Pelatihan Manajemen Bimbingan Belajar Online Bagi Jemaat Dan Aktivis Dewasa Muda Di Gereja Bethel Indonesia di Tangerang

    Siane Indriani, Yonathan Winardi, Wiputra Cendana, Robert Soesanto,

Abstract

Pandemi CoVid19 yang berkelanjutan dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (ppkm) mikro yang berkepanjangan menyebabkan bertambahnya pengangguran, pembatalan pembelajaran tatap muka bagi siswa/i sekolah dasar, dan sulitnya mempertahankan keberlangsungan serta kualitas bimbingan belajar (bimbel). Hal-hal tersebut dialami jemaat dan aktivis gereja usia produktif, baik yang belum berkeluarga, maupun yang sudah berkeluarga dimana para ibu rumah tangga sangat memerlukan kecakapan menjadi guru bagi anak-anak mereka di rumah ketika home-based learning. Oleh karena itu, tujuan dari pelatihan manajemen bimbingan belajar yang juga mencakup pedagogi mengajar Matematika dasar serta Bahasa Inggris adalah untuk memampukan peserta membuka dan mempertahankan bimbel online, membuka lapangan pekerjaan bagi mereka yang terdampak pandemic dan memampukan para ibu rumah tangga mendampingi putra-putri mereka di tahun ajaran baru 2021/2022. Setelah melakukan needs analysis melalui e-form yang dibagikan ke peserta, para dosen pengajar tidak hanya membawakan materi manajemen pendidikan serta pedagogi pembelajaran Matematika serta Bahasa Inggris dalam pelatihan sinkronus sebanyak 4 pertemuan, tetapi juga memberikan pendampingan asinkronus selama 3 minggu, diberikan kepada 30 peserta melalui media zoom dan whatsapp. Hasil kegiatan pelatihan dan pendampingan telah memampukan sebagian peserta untuk membuka bimbel baru dan mendampingi anak-anak mereka belajar Matematika dan Bahasa Inggris di rumah menggunakan sumber-sumber belajar online yang otentik.

Full Text:
Section
Pendidikan