Pendampingan Usaha Dawet Siwalan (DILAN) Di Desa Hendrosari, Menganti, Gresik, Sebagai Upaya Menghidupkan Glokalisasi Di Masa Pandemi_Lutfia NH

    Lutfia Nurul Hidayati, Dwi Hardiningtiyas, Indriastuti Indriastuti,

Abstract

Dawet berasal dari Jepara Jawa Tengah, namun sudah dikenal luas di berbagai wilayah di Indonesia karena rasanya yang unik. Minuman terenak versi CNN pada tahun 2018 mengalami inovasi pada pengolahannya. Es dawet yang ada di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Gresik, dipadukan dengan buah siwalan, sehingga menjadi Es Dawet Siwalan (DILAN). Penjualan DILAN dikelola di sentra penjualan siwalan dan wisata edukasi Hendrosari menjadi sorotan. Kualitas rasa yang diciptakan dan penyesuaian antara lokalitas dengan globalisasi, menjadi kajian yang menarik. Hal ini disebabkan semakin maraknya penjualan minuman cita rasa luar negeri. Dalam menghadapi globalisasi pelaku UMKM bukan merupakan hal yang mudah. Di tengah tuntutan globalisasi ekonomi, persaingan dengan perusahaan besar, dan juga inovasi yang serba cepat, pelaku UMKM membutuhkan bantuan yang berkelanjutan dari pihak yang peduli pada kebangkitan perekonomian. Salah satu hal yang menjadi permasalahan dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing saat ini adalah maraknya varian minuman “impor” di Indonesia. Sehingga, minuman lokal harus dikenalkan kembali dengan konsep yang baik, dalam kajian transformasi global: dengan Glokalisasi. Banyak hal yang harus diperhatikan, baik oleh pelaku usaha maupun pemerintah. Pengabdian masyarakat yang penulis lakukan memuat riset bagaimana pelaku usaha minuman DILAN bertahan di masa pandemi dan apa tantangan yang dihadapi di tengah arus globalisasi perekonomian.

Full Text:
Section
Ekonomi, Sosial, dan Budaya