Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR)
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr
<p>Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan <em>Corporate Social Responsibilty</em> (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host.</p> <p>Konferensi Nasional PKMCSR merupakan kegiatan yang diharapkan akan bisa memetakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) yang dilakukan di Indonesia. Selain itu, konferensi nasional ini diharapkan akan memberi kontribusi untuk mengembangkan model maupun program pengabdian kepada masyarakat dan CSR untuk tujuan pembangunan masyarakat berkelanjutan.</p> <p>Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut :</p> <ul> <li class="show">Teknologi Tepat Guna</li> <li class="show">Teknologi Komunikasi dan Informasi</li> <li class="show">Kesehatan</li> <li class="show">Ekonomi</li> <li class="show">Pendidikan</li> <li class="show">Lingkungan dan Kebencanaan</li> </ul> <p> </p>Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)en-USProsiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR)2655-3570PERSIAPAN DUNIA KERJA : PENGGUNAAN KOMPETENSI SOFT SKILL DAN HARD SKILL PADA ERA DIGITAL BAGI GENERASI Z DI WILAYAH KOTA TANGERANG SELATAN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2786
<p>Hard skills adalah pengetahuan dan kemampuan khusus yang kamu pelajari melalui pendidikan formal atau pelatihan, kelas online, kursus, atau program sertifikasi.Kemampuan ini sering juga disebut sebagai keterampilan teknis karena berkaitan dengan pemahaman dan kemahiran seseorang dalam aktivitas spesifik yang melibatkan metode, proses, prosedur, atau teknik. Kemampuan ini dapat diukur karena dapat dipraktikkan secara langsung. Soft skills adalah keterampilan yang terbentuk karena kebiasaan dan sangat berkaitan dengan kepribadian seseorang dalam bersikap, berinteraksi, dan berkomunikasi. Berbeda dari hard skills yang dapat diukur dan dipraktikkan secara langsung, keterampilan yang satu ini bersifat abstrak. Soft skills baru dapat dilihat seiring waktu dan pada situasi tertentu.kedua keterampilan ini sangat penting dalam kehidupan, hard skills dapat diukur,semakin dalam pemahaman mengenai materi-materi yang dikuasai maka akan semakin bagus mendapatkan nilai. Kedua kemampuan ini penting dikuasai siswa untuk menghadapi dunia kerja. Harapannya dengan mengikuti kegiatan ini, siswa mendapat pemahaman lebih dalam mengenai kedua kompetensi yang dapat membantunya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya.Target luaran Pengabdian yang dilakukan terbit pada Jurnal Prosiding PKMCSR Tahun 2025 dan HKI.</p>Yoyoh - HereyahAfdal makkuragaIndiwan Seto Wahyu WibowoClaudia Shinta Octa WibowoAgus SupriyantoMuhammad Didi Ahmadi
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31811210.37695/pkmcsr.v8i0.2786PERANCANGAN ANTARMUKA CHATBOT EDUKATIF UNTUK SISTEM TANYA JAWAB SDN KALIDERES 13 PETANG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2651
<p>The development of artificial intelligence (AI) has the potential to enhance the effectiveness of learning; however, limitations in infrastructure and the understanding of teachers and students remain obstacles to its implementation in elementary schools. SDN Kalideres 13 Petang, with 314 students from various socio-economic backgrounds, faces challenges in improving effective interactions between students and teachers. The goal of this community service activity is to introduce and assist in the implementation of the educational chatbot EduBuddy as an interactive medium in the learning process. EduBuddy is designed based on a Large Language Model (LLM) and Command R technology, allowing the chatbot to respond to students' questions automatically, quickly, and relevantly. The activities were conducted through socialization, training, and technical assistance for teachers, as well as guidance in using the chatbot for students. Teachers gained skills in integrating the chatbot into teaching activities, while students were directed to utilize it as an interactive learning medium. The results of the activity showed an increase in student engagement, expanded access to information, and significant support for teachers in delivering content. Evaluation was conducted through questionnaires and classroom observations, which indicated positive acceptance from both teachers and students. It is hoped that the success of this activity can serve as a model for digital transformation in elementary education and encourage the broader application of AI technology in the world of education.</p>Eryca Dhamma ShantyGeorgia SugisandheaViny Christanti Mawardi
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-318132510.37695/pkmcsr.v8i0.2651PENINGKATAN KAPASITAS DIGITALISASI PEMBELAJARAN DAN KEHUMASAN DI MI CAWAN MELALUI PENYEDIAAN PERANGKAT KONTEN DIGITAL
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2793
<p>Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cawan faces challenges in adopting digital technology, reflected in its conventional learning processes and manual public relations. The scarcity of devices and limited teacher skills have led to low student engagement and restricted school promotion outreach. This community service program aimed to enhance the capacity for digitalizing learning and public relations at MI Cawan by providing supporting equipment and improving human resource competencies. A participatory method was implemented in three stages: needs assessment, implementation (a device grant and an intensive workshop), and mentoring and evaluation. The intervention included the provision of a digital content production kit (a mobile device, tripod, microphone, and lighting) and a two-day intensive workshop on basic videography, graphic design using Canva, and video editing with CapCut/VN. The program yielded positive outcomes: the availability of ready-to-use equipment, 85% of teachers becoming capable of creating simple learning videos, and the public relations team publishing five new types of promotional content. Activity on the school's Instagram account increased, with a 40% rise in interaction during the mentoring period. In conclusion, the program successfully accelerated the digital transformation at MI Cawan, promoting the modernization of learning and strengthening the school's public relations strategy.</p>Haryono SetiadiDewi Wisnu WardhaniRini AngrainingsihAfrizal DoewoesHasan Dwi Cahyono
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-318263310.37695/pkmcsr.v8i0.2793DEMONSTRASI PRAKTIKUM KREATIVITAS DENGAN MEMBUAT CORONG PISAH SEDERHANA DI SEKOLAH LENTERA HARAPAN GUNUNG MORIA, TANGERANG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2780
<p>Ketersediaan fasilitas laboratorium yang belum merata di berbagai sekolah menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan pembelajaran sains, khususnya pada pelajaran kimia, yang menuntut pemahaman konsep melalui kegiatan praktikum. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis situasi, diketahui bahwa Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria belum memiliki fasilitas laboratorium, sehingga peserta didik tidak pernah memperoleh pengalaman praktikum secara langsung. Padahal, aktivitas praktikum sangat penting dalam menjembatani pemahaman konsep-konsep abstrak dalam pelajaran kimia. Menanggapi kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Pelita Harapan sebagai bagian dari integrasi mata kuliah Manajemen Laboratorium. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan model pembelajaran praktikum berbasis kreativitas dengan merancang dan menggunakan alat sederhana berupa corong pisah yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang. Rangkaian kegiatan mencakup observasi situasi sekolah, penyusunan modul, pembuatan alat, serta pelatihan dan demonstrasi secara langsung kepada siswa. Alat corong pisah sederhana ini dirancang untuk memperkenalkan konsep ekstraksi cair-cair yang berbasis pada perbedaan densitas dan polaritas dua zat cair. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan praktikum sederhana tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep kimia, tetapi juga mendorong keterampilan ilmiah, kreativitas, dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif tanpa menggunakan alat-alat laboratorium.</p>Wahyu IrawatiPingkan Imelda WuisanRusliani Sesy NoveraTanti Marsanda SimamoraStefani Situmorang
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-318344110.37695/pkmcsr.v8i0.2780PENGENALAN BUDIDAYA MAGGOT SEBAGAI SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH DAN PENDUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA CIAKAR, KABUPATEN TANGERANG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2647
<p>Ciakar Village in Panongan District, Tangerang Regency, has great potential as an eco-based agro-tourism area due to its agricultural resources and active community groups such as farmer groups (POKTAN) and women’s associations (PKK). However, the village faces major challenges, including suboptimal management of household organic waste and agricultural residues, as well as the previous failure of Black Soldier Fly (BSF) maggot cultivation. This Community Service Program aims to provide an appropriate technological solution through training on BSF maggot cultivation as an efficient and economically valuable method of organic waste management. The implementation method consists of three stages: (1) interviews and field observations to map existing conditions; (2) technical training on maggot cultivation, organic waste processing, construction of semi-permanent cages using local materials, and socialization of waste separation; and (3) evaluation through reflection and the formation of a sustainable management team. The results show increased knowledge and skills among partners in maggot cultivation and waste management, as well as higher awareness of environmental issues. A prototype BSF maggot cage made from bamboo was produced, and a joint management group from POKTAN and PKK was established. This program creates new economic opportunities and supports the development of Ciakar Village as an educational agro-tourism destination.</p>Julita ThenJohannes KurniawanReagan Brian
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-318424610.37695/pkmcsr.v8i0.2647OPTIMALISASI PRODUKSI UMKM DODOL PAK OYOT MELALUI PENDEKATAN SIMPLEKS LINEAR PROGRAMMING
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2708
<p>UMKM Dodol Pak Oyot di Tangerang menghadapi tantangan dalam efisiensi biaya dan peningkatan keuntungan pada produksi dua varian dodol, yaitu Original dan Wijen. Kegiatan pengabdian ini menerapkan dua pendekatan terintegrasi menggunakan metode Simpleks Linear Programming, dengan fokus pada minimalisasi biaya produksi dan maksimalisasi keuntungan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara langsung, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dan POM-QM. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya produksi harian dapat ditekan menjadi Rp1.276.800 untuk produksi 16,8 kg dodol Original dan 8,4 kg dodol Wijen. Sementara itu, untuk mencapai keuntungan bulanan maksimum sebesar Rp13.213.330, kombinasi produksi optimal adalah 400 kg dodol Original dan 226,67 kg dodol Wijen. Penerapan metode ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan profitabilitas, tetapi juga memperkuat kemampuan UMKM dalam pengambilan keputusan berbasis data.</p>Priskila Christine RahayuVerel Salomo U SimatupangWirandi WinataMitzy Prayer Rachman
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-318475210.37695/pkmcsr.v8i0.2708PENINGKATAN KUALITAS DAN KAPASITAS USAHA KERIPIK PISANG DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN BANGSA BERBASIS EKONOMI HIJAU DI DESA SIDOWUNGU KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2619
<p>Kegiatan PKM ini mendukung salah satu bidang fokus utama Pengabdian kepada Masyarakat 2025 yaitu <strong>Kemandirian Bangsa Berbasis Ekonomi Hijau</strong> pada pengolahan limbah kulit dan batang pisang menjadi pupuk organik serta memberikan mitra TTG Mesin keripik pisang. Mitra dalam PKM ini adalah Bapak Budi Sutiawan pemilik usaha keripik pisang Al-Maulana, beralamat di Desa Sidowungu, Menganti, Gresik yang berjarak 11 KM dari Kampus UWP<strong>. Urgensi </strong>dari kegiatan ini kapasitas produksi yang rendah dan produk yang dihasilkan kurang baik sehingga memerlukan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi mitra dan meningkatkan omset mitra. <strong>Permasalahan prioritas</strong>, yaitu; bidang <strong>Produksi</strong>; peralatan produksi masih tradisional dan tidak ergonomis, boros bahan bakar, kurang sehat dan tidak hiegienis, ruang persediaan kotor dan banyak hewan pengerat, pekerja tidak memakai APD; bidang <strong>Pemasaran</strong>; penjualan tidak stabil, kemasan masih menggunakan plastik tipis, label dan merk kurang menarik, bidang <strong>Manajemen Usaha</strong>; belum ada pencatatan keuangan dan belum memahami kesehatan pangan. <strong>Solusi</strong> yang ditawarkan; peningkatan kapasitas dan kualitas produk melalui pengembangan TTG Mesin Keripik Pisang, peningkatan kemampuan usaha, peningkatan luasan pemsaran, perbaikan kemasan, label dan merk, belum ada pencatatan keuangan. Metode pelaksanan dengan pengembangan TTG Mesin Keripik Pisang, pelatihan, pendampingan dan kemitraan. Hasil pelaksanaan kegiatan dalam program ini, antara lain koordinasi pelaksanaan program bersama mitra, diseminasi TTG Mesin Keripik Pisang, pengadaan peralatan dan pelatihan produksi sehat, diseminasi TTG Tabung Komposter pengolah limbah, pelatihan dan pendampingan penjualan online dan offline, pelatihan dan pendampingan pembuatan label dan logo, pelatihan dan pendampingan pencatatan transaksi keuangan usaha. Dampak kegiatan ini adalah adanya peningkatan kapasitas dan kualitas produk mitra sebesar 30 %, peningkatan jumlah omzet mitra sebesar 30%, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra sebesar 50%.</p> <p> </p>Erwan AristyantoKrisnadhi HariyantoDesy Ismah Anggraini
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-318526010.37695/pkmcsr.v8i0.2619PROSES PRODUKSI KERUPUK RENYAH DI KABUPATEN GRESIK
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2655
<p>Program Pemberdayaan Masyarakat dalam usulan ini bertujuan mengembangkan usaha kecil mandiri (UKM) produksi Kerupuk Renyah “Mbak Tifa” di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Permasalahan yang dihadapi Mitra UKM saat ini adalah hasil produksi yang belum ada peningkatan dan hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumen pada segmen pasar terbatas. Hal ini disebabkan karena proses pengolahan produk Kerupuk Renyah masih menggunakan peralatan manual. Seiring dengan semakin banyaknya permintaan konsumen terhadap produk Kerupuk Renyah, tim pengusul menawarkan solusi kepada Mitra UKM agar hasil produk diolah dengan alat pengiris kerupuk, agar proses produksi bisa berjalan lebih cepat dan hasil produksi lebih banyak. Selain itu, dengan meningkatnya hasil produksi, maka target penjualan dapat menjangkau wilayah pemasaran yang lebih luas, tidak terbatas pada segmen tertentu seperti pada saat masih menggunakan peralatan manual, sehingga akan meningkatkan pendapatan usaha mitra UKM. Untuk mempertahankan kontinuitas operasional usaha dimasa yang akan datang, juga diperlukan adanya tata kelola manajemen usaha yang lebih baik dan dimungkinkan juga memperdayakan usaha kerjasama dengan mitra lain non wirausahawan. Implementasi program pengabdian ini antara lain meliputi : 1). Memberikan pelatihan produksi Kerupuk, 2). Memberikan pelatihan dan pendampingan pengoperasian alat beserta perawatannya, 4). Meng-evaluasi pemakaian alat, 5). Melakukan pendampingan dalam memilih pasar potensial, promosi dan lokasi penjualan. 6). Memberikan pendampingan pembuatan merek/logo kemasan, 7). Memberikan pelatihan dan pendampingan dalam menentukan biaya produksi, 9). Memberikan pelatihan dan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan, 10). Memberikan Pelatihan dan Pendampingan manajemen Kewirausahaan (Inovasi)</p>Onny PurnamayudhiaAstria HindratmoChendrasari Wahyu OktaviaAgnes Dwi LestaryMoch. SalimSuzana Dewi
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-318616610.37695/pkmcsr.v8i0.2655MODERNISASI USAHA MINUMAN TRADISIONAL MELALUI SENTUHAN TEKNOLOGI MESIN PERAJANG SIWALAN DI HENDROSARI GRESIK
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2601
<p>Minuman tradisional memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya dan mendukung perekonomian lokal di Indonesia. Salah satu minuman khas yang masih menjadi produk unggulan di wilayah Gresik adalah dawet siwalan. Bu Sumi pemilik UMKM Dawet Siwalan di Desa Hendrosari merupakan pelaku usaha yang berperan dalam menjaga eksistensi minuman ini. Namun, proses produksi yang dilakukan masih manual mulai dari pengupasan hingga perajangan buah siwalan terdapat kendala dalam kapasitas produksi, efisiensi waktu dan mutu produk. Untuk mengatasi masalah tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mempunyai tujuan memperkenalkan teknologi tepat guna berupa mesin perajang buah siwalan. Metode kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, perancangan dan pembuatan mesin perajang, pelatihan penggunaan mesin serta evaluasi dampak penerapannya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada produktivitas dan manajemen usaha. Sebelum penerapan teknologi, kapasitas produksi harian sekitar 25 liter dengan waktu kerja 4–5 jam. Setelah penggunaan mesin, produksi meningkat menjadi 40 liter per hari dengan waktu kerja berkurang hingga 60%, yakni sekitar 2–2,5 jam. Kualitas rajangan buah juga lebih halus dan seragam, meningkatkan cita rasa produk. Selain itu, mitra memperoleh pengetahuan baru tentang manajemen usaha dan pemasaran digital sehingga mampu meningkatkan motivasi dan prospek pengembangan usahanya.</p>Krisnadhi HariyantoMulus SugihartoDewi Suprobowati
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-318677410.37695/pkmcsr.v8i0.2601PENINGKATAN KAPASITAS DAN KUALITAS UMKM OPAK JEPIT BERBASIS EKONOMI HIJAU DI GRESIK
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2633
<p>Mitra dalam PKM ini adalah UMKM opak jepit dengan merek Dua Putri, di Dusun Karang Ploso, Desa Klampok Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Urgensi dari kegiatan ini adalah kapasitas produksi yang masih rendah dan kualitas kematangan produk yang kurang sempurna sehingga memerlukan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas dan kualitas produk mitra dan meningkatkan omset mitra. Permasalahan prioritas, 1) Peralatan produksi yang mudah berkarat, tidak higienis, kapasitas rendah, tidak ergonomis, dan tingkat kematangan produk tidak sama, 2) Wadah adonan menggunakan bahan plastik, 3) tempat pengemasan produk masih d lantai dialasi karpet, 4) karyawan tidak menggunakan APD, 5) Label dan merek masih kurang menarik, dan 6) belum ada pencatatan. Metode pelaksanaan dengan mengembangkan TTG mesin opak jepit, pelatihan dan pendampingan. Dampak kegiatan ini adalah adanya peningkatan kapasitas produksi mitra sebesar 60%, peningkatan omzet mitra sebesar 60%, peningkatan pengetahuan mitra sebesar 60%, dan peningkatan keterampilan mitra sebesar 60%.</p>DESY ISMAH ANGGRAININavik KholiliErwan Aristyanto
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-318758110.37695/pkmcsr.v8i0.2633PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK TURUNAN HASIL OLAHAN MADU DAN BEE POLLEN LEBAH KELULUT PADA KELOMPOK PETERNAK LEBAH MILENIAL DESA TELAGA LANGSAT, TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2816
<p><span class="HwtZe" lang="en"><span class="jCAhz ChMk0b"><span class="ryNqvb">This community service activity was motivated by the significant potential for developing honey and bee pollen businesses from stingless bees (Trigona sp.) in Telaga Langsat Village, Tanah Laut Regency, South Kalimantan.</span></span> <span class="jCAhz ChMk0b"><span class="ryNqvb">Although the stingless bee population is quite abundant and millennial breeders have been active in cultivation, utilization of the harvest is still limited to the sale of raw honey with low economic value.</span></span> <span class="jCAhz ChMk0b"><span class="ryNqvb">Therefore, this activity aims to increase the added value of products through training in the manufacture of processed honey and bee pollen derivative products, such as honey jam.</span></span> <span class="jCAhz ChMk0b"><span class="ryNqvb">The implementation method included socialization, technical demonstrations, and direct practical assistance with a participatory approach.</span></span> <span class="jCAhz ChMk0b"><span class="ryNqvb">Evaluation was carried out through observation of participant skills, satisfaction questionnaires, and product feasibility tests.</span></span> <span class="jCAhz ChMk0b"><span class="ryNqvb">The results of the activity showed an 85% increase in participants' knowledge and skills, and the production of processed product prototypes ready for commercial development.</span></span> <span class="jCAhz ChMk0b"><span class="ryNqvb">This activity successfully fostered entrepreneurial motivation among young breeders and opened up opportunities for local economic development based on stingless bee farming products.</span></span></span></p>Wiwin Tyas IstikowatiSunardi SunardiRatih Afrida Lismana SariEnos Tangke ArungSwandari ParamitaJulinda Romauli ManullangDimas Fajar NugrohoMuhammad Rizky Romadhon
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-318829210.37695/pkmcsr.v8i0.2816PEMBERDAYAAN UMKM OLAHAN BANDENG MELALUI INOVASI TTG MESIN PELUNAK DURI: MENINGKATKAN KAPASITAS DAN KUALITAS PRODUKSI
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2667
<p>Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin pelunak duri bandeng diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi usaha olahan bandeng. UMKM berlokasi di Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya yang bernama Cheisya Kitchen. Selama ini, mitra usaha menghadapi kendala utama dalam proses produksi, yaitu 1) kapasitas produksi belum memenuhi target dan kebutuhan pasar 2) peralatan produksi belum dapat menghasilkan produk dalam jumlah besar 3) stretegi pemasaran belum memanfaatkan marketplace 4) pengemasan produk belum sesuai dengan standar pengemasan. Hal terebut menyebabkan kurangnya efisiensi kerja, menurunkan kualitas produk, serta membatasi variasi olahan yang dapat dihasilkan. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya daya saing produk olahan bandeng di pasar lokal maupun regional. Melalui kegiatan PKM ini, tim pelaksana memberikan solusi berupa teknologi mesin pelunak duri yang mampu mempercepat proses pengolahan, mesin charcoal grill untuk diversifikasi olahan bandeng, serta alat mendukung produksi lainnya. Selain itu, dilakukan pelatihan teknis penggunaan mesin, pelatihan ergonomi dapur produksi, manajemen produksi, pengemasan produk, serta strategi pemasaran digital agar mitra mampu memperluas jangkauan pasar. Selain itu produk mitra juga didaftarkan sebagai produk halal agar dapat mendukung kepercayaan konsumen terhadap produk olahan bandeng. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi hingga dua kali lipat dibandingkan metode manual, serta peningkatan kualitas produk yang lebih higienis, menarik, dan sesuai standar pasar. Dengan adanya inovasi teknologi ini, mitra mampu memproduksi olahan bandeng dengan waktu yang singkat, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat keberlanjutan usaha. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di UMKM lainnya.</p>Novita Maulida IkmalDwi HardaningtyasSubaderi Subaderi
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-318939910.37695/pkmcsr.v8i0.2667INOVASI SMART FARMING MODEL ELECTICAL CONDUCTIVITY DAN INTERVAL SIRKULASI LARUTAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON DI AGROWISATA DESA SUMBERGEDANG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2676
<p>Desa Sumbergedang memiliki Potensi alam desa yaitu: 1) Sungai dengan sumber air sepanjang tahun; 2) Pertanian tanaman pisang di sepanjang sungai; 3) Sumber Mata Air Ada Sekitar 30 Titik yang tersebar di 13 Dusun dan lahan belum termanfaatkan seluas 6 ha. Lahan ini sudah disiapkan untuk agrowisata desa salah satu nya adalah tanaman pisang dan tanaman melon. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh interval sirkulasi yang efektif bagi tanaman melon, nilai konduktivitas listrik yang sesuai bagi pertumbuhan dan hasil tanaman melon, kombinasi perlakuan interval sirkulasi pada smart farming tanaman melon di Desa Sumbergedang.Metode kegiatan instalasi hidroponik DFT dengan membuat instalasi hidroponik dengan menggunakan pipa berukuran 4” dengan panjang 8 meter dan melubangi pipa dengan jarak 30cm, dan pemberian tali rambatan untuk merambatkan tanaman melon. Selanjutnya yaitu membuat media tanam,media tanam yang digunakan dalam budidaya tanaman melon (Cucumis melo) pada sistem hidroponik DFT yaitu menggunakan busa. Media busa dipotong membentuk persegi dengan ukuran 2x2 cm pada lahan greenhouse ukuran 11 x 25 meter. Penyemaian benih, benih yang disemai sebanyak 480, persemaian menggunakan Teknik pemeraman menggunakan tisu sebanyak 5 lembar untuk alas benih dan dibasahi menggunakan sedikit air dan memberikan 7 lembar tisu sebagai penutup. Transplanting dilakukan ketika bibit sudah berusia 14 hss. Bibit melon yang menggunakan media busa diletakkan ke netpot hidroponik berukuran tinggi 7cm dengan diameter 5,8cm kemudian diletakkan pada media tanaman dft. pemeliharaan yang dilakukan dengan memberikan nutrisi AB mix, mengecek nutrisi dilakukan setiap pagi dengan menggunakan ec meter. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada interaksi nyata perilaku konduktivitas elektronik dan interval sirkulasi nyata terhadap parameter pertumbuhan tanaman, tinggi tanaman dan jumlah daun. Kombinasi perlakuan menghasilkan pertumbuhan tertinggi pada umur 35 HST yaitu pada perlakuan konduktivitas listrik 2000 uS/cm + interval sirkulasi 120 menit dengan rata-rata tinggi 179,00 cm, perlakuan konduktivitas listrik 2000 uS/cm + interval sirkulasi 120 menit dengan rata-rata tinggi helaian daun 22,50.</p>Sujono SujonoMuhidin MuhidinDyah Roeswitawati
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810010910.37695/pkmcsr.v8i0.2676OPTIMALISASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN PLATFORM DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN PEMASARAN KAIN TRADISONAL SSAIRANGAN PADA UMKM ECOMEL SASIRANGAN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2760
