Pengaruh Penyuluhan Antisipasi Baby Booming Era Pandemi Bagi Bidan Puskesmas Kota Banjarmasin

    Renny Aditya, Samuel Tobing,

Abstract

Coronavirus disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit yang sedang mewabah hampir di seluruh dunia saat ini, dengan nama virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (Sars-Cov2). Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada 31 Desember 2019. Pada ibu usia reproduksi ini tentunya menjadi perhatian khusus sebagai dampak adanya Pandemi ini, terdapat angka drop-out yang meningkat dan supply kontrasepsi terdapat angka penurunan yang signifikan. Pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap baby boom atau "ledakan bayi". Menurut laporan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada Mei 2020 ada lebih dari 400.000 kehamilan tak direncanakan. Masyarakat sulit mengakses alat kontrasepsi karena selama dilangsungkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sejumlah klinik kesehatan dan kandungan ditutup. Prediksi terdapat lebih dari 420.000 bayi baru lahir. Perkiraan angka tersebut didasarkan pada 10 persen dari 28 juta keluarga yang mengalami kesulitan dalam mengontrol kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan yang dilakukan melalui daring tentang antisipasi baby booming bagi Bidan di Puskesmas Kota Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Besar sampel penelitian adalah 50 orang dengan teknik pengambilan proportional stratified random sampling. Penyuluhan dilakuna dengan metode ceramah via aplikasi zoom dengan link yang di share 1 minggu sebelumnya. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan t berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan setelah penyuluhan tentang antisipasi baby booming era pandemi Covid-19 terdapat peningkatan pengetahuan (p value=0,0001) dan sikap (p value= 0,045)

Keywords: adaptasi, Covid 19, ibu hamil, kebiasaan baru, penyuluhan
Full Text:
Section
Kesehatan