SOSIALISASI LITERASI MEDIA DIGITAL DI SEKOLAH KRISTEN PNIEL MEDAN UPAYA MENGATASI MARAKNYA HOAX

    Rose Emmaria Tarigan,

Abstract

Maraknya Hoax  (berita bohong) yang beredar khususnya terkait Covid-19 di masyarakat, telah menghambat upaya pemerintah dalam melakukan berbagai sosialisasi terkait usaha mengatasi pandemi ini. Ketidakpercayaan masyarakat tentang keberadaan Covid-19, dari hari-ke hari semakin meluas baik di kalangan yang terdidik ataupun tidak. Salah satu akibatnya adalah sebagian masyarakat menolak untuk melakukan vaksinasi. Mereka menolak karena percaya bahwa, vaksinasi adalah bentuk konspirasi dari pengusaha farmasi untuk mendapatkan keuntungan besar. Survei Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM menemukan data mengejutkan terkait aktivitas masyarakat di media sosial media, sepertiga dari 601 responden percaya akan informasi adanya konspirasi ini dan terdapat 49,9 persen dari total 601 responden menolak untuk menjadi penerima vaksin Covid-19 pertama. Fakta ini menggambarkan maraknya hoax dapat memengaruhi persepsi masyarakat tentang keberadaan Covid-19 ini. Oleh Karena itu, perlu  ada upaya yang berkelanjutan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun perguruan tinggi untuk mengatasinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan sarana untuk melakukan sosialisasi terkait literasi media digital, yang ditujukan kepada siswa-siswi SMP dan SMA Kristen Pniel Medan. Metode yang dilaksanakan, adalah dengan memberikan pembelajaran melalui kelas webinar (Web-Seminar) terkait topik literasi media digital di setiap awal semester dan kegiatan ini sudah berlangsung selama dua tahun berturut-turut. Melalui PKM ini diharapkan mereka akan memiliki kesadaran kritis dan kemampuan membedakan berita yang benar dan berita bohong. Sebagai rekomendasinya bahwa, kegiatan ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan karena akan meningkatkan literasi media di masyarakat khususnya di kalangan siswa-siswi Kristen Pniel Medan.

Keywords: Sosialisasi, Hoax, Literasi Media Digital, Kesadaran Kritis
Full Text:
Section
Ekonomi, Sosial, dan Budaya