<p>Mitra Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Lambung Mangkurat, yaitu Ecomel Sasirangan, menghadapi kendala utama pada aspek produksi dan pemasaran. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim PKM menyelenggarakan program yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat strategi pemasaran melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dan platform digital. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, hingga penyusunan rencana keberlanjutan. Program ini menghasilkan capaian signifikan, antara lain pengembangan serta penerapan website e-inventory (<a href="https://app.ecomelsasirangan.com/">https://app.ecomelsasirangan.com/</a>) dan alat pencelup warna kain sasirangan yang mampu meningkatkan kapasitas produksi, serta peluncuran website e-katalog (<a href="https://ecomelsasirangan.com/">https://ecomelsasirangan.com/</a>) yang mendukung pemasaran. Keberadaan e-inventory dan alat pencelup memudahkan mitra dalam perencanaan dan evaluasi produksi, sedangkan e-katalog membantu memperluas pasar serta menarik konsumen baru. Dengan demikian, penerapan teknologi tepat guna terbukti meningkatkan efektivitas produksi maupun pemasaran Ecomel Sasirangan. Selain itu, program ini juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut dalam mendorong pertumbuhan usaha dan keterlibatan masyarakat yang lebih luas.</p>Sri HartiniDewi DewantaraMahmudah HasanahSelvia Dina NorzahidahSelvina Agustin
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31811011610.37695/pkmcsr.v8i0.2760PENDEKATAN GIZI DAN EDUKASI SARAPAN UNTUK MENDUKUNG KONSENTRASI BELAJAR SISWA SD HUTADAME
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2814
<p>The lack of breakfast habits among elementary school students is one factor that can reduce concentration levels during the learning process. At Huta Dame 2 Public Elementary School in Samosir Regency, most students arrive at school without breakfast, resulting in low focus and participation in learning activities. This community service activity aims to raise awareness of the importance of breakfast through educational outreach and direct intervention in the form of providing a healthy breakfast. The implementation method includes providing nutrition education materials to students and parents and providing a nutritious breakfast for three consecutive days to all students. In addition, observations and interviews with teachers were conducted to assess changes in student behavior and concentration in class. The results of the activity showed an increase in knowledge about the importance of breakfast, positive changes in students' breakfast habits, and reports from teachers regarding increased student attention and participation during learning. This activity demonstrates that an educational approach accompanied by direct practice can have a real impact on healthy behavior and support the learning process. Similar programs are recommended for continued implementation in schools with comparable conditions.</p>Dewi Restuana Sihombing, S.Si, M.SiConnie DanielaMaruba Pandiangan
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31811712110.37695/pkmcsr.v8i0.2814BREAK FROM THE SCREEN: MENJAGA KESEHATAN MENTAL DI ERA DIGITAL
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2596
<p style="font-weight: 400;"><em>The Child Welfare Institution (LKSA) X is currently facing a serious issue related to social media addiction among its residents. Most of the residents, who are elementary to high school-aged children and adolescents, have begun accessing social media continuously. This behavior has affected their study time, self-confidence, and social relationships. In response, a service program in the form of a training was conducted to raise awareness of the signs of social media addiction and strategies to prevent and reduce its impact. The training methods included simulations, reflections, and group discussions, encouraging both residents and staff to find contextually appropriate ways to manage social media use. Participants were also given space to share their daily challenges and co-create solutions. The training’s effectiveness was evaluated using a pre-test and post-test Social Media Addiction Scale adapted by Agung and Sahara (2023). The analysis showed a decrease in average social media addiction scores, although not statistically significant. These results indicate a positive impact of the training, suggesting the need for a longer intervention period and further evaluation to ensure lasting outcomes.</em></p>Samuel Adiprasetya IsaputraTeguh LesmanaHelsa HelsaAllegra Tayori
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31812213110.37695/pkmcsr.v8i0.2596TERAPI MUSIK UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI DAN KUALITAS HIDUP LANSIA DEMENSIA TANGERANG BANTEN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2687
<p>Lansia dengan demensia sering mengalami penurunan kualitas hidup yang ditandai dengan melemahnya fungsi kognitif, menurunnya kemampuan berkomunikasi, serta berkurangnya interaksi sosial. Kondisi ini membuat sebagian besar lansia cenderung pasif, hanya duduk atau berbaring, dan tidak memiliki ruang untuk mengekspresikan diri. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui penerapan terapi musik di Panti Werda Hana, Tangerang. Terapi diberikan kepada 30 orang lansia dengan demensia yang dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing menjalani 10 sesi pertemuan dengan durasi 45 menit setiap sesi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, melibatkan kegiatan mendengarkan musik, bernyanyi, berdiskusi, serta bernostalgia melalui lagu-lagu yang familiar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan mood lansia, di mana mereka menjadi lebih aktif, tersenyum, dan berinteraksi dengan lingkungan. Selain itu, kemampuan kognitif terasah melalui proses mengenang pengalaman masa lalu, sekaligus memberikan wadah bagi lansia untuk mencurahkan perasaan dan pemikiran. Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 3 (Good Health and Well-being) karena berkontribusi pada kesehatan mental dan kesejahteraan lansia, serta poin 10 (Reduced Inequalities) dengan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan.</p>Rose Emmaria TariganKezia PutriCarly Stiana Scheffer Sumampow
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31813214110.37695/pkmcsr.v8i0.2687EDUKASI PENYAKIT KRONIK DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN DI MASYARAKAT DESA FATUKNUTU KABUPATEN KUPANG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2599
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p><strong> </strong></p> <p>Penyakit kronik berkembang secara bertahap, berlangsung lama, dan sering kali tidak menunjukkan gejala awal, sehingga terkadang masyarakat tidak menyadari akan hal tersebut. Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg, namun seringkali tidak menimbulkan gejala dan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, gagal ginjal dan stroke. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi dan diabetes melitus, serta pentingnya gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pemeriksaan kesehatan serta pre-dan post test. Hasil menunjukkan peserta didominasi usia 51-60 tahun (21.49%) dengan laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Nilai rata-rata pre-test adalah 32,87% dengan nilai terendah 20 dan tertinggi 70 sedangkan rata-rata post-test meningkat menjadi 78,16% dengan nilai terendah 60 dan tertinggi 100. Pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 43,80% kategori normal dan 28,10% pre-hipertensi, kadar gula darah menunjukkan 91,74% dalam batas normal (70–200 mg/dL), kadar asam urat, 63,64% berada dalam batas normal (1,5–7 mg/dL) dan pemeriksaan kadar kolesterol kolesterol 69,42% dalam batas normal (<200 mg/dL). Diharapkan masyarakat dapat mengaplikasikan pola hidup sehat guna mencegah terjadinya penyakit kronik dan komplikasinya.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Edukasi, Penyakit Kronik, Pemeriksaan Kesehatan</p>Janwar OlangBima Adi SaputraErniyati FangidaeBallsy C. A. PangkeyVeronica Paula
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31814215010.37695/pkmcsr.v8i0.2599PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI METODE GARDENING THERAPY UNTUK MENURUNKAN GLUKOSA DARAH PADA PENYANDANG DM DI DESA BINONG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2602
<p>The Community Service Activity (PKM) in Binong Village addresses the high prevalence of Type II Diabetes Mellitus (DM) and the limited knowledge of non-pharmacological therapies among patients. This initiative focuses on improving patient health through <em>gardening therapy</em>, which also serves as a practical, low-cost solution to reduce the economic burden of medication. The primary objective of this PKM is to enhance participants' understanding of DM management and increase their physical activity. The program was implemented in two stages. The first stage involved an educational session evaluated with <em>pre- and post-quizzes</em>. The results showed a significant improvement in knowledge, with the average score rising from 53.29 to 66.33 among 40 participants, a gain of 13.04 points. The second stage featured a competition where participants grew herbal plants like bay leaves, basil, and red betel leaves. The judging panel assessed the plants at the participants' homes in the third month. The overall outcomes demonstrate that the activity was effective in boosting participants' knowledge of <em>gardening therapy</em> and encouraged them to use their homegrown herbal plants to help manage their daily blood sugar levels.</p>Elysabeth SinulinggaFiolenty B. Marulianna SitorusMarisa ManikJuwita Fransiska Br SurbaktiHeman Pailak
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31815116110.37695/pkmcsr.v8i0.2602PEMBERIAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL PADA REMAJA DI LPKA KARANGASEM, BALI
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2620
<p>Lembaga Pembinaan Khusus Anak adalah lembaga pemasyarakatan tempat anak binaan yang menjalani masa hukuman mendapatkan pembinaan khusus dengan rentang usia anak 14-18 tahun. Tanpa mengesampingkan kesalahan hukum yang dilakukan, anak binaan remaja membutuhan pendampingan secara psikosial dalam menjalani masa tahanan di LPKA. Sehingga salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui pengabdian kepada masyarakat dengan pendampingan dan pemberian dukungan kepada remaja di LPKA Karangasem, Bali. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pemberian seminar psikoedukasi berkaitan dengan pengenalan diri, makna hidup dan pengharapan akan masa depan. Dukungan yang diberikan berupa pendampingan dan bentuk <em>peer counseling </em>untuk membantu anak binaan berefleksi, mengenal dan menerima diri, menemukan makna hidup serta menetapkan tujuan dan memiliki pengharapan akan masa depan. Evaluasi menunjukkan umpan balik positif dari peserta terkait relevansi materi dan kebermanfaatan kegiatan. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil memenuhi harapan dan kebutuhan peserta, serta meningkatkan minat mereka untuk berpartisipasi dalam program serupa di masa mendatang.</p>Erni Julianti SimanjuntakJessica Amelia AnnaKrishervina Rani LidiawatiLevina AgathaVirginia Verona SetiawanSecillia Gratia JolixtaMonica Susana VeronicaArtha Dwijayanti
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31816217010.37695/pkmcsr.v8i0.2620EFEKTIVITAS LIFE REVIEW THERAPY TERHADAP DEPRESI DAN KECEMASAN PADA LANSIA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2634
<p style="text-align: justify;">Lansia merupakan kelompok usia yang rentan menghadapi berbagai tantangan psikologis, seperti kesepian, kehilangan peran sosial, serta gejala depresi yang dapat menurunkan kualitas hidup mereka. Kondisi ini membutuhkan intervensi yang tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga mendukung kesejahteraan psikologis. <em data-start="456" data-end="477">Life Review Therapy</em> (LRT) merupakan salah satu pendekatan yang efektif dalam membantu lansia merefleksikan pengalaman hidup, menemukan makna baru, serta meningkatkan harga diri dan keterhubungan sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia melalui penerapan LRT secara terstruktur. Program dilaksanakan dengan melibatkan lansia yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Intervensi dilakukan dalam beberapa sesi yang mencakup eksplorasi pengalaman masa lalu, proses refleksi, hingga penyusunan narasi kehidupan yang bermakna. Selain itu, kegiatan penunjang seperti menebak lagu-lagu lawas dan bernyanyi bersama turut diberikan untuk membangun suasana positif dan memperkuat interaksi sosial. Evaluasi dilaksanakan dengan membandingkan kondisi psikologis peserta sebelum dan sesudah program menggunakan <em data-start="1320" data-end="1344">Mini Mental State Exam</em> (MMSE). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kesejahteraan psikologis lansia. Peserta melaporkan penurunan gejala depresi, peningkatan rasa percaya diri, serta terbentuknya keterhubungan sosial yang lebih baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa LRT tidak hanya memberikan manfaat individual, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih ramah lansia. Program ini direkomendasikan untuk diperluas di komunitas lain dengan melibatkan pelatihan bagi fasilitator lokal agar keberlanjutan kegiatan tetap terjaga dan memberikan dampak jangka panjang.</p>Veronica PaulaMaria Maxmila Yoche AShinta Yuliana HasibuanMaria Veronika Ayu FlorensaBima Adi SaputraJanwar OlangChryest DebbyIra Dewi
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31817117610.37695/pkmcsr.v8i0.2634PENANGANAN ANSIETAS PADA PENYAKIT KRONIK DI RUMAH APUNG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2643
<p>Muara Angke, as a fishing port in Jakarta, experiences high levels of nighttime activity, which risks affecting the health of the local community. Chronic diseases such as diabetes, hypertension, and heart disease are on the rise, causing anxiety in patients. Anxiety in chronic diseases is triggered by the psychological and physical effects of these conditions. Research shows that anxiety is twice as high in patients with chronic diseases compared to the general population. A holistic approach to treating anxiety and chronic diseases is very important. This Community Service (PkM) activity aims to increase understanding and treatment of chronic diseases and anxiety in Muara Angke. The methods include health checks and counseling on chronic diseases and anxiety, with stages of preparation, implementation, and evaluation. A total of 56 participants took part. The results showed an increase in knowledge about chronic diseases and anxiety management based on pre- and post-tests. The evaluation also showed the community's enthusiasm and hope for similar activities in the future. In conclusion, a holistic approach that integrates physical and mental care has proven to be effective in improving the quality of life of the community in Muara Angke, while emphasizing the importance of regular health checks and proper anxiety management.</p> <p> </p> <p> </p>Suntoro SuntoroShinta Yuliana HasibuanMaria Ayu FlorensaIra DewiEvanny IndahHeman HemanWindy ZegaJanwar OlangVeronica Paula
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31817718210.37695/pkmcsr.v8i0.2643EDUKASI HIPERTENSI DAN LATIHAN SLOW DEEP BREATHING PADA LANSIA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2650
<p>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang masih memerlukan penanganan. Di wilayah Asia Tenggara, dua pertiga dari semua kematian disebabkan akibat penyakit tidak menular. Salah satu faktor risiko dari hipertensi adalah usia. Riwayat hipertensi dalam keluarga, usia di atas 65 tahun. Provinsi Kalimantan Selatan menduduki peringkat pertama dari provinsi-provinsi yang ada di Indonesia. Upaya untuk menurunkan tekanan darah dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan membantu lansia dalam melakukan pencegahan penyakit tidak menular bagi dirinya sendiri maupun keluarga maupun komunitasnya serta mengatasi hipertensi tanpa obat-obatan. Metode pelaksanaan yaitu melalui edukasi kesehatan dan latihan dalam satu kali pertemuan. Hasil dari kegiatan ini, peserta mayoritas perempuan (68%), berusia antara 49-84 tahun, tekanan darah peserta rata-rata dalam klasifikasi hipertensi terisolasi,tekanan darah minimum peserta,berada dalam klasifikasi normal dan tekanan darah maksimun peserta berada pada klasifikasi hipertensi stage 2. Implikasi dari kegiatan ini, peserta menyadari terkait dengan pencegahan dan pengendalian terkait hipertensi. Peserta dapat melakukan latihan <em>slow deep breathing</em> secara mandiri dan teratur di rumah.</p>Maria Maxmila Yoche ArkiantiCatharina Guinda DiannitaVeronica PaulaBallsy C. A. PangkeySuntoro Suntoro
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31818318810.37695/pkmcsr.v8i0.2650MEMBANGUN GENERASI TANGGAP DARURAT: EDUKASI DAN PELATIHAN FIRST AID PEMUDA DAN REMAJA GEREJA BETHESDA TO'OH AMABI OEFETO NTT
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2657
<p>Pertolongan pertama (<em>First Aid</em>) merupakan upaya awal yang dilakukan sebelum dibawa ke Rumah Sakit ketika seseorang mengalami masalah kesehatan seperti kecelakaan, pingsan, digigit serangga, patah tulang, pendarahan, kejang ataupun kondisi yang mengganggu kesehatan seseorang. Kecelakaan maupun gangguan kesehatan dapat terjadi di mana saja dan tidak dapat diprediksi secara pasti, dapat terjadi di rumah maupun lingkungan lainnya termasuk gereja. Pemuda dan remaja di gereja bisa saja menghadapi cedera, patah tulang, pingsan, serta situasi yang akan menimbulkan masalah bagi diri mereka sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, langkah-langkah pertolongan pertama secara benar sangat penting. <strong>Tujuan:</strong> Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berfokus pada memberikan edukasi dan pelatihan tentang pertolongan pertama di gereja untuk meningkatkan keselamatan jemaat. <strong>Metode:</strong> Kegiatan PkM menggunakan metode penyuluhan, pelatihan, dan diskusi. Penyuluhan dan pelatihan dipaparkan oleh tim PkM Fakultas Keperawatan UPH. Kegiatan ini diikuti oleh pemuda dan remaja Gereja Bethesda To'oh Amabi Oefeto NTT yang berjumlah 30 orang, dan kegiatan dievaluasi menggunakan pre dan post-test. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan PkM terlaksana dengan baik dan sesuai dengan jadwal yang direncanakan dengan hasil pre/post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi dan pelatihan dengan nilai rata-rata pre-test 42.91 dan post-test 53.95. Kegiatan yang dilakukan dirasakan berdampak bagi remaja dan pemuda dan diharapkan dilakukan secara berkelanjutan.</p>Ballsy Cicilia Albertina PangkeyJanwar OlangVeronica PaulaErniyati Fangidae
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31818919710.37695/pkmcsr.v8i0.2657EDUKASI KESEHATAN DAN DETEKSI DINI PENYAKIT PADA KOMUNITAS JEMAAT IHOP JAKARTA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2663
<p>Pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat dilakukan diberbagai lini, salah satunya melalui kegiatan di gereja. Kegiatan pemberian edukasi dan deteksi pada komunitas Jemaat IHOP Jakarta ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Tujuan dari kegiatan ini untuk deteksi dini risiko atau masalah kesehatan masyarakat sekitar IHOP dan pemberian edukasi kepada orangtua, remaja, dan anak-anak jalanan. Kegiatan yang diperlukan adalah deteksi dini dengan melakukan pengecekan gula darah, kolesterol, asam urat, pengukuran tekanan darah, berat badan dan tinggi badan dan pemberian edukasi kesehatan oleh tim Kesehatan yang terlibat. Kegiatan dilakukan pada hari Sabtu, 23 November 2024 pukul 09.00 WIB di Gereja IHOP Jalan Mangga Besar Raya Jakarta Barat, dengan target peserta yakni jemaat gereja IHOP dan warga disekitar gereja. Peserta yang hadir sebanyak 95 orang, namun 4 orang tidak mengikuti pengecekan, peserta yang hadir berusia 23 – 79 tahun. Hasil menunjukkan IMT peserta normal, mayoritas tekanan darah peserta tinggi pada rentang usia >45 tahun, nilai gula darah peserta normal, nilai kolestrol pada peserta mayoritas tinggi dan nilai asam urat pada perempuan cenderung tinggi dibandingkan laki-laki. Peserta yang memiliki risiko masalah kesehatan diharapkan dapat mengatur pola makan, aktivitas dan rutin pengobatan serta membutuhkan pemantauan dan penanganan secara berkelanjutan.</p>Novita Susilawati BarusMarisa Junianti ManikEva Chris Veronica GultomBelet Lydia IngritRenova SibueaFiolenty Bertina Marulianna SitorusShinta Marina Josephina Putri SihalohoSuntoro Suntoro
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31819820610.37695/pkmcsr.v8i0.2663SEHAT DAN BUGAR DI USIA SENJA : EDUKASI DAN LATIHAN PEREGANGAN (STRETCHING) BAGI LANSIA DI TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2767
<p>Penuaan merupakan proses alami yang menyebabkan penurunan fungsi jaringan tubuh, termasuk fleksibilitas otot dan sendi. Penurunan fleksibilitas dapat meningkatkan risiko cedera pada lansia. Latihan peregangan merupakan salah satu metode yang efektif untuk menjaga fleksibilitas dan mengurangi nyeri sendi pada usia lanjut. <strong>Tujuan:</strong> Meningkatkan pengetahuan lansia tentang kesehatan tulang dan sendi serta keterampilan melakukan latihan peregangan secara mandiri melalui kegiatan edukasi dan praktik langsung. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian Masyarakat Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan dilaksanakan di Tanjung Priok, Jakarta, dengan melibatkan 85 lansia. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan dan latihan peregangan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan, pemeriksaan kesehatan, serta penilaian kepuasan peserta menggunakan skala Likert. <strong>Hasil:</strong> Terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 82,96 menjadi 85,75 setelah edukasi. Pemeriksaan kesehatan menunjukkan 37,6% lansia memiliki tekanan darah tidak normal, 28,2% memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 88,2% memiliki kadar gula darah sewaktu dalam batas normal. Evaluasi kepuasan menunjukkan 90% peserta menilai kegiatan secara keseluruhan, latihan peregangan, dan sesi diskusi sebagai “Sangat Baik” <strong>. </strong>Edukasi dan latihan peregangan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan lansia tentang kesehatan otot dan sendi. Kegiatan ini mendapat respons sangat positif dan layak untuk diterapkan secara berkala sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.</p>Sergio Yudi MiduBima Adi SaputraBallsy C. A. PangkeyJanwar OlangVeronica PaulaAgustina Saputri
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31820721310.37695/pkmcsr.v8i0.2767MEMBANGUN RESILIENSI GENERASI Z TERHADAP ADIKSI DENGAN EDUKASI PARTISIPATIF: DESKRIPSI PREFERENSI STRATEGI KOPING
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2656
<p>Generation Z faces high vulnerability to various forms of addiction, including online gambling, substance abuse, and digital dependency. This community service activity aimed to strengthen adolescents’ resilience in preventing and managing addiction risks through a participatory health education approach. The program was conducted with 137 tenth-grade students at a high school in Jakarta, consisting of three stages: interactive presentation, group discussion, and self-reflection. Participants wrote down their personal strategies for addiction prevention, which were then thematically analyzed. A total of 324 strategies were collected and categorized into seven main themes: replacing negative habits with positive ones (33.3%), increasing self-awareness and personal commitment (19.8%), building social support (13.0%), limiting access to sources of addiction (11.4%), avoiding negative influences (9.9%), strengthening spiritual aspects (7.4%), and seeking professional help (5.2%). The results showed that students preferred proactive and practical strategies, with notable differences between males and females. This activity proved effective in empowering adolescents to develop context-appropriate coping strategies, enhance self-awareness, and promote peer learning. The participatory approach can serve as a sustainable model for adolescent addiction prevention programs that are responsive to developmental needs and gender differences.</p>Christina LumbantoruanDavid MatahariJessica CeciliaNisrina Rania
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31821422110.37695/pkmcsr.v8i0.2656GERAKAN BERSAMA (GEBER) MELAWAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BILU BANJARMASIN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2711
<p>Indonesia is still among the 10 countries with the highest number of tuberculosis cases in the world. Prevention, treatment, and tracing efforts have been carried out, but many new cases are still being found. Handling tuberculosis cases is a shared responsibility and requires cross-sector collaboration. One of the sectors currently involved is the Ministry of Education and Culture, through the Tuberculosis-Aware Schools Program. The TB-Conscious School Program is the embodiment of GEBER towards the elimination of TB by 2030 in educational institutions. Based on coordination with the Sungai Bilu Community Health Center, it was deemed necessary to hold a GEBER event at SMK Wirakrama 1 Banjarmasin. The purpose of this activity was to increase synergy between educational institutions and health services in the context of implementing GEBER through health education and TB detection in school children. The methods used were lectures, demonstrations, and sputum sampling for examination. This activity was attended by 46 students, with males making up the majority at 58%. Based on the evaluation results, there was an increase in participants' knowledge, with the majority (58.7%) scoring “adequate” on the pre-test and 100% scoring “good” on the post-test. The conclusion is that GEBER represents the active participation of various parties in TB management.</p>Yakobus SiswadiBima Adi SaputraMega SampepadangChrisnawati ChrisnawatiErmeisi Er UnjaAulia RahmanOktovin OktovinWarjiman Warjiman
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31822223110.37695/pkmcsr.v8i0.2711PENYULUHAN HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS PADA MASYARAKAT DESA CARINGIN, LEGOK, KABUPATEN TANGERANG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2697
