Peningkatan Produktivitas Kue Linting Melalui Program Kemitraan Masyarakat

    Meylinda Mulyati, Delfi Panjaitan,

Abstract

UKM Kue Linting Garuda berdiri sejak 16 tahun yan lalu dan UKM Kue Linting Sahkira berdiri  selama 5 tahun merupakan mitra Universitas Kaltolik Musi Charitas pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini. Masalah yang dihadapi oleh kedua UKM ini  adalah (1) Alat produksi kue linting kurang memadai;  (2) Tidak memiliki wawasan tentang pengemasan produk kue linting yang siap dipasarkan di minimarket;  (3) Tidak memiliki PIRT (4) Tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang buku usaha; Metode pendekatan yang dilakukan adalah melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemilik usaha kue linting sehingga diperoleh kebutuhan utama UKM untuk peningkatan produktivitas denan hal berikut: (1) penyediaan alat-alat produksi  kue linting;(2) membantu pengurusan PIRT; (3) Pelatihan pembuatan kemasan produk kue linting yang bisa untuk penjualan produk ke mini market; (4) Pelatihan pembuatan buku usaha. Hasil yang dicapai untuk mengatasi masalah UKM dengan langkah-langkah (metode) yang telah dilakukan adalah: (1) Tersedianya alat produksi kue linting yang memadai; (2) Meningkatnya pemahaman, kemampuan dan keterampilan pemilik usaha kue linting untuk membuat kemasan kue linting yang semakin menarik dan telah memiliki  PIRT pada kemasan kue linting; (3) Terbitnya dokumen PIRT;  (4) Meningkatnya kemampuan pemilik UKM  dalam membuat buku usaha hingga terbitnya buku usaha sederhana. Produktivitas UKM Kue Linting Garuda meningkat sebesar 43% dan produktivitas UKM Kue Linting Sahkira meningkat sebesar 51%.

Author Biography

Delfi Panjaitan, Universitas Katolik Musi Charitas Palembang

UKM Kue Linting Garuda berdiri sejak 16 tahun yan lalu dan UKM Kue Linting Sahkira berdiri  selama 5 tahun merupakan mitra Universitas Kaltolik Musi Charitas pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini. Masalah yang dihadapi oleh kedua UKM ini  adalah (1) Alat produksi kue linting kurang memadai;  (2) Tidak memiliki wawasan tentang pengemasan produk kue linting yang siap dipasarkan di minimarket;  (3) Tidak memiliki PIRT (4) Tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang buku usaha; Metode pendekatan yang dilakukan adalah melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemilik usaha kue linting sehingga diperoleh kebutuhan utama UKM untuk peningkatan produktivitas denan hal berikut: (1) penyediaan alat-alat produksi  kue linting;(2) membantu pengurusan PIRT; (3) Pelatihan pembuatan kemasan produk kue linting yang bisa untuk penjualan produk ke mini market; (4) Pelatihan pembuatan buku usaha. Hasil yang dicapai untuk mengatasi masalah UKM dengan langkah-langkah (metode) yang telah dilakukan adalah: (1) Tersedianya alat produksi kue linting yang memadai; (2) Meningkatnya pemahaman, kemampuan dan keterampilan pemilik usaha kue linting untuk membuat kemasan kue linting yang semakin menarik dan telah memiliki  PIRT pada kemasan kue linting; (3) Terbitnya dokumen PIRT;  (4) Meningkatnya kemampuan pemilik UKM  dalam membuat buku usaha hingga terbitnya buku usaha sederhana. Produktivitas UKM Kue Linting Garuda meningkat sebesar 43% dan produktivitas UKM Kue Linting Sahkira meningkat sebesar 51%

Keywords: UKM kue linting Garuda, UKM Kue linting Sahkira, Alat Produksi, Buku Usaha, PIRT
Full Text:
Section
Ekonomi, Sosial, dan Budaya