Penerapan Teknologi Kultur Jaringan Bagi Petani Anggrek Di Desa Berjo, Karanganyar

    Solichatun Solichatun, Ari Pitoyo, Nita Etikawati, Elisa Herawati, Tanjung Ardo,

Abstract

Berjo adalah sebuah desa di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.  Pembudidaya anggrek di daerah tersebut telah memulai usaha pembesaran anggrek sejak empat tahun yang lalu. Pengusaha mikro ini mampu menghasilkan dan menjual produk berupa tanaman anggrek remaja dan dewasa meskipun dalam kapasitas terbatas. Upaya meningkatkan kapasitas produksi terkendala oleh kemampuan memperoleh bibit secara mandiri. Kebutuhan bibit masih mengandalkan pasokan dari luar. Program kemitraan masyarakat ini dirancang untuk memberikan solusi permasalahan mitra melalui penerapan kultur jaringan. Biji anggrek sulit dikecambahkan karena tidak memiliki cadangan makanan bagi embrio untuk tumbuh dan berkembang. Teknik kultur jaringan adalah cara paling efisien mengecambahkan biji anggrek dengan memberi asupan nutrisi secara aseptis. Kegiatan pengabdian meliputi aktivitas edukasi (transfer knowledge), instalasi peralatan dengan penyediaan enkas dan autoklaf sederhana, serta pendampingan praktek kultur jaringan dengan teknik aseptik untuk memperoleh bibit anggrek. Hasil kegiatan yang telah diperoleh yaitu petani sudah mampu membuat media kultur jaringan secara mandiri;  melakukan kegiatan penanaman biji anggrek di dalam botol kultur dengan teknik aseptik dengan bantuan enkas. Enkas adalah suatu ruang penanaman steril yang membatasi udara keluar masuk. Biji anggrek yang dikulturkan sudah berhasil tumbuh meskipun masih ada kotaminasi pada beberapa botol kultur.

Keywords: kultur jaringan anggrek, pembibitan, perkecambahan
Full Text:
Section
Teknologi Tepat Guna