MENINGKATKAN KESADARAN DAN PENGETAHUAN ORANG TUA MENGENAI BAHAYA FLU BIASA PADA ANAK-ANAK DI DESA PEGUYANGAN KAJA - DENPASAR

    I Putu Dedy Kastama Hardy, Ni Luh Gde Ari Natalia Yudaha,

Abstract

Berdasarkan data kunjungan dari Puskesmas III Denpasar Utara dan dari hasil brain storming yang kelompok kami lakukan, ditemukan angka kesakitan tertinggi yang ada Di Desa Peguyangan Kaja yaitu penyakit flu biasa merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dengan jumlah penderita 622 orang pada data tahun 2020. Jika dilihat berdasarkan faktor resiko, faktor paling utama dari penyakit flu biasa adalah karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kemudian, dilihat dari faktor lingkungan juga mempengaruhi sumber berkembangnya suatu penyakit, karena kondisi sanitasi lingkungan yang buruk dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan program tersebut adalah dengan melakukan penyuluhan berupa pemberian materi PHBS (khusus perilaku masyarakat terhadap lingkungan sekitar dan pola makan) dan materi ISPA. Dari hasil pendataan yang telah dilakukan terhadap 30 responden dapat dilihat nilai rata-rata jumlah responden yang menjawab benar dan salah pada soal pre tes dan pos tes yaitu jumlah rata-rata pada soal pre tes untuk jawaban benar adalah 69,835% dan untuk jawaban salah adalah 30,165% sedangkan untuk jawaban benar soal post tes adalah 82,50% dan untuk jawaban salah adalah 17,50% sehingga hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan sebanyak 12,65% terhadap soal pre tes dan post tes. Sedangkan impact dari program  ini  yaitu  meningkatnya  kesadaran  &  pengetahuan  orang  tua  terhadap  pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) karena hal ini merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit flu biasa yang merupakan gejala dari penyakit ISPA dimana hal ini juga akan berdampak pada meningkatnya status kesehatan di desa Peguyangan Kaja sehingga angka kejadian flu di Desa Peguyangan Kaja juga dapat menurun.

Full Text:
Section
Kesehatan