Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dan Guru Merdeka Mengajar

    Juli ana Panjaitan,

Abstract

Berawal dari pandemi covid-19 menyebabkan ketertinggalan pembelajaran (learning loss), Indonesia mengalami krisis pembelajaran dalam waktu yang cukup lama. Satuan Pendidikan diberikan opsi dalam melaksanakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bagi peserta didik. Pasca pemulihan pandemi, Negara Indonesia memasuki transformasi pendidikan revolusi Industri 4.0 dan peradaban 5.0 seorang guru dituntut untuk terbiasa dan membiasakan diri berinovasi, berimprovisasi, serta kreatif dalam pembelajaran. Guru juga harus mampu mengenali karakteristik dan kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran sehingga terwujud merdeka belajar sesuai dengan kebijakan baru Kemendikbud. Melalui kebijakan merdeka belajar guru, dosen atau tenaga pendidik perlu merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik sesuai dengan tantangan zaman. Dalam mewujudkan merdeka belajar, seorang guru harus mampu menjadi agen perubahan dalam pembelajaran dengan mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar secara bertahap sehingga terealisasi secara keseluruhan oleh semua sekolah sampai tahun 2024. Melalui pelatihan atau workshop yang diberikan kepada guru-guru dengan memahamkan kurikulum merdeka belajar yang dimulai dari menentukan capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran dan pembuatan modul ajar kepada guru-guru.

Full Text:
Section
Pendidikan