EDUKASI PENCEGAHAN BABY BLUES SYNDROME PADA TENAGA PENGAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Veronica Paula, Maria Veronika Ayu Florensa, Ballsy C. A. Pangkey, Mega Tri A. S. Ningsih,

Abstract

Latar Belakang: Pengalaman menjadi seorang ibu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi setiap perempuan, namun kebahagiaan akan lenyap ketika kelahiran bayi menyebabkan kesedihan yang panjang. Kejadian tersebut adalah baby blues syndrome, dimana ini dapat terjadi pada ibu beberapa jam atau beberapa hari setelah melahirkan. Pada kondisi normal hal ini akan hilang jika diberikan pelayanan psikologis yang baik, tetapi jika tidak ditangani ibu bisa mengalami emosi yang berlebihan, merasa sangat sedih diiringi tangisan tanpa alasan, menyakiti bayi, bahkan sampai melakukan tindakan bunuh diri. Dukungan suami dan keluarga menjadi sangat penting bagi ibu agar terhindar dari baby blues syndrome ini. Pengetahuan tentang hal ini dapat ditemukan melalui webinar kesehatan, sehingga para ibu bisa tahu dan memahami bagaimana cara mengatasi kesedihan maupun stres tersebut. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan guru dan staf tentang pencegahan dan manajemen stres ibu dengan baby blues syndrome. Metode: PkM dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom. Sebelum dan setelah webinar peserta mengisi pre-test dan post-test untuk dinilai pengetahuannya terkait topik yang disampaikan. Hasil: Berdasarkan analisis ditemukan hasil pengetahuan peserta pada pre-test yaitu 50%, sedangkan pada post-test yaitu 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan guru dan staf mengalami peningkatan setelah mengikuti webinar tentang pencegahan dan manajemen stres pada ibu dengan baby blues syndrome.

Full Text:
Section
Kesehatan