Peran Gerja Dalam Mencegah Kerusakan Ekosistem Laut Di Desa Dowongi Maiti Kabupaten Halmahera Utara

    Clartje Silvia Awulle, Limunada Umbase, Merdiati Marbun, Alexius Djangu,

Abstract

Hasil penelitian melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini ini bertujuan mengkaji peran gereja dalam mencegah kerusakan ekosistem laut di desa Dowongi Maiti Kabupaten Halmahera Utara sebagai bagian pengelolaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Laut Indonesia menyimpan begitu banyak kekayaan laut yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, namun demikian prilaku manusia yang tidak bertanggungjawab mengancam punahnya kekayaan laut sebagai anugerah Tuhan. Penggunaaan bahan peledak dan zat-zat kimia beracun dapat merusak terumbu karang dan makhluk hidup yang berlindung didalamnya sesungguhnya tidak sesuai dengan prinsip kebenaran firman Tuhan bahkan merupakan tindakan melanggar hukum (illegal fishing). Perbuatan ini mengakibatkan punahnya seluruh makhluk hidup dilaut termasuk terumbu karang sehingga terjadi kerusakan ekosistem laut dan kelangkaan ikan yang sangat merugikan masyarakat. Tuhan menciptakan laut beserta semua yang ada didalamnya a.l. ikan dan terumbu karang agar menjadi berkat bagi manusia dan ciptaan lainnya harus dijaga kelestarian dan keseimbangannya sehingga dapat terus memberi mamfaat bagi kehidupan manusia terutama masyarakat yang mendiami pesisir pantai dan melakukan aktifitas penangkapan ikan demi memenuhi keperluan hidup sehari-hari.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Gereja adalah bagian dari unsur masyarakat yang memiliki tanggung jawab untuk ikut mengupayakan kehidupan yang lebih baik termasuk didalamnya upaya pencegahan kerusakan ekosistem laut. Penelitian ini bertempat di masyarakat gereja lokal yang ada di Desa Dowongi Maiti kabupaten Halmahera Utara, Propinsi Maluku Utara Utara dan dilakukan pada bulan November 2017 sampai dengan February 2018. Fokus kajian penelitian pada “peran gereja dalam mencegah kerusakan ekosistem laut di Desa Dowongi Maiti kabupaten Halmahera Utara”.

Full Text:
Section
Kesehatan