<p>Community Service activities in Caringin Village, Legok, were carried out through a series of activities including healthy exercises, health education, and free mini medical checkups. This program was conducted in collaboration with the Caringin Community Health Center, where educational materials on hypertension and diabetes mellitus (DM) were presented by doctors in the form of presentations, discussion, and health consultations. In addition, educational materials were also distributed via leaflets to reach residents who did not fully participate in the activities. The resident understanding was evaluated through pre- and post-tests, while activity implementation was evaluated through a satisfaction survey. The results of the free mini medical check-ups showed a high prevalence of hypertension, with 76% of residents having systolic blood pressure above 120 mmHg and 38% of them falling into the hypertension category of ≥140 mmHg. In addition, 17% of residents had blood sugar levels above normal, with 7% requiring further examination. The results of the evaluation of residents' understanding showed an average increase of 7%, while the satisfaction survey showed that the majority of residents were satisfied with the implementation of the activities (>90%). Some of the obstacles encountered were discrepancies in the number of participants who took the pretest and post-test, as well as misinterpretation of the pretest and post-test questions by residents, especially the elderly. However, this activity provided an overview of the effectiveness of an integrative approach to health education in raising awareness in the community and detecting early disease risks. Moreover, collaboration with local health service units provided opportunities for data-based follow-up on the results of the activity.</p> <p> </p> <p> </p>Karnelasatri KarnelasatriAndriyani AndriyaniFebbyasi MegawatiYovita Diane TitiesariFany FebrianiKevin Adithya Beda
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31823224010.37695/pkmcsr.v8i0.2697PELATIHAN METODE KERJA ERGONOMI DI PETERNAKAN AYAM UNTUK MENGURANGI RISIKO KELELAHAN KERJA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2785
<p>Occupational fatigue is one of the factors that negatively impacts worker productivity and well-being. Therefore, this community training program aims to increase farmer awareness and knowledge regarding work fatigue management through the application of ergonomics in chicken farming activities. The methods used in this program include field observation, job analysis, and ergonomics training that covers more efficient and safe work techniques. In addition, this program also compares chicken handling, worker health, and work efficiency. The expected results of this activity are increased farmer awareness in implementing more ergonomic work techniques, thereby reducing the risk of injury and work fatigue, as well as increasing the efficiency and well-being of chicken farm workers.</p>Bagus Anugrah RamadhanYusuf Nugroho Doyo YektiSusmitha Canny
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31824124910.37695/pkmcsr.v8i0.2785TEBAK GAMBAR: OPTIMALISASI STIMULASI MEMORI DAN KOGNITIF BAGI LANSIA DENGAN DEMENSIA DI PANTI
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2808
<p>Demensia merupakan gangguan neurokognitif progresif yang menyebabkan penurunan memori, bahasa, dan kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena belum tersedia terapi farmakologis yang efektif, intervensi nonfarmakologis seperti stimulasi kognitif menjadi strategi penting dalam mempertahankan fungsi kognitif dan kualitas hidup lansia. Pendekatan visual melalui gambar dinilai efektif karena mampu menstimulasi memori episodik serta meningkatkan keterlibatan sosial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi program tebak gambar sebagai bentuk stimulasi kognitif bagi lansia dengan demensia di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Kalimantan Selatan. Program dilaksanakan dalam sesi kelompok kecil menggunakan media gambar benda dan aktivitas sehari-hari yang familiar. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rerata skor <em>Mini Mental State Examination</em> (MMSE) dari 19,8 menjadi 22,3 dan <em>Montreal Cognitive Assessment</em> (MoCA) dari 17,2 menjadi 19,4 setelah intervensi. Perbedaan signifikan ditemukan pada hasil Wilcoxon Signed Rank Test (p < 0,05). Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan atensi, kemampuan penamaan, dan partisipasi sosial. Program tebak gambar terbukti sederhana, murah, dan efektif sebagai stimulasi kognitif bagi lansia dengan demensia di panti sosial serta berpotensi diadaptasi secara luas untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.</p>Yulia YunaraHerawati HerawatiAditya Anin PrimasariMuhammad Nur Fajri
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31825025510.37695/pkmcsr.v8i0.2808UPAYA PENGUATAN KOPING DALAM MEMBANGKITKAN ASA DAN MEMPERKUAT KESIAPAN PEMULIHAN PASIEN PENYALAHGUNAAN NAPZA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2800
<p>Penyalahgunaan NAPZA menjadi permasalahan yang bersifat universal dan menyebar luas hingga perlu upaya penanganan yang serius. Pasien yang menjalani rehabilitasi NAPZA sering mengalami stres dan kecemasan, yang menjadi pemicu utama kekambuhan. Meskipun mekanisme koping adaptif sangat penting untuk pemulihan, program penguatan keterampilan koping mandiri, seperti teknik relaksasi <em>Butterfly Hug</em> (yang efektif menurunkan ketegangan dan kecemasan), di ruang perawatan rehabilitasi masih belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan melatih keterampilan <em>Butterfly Hug</em> sebagai strategi koping adaptif bagi pasien rehabilitasi NAPZA untuk meningkatkan kesiapan pemulihan. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi dan simulasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan seluruh peserta memiliki tingkat kecemasan dan ketegangan psikologis yang tinggi dan kesulitan mengelola <em>craving</em>. Setelah sesi psikoedukasi dan demonstrasi, respons peserta sangat positif. Tingkat kepatuhan dalam melakukan gerakan <em>Butterfly Hug</em> mencapai 88,8% (8 dari 9 peserta) dapat melakukannya dengan benar secara mandiri setelah instruksi kedua. Kegiatan ini berhasil memberikan keterampilan koping adaptif berbasis regulasi emosi mandiri yang mudah diaplikasikan kepada pasien rehabilitasi NAPZA. Keberhasilan adopsi teknik ini menegaskan perlunya integrasi teknik <em>self-soothing</em> seperti <em>Butterfly Hug</em> ke dalam kurikulum asuhan keperawatan jiwa untuk memaksimalkan efek terapi dan mengurangi risiko kekambuhan dini.</p>Mutia RahmahEmelda SariIntan Dewi MasitahNorwaqi’ah Norwaqi’ahEka Putri DamayantiHelmalia Syalsa YulianaYuspita YuliaNurdiani Fithri AnnisaKhairunnisa Khairunnisa
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31825626110.37695/pkmcsr.v8i0.2800FROM SECURITY TO SAFETY HERO: EDUKASI DAN PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2660
<p><strong>Background</strong>: First aid is the initial action taken before someone is taken to hospital when they experience health problems such as accidents, fainting, insect bites, broken bones, bleeding, or other conditions. Accidents and health problems can occur anywhere, whether at home or at work. A security officer may face injuries, broken bones, fainting, and situations that will cause problems for themselves or others. Therefore, proper first aid measures are very important. First aid is so important that basic first aid training must also be known by security officers. <strong>Objective</strong>: This Community Service programme focuses on providing education and training on first aid to security personnel to improve the safety of themselves, visitors, and other employees. <strong>Method</strong>: The community service activity uses a method of outreach, discussion, and training. The outreach and training are presented by the community service team from the Faculty of Nursing, Pelita Harapan University. This activity was attended by 100 security personnel from PT BSS Jakarta and evaluated using a pre-post test. <strong>Results</strong>: The community service activity was carried out successfully with a pre-test score of 66.02 and a post-test score of 83.47. The activity showed an increase in knowledge after education and training were provided. It is hoped that the community service first aid activity can be carried out on an ongoing basis.</p> <p> </p>Jon Parulian SimarmataBallsy C. A. PangkeyMarianna Rebecca Gadis TompunuAlice Yvonne Yovita PangemananYulia Sihombing
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31826226810.37695/pkmcsr.v8i0.2660PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AREA GAMBUT MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN MINYAK ATSIRI BERBAHAN DAUN GALAM
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2795
<p>The Peat Hydrological Area (KHG) in South Kalimantan in 2023 covered approximately 238,465 hectares. In Pandahan Village, Tanah Laut Regency, approximately 50 hectares of land are covered with wild galam plants. Galam plants are native to peatlands that naturally associate with endophytic fungi and have the potential to produce essential oils of high economic value as an Indonesian export commodity. Until now, galam has only been used by some communities for firewood without further processing. This Student Creativity Program (PKM) aims to empower farmer groups to acquire the knowledge, skills, and managerial abilities to process galam leaves into essential oils. Activities are carried out using a participatory method through demonstrations and simulations. The program is implemented in three stages: planning, implementation, and evaluation. The activity took place from July 5–19, 2025, in Pandahan Village with 30 participants. Pre-test results showed that only 10% of participants knew the process of processing galam leaves. Following the training and mentoring, post-test results improved significantly, with 100% of participants able to successfully process galam leaves into essential oil. The program continues through monitoring activities to ensure ongoing skill improvement.</p>Imran PasharHayatus Sa’adah Ayu LestariMuddatstsir Idris
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31826927510.37695/pkmcsr.v8i0.2795EDUKASI DAN SKRINING DEMENSIA DI MASJID AL JIHAD BANJARMASIN DALAM UPAYA PENCEGAHAN DEMENSIA PADA LANSIA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2777
<p data-start="159" data-end="661">Dementia is a brain disorder that causes a decline in memory, thinking ability, and behavior, which significantly affects the quality of life of older adults. According to data from the <em data-start="345" data-end="372">World Health Organization</em> (WHO, 2023), more than 55 million people worldwide live with dementia, and this number continues to increase, particularly in low- and middle-income countries such as Indonesia. The low level of public awareness regarding the early symptoms of dementia has led to many undetected cases.</p> <p data-start="663" data-end="1642">This community service activity aimed to provide education about dementia to the congregation of Al Jihad Mosque in Banjarmasin and to conduct cognitive function screening using the <em data-start="845" data-end="876">Mini-Mental State Examination</em> (MMSE) as an early detection effort. The activity was carried out on September 20, 2025, at Al Jihad Mosque, Banjarmasin, through educational sessions and dementia screening performed by a neurologist. A total of 49 participants took part in the activity, the majority aged 60–74 years (63.2%). The results showed that 97.9% of participants had normal cognitive function, while 2.0% exhibited a tendency toward cognitive impairment. These findings indicate the importance of routine screening among the elderly population, even when general cognitive function appears normal. This activity demonstrates that a faith-based community approach is effective in increasing awareness and promoting dementia prevention at the community level.</p> <p data-start="1644" data-end="1690">Keywords: </p>Fakhrurazy Fakhrurrazylily RuntuwenePagan PambudiSteven StevenMuhammad Welly DafifFitriah HandayaniHusnul Khatimah
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31827628110.37695/pkmcsr.v8i0.2777PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA ORGANIK - ANORGANIK PADA MASYARAKAT WILAYAH PINGGIRAN SUNGAI
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2809
<p>Sampah merupakan sisa buangan dari suatu produk atau barang yang sudah tidak dipergunakan lagi, sampah masih dapat didaur dengan campur tangan manusia untuk dapat terurai. Sampah organik bisa dikatakan sebagai sampah ramah lingkungan sedangakan sampah non organik merupakan sampah yang tidak dapat terurai. Kesadaran akan pengelolaan sampah pada masyarakat Kecamatan Martapura Timur masih sangat rendah. Tujuan dari edukasi kesehatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membuang dan memilah sampah secara tepat. Metode pelaksanaan kegiatan dengan memberikan edukasi berupa cara mengidentifikasi sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini. dilaksanakan bertempat di Puskesmas Martapura Timur. Pelaksanaan edukasi sebagai bentuk intervensi dihadiri oleh 26 peserta masyarakat sekitar yang diajarkan bagaimana cara pemilahan sampah organik - anorganik di rumah. Masyarakat dapat memahami akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Didapatkan hasil bahwa dengan metode edukasi serta demonstrasi dapat mempercepat pemahaman masyarakat terkait pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya sebagai bentuk nyata pengelolaan sampah rumah tangga. Pengelolaan sampah dapat mencegah terkena penyakit-penyakit berbasis lingkungan, mencegah terjadinya penyakit pencernaan, mencegah terjadinya penyakit kulit, mencegah terjadinya bencana banjir, dan meningkatkan peluang ekonomi kreatif jika sampah dapat dilakukan proses daur ulang.</p>Herry SetiawanEndang PertiwiwatiAida NisaHeldawati HeldawatiM.Aditya Putra
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31828228710.37695/pkmcsr.v8i0.2809PKM EKONOMI HIJAU OLAHAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS ECO-ENZYME DI BANK SAMPAH SEKUMPUL MARTAPURA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2707
<p>Waste management in Sekumpul Urban Village, Martapura, faces serious challenges, where only a quarter of the total 8 tons of daily waste can be properly managed. This is due to limited personnel, low public awareness, and a lack of effective, simple technology implementation. In fact, organic waste has great potential to be processed into economically valuable products such as compost, liquid fertilizer, maggot feed, and eco-enzyme. This community service program (PKM) aims to empower the community of Sekumpul Urban Village by processing organic waste into eco-enzyme-based products with economic value. This creates an integrated solution for both environmental management and improving community welfare. The PKM activities were held at the Sekumpul Waste Bank and involved the integrated participation of students, employees, and waste bank customers. The methods used included socialization, technical training, and program evaluation. Training materials covered waste sorting, compost production, maggot cultivation, and eco-enzyme production to support stingless bee cultivation. The evaluation results showed a remarkable knowledge transformation. Participants' understanding of the green economy concept increased from 7.1% to 100%. Technical knowledge about eco-enzyme production, maggot cultivation, and the stacking bucket method also saw a significant increase. This program successfully created 14 change agents at the community level, who have the potential to develop a green economy based on organic waste processing. These findings highlight the urgency of follow-up programs, such as practical training and continuous assistance, to ensure that the knowledge gained can be implemented into tangible actions.</p>Anang Kadarsah
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2707DETERJEN ECOENZYME LOKAL: TRANSFORMASI LIMBAH NANAS UNTUK KEMANDIRIAN EKONOMI DESA TINGGIRAN DARAT
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2746
<p style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 11.0pt;">Tinggiran Darat Village, Barito Kuala Regency, possesses significant pineapple production potential but faces challenges in utilizing pineapple peel waste and fluctuating market prices for pineapples. Inadequate waste management poses a risk of environmental pollution. The Community Empowerment Partnership Program (PKM) aims to empower pineapple farmers by transforming pineapple peel waste into economically valuable products, including ecoenzyme and environmentally friendly liquid detergent soap. Adopting a participatory approach based on green economy principles, the program involved 35 members of the Family Welfare Movement (PKK) and youth organizations. The proposed solutions included intensive training and continuous mentoring in the production of ecoenzyme from pineapple waste, product diversification into environmentally friendly detergents, and the introduction of effective marketing strategies. The program implementation was met with high enthusiasm from participants, evidenced by their active engagement in Q&A sessions and full involvement in practical activities. Evaluation using pre-test and post-test questionnaires demonstrated a significant increase in participants' average understanding scores. Furthermore, community perception of detergent products derived from ecoenzyme ingredients was positive. Consequently, this activity has successfully had a positive impact on the Tinggiran Darat community in managing organic waste, while fostering a sustainable economy through local innovation.</span></p>Rusmansyah Pd. Rusmansyah
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2746PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK TK DAN SD DI GKNS TAMAN UBUD
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2823
<p>In this era of globalization, English language skills are becoming increasingly important as a means of coping with global dynamics. Early mastery, especially at the kindergarten and elementary school levels, plays a major role in preparing children for the future. However, in reality, English lessons are considered difficult because the teaching methods are not tailored to the characteristics of the students. This program is designed to strengthen children's English skills through a culturally responsive teaching approach that emphasizes cultural relevance in the learning process. In this way, learning does not only focus on linguistic aspects, but also relates the material to the life experiences and cultural identities of the students. The main strategies used in this program are Total Physical Response (TPR) and gamification, which enable children to learn actively, enjoyably, and in accordance with their developmental needs. Adapting the methods to the cultural context helps children feel closer to the material, so that the foreign language does not seem unfamiliar or separate from their daily lives. This English language improvement program is held at the Nafiri Sion Christian Church in Taman Ubud, Tangerang. Although located in a church, this activity is inclusive because it is also attended by children from outside the church community, so that its benefits reach a wider audience.</p> <p> </p> <p> </p>Hanna SutejaAtalya AgustinMeicky Shoreamanis
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-3187710.37695/pkmcsr.v8i0.2823PENGEMBANGAN PROFESIONAL KONSELOR SEKOLAH LENTERA HARAPAN : BIBLICAL PASTORAL CARE FOR CHILDREN STRUGGLING WITH SEXUALITY
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2585
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan fokus pada pengembangan profesionalisme untuk staf pendukung pembelajaran di Sekolah Lentera Harapan, meliputi para konselor dan guru pendamping wali kelas. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pendampingan pastoral berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab, khususnya dalam mendampingi siswa-siswi yang menghadapi tantangan terkait seksualitas. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan <strong>teori pastoral care</strong>, yang menekankan pentingnya memberikan dukungan emosional, spiritual, dan praktis kepada individu yang menghadapi kesulitan hidup mereka, dengan dasar pemahaman bahwa setiap anak adalah ciptaan Tuhan yang berharga. Dengan demikian, staf diharapkan tidak hanya mendampingi secara akademik, tetapi juga memberikan perhatian holistik terhadap kebutuhan emosional dan spiritual siswa. Metode yang digunakan meliputi seminar interaktif, pelatihan langsung, dan pendampingan berkelanjutan untuk mendukung penerapan praktik bimbingan pastoral yang lebih efektif dan berdaya guna. Peningkatan kemampuan staf pendukung dalam memahami dan merespons kebutuhan emosional dan spiritual anak-anak dilakukan dengan mempertimbangkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Alkitabiah yang menjadi landasan Sekolah Lentera Harapan. Diharapkan bahwa setelah mengikuti kegiatan ini, staf pendukung akan lebih siap dan mampu memberikan dukungan yang lebih baik kepada siswa-siswa yang mengalami pergumulan terkait seksualitas mereka. Keberhasilan proyek ini akan diukur melalui peningkatan dalam kualitas layanan pendukung yang diberikan kepada siswa serta umpan balik positif dari mereka yang terlibat dalam program.</p> <p><br> <strong>Kata Kunci</strong>: pengembangan profesional, biblical pastoral care, children sexuality</p>Selvieana IndrawatiJhon Nara PurbaDebora Pratiwi Sibarani
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-3188810.37695/pkmcsr.v8i0.2585PELATIHAN PEMBUATAN SABUN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK DESA WISATA BATULAYANG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2616
<p>Salah satu desa wisata yang mendapatkan sertifikasi desa wisata berkelanjutan adalah Desa Wisata Batulayang yang terletak di kawasan Puncak Cisarua pada tahun 2020. Desa ini memiliki berbagai daya tarik wisata alam dan terus dikembangkan oleh masyarakatnya. Permasalahan yang dihadapi oleh Desa Wisata Batulayang adalah kualitas produk yang diberikan oleh Desa Wisata Batulayang belum sepenuhnya memenuhi konsep berkelanjutan yang diusung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Desa Wisata Batulayang memiliki <em>homestay</em> yang disewakan bagi wisatawan yang datang. Sebagai desa wisata berkelanjutan, <em>amenities</em> yang ada di <em>homestay</em> belum tergolong produk ramah lingkungan. Untuk mengatasi permasalah tersebut, kegiatan pelatihan pembuatan sabun ramah lingkungan dinilai mampu meningkatkan kesadaran akan penggunaan sumber daya yang efsien dan mendukung perlindungan lingkungan. Metode yang dilakukan pada pelatihan ini adalah sosialisasi mengenai sabun ramah lingkungan, pelatihan cara membuat produk sabun ramah lingkungan dan terakhir adalah pendampingan proses pembuatan produk dan evaluasi dengan cara test yang dilakukan sebelum pelatihan (<em>pre-test</em>) dan sesudah pelatihan (<em>post-test</em>). Pelatihan pembuatan produk sabun ramah lingkungan ini diikuti 27 peserta yang tergabung dalam Pokdarwisa Desa Wisata Batulayang yang memiliki <em>homestay</em> di area desa wisata. Peserta mengikuti kegiatan pelatihan selama 2 (dua) hari dan merasa mendapatkan manfaat dari pelatihan yang diberikan. Hal ini mendorong masyarakat desa untuk terus melakukan inovasi terhadap produk-produk ramah lingkungan yang berpedoman pada keberlanjutan pariwisata.</p>Theodosia C. NathaliaYustisia KristianaNonot YuliantoroKelly Emmanuela Lugiman
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-3189910.37695/pkmcsr.v8i0.2616SOSIALISASI KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN BAGI PENGELOLA DESA WISATA MANGROVE TANJUNG REJO, DELI SERDANG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2677
<p>Mangrove Tourism Village of Tanjung Rejo, located in Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra, offers coastal natural beauty with a sustainable mangrove ecosystem. This village, located just 20 km from Medan City, has the potential to be an ecotourism destination that prioritizes environmental sustainability and the preservation of local culture. Thru sustainable tourism development, this village aims to improve community welfare by creating jobs and increasing income thru the tourism sector. The community service program organized aims to provide socialization about the principles of sustainable tourism and to increase the capacity of the local community in managing tourism destinations. The main focus of this activity includes sustainable destination management, community economic sustainability, cultural preservation and local wisdom, and environmental protection. Thru collaboration between the community, academics, and the government, it is hoped that Mangrove Tourism Village Tanjung Rejo can develop as a destination capable of bringing long-term benefits to the local community, improving the quality of tourism, and promoting nature conservation and local culture.</p> <p>The pre-test and post-test sessions have the same questions. The pre-test was used to assess the understanding of the community in the Mangrove Tourism Village of Tanjung Rejo regarding simple English statements. The post-test was used to determine whether there was an improvement in the residents' understanding after the material was presented. Based on the results of the pre-test and post-test, there was an improvement in the residents' understanding before and after the material was presented, with quite significant results.</p> <p>Based on this, in the future, training like this can be conducted periodically.</p> <p>Keywords: sustainable tourism, Tourist Village, Mangrove</p>Sandra MaleachiNova Bernedeta Sitorus
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-318141410.37695/pkmcsr.v8i0.2677PENGENALAN GURU TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS SISWA DI SD DASANA INDAH
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2706
<p>Kehadiran sekolah di tengah kehidupan siswa tidak hanya terkait dengan hal akademik belaka. Pada masa kini, kehadiran sekolah dituntut untuk dapat mendampingi keberadaan siswa secara holistis, yang juga meliputi sisi psikologis siswa. Kemampuan para guru untuk mendampingi masalah psikologis menuntut pengenalan guru terhadap dinamika perkembangan psikologis siswa. Sekolah Dasar Dasana Indah memiliki tantangan menghadapi perkembangan psikologis siswanya yang merupakan generasi alpha. Selain ketergantungan mereka pada gadget dan teknologi, tantangan kehidupan keluarga dan ekonomi juga menjadi variabel-variabel pemicu munculnya tindakan negatif dan kebiasaan kurang baik pada siswa, seperti sering terlambat datang ke sekolah, perilaku yang mencari perhatian orang lain, tantrum, emosi yang tidak stabil, cara bicara kasar kepada guru/ orang lain, tidak mengerjakan tugas sekolah sesuai instruksi, dan menangis jika tidak dapat mengerjakan soal ulangan. Para guru telah melakukan upaya pendekatan namun sikap fenomena sikap dan tindakan yang sama kembali berulang terjadi. Sigmund Freud dan Abraham Maslow telah memberikan sumbangsih untuk membantu menganalisa penyebab-penyebab utama muncul tindakan dan sikap negatif pada seseorang. Maka seminar ini diadakan atas kerjasama Sekolah Dasar Dasana Indah dan Universitas Pelita Harapan dalam bentuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen-dosen yang dilakukan dalam 2 kali seminar yaitu tanggal 7 April dan 26 April 2025 untuk memberikan seminar pengenalan guru terhadap perkembangan psikologis siswa. Hasil yang diperoleh adalah para guru peserta seminar memberikan respon bahwa dari seminar mereka mampu mengenali akar-akar utama penyebab munculnya berbagai bentuk fenomena sikap dan tindakan negatif siswa. Selain itu, lewat seminar ini, para guru dapat menemukan pendekatan yang berbeda kepada siswa.</p>Cathryne Berliana NainggolanGanda SariNovel PriyatnaBertha N. Silitonga
