Peningkatan Produktivitas Lahan Kering melalui Teknik Budidaya Tumpang Sari Kacang Tanah di Desa Gumantar Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara

    Hanafi Abdurrachman, Astam Wiresyamsi, I Ketut Ngawit, Ahmad Zubaidi,

Abstract

Pengusahaan kacang tanah di Kec. Kayangan KLU dilakukan pada lahan sawah tadah hujan dan tegalan dengan kondisi air yang sangat terbatas (lahan kering) dengan modal pengetahuan dan keterampilan yang rendah, sehingga produksi yang diperoleh rata-rata 0,75 ton/ha polong basah. Upaya peningkatkan produktivitas lahan kering di perlukan adopsi teknologi oleh masyarakat.. Teknologi yang ditawarkan pada kegiatan ini adalah menerapkan teknik budidaya tumpang sari. Budidaya tumpang sari dilakukan untuk mengefisienkan penggunaan lahan dan air tanah, serta menghindari gagal panen. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan transfer teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah di lahan kering melalui demplot dan penyuluhan langsung ke petani, dengan harapan agar: (1).Pendapatan petani bertambah; (2). Pengetahuan dan keterampilan petani meningkat dalam penguasaan teknologi produksi usaha tani kacang tanah; (3). Petani akan termotivasi dalam berusaha tani kacang tanah. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah di lakukan kegiatan yang meliputi: (1). Desiminasi teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah di lahan kering dengan metode ceramah dan diskusi antara tim penyuluh dengan kelompok tani; (2). Demplot dengan melibatkan petani mulai dari perencanaan, penanaman, pemeliharaan, panenan, membandingkan, dan memutuskan apakah program yang dilaksanakan menguntungkan atau tidak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta penyuluhan sangat respons terhadap paket teknologi tumpang sari kacang tanah dengan beberapa jenis tanaman palawija lainnya yang disuluhkan,karena petani belum banyak mengetahui manfaatnya, terutama untuk mengefisiesikan penggunaan lahan dan air tanah serta menghindari gagal panen, mengurangi transpirasi berlebihan pada tanaman kacang tanah. Antusiasme masyarakat mengikuti penyuluhan ini, juga didorong oleh rasa keingintauhan yang tinggi terhadap paket teknologi budidaya tumpang sari sebagai alternatif mengatasi masalah lahan kering. Hal lain yang menyebabkan peserta bersemangat dalam berdiskusi dengan tim penyuluh adalah selain materinya yang menarik dan sesuai dengan masalah yang mereka hadapi dalam berusaha tani, mereka juga merasa puas terhadap jawaban dan solusi yang ditawarkan oleh tim penyuluh bahkan peserta masih berharap pada Fakultas Pertanian Universitas Mataram untuk memberikan pelatihan dan bimbingan lebih lanjutan terkai masalah lahan kering. Hasil demontrasi paket teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah dengan tanaman jagung, masyarakat merasa puas melihat pertumbuhan dan perkembangan tanaman,
walaupun pada akhir pertumbuhan dan perkembangannya mengalami gangguan akibat bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Lombok Utara dan Daerah-daerah lain di NTB., bencana ini menyebabkan masyarakat harus mengungsi dan meninggalkan kegiatan usaha taninya dalam waktu yang cukup lama, ditambah lagi dengan rusak fasilitas sarana dan prasara irigasi di lokasi demplot, menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi tidak optimal terutama saat-saat pengisian polong kacang tanah dan biji jagung, sehingga hasil panenan menjadi berkurang atau tidak sesuai dari yang diharapkan, sebagai penopang kehidupan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Keywords: Produktivitas lahan kering, Budidaya tumpang sari kacang tanah
Full Text:
Section
Teknologi Tepat Guna