Pengendalian Vektor Kecoa dengan Biospray KJLS pada Industri Pengolahan Tahu di Kota Banjarbaru

    Laily Khairiyati, Rudi Fakhriadi, Noor Ahda Fadillah,

Abstract

Upaya pengendalian vektor merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menurunkan populasi vektor dan mencegah penyakit. Kecoa merupakan serangga yang banyak mengganggu masyarakat dan industri makanan. Salah satu syarat higiene sanitasi makanan adalah sarana pengolahan makanan harus bebas dari vektor penyakit. Berdasarkan hasil survei pendahuluan pada beberapa pabrik pengolahan tahu di Banjarbaru, diantaranya terdapat gudang dan saluran pembuangan air limbah yang berpotensi sebagai tempat bersarangnya kecoa. Mitra kegiatan ini adalah  industri pengolahan tahu pabrik X di Kota Banjarbaru. Berdasarkan analisa situasi, ditemui permasalahan utama yaitu perlunya upaya pengendalian vektor yang alami dan aman. Solusi permasalahan melalui penyuluhan higiene sanitasi lingkungan serta pemberdayaan melalui pembuatan Biospray KJLS (kunyit, jahe, lengkuas dan serai). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap responden sesudah intervensi, dimana hasil uji Wilcoxon  menunjukkan  p value masing-masing 0,061 dan 0,571. Meskipun demikian, nilai minimum mengalami kenaikan 9 poin. Selain itu, nilai mean mengalami kenaikan 1,3 poin. Pada nilai pre-test terdapat simpangan baku yang lebih lebar yang menunjukkan bahwa pengetahuan responden masih sangat beragam sedangkan pada nilai post-test menunjukkan pengetahuan tersebut sudah mulai sama. Disarankan bagi pabrik tahu agar lebih memperhatikan aspek kesehatan lingkungan dan pemanfaatan  rempah sebagai pestisida alami.

Keywords: pengendalian kecoa, pabrik pengolahan tahu, penyuluhan, biospray KJLS
Full Text:
Section
Teknologi Tepat Guna