Percepatan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Pendampingan Melalui Pelatihan Homestay Dan Pramuwisata Di Desa Paksebali

    I Wayan Pantiyasa, I Made Trisna Semara,

Abstract

Pembangunan pariwisata berkelanjutan yang berbasis kerakyatan, diperlukan upaya diversifikasi daya tarik wisata yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelestarian seni budaya, dan pembangunan kepariwisataan yang ramah lingkungan. Salah satu representasi dari pembangunan Pariwisata berbasis Masyarakat adalah pengembangan Desa Wisata. Sejalan Program Percepatan Pengembangan desa wisata yang dilaksanakan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata bersinergi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk mewujudkan 2.000 desa wisata, diharapkan peran Perguruan Tinggi dapat melakukan Pengabdian kepada Masyarakat untuk mendorong percepatan pengembangan desa wisata. Desa wisata yang akan dijadikan mitra dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah Desa Wisata Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung-Bali. Tujuan dari pengabdian ini adalah menghasilkan pramuwisata lokal yang kompeten dalam memandu wisatawan, menghasilkan sumberdaya manusia yang mampu mengelola dan melayani penyiapan akomodasi para wisatawan di homestay, meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas yang memenuhi standar dan memahami pentingnya standar kriteria sehingga memenuhi syarat sesuai standar yang ditentukan pemerintah. Metodenya adalah melalui program pedampingan desa wisata dengan memberikan pelatihan pramuwisata dan penyiapan akomodasi/homestay. Sasaranya adalah warga masyarakat yang disiapkan oleh kelompok sadar wisata untuk menjadi pramuwisata dan warga masyarakat yang akan disiapkan rumahnya menjadi homestay.

Keywords: homestay, pelatihan, pendampingan, dan pramuwisata
Full Text:
Section
Ekonomi, Sosial, dan Budaya