The Pelatihan Public Speaking Berbasis Storytelling Sebagai Bagian Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Di SD BPI Bandung

    Yayu Sriwartini, Djudjur Luciana Radjagukguk,

Abstract

Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah gencar  melakukan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).  Dalam mewujudkan  tujuan literasi  di tingkat sekolah dasar (SD), perlu ada metode sederhana dalam mendorong  siswa menceritakan kembali apa yang dialaminya. Namun tidak semua siswa SD memiliki keberanian  bercerita  di kelas. Perasaan malu, minder, takut dan tidak percaya diri  menjadi alasannya. Kondisi itu pun terjadi pada siswa/i SD BPI Bandung. Oleh karena itu diperlukan pelatihan public speaking dasar yang sederhana, dan salah satu bentuknya adalah self-storytelling. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa-siswi kelas V SD BPI, Jl. Halimun No. 40, Lengkong Bandung, Jawa Barat. Pada saat pelatihan siswa yang hadir berjumlah 27 orang.   Adapun metode pelatihan yang digunakan adalah  ceramah dan tanya jawab, praktek  dengan            cara bercerita  serta diskusi dan diakhiri dengan validasi. Hasil kegiatan menunjukkan meski masih terdapat kekurangan, tetapi terlihat ada perubahan pada  pengelolaan komunikasi verbal dan non-verbal yang diperlihatkan para siswa yang mendapat kesempatan untuk mempraktekkan penyampaian cerita pribadinya di depan kelas.  Selain itu para siswa yang menjadi pendengar pun dapat mengidentifikasi nilai-nilai positif dalam kehidupan sebagai bagian dari pengetahuan baru. Kesimpulannya adalah bahwa pelatihan public speaking berbasis self-storytelling ini cukup berhasil  menstimuli para siswa   untuk berpikir dan berpendapat.

Full Text:
Section
Pendidikan