PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA SD DENGAN PENDEKATAN MANJA (berMAiN, berkelompok dan tanya JAwab) TANJUNG DUREN SELATAN, GROGOL

    ferdinand fassa, Ario Bintang Koesalawardi, Andre Feliks Setiawan,

Abstract

Momok mata pelajaran Sains dan Matematika telah menjadi permasalahan bagi siswa Sekolah Dasar. Metode pengajaran yang monoton terkadang menggangu penguasaan materi tentang konsep ilmu Sains dan menghambat munculnya kreativitas penguasaan. Permasalahan lainnya adalah mahalnya biaya bimbingan belajar yang ada di wilayah DKI Jakarta membuat sebagian masyarakat sulit untuk memperoleh pendidikan tambahan bagi anak-anak yang ingin mendapatkan materi tambahan dalam pembelajaran seperti Sains dan Matematika. Peran lembaga bimbingan belajar dirasa masih sangat diperlukan untuk sebagian masyarakat mengingat materi kurikulum saat ini cukup banyak dan berat untuk diserap oleh sebagian siswa SD. Apabila di sekolah siswa mendapatkan waktu dan metode pengajaran yang kurang sesuai dari guru maka dapat mengakibatkan tingkat penguasaan materi ikut berkurang. Sehingga hal ini dapat mengakibatkan kompetensi dan nilai yang diperolehnya menjadi rendah. Berdasarkan kondisi tersebut, maka Program Studi Manajemen dan Rekayasa Konstruksi Universitas Agung Podomoro bermaksud untuk menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi melalui bimbingan belajar mata pelajaran Sains dengan judul: “Peningkatan Kompetensi Siswa SD dengan Pendekatan MANJA (berMAiN, berkelompok dan tanya JAwab) di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol, Jakarta Barat.

Full Text:
Section
Pendidikan