PPM Pengusaha Kecil minuman Jahe olahan “D’Sruput Jahe MR” di Desa Ngasinan Kecamatan Menganti Kota Gresik

    alfi nugroho, ardiansyah hendra lukmana, Wahyu Nugroho,

Abstract

Dalam perkembangan situasi Pandemi Covid 19, masyarakat semakin sadar akan pentingnya makanan dan minuman kesehatan yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh. Pada PPM ini, tim pengusul mengambil pengelolaan sari jahe dengan mitra “D’Sruput Jahe MR”. Mitra telah beroprasi sejak tahun 2020, berlokasi di Desa Ngasinan Gg 4 kecamatan Menganti kabupaten Gresik. Dalam pengelolaan minuman Jahe, mitra masih menggunakan cara tradisional dan di kelola secara individu. Proses produksi minuman jahe mitra merupakan hasil olahan rumahan yang bahan dasarnya sari jahe, fibe cream dan gula. Semua bahan tersebut di campur dan di masak di wadah stenlis. Dalam pengemasan nya, mitra menggunakan botol plastik ukuran 100 ml yang sudah di sterilisasi. Mitra kurang memperdulikan tentang pentingnya faktor higienitas dalam proses produksi minuman jahe. Pembukuan keuangan juga tidak dilakukan dengan tepat dan berkala dan hasil yang didapatkan dari berjualan pada hari tertentu kadang tidak dicatat dengan baik. Terkadang mitra menggunakan hasil penjualan untuk keperluan pribadi tanpa dicatat, hal tersebut tentunya membuat mitra bingung berapa nilai keuntungan sebenarnya. Mitra belum memaksimalkan media teknologi informasi sebagai sarana promosi pemasarannya, sehingga produk mitra tersebut hanyak dipasarkan dalam area kecil. Selama ini untuk menyebar informasi pemasaran hanya sebatas dari mulut ke mulut, sms, dan telepon.

Solusi yang di tawarkan pada mitra adalah 3 hal, yaitu,  Pengadaan perlengkapan yang higienis dalam pembuatan minuman jahe, Pengadaan alat pengemasan yang lebih baik, Pelatihan pengemasan agar tampilannya lebih menarik, Perbaikan desain label kemasan dan menyesuaikan dengan aturan PIRT Pelatihan dan pendampingan manajemen SDM terutama dalam pembagian kerja, Pelatihan dan pendampingan pembukuan keuangan secara berkala sehingga perkembangan usaha dapat diketahui, Pelatihan dan pendampingan dalam menjalin hubungan dengan pihak pemasaran, seperti: sekolah, warung, kampus, dan kantor, Pelatihan dan pendampingan pemasaran menggunakan media teknologi informasi, seperti: gojek, grab, eCommerce, dll. Evaluasi dalam kegiatan ini di lakukan dalam beberapa bulan dengan meninjau jumlah pendapatan antara sebelum di adakan program dan setelah di lakukan pendampingan

Full Text:
Section
Ekonomi, Sosial, dan Budaya