Pengembangan Geowisata Berbasis Folklore Di Desa Gentan Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo

    Umi Yulliati, Rara Sugiarti, Tiwuk Kusuma Hastuti, Suryandari Istiqomah,

Abstract

Desa Gentan berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi pariwisata karena memiliki daya tarik geowisata. Potensi wisata yang dimiliki desa Gentan meliputi potensi alam, budaya, sejarah, kuliner, wisata minat khusus maupun wisata buatan. Akan tetapi, potensi tersebut belum dikelola secara optimal. Deretan pegunungan yang melingkupi Desa Gentan adalah bagian Unesco Geopark Gunung Sewu Gunung Kidul-Wonogiri-Pacitan. Gunung dan bukit “batuan memanjang”,  bahkan folklore lisan Desa Gentan tidak terpisahkan dengan legenda keberadaan Gunung Segendong dan Gunung Sepikul, legenda batu seribu, mitos sendang lele, mitos platar ombo, dan mitos embung pacinan. Folklore sebagian lisan yang berkembang di Gentan yaitu upacara bersih desa, dan folklore bukan lisan meliputi makanan khas (tiwul, bothok mlanding, pecel gendhar), jamu, dan rumah joglo. Tujuan pengabdian yaitu  mengembangkan Kawasan Geowisata berbasis folklore yang menitikberatkan pada diversifikasi bentuk dengan menggali potensi alam dan kearifan lokal warga desa. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah observasi, diskusi, pelatihan dan pendampingan secara langsung. Kegiatan pengabdian meliputi pelatihan pembuatan storytelling folklore lisan, Pembuatan guide book  “Buku Saku Gentan Geopark Village”, pendampingan pembuatan paket wisata, pelatihan guiding untuk pemandu lokal, pelatihan pembuatan makanan khas, penataan lokasi atraksi wisata. Kegiatan pengabdian menghasilkan Guide Book “Buku Saku Gentan Geopark Village”, paket wisata, storytelling folklor lisan, penambahan atraksi wisata, dan  pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan terbentuknya Asosiasi Boga Citra Gentan. 

Keywords: geowisata, folklore, Desa Gentan, storytelling
Full Text:
Section
Ekonomi, Sosial, dan Budaya