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-3187710.37695/pkmcsr.v8i0.2706KETERAMPILAN KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 2045 DI SMP KRISTEN 1 SALATIGA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2713
<p>Communication skills for the young generation are one of the efforts to prepare capabilities for Indonesia's Golden Generation 2045. One way is through public speaking skills, so that the younger generation is capable and self-confident, especially in the world of work, enabling them to contribute to economic strengthening. The Community Service (PkM) Team from the Communication Science Study Program, FISIP, conducted a Public Speaking Training activity to help boost the self-confidence of junior high school teenagers in Bendosari Hamlet, Salatiga. The purpose of this activity was to develop and hone the students' communication skills so that they have the ability and confidence to express opinions, interact in the classroom, and even utilize the digital world related to social media positively. The implementation method included three stages: (1) needs assessment through observation and interviews; (2) execution of public speaking training covering message delivery techniques, audience mastery, and structuring effective communication content; and (3) evaluation through presentation simulations and participant feedback. The results of the activity showed a significant increase in the participants' self-confidence and ability to convey ideas. This training not only equipped students with practical communication skills but also instilled an awareness of the role of the younger generation in driving sustainable development towards Indonesia's Golden Generation 2045.</p>Agustin Diana Wardaningsih
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-3188810.37695/pkmcsr.v8i0.2713PENGARUH PEMBELAJARAN BLOCK-BASED PROGRAMMING DENGAN MICROBIT TERHADAP MINAT DAN PEMAHAMAN PEMROGRAMAN SISWA SMA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2725
<p>Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep pemrograman dasar kepada siswa SMA dengan memanfaatkan Micro:bit melalui pendekatan <em>block-based programming</em>. Metode pelaksanaannya melibatkan pelatihan langsung (<em>hands-on</em>) yang mengombinasikan simulasi digital dengan penggunaan fisik <em>board</em> Micro:bit. Evaluasi dilakukan melalui survei terhadap 15 peserta, dan hasilnya menunjukkan bahwa 80% responden merasa pemrograman berbasis blok lebih mudah untuk dipelajari. Sebanyak 93,3% peserta menyatakan bahwa penggunaan <em>board</em> fisik meningkatkan aspek kesenangan dalam pembelajaran, sedangkan 86,7% mengakui bahwa kehadiran perangkat keras tersebut membantu pemahaman konsep pemrograman. Secara keseluruhan, 66,7% peserta mengungkapkan bahwa pemrograman menjadi lebih menyenangkan setelah mengikuti pelatihan. Dalam hal metode pembelajaran, 53,3% peserta menilai kombinasi antara penjelasan teori, pemberian contoh program, dan sesi latihan sebagai cara paling menyenangkan, sementara 60% menganggapnya paling efektif. Terkait tingkat kesulitan, 46,7% peserta menginginkan latihan yang sedikit lebih kompleks dibandingkan contoh yang diberikan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan <em>block-based coding</em> dengan dukungan perangkat keras seperti Micro:bit terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman pemrograman bagi pemula. Selain itu, struktur pembelajaran ideal mencakup penyampaian teori, contoh, dan latihan dengan peningkatan kesulitan yang bertahap.</p>Junita Junita
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-1188810.37695/pkmcsr.v8i0.2725PENGUATAN KAPASITAS GURU DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH: PROGRAM SERVICE LEARNING BERSAMA YAYASAN KAIROS TANAH PAPUA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2652
<p><strong data-start="117" data-end="232">Kairos Foundation of Tanah Papua is committed to providing quality education access for children in West Papua.</strong> The main challenges faced by teachers are the limited training in school management, administration, and effective lesson planning. To address these needs, a service-learning program was carried out through an interactive webinar entitled <em data-start="472" data-end="523">“Sharing Knowledge and Best Practice Experience.”</em> This activity was based on the reflection of pre-service teachers’ field teaching practice after four months of teaching in schools in Jakarta and its surrounding areas, which was then shared with the teachers. The reflection focused on the implementation of School-Based Management (SBM), including student management, curriculum, leadership, and school facilities management. The program was conducted via the Zoom platform with a participatory and collaborative approach, allowing two-way discussions between pre-service teachers and teachers. The results indicated an increase in teachers’ understanding of the principles and practices of SBM, the development of pre-service teachers’ readiness and confidence to enter the field, as well as the establishment of a commitment to fostering a more contextual, effective, and sustainable school management system. Thus, this program contributes to strengthening the capacity of both teachers and pre-service teachers in realizing quality education toward Indonesia Emas.</p>Yanuard Putro DwikristantoAsih Enggar Susanti
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-3186610.37695/pkmcsr.v8i0.2652IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PPT BERBASIS GAME TERHADAP PRESTASI AKADEMIK DAN MOTIVASI SISWA BIMBEL KAMPUNG SABI
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2597
<p>Alpha Tutoring (bimbel) is a community service program to help children in Sabi Village understand Mathematics and Science lessons. Many students experience learning difficulties due to economic constraints, lack of supervision at home, and less than ideal school conditions such as frequent empty periods due to teacher absences. These conditions lead to low learning motivation and student understanding of the material. This program aims to provide additional lessons with a fun, game-based approach. This program also serves as a means for Teachers College students to develop teaching skills in the community. This activity is held twice a week, namely on Mondays for Mathematics and Thursdays for Science, starting from September 19, 2024 - May 26, 2025. The methods used are lectures, discussions, questions and answers, and the use of game strategies containing material and questions using PPT media. The purpose of the strategy game with PPT is to check student understanding in a fun way. Based on a questionnaire completed by 41 students, data obtained 85% stated that they were very happy to participate in tutoring. Regarding student learning motivation, data obtained 88% of students were very motivated to use this method. 63% of students found it significantly helpful because they understood the material better. This demonstrates that game-based learning methods can increase motivation and improve student learning outcomes.</p>Kurniawati Martha
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2597ANALISIS TINGKAT NUMERASI SISWA DI BIMBEL ETA RW 16 BINONG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2626
<p> Numerasi merupakan kemampuan untuk memproses, menginterpretasi, dan menggunakan informasi berbasis angka dalam berbagai konteks kehidupan guna mengambil keputusan yang logis dan efektif. Dalam laporan OECD 2023, Indonesia berada di peringkat ke-71 dari 81 negara peserta PISA dengan skor rata-rata matematika 366. Nilai ini berada dibawah rata-rata OECD yaitu 472. Hal ini merupakan masalah serius karena keterbatasan dalam kemampuan numerasi dapat berdampak pada kualitas Pendidikan secara umum, serta menghambat kesiapan siswa menghadapi isu-isu di Era Global ini. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan tingkat numerasi siswa, salah satunya adalah melalui bimbingan belajar. Bimbingan belajar ETA adalah bimbingan belajar Gratis yang diberikan oleh Fakultas Ilmu pendidikan, Universitas Pelita Harapan kepada warga Binong khususnya yang berada di sekitar RW 16. Upaya meningkatkan numerasi siswa dilakukan dengan belajar matematika yang dibantu oleh tutor setiap hari Sabtu, pukul 14.00 – 15.30 WIB di balai warga. Pengukuran tingkat numerasi siswa dilakukan melalui tes yang dilakukan kepada siswa sesuai dengan kelasnya kemudian dianalisis berdasarkan tiga indikator numerasi. Berdasarkan hasil tes, diketahui sebesar 75% siswa telah memiliki tingkat numerasi yang baik, namun 25% siswa masih butuh dukungan yang lebih untuk meningkatkan tingkat numerasinya. Salah satu faktor yang mendukung peningkatan tingkat numerasi siswa di Bimbel ETA adalah penggunaan alat permainan matematika yang kerap digunakan oleh tutor saat mengajar maupun digunakan siswa secara mandiri.</p>Henni Sitompul
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2626TRANSFORMASI PENGAJARAN DI SEKOLAH: PELATIHAN METODE BELAJAR AKTIF UNTUK GURU DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMPTK DAN SMTK PRESBITERI BALI
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2732
<p><span class="TextRun SCXW85791686 BCX0" lang="EN-US" xml:lang="EN-US" data-contrast="none"><span class="NormalTextRun SCXW85791686 BCX0">Student engagement and learning motivation play a crucial role in enhancing the quality of education while preventing low academic achievement and the risk of dropout. Within the context of Generation </span><span class="NormalTextRun SCXW85791686 BCX0">Z</span><span class="NormalTextRun SCXW85791686 BCX0">, who were born in the digital era, students </span><span class="NormalTextRun SCXW85791686 BCX0">possess</span><span class="NormalTextRun SCXW85791686 BCX0"> unique characteristics as visual learners with shorter attention spans, a preference for interactive learning, and a strong need for meaningful learning experiences. These conditions require teachers to adopt more relevant instructional strategies, one of which is active learning, which has been shown to enhance student motivation and engagement. This community service program was implemented at SMPTK and SMTK </span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW85791686 BCX0">Presbiteri</span><span class="NormalTextRun SCXW85791686 BCX0"> Bali, involving 11 teachers in three training sessions: (1) understanding the characteristics of Generation Z students, (2) a workshop on the application of active learning, and (3) a reflective post-implementation discussion. Descriptive analysis </span><span class="NormalTextRun SCXW85791686 BCX0">indicated</span><span class="NormalTextRun SCXW85791686 BCX0"> an increase in the average scores of student engagement and motivation, rising from 208.3 to 215.9 after the program. However, the paired samples t-test revealed that the difference in scores before and after the program was not statistically significant, </span><span class="NormalTextRun ContextualSpellingAndGrammarErrorV2Themed SCXW85791686 BCX0">t(</span><span class="NormalTextRun SCXW85791686 BCX0">8) = -1.509, p = 0.170 (p > 0.05). Nevertheless, qualitative evaluations revealed that teachers felt supported, more confident, and motivated to enrich their instructional strategies. These findings highlight the importance of practice- and case-based teacher training conducted continuously to strengthen the implementation of active learning in addressing the educational needs of Generation </span><span class="NormalTextRun SCXW85791686 BCX0">Z</span><span class="NormalTextRun SCXW85791686 BCX0">.</span></span><span class="EOP SCXW85791686 BCX0" data-ccp-props="{"134233117":false,"134233118":false,"201341983":0,"335551550":6,"335551620":6,"335559685":0,"335559731":0,"335559737":0,"335559738":240,"335559739":240,"335559740":240}"> </span></p>C. Mathilda V. Bolang
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2732ZERO WASTE LIFESTYLE: IMPLEMENTASI DESA SADAR LINGKUNGAN BERBASIS APLIKASI DIGITAL PADU E-TRASH DIKELURAHAN KELAPA DUA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2593
<p>Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. Melalui program <em>Zero Waste Lifestyle: Implementasi Desa Sadar Lingkungan Berbasis Aplikasi Digital PADU e-Trash</em> yang dilaksanakan di Kelurahan Kepala Dua, tim PPK Ormawa membagi tanggung jawab secara terstruktur untuk memastikan keberhasilan kegiatan. Pada tahap persiapan, dilakukan diskusi bersama perangkat desa dan masyarakat guna mengidentifikasi permasalahan utama serta merancang solusi yang relevan, yaitu meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah. Kegiatan dilanjutkan dengan pembelian perlengkapan untuk bank sampah dan perencanaan pelatihan kerajinan dari sampah. Pada tahap pelaksanaan, tim mahasiswa secara bergantian melakukan kunjungan ke desa sebanyak delapan kali untuk mendistribusikan perlengkapan dan membimbing warga dalam pengolahan sampah menjadi barang bernilai guna seperti vas bunga dari botol plastik dan pupuk kompos dari sampah organik. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mendaur ulang sampah serta meningkatkan kreativitas dan kemandirian dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme warga dalam mengikuti pelatihan dan mulai menerapkan praktik daur ulang di kehidupan sehari-hari.</p>chandra han
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2593MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI YANG MENYENANGKAN DI RUMAH BELAJAR VICTORIA, GBI VICTORIA PARK-TANGERANG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2600
<p>Pembelajaran merupakan proses yang kompleks dan dinamis yang melibatkan interaksi antara peserta didik, pendidik, metode, strategi, serta sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar yang dirancang secara sistematis. Dalam konteks pendidikan, pembelajaran berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif dan afektif peserta didik dari berbagai jenjang. Salah satu bentuk kompetensi penting yang krusial untuk ditanamkan sejak dini hingga remaja adalah numerasi. Numerasi tidak hanya mencakup keterampilan berhitung, tetapi juga kemampuan untuk menggunakan pengetahuan matematika dalam menyelesaikan persoalan nyata. Untuk menjawab tantangan pembelajaran yang semakin beragam, strategi pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan guna menyesuaikan pengajaran dengan kesiapan, minat, dan gaua belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang dikemas dalam suasana menyenangkan. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Belajar Victoria, dengan melibatkan mahasiswa TC UPH sebagai tutor dan peserta didik dari jenjang SD hingga SMA. Strategi pembelajaran dirancang melalui permainan edukatif, proyek numerasi tematik, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman numerasi peserta didik, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar serta memperkuat kapasitas pedagogis para tutor.</p>Christina Purwanti
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2600EDUKASI LITERASI BACA-TULIS MELALUI PELATIHAN DAN PERLOMBAAN PENULISAN—PEMBACAAN CERPEN PADA SISWA SDN 5 TIGARAKSA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2625
<p class="Default" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11.5pt;">Kecakapan literasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia karena kecakapan itu akan membantu kehidupan manusia menjadi lebih baik. Tantangan yang terjadi adalah kecakapan literasi khususnya di Indonesia masih menjadi perhatian penting karena nyatanya hasil dari kecakapan literasi masih terhitung rendah. Kenyataan itu juga terjadi pada siswa SDN 5 Tigaraksa Tangerang. Oleh karena itu, dilakukan usaha untuk peningkatan kecakapan literasi baca-tulis khususnya kepada peserta didik. Bentuk literasi baca-tulis yang dimaksudkan ditempuh melalui pembagian informasi dalam bentuk pelatihan dan perlombaan. PkM telah terlaksana dengan baik dengan menjadi sarana dan wadah penting bagi peserta didik yang langsung mendapatkan informasi penting tentang literasi baca-tulis, memberikan ruang untuk melatih kemampuan melalui penulisan cerpen dengan gabungan teknik penulisan Pentigraf-Cilukba, dan memberikan ruang untuk menghasilkan karya cerpen dan membacakannya dengan teknik membaca cerpen nyaring dan kreatif. Berdasarkan pelaksanaan PkM di SDN 5 Tigaraksa Tangerang, disimpulkan bahwa adanya sikap antusias siswa dalam mengikuti pelatihan literasi baca- tulis melalui pembacaan dan penulisan cerpen tiga paragraf (pentigraf). Hasil lomba penulisan dan pembacaan pentigraf menunjukkan adanya potensi yang baik pada peserta didik karena mampu menuliskan pentigraf dan membacakan pentigraf sesuai dengan rubrik yang telah ditentukan. </span></p>Jonter Pandapotan Sitorus
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2625MERANGKUL EMOSI UNTUK HIDUP LEBIH BERMAKNA: PSIKOEDUKASI EMOSI DAN EKSPRESINYA DI LKSA SINGARAJA, BALI
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2635
<p><em>Adolescents living in Child Welfare Institutions (LKSA) often face challenges in recognizing and expressing their emotions. This Community Service (PkM) initiative aimed to enhance emotional competence among 56 adolescents at LKSA Widhya Asih Singaraja, Bali, through psychoeducational sessions. Conducted five times over five months, the program covered emotional awareness, empathy, and regulation. Pre- and post-test evaluations revealed no statistically significant improvements in emotion regulation. Nevertheless, qualitative feedback indicated participants’ enthusiasm and a positive perception of the material. The psychoeducation sessions were found to be communicative and relevant, although greater impact may be achieved with extended duration and frequency.</em></p>Princen PrincenNurtaty SinagaKrishervina Rani LidiawatiCareninna Angela WongkarYoan KarinaAretha Christabel
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2635PELATIHAN KARAKTER KEPEMIMPINAN PADA SISWA SISWI SMA SEKOLAH DIAN HARAPAN, CIKARANG “MENJADI PEMIMPIN YANG OTENTIK DENGAN INTEGRITAS, NILAI DAN KARAKTER YANG KUAT”
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2649
<p><span style="text-decoration: underline;"></span></p> <p>Pada era revolusi industry 4.0 yang penuh dengan dinamika perubahan dan ketidakpastian, terutama bagi Gen Z yang tumbuh dengan perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat, kepemimpinan otentik menjadi semakin penting. Pemimpin yang memimpin dengan otentik (keaslian), integritas, nilai dan karakter yang kuat tidak hanya membangun kepercayaan tetapi juga memberikan dampak positif dan berkelanjutan pada organisasi maupun komunitas di sekitarnya khususnya lingkungan sekolah. </p> <p>Dengan melihat kebutuhan pemimpin otentik diatas maka SMA Sekolah Dian Harapan Cikarang yang beralamatkan Jalan Palem Kuning Raya 2, Taman Beverli, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17550 mengadakan workshop pelatihan kepemimpinan dalam mempersiapkan siswa-siswa SMA menjadi pemimpin yang otentik, berintegritas, nilai dan karakter yang kuat. Pelatihan ini dilakukan pada saat kegiatan “UPH Goes to School” yang berjumlah 50 orang dengan tema “Kepemimpinan Otentik dengan integritas, nilai dan karakter yang kuat” pada siswa siswi kelas XI dan XII sehingga mereka dapat mempertahankan karakter kepemimpinan yang terbaik dalam menghadapi persoalan dan tantangan generasi Z dan setia pada nilai-nilai Kristiani dalam organisasi di sekolah ataupun di luar sekolah.</p>Gandadinata Thamrin
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2649PEMBINAAN ORANG TUA MURID DI SURAKARTA TENTANG SENI MENDIDIK ANAK DAN MANAJEMEN KONFLIK KELUARGA KRISTEN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2715
<p>Permasalahan dalam dunia pendidikan Kristen sangat kompleks karena melibatkan tidak hanya unsur sekolah, guru, dan murid, tetapi juga orang tua. Pemahaman yang utuh menjadi sebuah keniscayaan bagi orang tua sebagai wakil Tuhan yang paling utama bagi anak. Namun realitanya, mayoritas orang tua belum memiliki pengetahuan dan kesadaran yang utuh akan identitas serta perannya. Sekolah Kristen Pratama di Surakarta juga menghadapi permasalahan yang sama dengan orang tua murid. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di sekolah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan membangun kesadaran orang tua akan perannya sebagai pendidik yang sesuai dengan prinsip Alkitab. Metode kegiatan adalah ceramah yang dikombinasikan dengan tanya jawab dan kesaksian para orang tua. Peserta kegiatan mencakup sekitar 80% dari orang tua murid di Sekolah Kristen Pratama di Surakarta. Survei yang dilakukan setelah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan komitmen untuk menjalankan peran sebagai orang tua yang sesuai dengan prinsip Alkitab. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan masukan topik pembinaan lanjutan untuk lebih memperlengkapi pengetahuan serta menolong para orang tua menjalankan peran mereka dengan lebih baik dalam mendidik, membimbing, dan menangani konfik dengan anak sesuai prinsip Alkitab.</p>Neneng Andriani
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2715FINANCIAL STEWARDSHIP: PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA KRISTEN INDONESIA (PK3I) DI YAYASAN AMARTA KASIH INDONESIA, SUKOHARJO
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2726
<p>Keluarga Kristen di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan secara bijak dan sesuai dengan prinsip Wawasan Kristen Alkitabiah (WKA). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik <em>financial stewardship</em> di kalangan keluarga Kristen, khususnya dalam konteks Yayasan Amarta Kasih Indonesia. Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, 16 Maret 2025, pukul 09.00–10.30 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi dasar penyusunan anggaran keluarga. Materi yang disampaikan mencakup tanggung jawab dan integritas dalam melakukan pengelolaan keuangan keluarga. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep <em>financial stewardship</em> serta munculnya komitmen untuk menerapkan pengelolaan keuangan keluarga yang lebih bertanggung jawab dan berlandaskan nilai-nilai Wawasan Kristen Alkitabiah. Program ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya literasi finansial yang sehat dan Alkitabiah di kalangan peserta.</p>Neneng Andriani
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2726PENDIDIKAN NILAI DAN KARAKTER UNTUK KOMUNITAS GURU BELAJAR NUSANTARA KABUPATEN BANYUMAS DI PURWOKERTO, JAWA TENGAH
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2719
<p>The goal of this study is to reveal the importance of comprehensive values and character education by teachers. Education plays a significant role in shaping students as whole human beings, which is why values and character education is not merely about making students behave well or obey existing moral values. Rather, it is about enabling students to express their character, which develops through the integration of their thoughts, feelings, desires, and actions. This process is achieved through the internalization of values and character, so that all dimensions of humanity can grow and be shaped into well-rounded individuals. Meanwhile, the context (needs) of this study is to answer the problems caused by the crisis of values as expressed by Wawan Wardiana from the Integrity Assessment Survey. To achieve the objectives in this context, teachers in the Nusantara Learning Community (KGBN) in Banyumas Regency need to receive values education training through a process of internalization using the value transmission method. To achieve the desired results, a qualitative case study research method was used. The results of this study can improve the understanding and competence of KGBN teachers in conducting values and character education through the internalization of values and character by means of value transmission.</p>Aripin Tambunan
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2719PENGUATAN KARAKTER DAN KEPEMIMPINAN KRISTEN PESERTA DIDIK MELALUI LDKK DI SMP ERENOS
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2731
<p><em>Christian Leadership Training (LDKK) is an integral part of character education that begins in the family, church, and school. The basic principle is to prepare students to be responsible, servant leaders who are rooted in the knowledge of God. The goal is to discover, train, and develop the leadership potential of students so that they are equipped to be future leaders who emulate Christ. At Erenos Junior High School, this program is implemented through a combination of LDKK and Community Service (PKM) held by lecturers, emphasizing the value of humility in accordance with the principle of “He must increase” (John 3:30). The activities took the form of leadership training, spiritual guidance, and service activities that took place on Wednesday, October 23, 2024, in Lubana Sengkol, South Tangerang, and were attended by 132 students. The expected outcome is the creation of a generation of Christian leaders who know God personally and are committed to spiritual, academic, and social life. The findings of the activity show that students are becoming more aware of their identity as children of God and understand their calling to lead with love and godly character in their daily lives.</em></p>Roedy Silitonga
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2731PENYULUHAN POLA KONSUMSI SEHARI-HARI DAN PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN LOKAL BERBASIS ALPUKAT
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2734
