GERAKAN SADAR LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA TONGKE-TONGKE DALAM MENGATASI TERJADINYA ABRASI DAN PASANG AIR LAUT DI KABUPATEN SINJAI

    Irvandi Irvandi,

Abstract

Hutan mangrove salah satu lahan yang kelestariannya akan terancam dan akan menjadi salah satu isu lingkungan global. Terjadinya peningkatan kecenderungan pengrusakan ekosistem hutan mangrove dengan meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat lokal, seperti kebutuhan rumah tangga, penebangan hutan mangrove yang dijadikan kayu bakar. Terjadinya abrasi di Kabupaten Sinjai ini disebabkan oleh ulah manusia yang tidak sadar akan pentingnya mangrove bagi kehidupan masyarakat dan bahkan dapat mengakibatkan terjadinya pasang air laut. Oleh karena itu, penulis membuat sebuah program dengan judul Gerakan Sadar Lingkungan Masyarakat Desa Tongke-Tongke dalam Mengatasi Terjadinya Abrasi dan Pasang Air Laut di Kabupaten Sinjai. Metode yang digunakan yaitu dengan koordinasi, sosialisasi program, pembuatan video teknis pelaksanaan program hingga penyusunan laporan dan publikasi. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan data primer. Ketercapaian target yang telah dilaksanakan berkisar sebesar 95% dari seluruh rangkaian kegiatan. Program terlaksana dengan pemberian materi kepada mitra mengenai program yang juga akan menjadi pelaksana keberlanjutan program. Materi mengenai rehabilitasi mangrove, dampak dan manfaat mangrove. Sebagai pedoman keberlanjutan program, masyarakat diberikan buku pedoman pelaksanaan program yang dilengkapi modul. Buku pedoman sudah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Adapun tahapan rencana berikutnya yaitu Melakukan Follow up sebagai bentuk untuk menjalin  komunikasi, sekaligus mengontrol pelaksanaan program gerakan sadar lingkungan atau rehabilitasi mangrove.

Keywords: Gerakan Sadar Lingkungan, Hutan Mangrove, Abrasi dan Pasang Air Laut
Full Text:
Section
Ekonomi, Sosial, dan Budaya