Pemberian Modul Pola Komunikasi Untuk Mencegah Terjadi KDRT Pada Masa Pademi Covid-19 Terhadap Pasangan (Suami Istri) Di Kecamatan Bulak

    Fifin Dwi Purwaningtyas, Starry Kireida Kusnadi, Ressy Mardiyanti,

Abstract

Kasus kekerasan dalam rumah tangga sudah banyak sekali terjadi, ditambah  saat pademi covid-19 ini makin meningkat. KDRT makin meningkat karena pandemi membuat orang-orang harus tinggal di rumah. Entah karena alasan kesehatan seperti karantina mandiri atau enggan mempertaruhkan diri terkena virus jika ke luar rumah, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), atau dirumahkan oleh perusahaan. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna sama bagi kedua pihak. Dalam situasi tertentu, komunikasi menggunakan media tertentu untuk mencapai sasaran yang jauh tempatnya dan dan/atau banyak jumlahnya. Dalam situasi tertentu pula komunikasi dimaksudkan atau ditujukan untuk merubah sikap (attitude), pendapat (opinion), atau tingkah laku (behavior) seseorang, atau sejumlah orang, sehingga ada efek tertentu yang diharapkan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mencegah terjadinya KDRT selama pademi covid-19 makin meningkat, sehingga adanya pola komunikasi yang baik dan lancar antara pasangan dimana biasanya istri yang menjadi korban kekerasan suami. Metode dalam pengabdian ini adalah  pemberian modul pola komunikasi pada istri untuk mencegah terjadinya KDRT pada masa pademi covid-19. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat mencegah terjadinya KDRT dan dalam menghadapi suatu permasalahan, komunikasi berperan penting terutama untuk memecahkan masalah atau mencari solusi, sehingga permasalahan yang ada tidak semakin meluas bahkan hingga menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga.

Keywords: KDRT, Covid-19, Pola Komunikasi
Full Text:
Section
Teknologi Informasi dan Komunikasi