<p>Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan salah satu wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada Tahun Akademik 2024/2025, kegiatan PkM dilaksanakan pada semester ganjil dan genap dengan mitra komunitas yang berbeda. Kegiatan pada semester ganjil dilaksanakan di Komunitas KWT Mountain<strong>, </strong>Tangerang Selatan pada 28 November 2024 dengan tujuan memberikan penyuluhan tentang pola konsumsi makanan sehari-hari yang sehat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dengan metode presentasi dan tanya jawab interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) merasa kegiatan menarik dan bermanfaat.<br> Pada semester genap, kegiatan PkM dilaksanakan di STT-SAPPI Ciranjang, Kabupaten Cianjur pada 24–25 April 2025 dengan tujuan meningkatkan keterampilan diversifikasi produk pangan lokal berbasis alpukat melalui pelatihan pembuatan kue kukus tinggi serat. Kegiatan diikuti oleh 44 peserta calon pendeta dengan metode presentasi, demonstrasi, pembagian brosur, dan diskusi interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan 100% peserta menganggap kegiatan bermanfaat dan 88% sangat puas terhadap pelaksanaannya.<br> Secara umum, kegiatan PkM-CSR ini berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat serta keterampilan pengolahan pangan lokal yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan mitra.</p>Adolf Parhusip
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2734PELATIHAN KONSELING DASAR DAN DUKUNGAN PSIKOLOGIS AWAL BAGI PENDAMPING REMAJA DI LKSA YAYASAN WIDHYA ASIH
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2627
<p>Masa remaja merupakan fase perkembangan yang penuh dinamika dan rentan terhadap tantangan psikologis. Remaja di panti asuhan memiliki kebutuhan pendampingan yang khusus untuk mendukung kesehatan mental dan perkembangan adaptif mereka. Program pelatihan pendampingan remaja di LKSA Widya Asih Melaya bertujuan meningkatkan kapasitas staf, mentor, dan guru dalam memahami perkembangan remaja secara holistik serta mengembangkan keterampilan komunikasi asertif dan dukungan psikologis awal. Pelatihan berlangsung dalam empat sesi interaktif dengan metode ceramah, diskusi, simulasi, dan supervisi profesional. Evaluasi menggunakan <em>pre-test</em>, <em>post-test</em>, observasi, dan wawancara menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pendampingan remaja. Hasil ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan yang mengintegrasikan teori, praktik, dan refleksi untuk membangun pendamping yang adaptif dan empatik.</p>Rindy Murti Dewi
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2627Pendidikan Seksualitas:Pacaran Sehat Pada Remaja Di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Widhya Asih Bali Barat
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2646
<p>Masa remaja merupakan fase perkembangan yang mengalami berbagai perubahan baik fisik, kognitif dan sosial-emosional. Salah satu aspek penting yang sering menjadi perhatian adalah pola pacaran remaja. Kurangnya pemahaman mengenai pendidikan seksualitas dapat menimbulkan perilaku pacaran yang berisiko, seperti kekerasan dalam hubungan, perilaku seksual pranikah, hingga rendahnya kesadaran menjaga kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, pendidikan seksualitas dengan fokus pada pacaran sehat menjadi sangat penting, khususnya bagi remaja yang berada di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Bali Barat. PKM kali ini dilakukan di LKSA Widya Asih Melaya yang cenderung rentan mengalami keterbatasan informasi dan membutuhkan bimbingan terkait seksualitas. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran remaja mengenai konsep pacaran sehat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta pemberian poster psikoedukasi baik secara daring dan luring. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja terkait ciri-ciri pacaran sehat, keterampilan berkomunikasi asertif, serta kemampuan mengenali dan menghindari bentuk pacaran yang tidak sehat. Selain itu, remaja juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam setiap sesi. Dengan demikian, pendidikan seksualitas berbasis pacaran sehat terbukti relevan dan bermanfaat untuk membekali remaja di LKSA dalam membangun relasi yang sehat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan norma sosial serta nilai-nilai moral yang berlaku.</p>Krishervina Rani LIDIAWATI
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2646MODEL EKSPLORASI BAKAT UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR ANAK BINAAN DI LPKA MEDAN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2595
<p>Juvenile offenders are aged between 12 and 18 years old and are in conflict with the law. Based on field findings, data showed that juvenile offenders have limited access to education in correctional institutions. Several factors contributing to this situation include: (1) a schedule that does not align with formal school hours; (2) limited facilities and resources for learning; and (3) inadequate educational backgrounds due to insufficient parental attention or financial constraints prior to entering the correctional facility. If not addressed promptly, this situation is expected to hinder their ability to adapt to society after leaving the correctional institution. This service aims to develop a special talent exploration model to enhance career maturity among juvenile offenders. The methods used consist of four main components: (1) interest and talent assessment; (2) career orientation psychoeducation; (3) career planning training; and (4) individual counseling on interests and talents. The results of the service show that the majority of juvenile offenders are better suited for simple and routine jobs. Further findings revealed that most of them have a practical and concrete way of thinking and a primary interest in three fields: social work, music/arts, and fieldwork.</p>Suri Mutia Siregar
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2595PEMANFAATAN APLIKASI TINY PRONOUNCE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU RA HIDAYATULLAH DALAM PENGAJARAN PELAFALAN BAHASA INGGRIS
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2645
<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di RA Hidayatullah, sebuah lembaga pendidikan anak usia dini yang berdiri sejak 2003 di Surabaya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan berbagai permasalahan dalam pengajaran pelafalan bahasa Inggris, antara lain keterbatasan penguasaan fonetik karena latar belakang pendidikan guru yang bukan dari bidang bahasa Inggris, kesulitan melafalkan bunyi yang tidak terdapat dalam bahasa ibu, minimnya pelatihan profesional, serta rendahnya rasa percaya diri guru. Selain itu, peserta didik juga menghadapi tantangan dalam ketepatan pelafalan, kurangnya metode pembelajaran yang interaktif, serta keterbatasan sumber daya pendukung. Melalui program ini dikembangkan aplikasi <strong>Tiny Pronounce</strong> sebagai media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat membantu guru dalam mengajarkan pelafalan bahasa Inggris sesuai standar International Phonetic Alphabet (IPA). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru sebesar 40% dalam aspek keterampilan melafalkan vokal, konsonan, intonasi, dan penekanan, kemampuan mengevaluasi pelafalan, serta penggunaan aplikasi dalam pembelajaran. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan guru terkait motivasi, kepercayaan diri, sikap terbuka terhadap inovasi, dan empati dalam pengajaran. Aspek kelembagaan didukung dengan tersedianya perangkat APE berbasis teknologi serta sarana pendukung jaringan internet. Dengan demikian, pemanfaatan aplikasi Tiny Pronounce terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru RA Hidayatullah dalam mengajar pronunciation secara lebih efektif, menarik, dan sesuai kebutuhan pembelajaran anak usia dini.</p>Ari AstutikAnisa' Nur AzizahSulistiyani Sulistiyani
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2645PELATIHAN GAME EDUKATIF BERBASIS SCRATCH BAGI GURU SEKOLAH DASAR
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2671
<p>This Community Engagement Program (PPM) was implemented at Al Kautsar Elementary School, Benowo, Surabaya, an institution with more than 300 students that demonstrates strong potential for digital literacy development but continues to face challenges in integrating technology-based learning media. The main issues identified include the low competence of teachers in utilizing coding tools such as Scratch, the absence of interactive digital media integration in the learning process, and the limited availability of appropriate teaching resources. In response to the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology’s policy to integrate coding and artificial intelligence (AI) into the curriculum starting in 2025, the proposing team offers a solution through intensive training and teacher mentoring in designing and utilizing Scratch-based learning media, supported by student involvement under the MBKM (Freedom to Learn – Independent Campus) scheme. The program’s expected outputs include improved teacher competence in applying Scratch, the development of at least three interactive digital learning media, the preparation of a Scratch teaching module for elementary school teachers, documentation of student involvement, and dissemination of results through CSR-PKM proceedings and mass media. The implementation method consists of five stages: socialization, practice-based training, classroom application of the media, mentoring and evaluation, and program sustainability planning through the development of teachers as internal trainers. This program is expected to support the implementation of the new curriculum, enhance digital literacy, and foster a technology-based learning ecosystem in elementary education.</p>Mamik Usniyah SariMuhammad Harist MurdaniNurwahyudi Widhiyanta
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2671PPM PELATIHAN GAME EDUKATIF SCRATCH GUNA MEMBANGUN KREATIVITAS DAN LITERASI DIGITAL
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2672
<p>This Community Engagement Program was conducted at Wijaya Putra Senior High School, Surabaya, which faces challenges of low digital literacy and limited platforms for developing students’ creativity in interactive technology. The program aims to enhance logical and creative thinking skills as well as the utilization of digital technology through training in the development of Scratch-based educational games. The implementation method consists of several stages: socialization, intensive practice-based training (learning by doing), mentoring for final projects, evaluation of student works, and the establishment of the “Scratch Creative Class” community as a sustainability strategy. The expected outcomes include improved student skills in producing interactive digital media, the establishment of a coding community within the school, the creation of student project portfolios, and the dissemination of program results through CSR-PKM proceedings and mass media. This program is expected to strengthen students’ digital literacy, foster creativity, and build a technology-based educational ecosystem within secondary schools.</p>Muhammad Harist MurdaniMamik Usniyah SariFitriya Gemala Dewi
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2672PENGUATAN LITERASI DIGITAL UNTUK REMAJA DI PONDOK BENOWO INDAH RT 03 RW 08
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2630
<p>The advancement of information technology has a major influence on social interaction patterns among teenagers while also impacting the spread of hoaxes and cyberbullying. This activity supports one of the leading areas of Community Service, namely Regional and Village Development. Partners in this activity are youth of Pondok Benowo Indah RT 03 RW 08. Low digital literacy among the youth of Pondok Benowo Indah RT 03 RW 08 triggers vulnerability to information that is not properly verified and can affect their mindset and social behavior. Teenagers have different reasons why they use their gadgets, some want to seek pleasure or entertainment, some want to fulfill their need for information and some simply fulfill their social desires by interacting on social media and of course not forgetting online games. These pleasurable activities are what trigger someone to become addicted to consuming the internet, especially social media and online games. The methods used in this activity are socialization, training and mentoring on digital literacy, hoax identification, the impact of the spread of false information and ethics in social media and playing online games. The purpose of this activity is to increase the understanding and awareness of teenagers in Pondok Benowo Indah RT 03 RW 08 in preventing hoaxes and cyberbullying when they surf the internet. At the end of this activity, it is hoped that teenagers have responsibility and critical thinking regarding the use of digital technology to support the formation of the golden generation of 2045.</p>Yeni Probowati
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2630PENTINGNYA SOSIALISASI GERAKAN ANTI NARKOBA DI KALANGAN GEN Z
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2765
<p>Narkoba merupakan salah satu permasalahan serius yang mengancam generasi muda, khususnya Gen Z yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan tekanan teman sebaya. Sosialisasi gerakan anti narkoba menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai bahaya narkoba serta membangun sikap preventif sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Wijaya Putra ini dilaksanakan di SMA Ta’miriyah Surabaya dan SMK Penerbangan Dharma Wirawan 05 Sidoarjo dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya peran serta dalam gerakan anti narkoba. Melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan distribusi materi edukatif, diharapkan siswa mampu memahami konsekuensi penggunaan narkoba serta mengembangkan sikap penolakan terhadap narkoba. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang bahaya narkoba serta pentingnya sosialisasi gerakan anti narkoba sebagai upaya pencegahan sejak dini. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari narkoba dan membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.</p>Budi EndartoMuhamad ChaidarLilik Rosita
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2765SEKOLAH PENGASUHAN CERDAS: PENGUATAN ORANGTUA DALAM PENGASUHAN HOLISTIK DAN TRANSFORMATIF
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2644
<p>In the modern era, characterised by technological advances, complex social dynamics, and increasing economic and psychological pressures, child-rearing practices face increasingly diverse challenges. Parents now play dual roles as breadwinners and primary educators, which has led to a decline in the quality of interaction and consistency in parenting styles. This phenomenon has given rise to various parenting issues such as permissive, authoritarian, and even neglectful parenting styles. Various studies show common problems in parenting today, including: inconsistency in parental attitudes, lack of understanding of child development, use of violence as discipline, weak supervision in the use of gadgets, minimal quality time with children, limited access to parenting education, and gender inequality in parenting.</p> <p>The problems that arise are a decline in the quality of parent-child interaction; inconsistency in parenting styles; a lack of parental knowledge about child development; the use of violence as a method of discipline in parenting; weak digital supervision and guidance; limited access to parenting education; and gender role inequality between fathers and mothers.</p> <p>The solutions and desired outcomes are to provide parents with additional knowledge and insights into comprehensive parenting at every stage of their child's development through presentations, case studies, and discussions; to provide parents with an understanding of effective and communicative parenting through case studies and sharing sessions.</p> <p>The methods used in the parent strengthening programme in holistic and transformative parenting are baseline measurements to identify the parenting practices used so far so that appropriate and needs-based psychoeducation can be designed (pre-post test); developing an empowerment programme to be implemented; providing parents with an understanding of holistic and transformative parenting and effective communication with children from early childhood to adulthood in the form of material presentation, video screening and discussion; Sharing sessions on each parent's child-rearing experiences to enrich the knowledge of each parent and provide assistance in the form of counselling related to obstacles or problems or even progress encountered during the implementation of parenting.</p> <p>The results showed an increase in understanding among parents and SOTH managers, particularly in terms of parenting, as evidenced by the pre- and post-test results. The provision of various psychoeducation methods through role-play, sharing sessions, and case studies made it easier for parents and managers to understand the material presented. The method of sharing parenting experiences made psychoeducation more applicable, thereby improving inappropriate parenting patterns that had been practised at home.</p>Firsty Oktaria Grahani
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2644PENGUATAN KONSEP DIRI POSITIF SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK SEKOLAH
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2740
<p>Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat konsep diri positif siswa dan mencegah perilaku bullying di MTs Darul Ulum, Kureksari, Waru, Sidoarjo, melalui pendekatan berbasis psikologi perkembangan. Kegiatan ini melibatkan empat intervensi utama, yakni pelatihan “Kenali Dirimu” untuk penguatan konsep diri, pelatihan dan simulasi anti-bullying, pelatihan komunikasi asertif dan kerja sama kelompok melalui outbound mini, serta pelatihan regulasi emosi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, simulasi, dan lomba poster yang melibatkan siswa secara aktif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan konsep diri siswa sebesar 40%, pengurangan perilaku bullying sebesar 40%, peningkatan keterampilan sosial sekitar 30%, dan peningkatan regulasi emosi sebesar 35%. Program ini berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif, ramah, dan mendukung kesejahteraan emosional siswa, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya penguatan karakter dan keterampilan sosial di lingkungan pendidikan</p>Nur IrmayantiFifin Dwi Purwaningtyas
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2740PENINGKATAN KAPASITAS GURU DALAM MENDUKUNG TEACHING FACTORY DI SMKS GRESIK BERBASIS EKONOMI KREATIF
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2776
<p>Mitra pada program pemberdayaan ini adalah SMK Hidayatul Ummah yang beralamatkan di Jl. Raya Balongpanggang 23 Gresik Jawa Timur. Untuk saat ini terdapat teaching factory berupa bakery yang dikelolah oleh Guru SMK Hidayatul Ummah, namun pengelolaannya masih terbilang kurang baik sehingga permasalahannya sebagai berikut: 1)Guru tidak mengetahui cara menjaga keselamatan dan kesehatan saat memproduksi bakeri; 2)Saat ini produk yang dibuat memiliki masalah variasi produk sehingga diperlukan perbedaan varian produk bakeri untuk bisa bersaing dengan produk umum; 3)Perlunya penguatan sarana teaching factory berupa peralatan bakeri modern; 4)Guru belum merencanakan produksi perhitungan kapasitas produksi disertai dengan pengaturan penyimpanan stok yang tidak sesuai dengan tempat penyimpanannya; dan 5)Guru belum terlatih dalam mengintegrasikan teaching factory dengan prinsip ekonomi kreatif, seperti desain produk, branding, atau pemasaran digital. Pelaksanaan program antara lain: 1)Pelatihan dan pendampingan menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, hygiene personal, pengurusan sertifikat halal, pembuatan variasi produk bakery, perencanaan produksi bakery dengan perhitungan kapasitas; mendesain kemasan, pengurusan sertifikat merek dagang, foto, video produk untuk pemasaran, kewirausahaan, pemasaran media digital, dan iklan sosial media; 2)Pengadaan peralatan dan perlengkapan yang higine, tempat penyimpanan adonan dan produk, peralatan mixer, penggiling, dan oven; dan 3)Monitoring dan evaluasi kegiatan yang sudah dilakukan. Hasil kegiatan yang diperoleh; 1)Peningkatan pengetahuan menjaga keselamatan dan kesehatan kerja sebesar 75%; 2) Peningkatan pengetahuan hygiene personal sebesar 75%; 3)Peningkatan kapasitas produksi sebesar 40%; 4)Peningkatan penjualan sebesar 50%; 5)Mempunyai sertifikat Halal dan merk dagang; 6)Tersedianya celemek, penutup kepala, sarung tangan, dan peralatan masak berbahan stainless steel; 7)Peningkatan keterampilan membuat inovasi olahan produk kue sebesar 75%; 8)Peningkatan pengetahuan perencanaan produksi bakery sebesar 70%; 9)Tersedianya penyimpan adonan, freezer mixer, penggiling, dan oven; 10)Peningkatan keterampilan mendesain kemasan sebesar 70%; 11)Peningkatan keterampilan melakukan foto dan video produk melalui handphone sebesar 75%; 12)Peningkatan pengetahuan kewirausahaan sebesar 75%; 13)Peningkatan keterampilan pemasaran media digital sebesar 75%; 14)Peningkatan pengetahuan pengelolaan iklan sosial media sebesar 75%; 15)Tersedianya eCommerce.</p>Yeni Probowati
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2776LITERASI STATISTIK DAN IMPLEMENTASINYA PADA OPTIMALISASI MICROSOFT EXCEL DALAM PEMBUATAN DAN PENGELOLAAN BANK SOAL
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2733
<p>In today’s digital era, the integration of technology in education has become increasingly important. One key aspect that can be enhanced through technology is its application in teaching and learning activities. The use of technology enables the learning process to become more efficient. One such technology that can be applied is Microsoft Excel. Traditionally, Excel has been widely recognized as data processing software. In Karanganyar Regency, particularly within the Mathematics Teachers’ Working Group Forum (MGMP Matematika), teachers already possess basic skills in using Excel. Strengthening statistical literacy through the use of Excel among teachers is expected to improve the quality of teaching, enabling them to better understand, analyze, and present data. Until now, in the preparation and development of question banks, many teachers have created exam questions manually without taking advantage of technological tools. In fact, Excel provides features that can assist teachers in designing question banks in a more systematic, efficient, and organized manner. These features include the creation, categorization, and analysis of questions. As a discipline focused on data collection, analysis, and data-driven decision-making, statistics plays a vital role in enhancing society’s understanding of quantitative information. To promote statistical literacy, the Statistics and Data Science Research Group in the Field of Environment and Health, Department of Statistics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Sebelas Maret, organized a community service program in the form of training for junior high school teachers in Karanganyar through the MGMP Matematika forum. The training aimed to optimize the use of Microsoft Excel in developing question banks, enabling teachers to design and manage questions more systematically and efficiently. Through this training, teachers are expected to apply data-based techniques in test item development to improve the effectiveness of learning evaluation.</p>ANDREAS RONY WIJAYAMuhammad Bayu NirwanaKiki FerawatiHasih PratiwiRespatiwulan RespatiwulanSri Sulistijowati HandayaniYuliana SusantiFrencilia Paulina AgustinAqila Khansa HartantoBilqies Syafina Wardati
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2733OPTIMALISASI SUMBER DAYA ALAM MELALUI PENDIDIKAN EKOLOGIS UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT TAPANULI SELATAN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2815
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun seringkali pemanfaatannya tidak dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah melalui pendidikan berbasis ekologi yang dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. PkM ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam melalui pendidikan ekologis yang diterapkan pada guru dan siswa di tingkat sekolah dasar. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru tentang pentingnya pendidikan lingkungan hidup dan untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi pelatihan bagi guru untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis ekologi yang dapat diterapkan di kelas, serta kegiatan pembelajaran di luar kelas yang mengajak siswa untuk terlibat langsung dalam konservasi alam, seperti pengelolaan kebun sekolah berbasis ekologi. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai ekologis dalam pembelajaran, serta peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam. Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan siap berkontribusi dalam upaya menginginkan alam di masa depan.</span></span></p>Darinda Sofia TanjungAsnita Hasibuan
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2815MENGHIDUPKAN LITERASI DESA GELAM MELALUI POJOK BACA KKNT 14
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2701
<p>Literacy programs are an important effort in improving the quality of human resources, especially in rural areas where access to reading materials is still limited. This article discusses the Reading Corner initiative launched by KKNT 14 students in Gelam Village as a means of increasing community interest in reading. The program was implemented using a qualitative descriptive approach through the establishment of reading facilities, the procurement of books from donations, and literacy activities such as storytelling, reading aloud, and book discussions. The results showed a positive response from the community, marked by increased enthusiasm among children and the involvement of parents in reading activities. The Reading Corner is not only a learning space but also a forum for educational interaction that fosters a culture of literacy. The sustainability of the program is expected to be realized through the support of the Youth Organization and the village government, so that the Reading Corner can become a simple, participatory, and sustainable model for literacy development in rural areas.</p>nabila kiky fatikhatus
##submission.copyrightStatement##
2026-01-222026-01-22810.37695/pkmcsr.v8i0.2701PENGUATAN KOLABORASI GURU DAN ORANG TUA UNTUK MEMBANGUN SINERGI PENDIDIKAN ANAK
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2747
