PPM KELOMPOK GURU PENGEMBANG KREASI KAIN MOTIF SHIBORI DENGAN PEWARNA ALAMI DI SD AL KAUTSAR PAKAL SURABAYA

    dwi hardaningtyas, Arini Sulistyowati, Nur Rahmawati, Elisa Vina Ivanka,

Abstract

 

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) sudah mulai diterapkan dalam dunia pendidikan di Indonesia.  Banyak sekolah sudah mulai melakukan upaya meningkatkan perilaku kepedulian terhadap lingkungan dalam kegiatan pembelajarannya. SD Al Kautsar Surabaya merupakan salah satu sekolah yang pembelajarannya menerapkan pendidikan lingkungan Hidup. Dalam pelajaran Seni Budaya Keterampilan kelas 6, siswa sering diajak untuk membuat karya kain ikat celup/jumputan, namun masih menggunakan pewarna sintetis yang cenderung mencemari lingkungan. Kegiatan PPM ini diharapkan menjadi solusi bagi SD Al Kautsar, karena dalam kegiatan ini guru diberi pelatihan membuat pewarna alami dari bahan yang mudah didapat di lingkungan sekolah. Selain itu untuk mengembangkan desain ikat celup/jumputan, guru juga diberi  pelatihan tentang pembuatan kain motif arashi dan itajime shibori. Pembuatan kain motif shibori merupakan teknik ikat celup juga. Teknik ikat celup ini cenderung lebih sederhana dan lebih mudah pengerjaannya dibandingkan dengan membuat batik, sehingga dipilih sebagai kegiatan yang sesuai untuk perkembangan motorik (keterampilan) siswa kelas 6. Selanjutnya guru melakukan   diseminasi pada siswa kelas 6. Diseminasi ini meliputi pembelajaran membuat pewarna alami dari daun mangga, pembelajaran membuat kain ikat celup motif arashi dan itajime shibori  serta membuat karya kreatif yang bermanfaat dan dibutuhkan berbahan kain shibori pewarna alami dengan harga jual yang terjangkau, seperti konektor masker, karet rambut, maupun taplak meja.

Keywords: pewarna alami, arashi shibori, itajime shibori, diseminasi, karya kreatif
Section
Ekonomi, Sosial, dan Budaya