Penerapan Sistem Imunisasi pada Puskesmas di Desa Lengkongkulon (Puskesmas Pagedangan)

    Friska Natalia, Ririn Ikana Desanti, Ferry Vincenttius Ferdinand,

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menggiatkan upaya untuk memenuhi target Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Indonesia. Salah satu upaya yang dijalankan yaitu penyuluhan kepada para ibu untuk mengedukasi mereka apa pentingnya imunisasi kepada bayi, sehingga dapat mendorong para ibu untuk membawa anaknya mendapatkan imunisasi, terutama 5 Imunisasi Dasar Lengkap. Kementrian Kesehatan Indonesia juga mengupayakan untuk menjamin akses pelayanan di daerah yang sulit dijangkau dengan cara bekerja sama dengan lintas sektor lainnya, menjamin ketersediaan vaksin, dan pelatihan kepada petugas kesehatan. Urgensi permasalahan prioritas merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian bayi dan balita.

Objek yang akan diambil adalah Desa Lengkong Kulon, lokasinya di pesisir sungai cisadane, Desa Lengkong Kulon Kecamatan Pagedangan - Kabupaten Tangerang. Permasalahan yang terjadi adalah puskesmas pagedangan di Desa Lengkong Kulon ini belum memiliki sistem imunisasi online sebagai fasilitas kesehatan berbasis web yang dapat mengingatkan para ibu untuk mengimunisasi anaknya tepat waktu. Selain itu proses penyebaran informasi mengenai ketersediaan vaksin di Puskesmas masih belum tersistem dan penghitungan stok yang dibutuhkan masih menggunakan perkiraan secara manual.

Program penerapan sistem imunisasi pada puskesmas pagedangan ini bertujuan untuk menerapkan sistem imunisasi online berbasis web yang dapat membantu para bayi mendapatkan imunisasi secara tepat waktu dengan cara mengirimkan pengingat (reminder) kepada pihak Puskesmas dan pihak ibu, sehingga kedua pihak tersebut dapat mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk memenuhi imunisasi, terutama Imunisasi Dasar Lengkap. Selain itu sistem imunisasi ini juga dapat membantu Puskesmas mempersiapkan vaksin yang akan dibutuhkan pada waktu tertentu. Kegiatan akan dilakukan pada beberapa tahap meliputi (1) survey lokasi; (2) persiapan lokasi; (3) pengadaan sarana dan prasarana; (4) perekrutan peserta dan asisten trainer; (5) perekrutan koordinator lapangan; (6) pelaksanaan pengabdian (pelatihan, produksi, promosi dan distribusi); (7) evaluasi hasil produksi, promosi dan distribusi; dan (8) penulisan laporan PKM.

Keywords: sistem imunisasi, sistem berbasis web, penerapan sistem
Full Text:
Section
Kesehatan