PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PEMASARAN KOPI KELOMPOK TANI BUMI MAKMUR, DESA TEMBORO, KABUPATEN WONOGIRI

    Okid Parama Astirin, Suryanto Suryanto, Rahning Utomowati, Candra Purnawan, Bambang Sigit Amanto,

Abstract

Desa Temboro, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Wonogiri merupakan daerah penghasil kopi dengan kualitas rasa yang khas. Kopi asal Desa Temboro disediakan dalam bentuk green bean dan cherry, kemudian diolah menjadi produk kopi khas. Survei rantai niaga kopi yang terjadi di Desa Temboro sebagian besar petani hanya memiliki pilihan untuk menjual hasil panennya kepada tengkulak dan selanjutnya dijual kepada pengepul besar.

Mitra UD Bumi Makmur tinggal di desa Temboro, beranggota 14 rumah tangga yang masing-masing memiliki kebun kopi. Kelompok tani melakukan pengupasan buah dan kulit ari kopi menjadi kopi gabah menggunakan peralatan tradisional. Dari sisi aspek penghasilan petani, rantai niaga seperti ini mengakibatkan tidak maksimalnya pendapatan yang dapat diterima oleh pihak petani. Buah kopi yang telah dipanen dikupas menjadi kopi gabah (kopi dengan kulit tanduk). Kopi gabah kemudian dikeringkan dan dikupas untuk menghasilkan biji kopi beras (green bean). Biji kopi selanjutnya disangrai dan digiling untuk menghasilkan kopi bubuk siap konsumsi. Tahun 2019, harga kopi gabah dijual dengan harga minimum Rp25.000,-, namun tahun 2020 di awal masa pandemi, panenan kopi penawaran harga turun berada pada angka Rp15.000,-. Proses pengolahan biji kopi dilakukan di Rumah Produksi UD Bumi Makmur, sedangkan pemasarannya dilakukan di kawasan wisata hutan pinus Kemantren Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Wonogiri.

Full Text:
Section
Teknologi Tepat Guna