Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair Organik di Desa Binaan UMN

    Indiwan Seto Wahjuwibowo,

Abstract

 

Salah satu faktor pendukung aspek Smart Village adalah pengelolaan limbah masyarakat baik berupa sampah organik maupun anorganik. Pengelolaan sampah organik maupun anorganik merupakan suatu faktor pendukung utama. Apabila sampah ini tidak dikelola dengan baik, dapat mengakibatkan beberapa akibat yaitu: 1) Sampah bisa menyebabkan pencemaran udara karena terdapat gas-gas yang menimbulkan bau yang tidak sedap; 2) Penumpukan sampah mengakibatkan kondisi ketidaknyamanan kehidupan lingkungan sekitarnya; 3) minim oksigen terjadi karena selama proses perombakan sampah menjadi senyawa- senyawa yang diperlukan oksigen yang telah diambil dari udara sekitar tempat pembuangan sampah; 4) gas yang dihasilkan selama proses pembusukan sampah bisa membahayakan kesehatan karena bisa jadi sampah tersebut mengandung gas beracun; 5) menyebabkan terjadinya penularan penyakit melalui hewan, misalnya lalat atau serangga lain; 6) Tempat pembuangan sampah menjadi tempat yang kurang indah dipandang dan lingkungan tersebut tidak nyaman untuk ditempati.      Itulah yang membuat sejumlah dosen di Universitas Multimedia Nusantara melakukan sosialisasi dan praktik mengubah sampah organic menjadi pupuk cair organic dengan teknik yang sederhana memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di desa. pemanfaatan pupuk organik untuk tanah sangat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan permeabilitas tanah, dan mengurangi ketergantungan lahan pada pupuk anorganik. Selain itu, pupuk organik juga berperan sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme tanah. Efek positifnya, dapat meningkatkan jumlah dan aktivitas mikroorganisme tanah sehingga tanah menjadi gembur dan mudah menyerap air

Keywords: pupuk cair organik, desa binaan, pengelolaan sampah organik, sosialisasi
Full Text:
Section
Lingkungan Hidup dan Bencana