<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMP Mujahidin Surabaya sebagai upaya menjawab tantangan rendahnya keterlibatan orang tua, kesulitan komunikasi guru dengan wali murid, serta belum adanya mekanisme deteksi dini permasalahan siswa. Kondisi tersebut berdampak pada lemahnya penguatan karakter di rumah, kurangnya pemantauan perkembangan, dan tidak teridentifikasinya secara awal siswa dengan masalah akademik maupun perilaku. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas orang tua dan guru serta menghadirkan sistem deteksi dini yang membantu sekolah dalam memetakan kebutuhan siswa. Metode pelaksanaan mencakup tiga bentuk solusi, yaitu edukasi parenting untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan peran mereka dalam pendidikan anak, pelatihan komunikasi efektif bagi guru dalam membangun kolaborasi dengan wali murid, serta penerapan instrumen screening berbasis Google Form yang diolah melalui Excel guna memetakan siswa yang membutuhkan tindak lanjut konseling. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua melalui evaluasi kuesioner, peningkatan keterampilan komunikasi guru melalui refleksi pasca pelatihan, serta teridentifikasinya siswa dengan masalah akademik maupun perilaku, sebagian direkomendasikan untuk layanan konseling. Program ini memperkuat kapasitas sekolah, guru, dan orang tua sekaligus menghadirkan mekanisme deteksi dini yang berpotensi dikembangkan lebih sistematis.</p>aironi zuroida
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2747PENINGKATAN KAPASITAS DALAM PENANGANAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN INKLUSIF TK DWP KARANGAN CERME
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2749
<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di TK Dharma Wanita Persatuan (DWP) Karangan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, sebagai upaya memperkuat layanan pendidikan inklusif di tingkat PAUD. Berdasarkan asesmen awal, ditemukan tiga permasalahan utama, yaitu terbatasnya pengetahuan guru dalam mengidentifikasi dan menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), rendahnya pemahaman orang tua terhadap tumbuh kembang anak, serta minimnya media stimulasi yang mendukung perkembangan anak. Dari 101 peserta didik, tercatat 3 anak terdiagnosa <em>speech delay</em> dan lebih dari 10 anak terindikasi ABK. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tiga bentuk intervensi. Pertama, edukasi dan diskusi dengan guru mengenai penggunaan alat skrining perkembangan anak, yang meningkatkan keterampilan guru dalam mengenali tanda awal ABK. Kedua, penyuluhan bagi orang tua yang mendorong pemahaman lebih baik tentang pola asuh dan pendampingan anak, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan guru. Ketiga, pemberian alat stimulasi edukatif yang dapat digunakan untuk melatih motorik, konsentrasi, serta pemahaman bahasa anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas guru dalam deteksi dini, bertambahnya kesadaran orang tua terhadap kebutuhan anak, serta tersedianya media stimulasi yang bermanfaat untuk mendukung pembelajaran inklusif. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi sekolah dan keluarga guna mewujudkan layanan pendidikan yang lebih ramah bagi ABK.</p>Starry Kireida Kusnadi
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2749PELATIHAN SEL- STRETCHING KEPADA ORANG TUA PENDERITA PALSI SEREBRAL
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2782
<p>Latar Belakang : Palsi serebral merupakan gangguan neurologis motorik non-progresif yang terjadi saat usia anak dini, sehingga menurunkan kualitas hidup. Fisioterapi adalah terapi utama tetapi fasilitas kesehatan sangat terbatas sehingga diperlukan fisioterapi di rumah berupa teknik ‘self-streching’. Self-stretching adalah latihan peregangan yang dilakukan secara mandiri untuk membantu meningkatkan kekuatan otot pada pasien.<br>Metode : Penyuluhan self-stretching terhadap orang tua sehingga diharapkan dapat mengurangi spastisitas, meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak, dengan tujuan memperbaiki kualitas hidup. Dilakukan teknik pretest dan posttest untuk mengetahui pengetahuan orang-tua tentang self-streching.<br>Hasil : Sebanyak 34 peserta dinilai sebelum dan sesudah penyuluhan, data dianalisis menggunakan uji T berpasangan. Hasil didapatkan perbedaan (p=0,004) dengan korelasi sedang antar pengukuran (r = 0,49). Diharapkan ilmu ini dapat mendukung terapi anak secara mandiri di rumah. Intervensi ini menunjukkan potensi sebagai pendekatan edukatif yang praktis dan berkelanjutan dalam konteks perawatan anak palsi serebral di lingkungan rumah.</p>Nurul Hidayah
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2782EDUCATING FOR IMPACT: COMMUNITY HYGIENE AND SANITATION AWARENESS FOR HOMESTAY READINESS IN WOLOGAI TENGAH
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2607
<p><strong> </strong></p> <p>This community service program was carried out in Wologai Tengah Village, Ende Regency, to enhance community awareness of hygiene and sanitation as part of early preparation for homestay-based tourism. The activity responded to the growing interest among local residents to participate in tourism by offering accommodations in modern houses located outside the sacred area of Kampung Adat Wologai. The training used lecture and discussion methods, with 20 participants. Training materials focused on personal hygiene, household sanitation, waste management, and water safety. Pre-test and post-test assessments were conducted to measure knowledge improvement. Results show that participants demonstrate significant learning gains, with individual score increases ranging from 50 to 70 percent. These results indicate a high level of community engagement and openness to tourism knowledge. The training serves as a foundation for future tourism readiness efforts and highlights the importance of integrating hygiene education into rural hospitality development. It also emphasizes the need for follow-up programs on guest handling, service quality, and sustainable tourism planning to support long-term goals. This program concludes that Wologai Tengah holds strong potential to grow into a culturally grounded rural tourism destination with the right knowledge support and planning.</p> <p> </p> <p><strong>Keywords:</strong> community-based tourism; desa wisata; homestay; hygiene and sanitation</p>Kevin Gustian YuliusRosianna SianiparRudy Pramono
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-3188810.37695/pkmcsr.v8i0.2607PEMBERDAYAAN INDUSTRI RUMAH TANGGA DALAM PENGOLAHAN BAKSO DAN DAGING SAPI SLICE BAGI KOMUNITAS UMKM KABUPATEN TANGGERANG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2614
<p>Industri rumah tangga atau IRT, merupakan salah satu kelompok industri kecil yang beroperasi di lingkungan masyarakat dan kegiatan produksinya dapat dilakukan di tempat tinggal dengan menggunakan peralatan manual hingga semi otomatis dimana pelaku industri juga berperan sebagai produsen. Industri rumah tangga di Kabupaten Tangerang memiliki potensi besar, terutama dalam sektor olahan daging sapi seperti bakso dan slice daging. Namun, banyak pelaku UMKM menghadapi berbagai kendala, termasuk kurangnya akses terhadap teknologi pengolahan, pengetahuan mengenai standar higienitas, dan strategi pemasaran yang efektif. Program ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas UMKM di Kabupaten Tangerang melalui pelatihan dan pendampingan dalam pengolahan bakso dan slice daging sapi. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan produksi, diversifikasi produk, serta efisiensi operasional, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan daya saing UMKM di sektor pangan. Teknologi yang diterapkan meliputi penggunaan alat pencetak bakso, mesin slicer, serta penerapan sistem higienitas dan manajemen usaha sederhana. Pelatihan akan dilakukan sebanyak 3 kali dimana dibagi dalam 3 sesi khusus meliputi; pengolahan bakso maupun slice daging, pengawetan alami dan cara menempelkan daging slice serta kemasan produk yang menarik. Kegiatan ini akan dilakukan selama 6 bulan mulai dari persiapan sd pelaporan kegiatan. Luaran PkM berupa publikasi jurnal dan berita media massa <em>online</em>. Program ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi lokal dan mendorong keberlanjutan usaha mikro di kawasan tersebut.</p>Rudy PramonoAdolf JN ParhudipHady SoenarjoNonot YuliantoroRatna Handayani
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-3186610.37695/pkmcsr.v8i0.2614PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN KAMPUNG EDUWISATA SODONG YANG BERKELANJUTAN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2617
<p>Desa Sodong, yang terletak di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, merupakan kawasan dengan potensi besar untuk pengembangan pariwisata edukatif yang mengintegrasikan pendidikan, budaya lokal, dan praktik pertanian ramah lingkungan melalui konsep Kampung Eduwisata. Desa ini menawarkan pengalaman wisata yang memadukan kegiatan pertanian, pengenalan budaya, serta interaksi langsung dengan masyarakat desa. Tantangan utama dalam pengembangan Kampung Eduwisata Sodong adalah terbatasnya pengelolaan potensi lokal yang belum terstruktur dan rendahnya pemanfaatan teknologi digital untuk promosi kegiatan wisata. Untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pengelolaan desa wisata secara berkelanjutan, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengidentifikasi potensi lokal; (2) meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola kegiatan wisata berkelanjutan; dan (3) memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan promosi. Metode kegiatan meliputi sosialisasi dengan pengelola wisata, pelatihan pengelolaan wisata dan pemanfaatan teknologi digital, pendampingan pelaksanaan kegiatan wisata, evaluasi, serta keberlanjutan program dengan tersedianya materi promosi digital dan produk wisata berkelanjutan. Pelibatan masyarakat dilakukan melalui partisipasi sebagai peserta pelatihan, panitia pelaksana, serta peningkatan kualitas produk wisata yang ditawarkan. Hasil yang diharapkan mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan keterampilan pengelolaan wisata, dan penguatan daya tarik Kampung Eduwisata Sodong sebagai daya tarik wisata inklusif dan adaptif terhadap perkembangan tren pariwisata.</p>Yustisia Kristiana
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-3189910.37695/pkmcsr.v8i0.2617PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI GASTRONOMI BERKELANJUTAN DI DESA WISATA BOJONGKULUR, KABUPATEN BOGOR
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2770
<p>Desa Wisata Bojongkulur merupakan kawasan pemukiman yang pada awalnya tidak dirancang sebagai daya tarik wisata. Namun, seiring berkembangnya wilayah ini, muncul potensi wisata yang dapat digali, khususnya melalui pengembangan gastronomi berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi desa ini adalah belum optimalnya pemanfaatan bahan lokal untuk menghasilkan kuliner autentik yang mendukung keberlanjutan. Potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah ekonomi dan identitas budaya bagi masyarakat setempat. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan program pemberdayaan masyarakat melalui serangkaian pelatihan yang menitikberatkan pada pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk kuliner autentik berkelanjutan serta pemahaman mengenai konsep gastronomi berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, memberikan pelatihan, penerapan teknologi berupa penggunaan alat-alat yang digunakan untuk pembuatan produk, pendampingan proses pembuatan produk, serta evaluasi pelatihan melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Hasil dari program ini diharapkan mampu menghasilkan produk kuliner autentik yang sesuai prinsip keberlanjutan, memperkuat identitas lokal, serta meningkatkan daya tarik Desa Wisata Bojongkulur sebagai desa wisata di kawasan pemukiman. Dengan demikian, pengembangan gastronomi berkelanjutan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian budaya dan praktik konsumsi ramah lingkungan.</p>Theodosia C. Nathalia
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2770FAKTOR X: INISIASI IDE RANGKA SUSUN PERKEBUNAN MELON DI RUANG TERBATAS MELALUI KOLABORASI ANTARSTUDI
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2659
<p style="line-height: 100%; text-indent: 0in; margin-right: 0in; margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;">Ruang merupakan tantangan perkebunan urban. Hal yang juga dialami </span><span style="color: #000000;"><span style="background: transparent;">Pak Sam dan teman-temannya dalam berkebun melon di area terpinggirkan Jakarta Utara. Sementara itu, pembelajaran untuk mencari solusi berdasarkan riset, berkolaborasi antarstudi, dan mengalami langsung menjadi tantangan sekaligus membangun antusiasme mahasiswa/i. Kedua hal ini berpadu dalam pembelajaran bersama antara mahasiswa/i dari berbagai program studi Universitas Pelita Harapan dengan Singapore Polytechnic International dalam program Learning Express. Dalam program pembelajaran selama 10 hari ini, yang juga diproyeksikan pada </span></span><span style="color: #000000;"><em><span style="background: transparent;">sustainable develeopment goals (#8 decent work and economic growth, #12 responsible consumption and production) </span></em></span><span style="color: #000000;"><span style="font-style: normal;"><span style="background: transparent;">mahasiswa</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="background: transparent;">/i menggunakan metode </span></span><span style="color: #000000;"><em><span style="background: transparent;">design thinking</span></em></span><span style="color: #000000;"><span style="font-style: normal;"><span style="background: transparent;"> untuk berproses, yang singkatnya terdiri dari tahap menemukan, membedakan, dan menjadikan dari masalah dan potensi hingga sampai ke purwarupa solusi untuk menginisiasi Pak Sam dan teman menjawab tantangan berkebun di ruang urban yang terbatas. </span></span></span></p>Ruth Euselfvita Oppusunggu
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2659RANTANG SUSUN: IDEASI PEMANFAATAN MAGOT UNTUK ATASI SAMPAH ORGANIK DAN EKONOMI KOMUNAL
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2661
<p style="line-height: 100%; text-indent: 0in; margin-right: 0in; margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;">Ruang dan waktu merupakan tantangan nyata dalam budidaya magot secara komunal. Siklus kehidupan magot (dari pupa menjadi lalat hitam dan kembali menjadi pupa) membutuhkan ruang hidup dan perlakuan yang berbeda. Tantangan ini seringkali menyulitkan masyarakat yang tinggal di daerah penyangga kota untuk mengatasi sampah organik secara mandiri dengan magot, sekaligus membudidayakan dan menjual magot secara berkelompok. Terinspirasi oleh</span><span style="color: #000000;"><em> sustainable development goals </em></span><span style="color: #000000;"><em><span style="background: transparent;">(#8 decent work and economic growth, #12 responsible consumption and production), </span></em></span><span style="color: #000000;"><span style="font-style: normal;"><span style="background: transparent;">Universitas Pelita Harapan dengan Singapore Polytechnic International</span></span></span> <span style="color: #000000;"><span style="font-style: normal;"><span style="background: transparent;">menyelenggarakan program Learning Express untuk mahasiswa/i bersama warga Kranggan, Tangerang Selatan menjawab tantangan tersebut. Selama 10 hari, mahasiswa/i dari berbagai program studi menggali masalah dan potensi, menyisir tema tantangan, memformulasikan pertanyaan yang tepat, dan membangun purwarupa solusi dengan metode </span></span></span><span style="color: #000000;"><em><span style="background: transparent;">design thinking. </span></em></span><span style="color: #000000;"><span style="font-style: normal;"><span style="background: transparent;">Pada akhir program, mahasiswa/i memberikan ideasi sebuah wadah yang mudah dibawa untuk magot pupa berfungsi mengatasi sampah organik sekaligus menjadi sumber pendapatan warga secara komunal, sambil wadah ini beradaptasi terhadap keterbatasan ruang dan waktu (siklus magot) yang warga hadapi.</span></span></span></p> <p style="line-height: 110%; text-indent: 0in; margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><strong>Kata Kunci </strong></span><span style="color: #000000;">: pembelajaran kolaboratif, </span><span style="color: #000000;"><em>design thinking,</em></span><span style="color: #000000;"><span style="font-style: normal;"> budidaya magot urban, ekonomi komunal berbasis ekologi</span></span></p>Ruth Euselfvita Oppusunggu
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2661PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS BAGI IBU WARGA BINAAN MENJELANG PEMBEBASAN UNTUK TRANSISI DAN PENYESUAIAN DI MASYARAKAT
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2623
<p>Ibu warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap tekanan psikologis menjelang pembebasan, seperti kecemasan tinggi, kehilangan harga diri, serta ketakutan akan penolakan sosial dari keluarga maupun masyarakat. Minimnya dukungan emosional dan psikososial membuat sebagian merasa tidak layak untuk memulai kembali kehidupan yang bermakna. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan psikologis melalui pendekatan reflektif, afirmatif, dan berbasis narasi diri. Program dilaksanakan dalam tiga sesi: satu kali luring di LAPAS Perempuan Kerobokan Bali pada Maret 2025, serta dua kali daring pada April–Mei 2025. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) analisis kebutuhan dengan wawancara dan asesmen awal; (2) penyusunan modul intervensi, yaitu Saya & Kekuatan Saya, Merawat Luka, Memeluk Harapan, dan Langkah Kecil, Kekuatan Besar; serta (3) pelaksanaan pelatihan partisipatif berbasis diskusi, penulisan reflektif, afirmasi, dan peta hidup. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan umpan balik peserta. Hasil pre-test menunjukkan dari 47 peserta, 42 orang (89,4%) memahami konsep pemikiran negatif, sedangkan 5 orang (10,6%) berada pada kategori baik. Pasca-pelatihan, 43 orang (91,5%) mampu mengenali distorsi kognitif, sementara 4 orang (8,5%) masih memerlukan pendampingan. Evaluasi kualitatif menegaskan penguatan aspek positif (40%), kemampuan mengubah pikiran negatif (16%), pengendalian pikiran (10%), pengendalian diri (6%), serta kesadaran diri (8%). Program ini terbukti efektif meningkatkan kesiapan mental, resiliensi, dan optimisme warga binaan untuk reintegrasi sosial yang adaptif.</p> <p><br>Kata kunci: Ibu warga binaan; pendampingan psikologis;pengabdian; resiliensi; refleksi diri.</p>Allessandra Theresia
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2623WORKSHOP SCREEN LIFE VS REAL LIFE: UPAYA PENINGKATAN KESADARAN DIGITAL WELLBEING PADA SISWA SMA KELAS 10–12
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2658
<p>Indonesia termasuk ke dalam 15 negara dengan durasi penggunaan layar yang paling tinggi, yaitu rata-rata 7 jam 22 menit dalam satu hari. Perkembangan digital memiliki dampak positif maupun negatif, penggunaan layar yang berlebihan dapat memunculkan dampak-dampak negatif. Dampak negatif penggunaan layar pada remaja adalah kurangnya tidur, masalah fisik (penglihatan dan nyeri fisik), menurunnya konsentrasi (yang pada akhirnya dapat mengganggu performa akademik), mengganggu interaksi/ hubungan sosial, menurunnya kesehatan mental (kecemasan, stress, sampai dengan kecanduan). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa kelas 10-12 atas kebiasaan penggunaan layar mereka dan meningkatkan keterampilan mereka dalam mengelola penggunaan layar secara sehat. Metode pelaksanaan berupa workshop interaktif yang memadukan penyampaian materi, refleksi pengunaan layar, dan diskusi kelompok. Partisipan dalam kegiatan ini terdiri dari 74 siswa (31 siswa laki-laki dan 43 siswa Perempuan) kelas 10-12 yang berasal dari beberapa sekolah yang berbeda. Hasil menunjukkan peningkatkan pemahaman partisipan terkait penggunaan layar dari 70% menjadi 76%. Partisipan juga menyadari kebiasaan penggunaan layar mereka (baik di hari biasa maupun di akhir minggu), serta menyadari bahwa penggunaan layar seringkali menghalangi atau menunda mereka untuk belajar ataupun mengerjakan hal lain yang ingin dikerjakan. Partisipan juga merasa bahwa workshop yang diberikan sesuai dengan kebutuhan, membantu untuk memahami penggunaan layar, serta membantu menyeimbangkan penggunaan layar dengan kehidupan nyata (rating 4/5).</p>Yuliana Anggreany
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2658MEMBANGUN KOMUNITAS MANDIRI MELALUI PENDAMPINGAN CALON ANGGOTA KOPERASI DI DESA CIAKAR
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2690
<p>Desa Ciakar memiliki potensi besar dalam pengembangan keterampilan wirausaha, dengan berbagai produk lokal unggulan seperti dodol, jajanan ringan dari UMKM, serta kerajinan anyaman yang khas. Produk-produk ini memiliki peluang pasar yang menjanjikan apabila dikelola dengan baik. Sayangnya, masyarakat menghadapi hambatan utama dalam hal pemasaran, karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan wirausaha serta kurangnya fasilitas pendukung untuk mengembangkan potensi ini. Menanggapi masalah tersebut, tim PKM menginisiasi persiapan pembentukan koperasi desa sebagai upaya membantu masyarakat mengembangkan usaha lokal. Program ini difokuskan pada kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam aspek-aspek penting seperti pelatihan manajemen koperasi, <em>workshop </em>strategi pemasaran berupa foto produk, dan membuat poster produk, terdapat juga workshop penganan tradisional yang dimodifikasi agar lebih modern untuk meningkatkan animo pembeli dan semangat berwirausaha dan workshop kerajinan tangan anyaman bambu. Program pelatihan melibatkan pakar ekonomi dan kuliner dari Universitas Pelita Harapan serta mitra yang berpengalaman dalam koperasi. Hasil kegiatan ini meliputi peningkatan pengetahuan peserta atas koperasi Desa, peningkatan motivasi wirausaha, penerbitan buku refleksi strategi pendampingan calon anggota koperasi, video dan poster yang disebarluaskan melalui kanal publik.</p> <p> </p>Maha Dewi Sabrina Nalle
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2690PENDAMPINGAN PRODUKSI DAN PEMASARAN ECO-PAVING BLOCK HASIL DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK DI KELURAHAN BENCONGAN INDAH, TANGERANG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2691
<p>Permasalahan sampah plastik merupakan salah satu isu lingkungan yang signifikan, termasuk di Kelurahan Bencongan Indah, Tangerang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai strategi pemasaran produk <em>eco-paving block</em> hasil daur ulang sampah plastik, baik melalui metode pemasaran konvensional (<em>offline</em>) maupun digital (<em>online</em>). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi workshop dan pendampingan secara langsung yang difokuskan pada pengenalan strategi promosi, pemanfaatan media sosial, serta penggunaan <em>marketplace</em> sebagai sarana penjualan produk. Kegiatan dilaksanakan oleh dosen dari Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pelita Harapan dan melibatkan masyarakat sebagai peserta aktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh materi dapat disampaikan dengan baik dan peserta memperoleh pemahaman baru mengenai pemasaran produk terutama pemasaran secara digital, termasuk teknik membangun akun bisnis, pembuatan konten promosi, dan optimalisasi media digital. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memasarkan produk ramah lingkungan sekaligus menjadi langkah konkret dalam mendukung upaya pengurangan sampah serta penguatan ekonomi berbasis lingkungan.</p>Selvi Esther Suwu
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2691PELATIHAN PEMBUATAN MOCKTAIL TRADISIONAL DI DESA CURUG WETAN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2632
<p>Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan wujud kontribusi perguruan tinggi dalam menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. PKM yang dilaksanakan oleh Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan mengangkat tema “Pelatihan Pembuatan Mocktail Tradisional di Desa Curug Wetan.” Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi mengenai konsep dasar mocktail, pemanfaatan bahan lokal tanpa alkohol, serta peningkatan kreativitas dalam penyajian minuman.</p> <p>Metode pelaksanaan terdiri dari penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung bersama peserta. Materi yang diberikan meliputi pemahaman dasar tentang mocktail, teknik pengolahan berbasis bahan lokal, serta keterampilan pencampuran, pengukuran, dan penyajian secara higienis dan menarik.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam meracik mocktail serta munculnya kreativitas dalam menciptakan variasi rasa yang memiliki potensi pasar. Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Curug Wetan diharapkan mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi peluang usaha berbasis potensi lokal, sehingga dapat meningkatkan perekonomian sekaligus mendukung pengembangan wisata kuliner.</p>Vasco A.H. Goeltom
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2632PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN KOPI COLD BREW DI KAMPUNG TAMAN BACA KELUARGA , CIMONE
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2638
<p>Community Service (PKM) is one of the implementations of the Tri Dharma of Higher Education, aimed at providing tangible benefits to society. This PKM activity was conducted by a group of instructors from the Faculty of Tourism, Universitas Pelita Harapan, at Kampung Taman Baca Keluarga, Cimone. The theme of the program was <em data-start="379" data-end="413">Cold Brew Coffee Making Training</em>, designed to improve the community’s skills in preparing coffee-based beverages. Cold brew is a coffee brewing method that involves steeping ground coffee in cold water for a specific period, resulting in a smooth flavor with low acidity. Through this training, participants were expected to gain new knowledge about the cold brew process, understand proper basic techniques, and develop creativity in presentation. In addition to providing insights into coffee beverage innovation, this activity was also intended to open business opportunities for the local community. The implementation results of PKM showed high enthusiasm among participants, as reflected in their active involvement during practice and discussion. Participants found the materials relevant, easy to apply, and beneficial for improving daily skills. Thus, this activity positively contributes to community empowerment by enhancing competencies in modern beverage preparation.</p>Jimmy Muller Hasoloan Situmorang
