KOMUNIKASI PROFESIONAL BAGI GEN Z di Kota Sungailiat-Bangka dan Tangerang-Banten

    Carly Stiana Scheffer-Sumampouw,

Abstract

Berkomunikasi secara professional merupakan keterampilan yang tidak hanya bersifat efisien dan efektif, namun juga meliputi azas kepatutan atau ketepatan. Azas kepatutan dan ketepatan inilah yang seringkali terabaikan sehingga perlu terus-menerus disosialisasikan. Contoh azas kepatutan meliputi pembuatan isi pesan yang sesuai dengan etika dan norma kesopanan apalagi pesan tersebut akan dikirimkan ke orang lain bahkan diunggah ke media sosial. Azas ketepatan memiliki pengertian dimana pesan dikemas menggunakan fasilitas ataupun teknologi yang tersedia dewasa ini. Keterampilan ini perlu disosialisasikan kepada generasi muda yang kini sering disebut sebagai Generasi Z (gen Z). Generasi Z adalah mereka yang lahir antara tahun 1996 – 2010, jadi anak-anak tersebut berusia antara 12 – 26 tahun. Kelompok ini berarti duduk di bangku SMP hingga mahasiswa bahkan baru mencari-cari pekerjaan pasca lulus kuliah (22-26 tahun). Gen Z mahir menggunakan media sosial dan bisa browsing tanpa ada yang mengajari. Kondisi browsing dan bermedia sosial tanpa ada yang mengajari inilah yang rentan dapat melanggar etika maupun norma kesopanan, sehingga dibutuhkan kegiatan PkM dengan topik komunikasi professional yang tidak hanya efisien, efektif namun juga patut dan tepat. Kegiatan PkM ini direncanakan dalam 4 bulan meliputi perencanaan, onsite training dan evaluasi. Pelatihan tatap-muka dilakukan di 2 lokasi, yaitu: Kota Sungailiat di pulau Bangka dan Kota Tangerang, Banten. Peserta di Sungailiat ialah siswa-siswa SMA kelas 10, 11 dan 12 sementara peserta di Tangerang ialah anak-anak panti asuhan Putra Asih. Adapun topik komunikasi professional meliputi keterampilan menulis CV, public speaking dan personal branding. Topik komunikasi professional lebih dipilih oleh murid SMA ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan saat pre-test (bulan pertama). Pelatihan onsite sarat dengan praktek, sehingga materi berupa teori akan diberikan pada bulan pertama, dikirimkan via internet. Bulan kedua adalah pelatihan tatap-muka itu sendiri. Dan bulan ketiga adalah proses evaluasi dimana siswa mengirimkan tugas terakhir untuk mendapat sertifikat. Materi pelatihan terdiri atas: video public speaking, materi PDF dan lembar kerja siswa (LKS). Luaran kegiatan ini terdiri dari 2: modul pelatihan berbentuk soft copy dan hard copy, serta laporan kegiatan yang ditulis oleh ketua tim berbentuk makalah.

Full Text:
Section
Teknologi Informasi dan Komunikasi