasi organik dari total luasan 297,76 ha lahan milik anggota Al-Barokah.&nbsp;&nbsp; bahkan kelompok penangkar padi lokal mampu menjual kepada petani / kelompok lain diluar Al-Barokah bahkan sampai antar kabupaten dan antar provinsi sehingga dapat menambah pendapatan petani dan organisasinya. Dari luasan lahan organik Al-Barokah rata-rata membutuhkan benih 25-30 kg per ha, sedang kelompok penangkar benih ada tiga kelompok rata-rata 4-5 ha per kelompok, dan mampu menghasilkan benih padi lokal 20-23 ton per panen. Sedangkan kebutuhan benih anggota per musim tanam 14 – 17 ton. System distribusi yang di terapkan di internal Al-Barokah adalah disamping jual beli juga dengan sistem pinjam dibayar pada saat panen (system pinjam yarnen) dengan kesepakatan 1:2. Kelebihan benih per musim tanam sebagai stok musim tanam berikutnya, juga didistribusikan ke beberapa kelompok tani sekitar yang membutuhkan dan berbagai daerah lain seperti ke Provinsi Lampung 1,46 ton Kab. Bloro 0,94 ton, Jepara 0,61 ton, Kab. Kendal 0,73 ton, dan beberapa kecamatan /gapoktan dengan hitungan puluhan kg. Dengan demikian gerakan Al-Barokah dalam membumikan pertanian organik mampu memotifasi petani yang berdaulat akan benih, pupuk, lahan yang sehat dan harga yang layak</p> Supriyadi Supriyadi, Mustofa Mustofa, Purwanto Purwanto, Joko Winarno, Sumani Sumani ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/260 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000 Skrining Kanker Serviks Pada Wanita Dengan Faktor Risiko Di Kota Mataram http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/262 <p>Tingginya insidensi dan mortalitas kanker serviks di Indonesia, termasuk di antaranya provinsi NTB, menunjukkan pentingnya program pencegahan dan kontrol atau pengawasan terhadap kanker serviks. Salah satu program pencegahan dan kontrol kanker serviks yang dapat dilakukan adalah pencegahan sekunder dengan melakukan skrining dan terapi.&nbsp; Skrining ini bertujuan untuk mencari adanya lesi prekanker atau kanker serviks pada wanita berisiko, yang umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. &nbsp;Salah satu alternatif metode sederhana yang dapat dilakukan adalah tes sitologi konvensional Pap smear. Tes ini menggunakan instrumen untuk mengambil sampel endoserviks dan ektoserviks dan mendeteksi adanya lesi prekanker dan kanker serviks, sehingga dapat diterapi sedini mungkin. Kegiatan pengabdian ini merupakan wujud implementasi kepedulian dan pelaksanaan atas himbauan Menteri Kesehatan untuk mendukung upaya Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) oleh&nbsp; FK Universitas Mataram dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram, khususnya di wilayah NTB. Skrining kanker serviks dilakukan terhadap 30 partisipan di Kota Mataram. Hasil pemeriksaan papsmear menunjukkan bahwa 1 partisipan (10%) memiliki lesi displasia berat dan disarankan untuk melalukan pemeriksaan lebih lanjut dengan open biopsi, serta 2 partisipan dengan lesi ASCUS dan disarankan untuk pemeriksaan papsmear ulang setelah 3 bulan. &nbsp;Kota Mataram merupakan lokasi pertama yang dipilih pada kegiatan skrining ini, dari serangkaian kegiatan skrining yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan di Provinsi NTB, yang meliputi 10 Kabupaten dan Kota yang terdapat di pulau Lombok dan Sumbawa.</p> Novrita Padauleng, Fathul Djannah, Lale Maulin Prihatina ##submission.copyrightStatement## http://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/262 Thu, 01 Nov 2018 00:00:00 +0000