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2638PELATIHAN DAN SOSIALISASI KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN BAGI PENGELOLA PARIWISATA KAMPUNG KAPITAN, KOTA PALEMBANG
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2678
<p data-start="86" data-end="1724">Sustainable tourism has become an essential approach in developing culture-based destinations, particularly in areas vulnerable to environmental degradation and cultural commodification. Kampung Kapitan in Palembang City is a cultural tourism destination with high historical value, yet it faces challenges in implementing sustainability principles. This community service activity aims to enhance the understanding and capacity of tourism managers through training, mentoring, and the dissemination of sustainable tourism concepts tailored to local needs. The methods employed include interactive socialization, participatory training, focused group discussions, and simulations of sustainability concept applications at the tourism site. The results indicate an increase in participants’ knowledge of sustainability principles, the emergence of collective community awareness to preserve local cultural identity, and an initial commitment to integrating environmental, social, cultural, and economic aspects into Kampung Kapitan’s tourism management. Moreover, the program encouraged community initiatives to strengthen tourism appeal based on historical narratives and local wisdom. Challenges encountered included limited time, participants’ diverse backgrounds, and insufficient supporting facilities. To address these issues, an adaptive educational approach and the development of practical sustainability guidelines were implemented. Thus, this program is expected to serve as a starting point for strengthening a more inclusive, participatory, and competitively sustainable governance of Kampung Kapitan tourism.</p> <p data-start="1726" data-end="1827"><strong data-start="1726" data-end="1739">Keywords:</strong> sustainable tourism, destination management, training, socialization, Kampung Kapitan</p>Ros anna Sianipar
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2678PPM PENINGKATAN KAPASITAS DAN KUALITAS USAHA HAPPY TEA DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK LOKAL
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2664
<p>The Community Service Program (PPM) implemented by the Happy Tea business aims to increase the capacity, quality, and competitiveness of local products amidst the dynamics of the competitive beverage market. The Happy Tea business was selected as a partner because it has the potential to develop local tea-based products that can be developed through innovation, modern marketing, and more professional business management. This community service activity is carried out through three main interventions. First, providing production facilities in the form of freezer box machines and stainless steel pans as supporting facilities for developing a new menu, namely spiced tea, which is expected to attract consumer interest by offering a distinctive taste and health benefits. Second, holding online media-based marketing training focused on the use of digital platforms to expand market reach, improve branding, and build more intensive interactions with consumers. Third, financial management training was provided to strengthen business governance, including transaction recording, capital management, and systematic financial planning. The program's implementation has shown positive results, including increased production capacity, increased product variety, improved skills among entrepreneurs in utilizing digital technology for promotion, and improved financial management skills. Thus, this Community Service Program (PPM) activity has successfully increased Happy Tea's competitiveness as a local product while contributing to community-based economic empowerment.</p>NUR HOLIFAH
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2664PEMBERDAYAAN WARUNG NASI BU SUSI MELALUI INOVASI PENGEMBANGAN PASAR DAN PEMASARAN BUMBU SAMBAL PECEL
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2668
<p><em>The purpose of the program is to increase the capacity of Warung Nasi Bu Susi MSME actors through product derivative innovations as well as market and digital marketing strategies. Warung Nasi Bu Susi's business, which was pioneered in 2017, experienced a significant decrease in turnover after moving its location into a village area, so consumer access became limited. One of the potential opportunities that can develop is pecel chili sauce, but it has not been marketed professionally. The main problems of partners include three aspects, namely: (1) production that does not have standards and packaging, (2) marketing that is still conventional, has not made optimal use of digital media, and (3) limited business legality, including the absence of halal certification.</em></p> <p><em>The program implementation method is designed in a participatory, adaptive manner in a collaborative atmosphere, with stages including socialization, business mentoring and coaching, product innovation and packaging design training, introduction to digital marketing, sales and branding simulation, to assistance in managing business legality. </em></p> <p><em>The results of the activity show an increase in the capacity of partners in developing ready-to-sell chili sauce derivative products with packaging power, brand identity, and digital marketing strategies. Partners obtain the development of business legality, in the form of expanding NIB (Entrepreneurial Identification Number) and halal certification so that there is an increase in the market outside Keboan Hamlet and outside the city that is oriented towards business sustainability. Partners have also experienced an increase in the marketing turnover of sambel pecel from non-existent to 30%.</em></p>Nurleila Jumati
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2668PKM PENINGKATAN KAPASITAS DAN KUALITAS PRODUKSI KUE BOLEN PISANG RAJA "NONA PERRY” BERBASIS GREEN ECONOMY
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2675
<p>Mitra PKM ini adalah Ibu Popy Dwi Novitasari dan Ibu Feri Retno Nurhayati. Pemilik usaha kue bolen pisang raja “Nona Perry” diambil dari kedua nama tersebut. Usaha tersebut di jalan Lempung Baru No 1, Lontar Kecamatan Sambikerep, Surabaya Jawa Timur, 60185. <strong>P</strong><strong>rioritas permasalahan </strong>yaitu:1) Belum ada pengelolan penyimpanan bahan baku pisang raja untuk produksi yang baik 2) Inkonsistensi produksi karena produksi masih terbatas pada pesanan, 3) Belum ada diversifikasi produk, Kue Bolen “Nona Perry” hanya mempunyai 2 variasi rasa yaitu rasa coklat dan keju, 4) Belum ada pembrandingan, walaupun sudah ada merk “Nona Perry” untuk produk bolen tersebut tetapi penguatan brand image “Nona Perry” masih perlu ditingkatkan. 5) Segmen Pasar masih terbatas pada pesanan para kolega dan teman sejawat, 6) Belum adanya promosi secara masif hanya terbatas pada grup WA dan Instagram.7) Mitra masih minim pengetahuan tentang modal kerja dan perhitungan laba rugi, 8) Tenaga kerja yang keluar masuk, 9) Mitra masih minim pengetahuan tentang pengolahan limbah produksi dan <em>green economy</em>, 10) Mitra masih minim pengetahuan untuk berinovasi tentang pengolahan produksi lanjutan. Luaran yang ditargetkan 1) laporan kemajuan dan laporan akhir, 2) video kegiatan, 3) poster kegiatan PKM tersertifikasi Hak Cipta, 4) Konferensi Nasional ke-11 PKM-CSR tahun 2025.</p>Sujani Sujani
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2675TRANSFORMASI UMKM BATIK MENUJU PRODUK RAMAH LINGKUNGAN MELALUI GREEN BRANDING BERBASIS STORYTELLING
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2709
<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh CV Pesona Batik Jombang dalam menyesuaikan diri dengan tren konsumen yang semakin menekankan aspek keberlanjutan (<em>sustainability</em>) dan kepedulian lingkungan (<em>eco-consciousness</em>). Permasalahan utama mitra terletak pada keterbatasan strategi komunikasi produk ramah lingkungan, sehingga citra batik belum sepenuhnya dipersepsikan sebagai produk berorientasi hijau. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat daya saing mitra melalui penerapan <em>green branding</em> berbasis <em>storytelling</em>. Metode pelaksanaan meliputi lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan konsep, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan berfokus pada penguatan pengetahuan mitra tentang <em>green branding</em> dan praktik <em>storytelling</em>, dilanjutkan dengan pendampingan untuk memastikan penerapannya secara konsisten. Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, dibuktikan dengan rata-rata skor post-test yang meningkat 35% dibandingkan pre-test serta lebih dari 80% peserta berada pada kategori baik. Dampak nyata terlihat dari kemampuan mitra dalam mengintegrasikan narasi storytelling pada kemasan produk dan website pesonabatikjombang.com, yang memperkuat citra batik ramah lingkungan dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Hasil ini membuktikan bahwa <em>green branding</em> berbasis <em>storytelling</em> dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat keberdayaan UMKM batik dan mendukung keberlanjutan industri kreatif.</p>Nugroho Mardi Wibowo
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2709INTEGRASI TEKNOLOGI PRODUKSI DAN MANAJEMEN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS DAN KEBERLANJUTAN USAHA REBANA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2728
<p>Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema PMUPUD dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi, mutu produk, dan kemandirian usaha mitra produsen alat musik rebana di Kabupaten Gresik. Analisis situasi menunjukkan bahwa UD. Rebana Gresik Tiga Putri dan Rebana Spesial Adnan Khozin menghadapi keterbatasan kapasitas produksi, distribusi barang yang tidak efisien, manajemen persediaan yang belum tertata, serta pemasaran digital yang belum optimal. Permasalahan prioritas yang dihadapi meliputi alur barang di gudang dua lantai yang masih manual, kebutuhan tambahan peralatan untuk gudang baru, pencatatan persediaan dan penjualan yang tumpang tindih, serta rendahnya pemanfaatan marketplace. Solusi yang ditawarkan mencakup rancang bangun electric scaffolding, pengadaan kompresor 58 liter dan dua mesin amplas kayu, inventarisasi barang dengan kode/barcode, penerapan aplikasi Kasir Pintar dan Kledo, serta pendampingan pemasaran digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui perancangan, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi berkelanjutan dengan melibatkan mahasiswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi hingga 40%, manajemen persediaan lebih tertata, penjualan online meningkat 20%, dan omzet mitra naik 15–36%. Dampak yang dicapai adalah peningkatan aset mitra, efisiensi operasional, kemandirian pencatatan keuangan, serta perluasan pasar melalui digital economy.</p>Andi IswoyoYanuar FauzuddinHutomo Setia Budi
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2728SIABISA SEBAGAI STRATEGI EDUKASI PERLINDUNGAN ANAK USIA DINI DARI RISIKO PELECEHAN SEKSUAL DI SURABAYA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2618
<p>Pelecehan seksual terhadap anak usia dini merupakan ancaman serius yang sering tidak disadari oleh lingkungan sekitar, termasuk di satuan pendidikan anak. Anak-anak di usia TK belum memiliki kemampuan yang cukup untuk mengenali dan menolak tindakan yang berpotensi membahayakan diri mereka. <strong>Kegiatan pengabdian</strong> kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengenali dan menolak pelecehan seksual melalui program SIABISA (Si Anak Berani Bicara dan Asertif). <strong>Subyek kegiatan</strong> terdiri dari anak usia 4–6 tahun dan guru TK sebagai pendamping utama. <strong>Metode pelaksanaan</strong> meliputi pelatihan siswa dan guru mengenai pendekatan asertif dan perlindungan anak, penerapan simulasi interaktif berbasis cerita dan permainan peran, serta observasi perilaku anak sebelum dan sesudah kegiatan. <strong>Hasil kegiatan</strong> menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam menyampaikan ketidaknyamanan, mengenali sentuhan yang tidak pantas, dan menolak ajakan yang tidak sesuai. Guru juga mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mendampingi anak secara responsif dan protektif. Program SIABISA terbukti efektif sebagai upaya preventif dalam membentuk karakter asertif anak dan memperkuat peran guru dalam perlindungan anak usia dini.</p>Fifin Dwi Purwaningtyas
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2618PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU MENUJU DESA MANDIRI DAN BERKELANJUTAN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2631
<p>The problem of waste management at the village level is a critical issue that directly impacts the environment, health, and economy of the community. Sukoreno Village, Prigen District, Pasuruan Regency, produces 2–2.5 tons of waste per day, mostly from households and home industries, but its management is still carried out conventionally without sorting. This condition causes environmental pollution and closes the opportunity to utilize waste as a resource. This community service activity aims to increase environmental awareness and literacy among residents, build local institutions in the form of a waste bank and 3R TPS, introduce appropriate technology, and encourage the creation of small waste-based business units towards an independent and sustainable village. The method used is Participatory Action Research (PAR) through five systematic stages: problem identification, socialization, core program implementation, monitoring and evaluation, and strengthening sustainability. The results of the activity show increased community participation in waste sorting, the establishment of a waste bank and 3R TPS, the implementation of plastic shredding machines, as well as the development of composting businesses, maggot cultivation, and creative products from plastic waste. This program has successfully established a participatory, productive, and efficient waste management ecosystem, enabling it to be replicated in other villages as a model for integrated waste management based on a circular economy.</p>Yurilla Endah Muliatie
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2631PPM OPTIMALISASI PRODUKSI DAN MANAJEMEN "SOES CRUNCHY AZKIA" DI SURABAYA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2641
<p>Mitra PPM ini adalah ibu Nur Afida, pemilik usaha camilan Soes Crunchy Azkia yang beralamat di Jl. Gading Indah Utara gg I0 no 5, Kecamatan Bulak Kenjeran Surabaya. Usaha kue kering ini didirikan sejak tahun 2020. Seiring dengan tingginya minat beli konsumen terhadap camilan soes kering, permintaan produk semakin meningkat. Namun demikian dengan keterbatasan alat produksi dan pemahaman manajemen yang masih sederhana maka peningkatan kapasitas dan kualitas produksi masih belum optimal. Kegiatan Pemberdayaan Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran untuk memiliki inisiatif, kreatif, dan inovasi dalam mengelola usaha, guna mewujudkan ekonomi yang kuat berprestasi, mandiri dan sukses. Permasalahan dari PPM ini adalah 1) Peningkatan Kuantitas Produk, 2) Belum ada diversifikasi produk, 3) Belum ada pembrandingan, Bidang Pemasaran: 4) Segmen pasar yang terbatas pada pemesanan 5) Belum adanya promosi, Bidang Manajemen: 6) Mitra masih minim pengetahuan tentang modal kerja dan perhitungan laba rugi, 7) Tenaga kerja yang keluar masuk. Metode Pelaksanaan PPM adalah : Sosialisasi, Pelatihan, Penerapan teknologi, Pendampingan dan evaluasi, Keberlanjutan program Luaran yang ditargetkan 1) laporan kemajuan dan laporan akhir, 2) video kegiatan, 3) poster kegiatan PPM tersertifikasi Hak Cipta, 4) Konferensi Nasional ke-11 PKM-CSR tahun 2025.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Soes-Crunchy; Pelatihan; Pemberdayaan; Pemasaran; Wirausaha</p> <p> </p> <p> </p>Rena Febrita Sarie
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2641OPTIMALISASI DIGITAL UMKM JAVAKEUKEN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2653
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya, Indonesia, khususnya di sektor makanan dan minuman, menghadapi tantangan dan peluang yang signifikan, terutama selama perubahan ekonomi seperti pandemi COVID-19. Studi ini berfokus pada optimalisasi teknologi digital untuk UMKM Javakeuken, sebuah UMKM di Surabaya yang menjadi mitra pengabdian kepada masyarakat. Tujuannya yakni guna mengatasi tantangan manajemen keuangan dan pemasaran. Melalui wawancara dengan pemilik UMKM Javakeuken, studi ini mengidentifikasi kurangnya pembukuan akuntansi dan keterbatasan kehadiran pemasaran digital sebagai isu utama. Pentingnya pembukuan dan perencanaan keuangan bagi UMKM sangat ditekankan, karena riset menunjukkan kurangnya kesadaran dan pengetahuan di kalangan pemilik UMKM mengenai praktik manajemen keuangan yang efektif. Untuk mengatasi tantangan ini, studi menggunakan pendekatan multifaset, termasuk penyuluhan, pelatihan, dan sesi pendampingan. Pelatihan difokuskan pada pembelajaran keahlian manajemen keuangan digital dan pembukuan, sementara penyuluhan menekankan pentingnya untuk promosi produk. Studi ini juga bekerja sama dengan mitra untuk menyediakan fasilitas dan dukungan bagi UMKM. Evaluasi pelaksanaan program dilakukan dengan membandingkan kondisi UMKM sebelum dan sesudah intervensi. Hasilnya menunjukkan iklan digital dan pembukuan digital berpotensi meningkatkan basis pelanggan. Studi ini menegaskan pentingnya optimalisasi digital bagi UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi serta meningkatkan kemampuan manajemen keuangan dan pemasaran mereka.</p>Lily Indah Pratiwi
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2653PPM PENINGKATAN USAHA MOCHI DI UMAI SNACK SURABAYA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2669
<p>PKM ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran untuk memiliki inovasi dan kreativitas dalam mengelola usaha, guna mewujudkan ekonomi yang survive dan mandiri di tengah situasi perekonomian saat ini. Berwirausaha di bidang Inovasi Produk dan Efisiensi Produksi UMKM khususnya “Umai Snack” yang berlokasi di Kota Surabaya. Melalui pemahaman kiat berwirausaha, manajemen produksi, strategi pemasaran, tata kelola keuangan serta sumber daya manusia terhadap kegiatan usaha ini. Kegiatan PPM ini sesuai dengan Bidang Unggulan <em>Sociopreneurship, UMKM dan Ekonomi Digital. </em>Kemudian permasalahan dari PPM ini Adalah 1) tempat bahan baku produk masih berdesak-desakan tidak memiliki <em>space</em> tempat yang seharusnya dan <em>pre-order</em> mochi hanya diberikan pada rabu, kamis, dan jumat belum setiap hari; 2) pencatatan transaksi masih belum tercatat secara konsisten, berkala dan masih berkonsep perorderan, belum perbulan; 3) masih mulut ke mulut (rekanan), masih menggunakan media sosial di intagram yang terhubung Whatsapp serta 4) memerlukan penambahan tenaga kerja bagian produksi dan pengiriman produk ke konsumen. Hasil dari program ini mitra secara mandiri mampu untuk menjadi pengusaha UMKM berproduktif meningkatkan omzet penghasilan secara konsisten. Kegiatan PPM ini juga akan sangat membantu perkembangan UKM skala mikro dan mampu sebagai pendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi nasional.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Mochi, Penerapan teknologi UMKM, Keberlangsungan UMKM, PPM, peningkatan omzet</p> <p> </p>Evi Maya Odelia
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2669PEMBERDAYAAN EKONOMI RUMAH TANGGA MELALUI GREEN STRATEGIC MANAGEMENT PADA USAHA BUDIDAYA CACING TANAH DI DESA KETAN IRENG KOTA PASURUAN-5
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2684
<p>Budidaya cacing tanah memiliki nilai ekonomi yang tinggi, mudah diaplikasikan pada skala rumah tangga, serta memberikan manfaat ekologis dalam pengolahan limbah organik dan peningkatan kesuburan tanah. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya pemanfaatan potensi lokal serta tingginya permasalahan limbah organik rumah tangga yang belum dikelola secara optimal. Cacing tanah dipilih sebagai objek pengembangan karena memiliki nilai ekonomi tinggi, baik sebagai bahan baku pakan ternak, farmasi, maupun pupuk organik, sekaligus berperan dalam menjaga ekosistem tanah. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan maksud untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha budidaya cacing tanah berbasis konsep <em>green economy </em><em>di Desa Ketan Ireng Kota Pasuruan. </em>Tujuan PKM ini adalah meningkatkan pendapatan masyarakat melalui peningkatan ekonomi untuk budidaya cacing tanah, terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar desa seiring meningkatnya permintaan budidaya cacing tanah dan meningkatkan kemampuan manajemen mitra khususnya <em>Green Strategic Management</em> dalam peningkatan kualitas cacing tanah dan terbentuknya lingkungan bersih melalui pengolahan limbah sampah organik yang baik. Metode pelaksanaannya yaitu pelatihan dan pendampingan TTG mesin pencacah dan mesin pengaduk, Pelatihan dan pendampingan ketrampilan dalam pengelolaan dan pencatatan laporan keuangan dan pelatihan dan pendampingan strategi pemasaran berbasis <em>Green Strategic Management</em>. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra tentang <em>Green Economy</em>, kemampuan dalam mengelola budidaya cacing tanah, serta tumbuhnya motivasi yang lebih baik untuk menjadikan usaha ini sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kesadaran akan pentingnya praktik ekonomi berkelanjutan yang selaras dengan kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.</p>Fitryani Fitriyani
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2684PENINGKATAN PENDAPATAN BUMDES BERBASIS DIGITALPRENEUR DI DESA JATIREMBE KECAMATAN BENJENG KABUPATEN GRESIK
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2688
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif;">BUMDes “Jati Makmur” saat ini menjalankan dua usaha utama, yaitu Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan pengelolaan sampah. Desa Jatirembe memiliki potensi sumber air dari dua waduk besar, namun kualitas air sebelumnya kurang bersih. Sejak tahun 2016, filter air dipasang untuk menjamin kebersihan dan keamanan air bagi kebutuhan sehari-hari. Meski kedua usaha berjalan, produktivitasnya masih rendah, dengan pendapatan hanya cukup menutup biaya operasional. BUMDes Jati Makmur memerlukan pengembangan usaha baru yang belum terwujud untuk mendukung peningkatan pendapatan. Berdasarkan latar belakang diatas, tim melakukan survei lanjutan untuk mengembangkan program berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan yang ada. Solusi yang diusulkan mencakup penambahan jenis usaha, pencatatan meteran HIPPAM berbasis aplikasi digital, serta pemasangan panel surya dan baterai sebagai cadangan listrik untuk pompa air supaya aliran air ke masyarakat lebih lancar karena sering terjadi pemadaman listrik. Ditahap awal implementasi kami melakukan diskusi penyesuaian dana anggaran, survei lokasi, dan pembelian komponen - komponen. Lalu pada tahap tengah implementasi kami melanjutkan pembelian komponen - komponen yang dibutuhkan, melakukan diskusi bersama mitra, dan pemasangan panel surya. Kemudian ditahap akhir kami melanjutkan pemasangan panel surya, membuat web mengenai pencatat air, memasang modem dan cctv, dan melakukan sosialisasi bersama pengurus BUMDes Jati Makmur. </span></p>surya priyambudi
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2688PEMBERDAYAAN UMKM SEKTOR EKONOMI KREATIF MELALUI PENDAMPINGAN USAHA “HAJAR ALFIYA ATTIRE”
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2694
<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan UMKM Hajar Alfiya Attire, sebuah usaha di bidang ekonomi kreatif yang bergerak pada jasa jahit dan penyewaan busana di Kabupaten Tuban. Mitra menghadapi sejumlah permasalahan, antara lain keterbatasan alat produksi karena hanya memiliki dua unit mesin jahit, manajemen keuangan yang belum tertata dengan baik, serta keterbatasan media promosi untuk mendukung pemasaran. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas produksi, manajerial, dan pemasaran mitra agar lebih efisien, profesional, dan berdaya saing. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan teknis produksi, manajemen keuangan digital, dan pemasaran, penerapan teknologi berupa pengadaan mesin jahit dan aplikasi pencatatan keuangan, pendampingan intensif dengan evaluasi berkala, serta perencanaan keberlanjutan melalui pembentukan kelompok kerja dan penguatan jejaring usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi dengan bertambahnya peralatan, terciptanya sistem pencatatan keuangan digital yang sederhana namun efektif, serta tersusunnya company profile dan katalog produk yang mendukung strategi pemasaran. Program ini berkontribusi dalam memperkuat pemberdayaan perempuan, meningkatkan daya saing UMKM lokal, serta menciptakan model pendampingan yang dapat direplikasi pada UMKM sektor ekonomi kreatif lainnya.</p>Denny Iswanto
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2694PEMBERDAYAAN POSYANDU REMAJA MELALUI EDUKASI PSIKOSOSIAL UNTUK PENCEGAHAN KEKERASAN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2699
<p>Kekerasan pada remaja merupakan tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan sosial. Desa Lundo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, memiliki Posyandu Remaja yang aktif, namun masih terbatas pada layanan kesehatan fisik dan reproduksi. Belum ada kegiatan terstruktur yang menyasar aspek preventif terhadap kekerasan dan pembinaan keterampilan sosial-emosional remaja. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan psikoedukasi kepada remaja melalui Posyandu Remaja di Desa Lundo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, terkait pencegahan kekerasan dalam kehidupan remaja. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman remaja tentang kekerasan, baik secara fisik, verbal, emosional maupun digital, yang membuat mereka rentan menjadi korban maupun pelaku tanpa disadari. Minimnya komunikasi tentang kekerasan dan cara menjalin hubungan sosial yang sehat juga membuat isu ini jarang dibicarakan di lingkungan keluarga dan komunitas. Solusi yang ditawarkan adalah melalui psikoedukasi berbasis komunitas yang akan disampaikan secara interaktif kepada remaja. Psikoedukasi ini menekankan pada tiga sub topik utama: (1) mengenali jenis-jenis kekerasan dan dampaknya, (2) membangun keterampilan manajemen emosi dan komunikasi asertif, serta (3) menciptakan relasi sosial yang sehat dan empatik di kalangan sebaya. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: sosialisasi kepada mitra, pelatihan remaja dan kader Posyandu, penyusunan modul edukasi “Remaja Tangguh Tanpa Kekerasan”, penggunaan media digital dan papan informasi, serta pendampingan dan evaluasi kader remaja sebagai pendidik sebaya.Target luaran dari program ini adalah: (1)Publikasi ilmiah pada prosiding seminar nasional bidang pengabdian masyarakat,(2) Video dokumentasi kegiatan yang diunggah di platform SIRIMAS atau media sosial,(3) Publikasi di media massa lokal atau daring, dan(4) Hasil evaluasi menunjukkan materi edukasi relevan dengan kebutuhan remaja dan mendapat dukungan dari mitra untuk keberlanjutan kegiatan.</p> <p><em>Remaja;Posyandu;Psikososial;pencegahan;kekerasan</em></p>Ardianti Agustin
