ART THERAPY SEBAGAI SARANA DALAM PELEPASAN EMOSI (KATARSIS) ANAK di SEKOLAH SUNGAI SURABAYA

    Nur Irmayanti, Starry Kireida Kusnadi, Futy Oktav Milenia Putri, Yuvensius Derman,

Abstract

Tujuan dari pemberian visual art therapy pada anak di Sekolah adalah upaya untuk mengontrol emosi anak dan memberikan edukasi tentang cara meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Seperti diketahui anak memerlukan perhatian lebih dalam pengontrolan emosinya agar emosi tetap stabil dan menghindari perilaku emosi-emosi yang tidak diinginkan. Masalah akan timbul jika anak kehilangan kontrol terhadap emosi nya, dalam pengkategorian emosi ada empat gangguan emosi seperti ketidak mampuan anak dalam menunjukan tingkah laku yang sesuai situasi yang dihadapinya, ketidakmampuan anak dalam membangun hubungan pertemanan dengan teman-temannya, merasa depresi atau cemas yang berlebihan dengan faktor yang sangat kecil, merasa sakit perut ketika disuruh maju kedepan kelas, dan lain sebagainya.Anak sebagian besar memiliki perkembangan yang baik namun tidak memiliki keterampilan secara verbal untuk menyatakan apa yang dirasakan nya secara akurat. Untuk itu anak perlu tempat penyaluran emosi nya agar tidak meledak dikarenakan emosi yang dipendam anak ibarat bom waktu yang tidak tau kapan meledaknya. Emosi dapat disalurkan salah satu nya dengan melakukan terapi yang menyenangkan. Dalam mengembangkan segenap potensi anak tersebut, guru sangat berperan dalam mengembangkannya dan anak memerlukan media yang tepat ketika akan mengungkapkan keinginan serta perasaannya. Gambar atau karya visual dapat dimanfaatkan sebagai media yang menceritakan perasaan anak ketika mereka tidak ‘berbicara’. Pada tahapan usia yang lebih matang, gambar atau karya visual yang dibuat oleh anak-anak dapat dijadikan sebagai media ekspresi serta untuk mengukur wawasan yang dimiliki oleh mereka. Karena itu, gambar dapat dijadikan sebagai media yang membantu mengembangkan potensi anak.

Full Text:
Section
Pendidikan