EDUKASI PARTISIPASI MASYARAKAT DESA CIPINANG MELALUI PROGRAM WATER CLOSET MANDIRI (WCM) KEC. ANGSANA KAB. PANDEGLANG

    Adolf Parhusip, Rudy Pramono, Jack Widjajakusuma, Reinhard Pinontoan,

Abstract

Penduduk Indonesia yang belum mampu mengakses sarana dan prasarana sanitasi yang layak masih banyak. Untuk kasus Kabupaten Pandeglang, baru-baru ini dilaporkan sejumlah 451 ribu orang masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan. Informasi pendataan secara langsung yang dilakukan oleh Pejuang Muda di Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang terdapat lebih dari 100 warga yang belum memiliki WC di rumah, sehingga dapat dikatakan bahwa lebih dari 100 keluarga yang melakukan praktik BABS, di Kebun, Sawah, Sungai, dan Cubluk. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat perilaku BABS adalah suatu kegiatan yang dapat mencemari lingkungan sehingga pencapaian indikator kesehatan menjadi kurang optimal. Kegiatan sosialisasi mengenai bahaya BABS dan jamban sehat dilakukan untuk 70 peserta yang merupakan masyarakat terpilih penerima program water closet mandiri di desa Cipinang. Lima prototype WC yang diperlengkapi dengan septic tank telah dibangun sebagai contoh WC yang baik di Desa Cipinang. Pembagian bahan baku bangunan sudah dilaksanakan kepada 65 keluarga sasaran untuk dapat membangun WC mandiri sehingga dapat memicu menghentikan kebiasaan BABS dan meningkatkan sanitasi lingkungan yang pada akhirnya meningkatkan kesehatan masyarakat. Kedepannya, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan keluarga sasaran, dan desa yang dilibatkan sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki WC dan septic tank dan menghentikan kebiasaan BABS.

Keywords: BABS, Closet, sanitasi, kesehatan
Full Text:
Section
Lingkungan Hidup dan Bencana