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2699PENGEMBANGAN SENTRA KERUPUK BAWANG BUM DESA KARANGCANGKRING BERBASIS KELOMPOK PKK DI KABUPATEN GRESIK
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2720
<p>This Community Service (PKM) activity aims to increase the production capacity and quality of the onion cracker business managed by the Family Welfare Movement (PKK) Group in Karangcangkring Village, Dukun District, Gresik Regency. The partners' main problems included inconsistent product quality, as well as limitations in packaging and marketing. The solutions provided included technical training, business management assistance, and digital marketing strategies. The activity results showed that new packaging with a local brand identity successfully increased the product's appeal and selling value. In addition, the use of social media in promotions was able to increase sales by up to 30%. This program successfully encouraged the independence of the PKK group's business and strengthened the village's potential as a Village-Owned Enterprise (BUM Desa)-based onion cracker center. Needs-based interventions and solutions have proven effective in accelerating the transformation of micro-enterprises into more productive and competitive businesses.</p>Dwiyana Anela Kurniasari
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2720MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM KULINER DESA MELALUI PENDAMPINGAN MANAJEMEN, PRODUKSI, DAN PEMASARAN DIGITAL
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2724
<p>Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Desa Cagakagung dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas BUMDes, PKK, dan tenant kuliner dalam mengelola sentra kuliner berbasis ekonomi hijau. Analisis situasi menunjukkan bahwa sebelum program, fasilitas kuliner masih terbatas, tata kelola BUMDes belum optimal, serta tenant kurang terampil dalam manajemen usaha, keuangan, dan pemasaran digital. Permasalahan tersebut diatasi melalui penerapan teknologi berupa penyediaan delapan unit rombong, meja kursi, lesehan, alas sintetis, dan lampu hias, serta pelatihan dan pendampingan intensif mencakup penyusunan business plan, akuntansi digital berbasis android dan QRIS, manajemen produksi, pelayanan, pemasaran online–offline, pembuatan konten media sosial, hingga fasilitasi legalitas usaha berupa NIB dan sertifikasi halal. Hasil program menunjukkan peningkatan aset BUMDes sebesar 12%, kenaikan pendapatan tenant rata-rata 30%, peningkatan omzet hingga 40%, serta peningkatan keterampilan manajerial tenant dan PKK mencapai 60%. Luaran program berupa artikel ilmiah, publikasi media massa, video dokumentasi, dan poster publikasi. Program ini terbukti mampu memperkuat kapasitas kelembagaan dan usaha kuliner desa, serta direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui diversifikasi produk, digitalisasi pemasaran, dan penerapan konsep green foodcourt yang dapat direplikasi ke desa sekitar.</p>Yanuar FauzuddinAndi IswoyoHutomo Setia Budi
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2724ANALISIS STRATEGI BRANDING DAN Peningkatan kualitas umkm melalui Digitalisasi keuangan dan legalisasi produk
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2794
<p>Along with technological developments and the dynamics of the business world, more and more MSMEs are realizing that conventional business approaches are no longer sufficient. Changes in consumer behavior that are now digital are encouraging business actors to start transforming, in order to remain relevant and competitive in an ever-changing market. The purpose of this activity is to map a village branding strategy through MSMEs, and to upgrade the class of village MSMEs through Financial Digitalization and Product Legalization. The long-term goal is for business sustainability and upgrade the class of MSMEs in the RW VI Pakal area with the assistance of Karang Taruna colleagues as the successors of the activity. The method used is the Implementation Method consisting of preparation, implementation, monitoring and evaluation, and program sustainability. The results of this activity, through a SWOT Analysis, the PPM Team together with Karang Taruna discovered a Village Branding Strategy through MSMEs by highlighting the village's superior products and forming MSME groups under the management of Karang Taruna. In addition, through socialization and coaching for financial digitalization, product legalization, and digital marketing, the PPM Team accompanies MSMEs to upgrade their class.</p>Yuli Ermawati
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2794PENGEMBANGAN EKOSISTEM SOCIOPRENEURHIP DALAM MENINGKATKAN INOVASI PRODUK LIMBAH PLASTIK
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2801
<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Bank Sampah yang berlokasi di Kelurahan Tegalsari, Surabaya, dengan mitra utama Ibu Nanis Ikayanti. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas usaha pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi melalui pendekatan sociopreneurship berbasis green economy. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teknis pengolahan plastik daur ulang, pelatihan manajemen usaha dan pencatatan keuangan sederhana, serta pengembangan strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi dan kualitas produk seperti taplak plastik, tas daur ulang, gantungan lampu, dan celemek dari kemasan plastik bekas. Dari sisi manajemen, mitra telah menerapkan sistem pencatatan keuangan yang lebih transparan dan pembagian hasil yang adil kepada anggota, baik dalam bentuk barang kebutuhan rumah tangga maupun uang tunai. Pemasaran produk kini menjangkau pasar digital melalui Facebook Marketplace dan Instagram, yang berdampak pada peningkatan omzet dan pengenalan merek. Kegiatan ini berhasil memperkuat kemandirian ekonomi mitra sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan, menjadikan Bank Sampah sebagai model pengembangan sociopreneurship berkelanjutan di tingkat komunitas.</p>Pramandyah Fitah Kusum
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2801PEMBERDAYAAN TP-PKK DESA CAGAKAGUNG DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN KELUARGA MELALUI URBAN FARMING BERBASIS HIDROPONIK DAN ECO-ENZIM
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2804
<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu Tim Penggerak PKK Desa Cagakagung Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui penerapan urban farming berbasis hidroponik dan pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk cair. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman pangan di lahan sempit, belum adanya pemanfaatan sampah rumah tangga, serta administrasi keuangan kelompok yang masih sederhana. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan yang diikuti oleh 38 anggota aktif PKK. Materi pelatihan mencakup pembuatan instalasi hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT), pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair atau eco-enzim, serta pencatatan keuangan berbasis digital sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam budidaya hidroponik sebesar 60%, pembuatan pupuk cair sebesar 50%, dan pengelolaan administrasi keuangan sebesar 50%. Selain itu, terbentuk Kelompok Hidroponik PKK Cagakagung sebagai wadah keberlanjutan kegiatan dan pengelolaan hasil panen. Dampak program meliputi peningkatan pendapatan kelompok sekitar 10–15%, penguatan solidaritas sosial antaranggota, serta berkurangnya volume sampah organik rumah tangga. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas perempuan desa, menumbuhkan kesadaran lingkungan, dan memperkuat ketahanan pangan berbasis green economy di tingkat keluarga dan masyarakat.</p>Heri SusantoAndi IswoyoDidik DaryantoPujianto PujiantoDedy SetiawanKhilya Al Majida
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2804PENGUATAN KAPASITAS USAHA DAN AKSELERASI PADA UMKM KEMASASAN KARDUS DI DESA WONOKERTO BARAT
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2817
<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas usaha pada UMKM pembuatan kardus kemasan sepatu milik Ibu Kartiasih di Desa Wonokerto Barat. UMKM ini menghadapi beberapa permasalahan utama, yaitu belum memiliki izin usaha resmi, pemasaran yang masih dilakukan secara konvensional, serta pencatatan keuangan yang belum terstruktur. Melalui kegiatan pendampingan, tim memberikan bantuan dalam pembuatan izin usaha berbasis OSS sehingga mitra memiliki legalitas usaha yang sah. Pada aspek pemasaran, dilakukan pelatihan penggunaan media digital seperti WhatsApp Business, Instagram, dan marketplace guna meningkatkan promosi serta jangkauan pasar. Sementara pada bidang keuangan, mitra dilatih menyusun laporan keuangan sederhana berupa buku kas harian dan arus kas agar mampu memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola usaha secara lebih profesional, terciptanya legalitas usaha, pemasaran digital yang aktif, dan sistem pencatatan keuangan yang lebih tertata. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat daya saing UMKM dan mendukung keberlanjutan usaha di era digital.</p>Aditya Surya Nanda
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2817PENINGKATAN KAPASITAS USAHA MIKRO “DAPUR ARISHA” MELALUI PENGEMBANGAN PRODUKSI, PEMASARAN, DAN DIGITALISASI KEUANGAN DI KABUPATEN GRESIK
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2818
<p>Mitra dalam program ini adalah Ibu Widi Suci Ariani, pemilik usaha mikro Dapur Arisha yang berlokasi di Desa Cagakagung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Usaha kuliner ini menghasilkan dua produk utama, yaitu minuman teh dan jagung kriwil, dengan skala produksi rumahan dan peralatan sederhana. Tujuan program ini adalah meningkatkan kapasitas usaha dan pendapatan mitra melalui penguatan aspek produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan peralatan produksi, variasi produk yang minim, penjualan yang masih terbatas pada pesanan WhatsApp, belum memiliki rombong untuk penjualan langsung, serta belum melakukan pencatatan keuangan berbasis digital. Solusi yang diterapkan mencakup pengadaan peralatan produksi, pendampingan peningkatan keterampilan, pelatihan penjualan langsung dan pemasaran online, serta penerapan pencatatan transaksi melalui QRIS. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam penggunaan peralatan hingga 60%, penambahan variasi produk menjadi 10 jenis, peningkatan kemampuan pemasaran online hingga 40%, serta peningkatan omzet penjualan sebesar 50%. Selain itu, mitra kini memiliki satu unit rombong angkringan untuk berjualan di Foodcourt Cagakagung dan telah menerapkan pencatatan keuangan berbasis digital. Dampak kegiatan ini tidak hanya meningkatkan daya saing usaha mikro, tetapi juga memperkuat kemandirian perempuan desa dalam berwirausaha secara berkelanjutan. Rekomendasi selanjutnya adalah memperluas jangkauan pasar digital dan memperkuat jejaring kemitraan dengan CSR serta pemerintah desa</p>Fitra MardianaTrisa IndrawatiLili indah PratiwiAndi IswoyoBudi SesarianiM. Saiful Hilal
##submission.copyrightStatement##
2026-01-112026-01-11810.37695/pkmcsr.v8i0.2818PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR MELALUI PEMANFAATAN TANAMAN MANGROVE SEBAGAI BAHAN PANGAN OLAHAN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2824
<p>bermanfaat untuk perlindungan lingkungan dan konservasi, tanaman mangrove juga memiliki potensi sebagai Selain bahan pangan dan obat-obatan. Hasil-hasil penelitian termasuk yang telah dilakukan tim penulis juga menunjukkan bahwa mangrove mengandung berbagai jenis senyawa bioaktif. Berdasarkan bukti empiris dan hasil penelitian tersebut, mangrove jelas memiliki potensi ekonomi yang tinggi untuk mengangkat perekonomian masyarakat sekitar bahkan negara secara keseluruhan. Maka itu, tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memperkenalkan potensi ekonomi mangrove sebagai bahan pangan olahan sekaligus mengajak masyarakat ikut serta dalam perlindungan dan konservasi tanaman mangrove.</p> <p> </p> <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dipusatkan di wilayah Pesisir Labuan, Kabupaten Pandeglang. Metode kegiatan ini mencakup sosialisasi, edukasi, diskusi mengenai pengolahan mangrove sebagai bahan pangan dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat melalui dinas terkait di Propinsi Banten dan pencarian dan penentuan lokasi penanaman dan pemeliharaan bibit tanaman mangrove secara tematik yang dilakukan pada akhir kegiatan ini. Kegiatan ini dilaksanakan selama periode Agustus 2024- Mei 2025.</p> <p> </p> <p>Hasil kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan mangrove sebagai bahan pangan dan obat, pengolahan pangan berbasis mangrove, perizinan dan sertifikasi halal produk, pemilihan jenis tanaman mangrove dan lokasi percontohan penanaman tematik mangrove, yaitu di Desa Sukamaju, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pamdeglang, Propinsi Banten.</p>Kholis Abdurachim Audah
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2824MENJEMBATANI KETERASINGAN: INTERVENSI PSIKOSOSIAL BERBASIS KOMUNITAS (CBPSS) SEBAGAI UPAYA PEMULIHAN HOLISTIK BAGI PENGUNGSI (REFUGEE) AFGHANISTAN PASCAKONFLIK
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2608
<p>The lives of Afghan refugees in Indonesia as a transit country are marked by limited access to basic rights and heightened psychosocial vulnerability. Prolonged conflict in their homeland, coupled with the uncertainty of their legal status in transit, has led to psychological difficulties such as trauma, anxiety, and social alienation. This program responds to these conditions by designing a Community-Based Psychosocial Support (CBPSS) intervention targeting two primary groups: refugee children and adults. For children, the intervention consisted of play-based emotional regulation and self-expression activities, while adults underwent PHQ-9 screening and individual counseling with professional psychologists. A total of 58 participants were involved, including 28 children and 30 adults. The findings indicate that this approach enhanced children’s ability to express emotions and provided a safe space for adults to process emotional burdens. Techniques such as infinity breathing and progressive muscle relaxation were valued by participants for being simple yet effective. Community feedback reflected an overall improvement in collective psychosocial well-being, with ratings of 4/5 for program communication and 5/5 for its perceived benefits. These results suggest that CBPSS can serve as an adaptive, impactful, and sustainable model for refugee psychosocial recovery.</p>Chrysan Gomargana
##submission.copyrightStatement##
2026-01-222026-01-22810.37695/pkmcsr.v8i0.2608PEMBERDAYAAN PENJUAL BUNGA MELALUI EDUKASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH BUNGA MENJADI DUPA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2680
<p><span class="selected">The city of Banjarmasin, South Kalimantan, is known for its strong pilgrimage culture, attracting thousands of daily visitors to three main locations: Makam Guru Zuhdi, Kubah Habib Basirih, and Makam Sultan Suriansyah. This high volume of visitors generates a significant amount of pilgrimage flower waste, most of which ends up in the landfill. According to data from the South Kalimantan Environmental Agency in 2023, organic waste contributes 55.89% of Banjarmasin's total daily waste, with plant waste, including flowers, accounting for 4.2%. Flower waste at these pilgrimage sites ranges from 3 to 5 kilograms per day, increasing to 10-20 kilograms during the haul season. Despite its economic and ecological potential, the utilization of this waste has not been optimal. Previous studies by Waghmode & Gunjal (2018) and Ratna M. (2023) show that floral waste can be processed into value-added products and help reduce pollution. This community service activity aims to empower flower vendors by transforming floral waste into environmentally friendly and economically valuable incense products. Through the "Mandupa" community service program, we provide innovative education and training to 30 flower vendors in Banjarmasin.</span></p> <p><span class="selected">The methods used include socialization, practical training in making natural incense, and marketing assistance. The results of the activity show that the participants were able to independently master the techniques of processing floral waste into incense. This program not only succeeded in increasing environmental awareness but also opened new economic opportunities for flower vendors. Positive feedback confirms the program's success in improving skills and economic well-being.</span></p>Sharfina Puteri AmimaMuhammad RahmattullahDwi Atmono
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2680PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI EKONOMI KREATIF PADA PROGRAM INKUBATOR TENUN PAGATAN DI KABUPATEN TANAH BUMBU
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2735
<p>Perempuan merupakan pilar pembangunan yang krusial, namun implementasinya sering terkendala terutama dalam pemanfaatan potensi ekonomi. Program Inkubator Tenun Pagatan ini bertujuan memberdayakan komunitas perempuan penenun di Kabupaten Tanah Bumbu melalui pendekatan ekonomi kreatif. Tenun Pagatan sebagai warisan budaya dan sebagai sumber ekonomi berkelanjutan, permasalahan yang terjadi pada pengelolaan tenun minimnya akses pelatihan manajemen usaha, inovasi produk, dan terbatasnya jangkauan pasar. Metode pengabdian dilakukan selama 7 bulan di Desa Manurung, Kecamatan Kusan Tengah, melalui tahapan Identifikasi Awal, Sosialisasi, Pelatihan Peningkatan Kapasitas (Analisis SWOT, Desain Inovasi, Manajemen Usaha), dan Digitalisasi Usaha. Tujuan spesifiknya meliputi pembentukan Inkubator Usaha, peningkatan kemandirian, regenerasi perajin (membentuk Kelompok Tenun Muda Majang Kaluku), dan perluasan jangkauan pasar melalui digitalisasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas penenun Kelompok SABUMI, ditandai dengan penguasaan manajemen usaha, perolehan NIB (Nomor Induk Berusaha), dan kreasi produk turunan inovatif. Program ini berhasil mengatasi tantangan pemasaran dengan mengimplementasikan pemasaran online melalui <em>marketplace</em> (Shopee). Dampak signifikan yang dicapai adalah penguatan posisi perempuan sebagai aktor ekonomi lokal dan peningkatan pendapatan perajin, memastikan Tenun Pagatan menjadi aset budaya sekaligus sumber ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata Kunci </strong>: Pemberdayaan Perempuan, Ekonomi Kreatif, Tenun Pagatan, Digitalisasi, Inkubator Usaha</p>Anjani AnjaniMuhammad Najeri Al SyahrinAkhsanul RahmatullahSri HidayahErin ErinCharennina Marsha DiandraFitri AnnisaFitri Annisa
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2735PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL BONGGOL PISANG PADA KELOMPOK WANITA TANI DESA MIAWA KECAMATAN PIANI KABUPATEN TAPIN
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2741
<p>Pertanian di Desa Miawa, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, masih sangat bergantung pada pupuk dan pestisida kimia. Praktik ini berisiko menyebabkan penumpukan hama dan penyakit karena kurangnya rotasi tanaman. Di sisi lain, desa ini memiliki sumber daya lokal melimpah yang belum dimanfaatkan secara optimal, seperti limbah bonggol pisang dan kotoran kambing. Untuk mengatasi masalah ini dan mendukung pertanian berkelanjutan, sebuah program pelatihan dan demonstrasi pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari bonggol pisang diadakan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Miawa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. Materi yang disampaikan meliputi definisi MOL, manfaatnya, dan kandungan yang terdapat pada MOL bonggol pisang. Bonggol pisang kaya akan karbohidrat dan mikroba pengurai seperti Bacillus sp. dan Aspergillus niger, yang berperan penting dalam meningkatkan nutrisi dan kualitas tanah secara alami. Peserta, yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan tentang pengolahan limbah ini, diberikan pelatihan teoretis dan praktik langsung untuk membuat MOL bonggol pisang. Proses pembuatannya melibatkan bahan-bahan sederhana seperti bonggol pisang, gula merah, tepung beras, dan air. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta, dan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis serta mengoptimalkan pemanfaatan limbah. Penggunaan MOL bonggol pisang berpotensi memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan hasil panen, dan mendukung konsep pertanian berkelanjutan. </p>Karisma Tia KrisbaAprilia AnandaSiti AisyahGuruh Elkhan RabsyahGuntur MaulanaRonny Mulyawan
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2741EDUKASI PERTANIAN TERPADU PADA KWT DESA SALAM BABARIS MELALUI PROGRAM KERJA KWT LEVEL UP
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2742
<p>Program kerja KWT Level Up bertujuan untuk mengatasi kendala pertanian yang dihadapi KWT meliputi keterbatasan teknologi penyiraman, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) penyebab menurunnya kualitas maupun kuantitas hasil panen, serta risiko gagal panen yang berdampak pada rendahnya produktivitas. Permasalahan ini dapat terjadi dikarenakan keterbatasan akses dan informasi teknis yang dimiliki. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas teknis dan keterampilan anggota KWT melalui program KWT Level Up yang berfokus pada penerapan inovasi sederhana, murah, dan ramah lingkungan yang berbasis pada edukasi pertanian terpadu. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu identifikasi masalah melalui survei dan diskusi, edukasi serta demonstrasi langsung di lahan, dan tahap evaluasi serta keberlanjutan program. Kegiatan inti mencakup pembuatan <em>springkler</em> sederhana untuk efisiensi penyiraman, pembuatan perangkap hama lalat buah (<em>Petrogenol Trap</em>) berbasis <em>Integrated Pest Management</em> (IPM), dan penanaman refugia berupa bunga pukul sembilan (<em>Portulaca grandiflora</em>). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan <em>Sprinkler</em> dapat mempercepat waktu penyiraman hingga setengah dari cara manual dengan kebutuhan tenaga kerja dan air yang lebih efisien. Penerapan <em>Petrogenol Trap</em> terbukti mampu menarik dan menjebak lalat buah, sehingga kondisi buah hortikultura lebih terjaga. Penanaman refugia tidak sempat telaksana hingga tanaman tumbuh, namun secara teoritis diharapkan dapat mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian. Program ini tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan kemandirian anggota KWT dalam mengelola lahan hortikultura yang terpadu dan berkelanjutan.</p>muhammad raihan fadhilah
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2742PPM USAHA MINUMAN OLAHAN BUAH DI TANDES SURABAYA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2682
<p>Mitra pada program pemberdayaan masyarakat ini merupakan seorang ibu rumah tangga yang berusia 35 tahun dan bertempat tinggal di Manukan, Tandes, Surabaya. Produk yang mitra layani antara lain jus buah, sop buah dan salad buah. Mitra mengalami beberapa keterbatasan dan hambatan dalam menjalankan usahanya, yaitu pada aspek pemasaran dan produksi. Permasalahan yang mitra alami pada aspek pemasaran adalah 1) mitra belum memanfaatkan fitur di aplikasi Google Maps secara maksimal sebagai media promosi. Kemudian pada permasalahan aspek produksi adalah: 1) Kurangnya kapasitas media penyimpanan buah dan bahan baku penunjang lainnya yang mitra miliki; dan 2) Mitra tidak menggunakan perlengkapan higienitas produksi pangan yang sesuai. Adapun solusi yang telah diberikan antara lain: 1) Pelatihan terkait pentingnya memanfaatkan Google Maps sebagai media promosi; 2) Pendampingan pemanfaatan Google Maps sebagai media promosi; 3) Pengadaan dan serah terima media penyimpanan buah dan bahan baku penunjang lainnya.yang berupa <em>chest freezer</em>; 4) Pendampingan cara penggunaan dan perawatan media penyimpanan buah dan bahan baku penunjang lainnya yang berupa <em>chest freezer</em> tersebut; 5) Pengadaan dan serah terima perlengkapan higienitas produksi pangan yang sesuai berupa celemek/apron; 6) Sosialisasi pentingnya perlengkapan higienitas pada proses produksi pangan; dan 7) Pendampingan cara penggunaan dan perawatan perlengkapan higienitas produksi pangan yang berupa celemek/apron tersebut.</p>Hendrik Rizqiawan
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2682PPM UMK ONDE-ONDE DI KANDANGAN SURABAYA
https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/2683
<p>Mitra kegiatan PPM ini merupakan salah satu pelaku UMK dengan produk kudapan yang berupa onde-onde warna warni yang bermerek”RainbowQu”. Mitra bernama Ibu Ida, merupakan wanita berusia 37 tahun yang telah menjalankan usahanya tersebut lebih dari 2 tahun di rumahnya yang berlokasi di Kandangan, Surabaya. Mitra pada pagi hari juga membuka lapak di area sentra kuliner yang berada tidak jauh dari rumah mitra. Permasalahan yang mitra hadapi meliputi aspek produksi, pemasaran dan keuangan. Pada aspek permasalahan produksi, mitra masih melakukan proses pengulenan adonan kulit onde-onde secara manual. Pada aspek permasalahan pemasaran, mitra belum memanfaatkan Google Maps secara optimal sebagai alat promosi. Kemudian pada aspek permasalahan keuangan, mitra dinilai kurang tertib dalam melakukan pencatatan keuangan. Solusi yang sudah diberikan antara lain: 1) Pengadaan dan serah terima peralatan produksi yang otomatis berupa mesin pengaduk adonan otomatis; 2) Pendampingan cara penggunaan dan perawatan mesin pengaduk adonan otomatis tersebut; 3) Pelatihan terkait pentingnya memanfaatkan Google Maps sebagai alat promosi; 4) Pendampingan pemanfaatan Google Maps sebagai alat promosi; 5) Pengadaan dan serah terima buku pencatatan keuangan dan alat tulis lainnya; serta 6) Pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan yang tepat dan sesuai kebutuhan mitra.</p>Hendrik Rizqiawan
##submission.copyrightStatement##
2025-12-312025-12-31810.37695/pkmcsr.v8i0.2683