Efektivitas Perluasan Aspek Pasar dan Pemasaran pada Startup Dodolan Ingsun

    Nur Aini Azizah, Nurleila Jum’ati, Mutiara Sabrinda, Siti Nurfadilah, Adi Kurniawan, Agus Tinus Tri Hatmoko,

Abstract

Dodolan Ingsun merupakan startup berbasis sociopreneur yang memberdayakan UMKM peternak bebek, pengrajin telur asin dan kerupuk kupang yang berada di Candi, Sidoarjo. Permasalahan yang dihadapi yaitu belum melakukan inovasi produk baru, dan pemasaran yang dilakukan dengan metode konvensional sehingga omzet penjualan cenderung menurun. Dengan permasalahan tersebut maka startup Dodolan Ingsun melakukan perluasan aspek pasar dan pemasaran dengan cara mengembangkan inovasi produk baru, mengembangkan pemasaran konvensional ke segmen yang lebih luas, masuk ke pemasaran non konvensional melalui pengembangan media sosial, membangun website. Hasil penerapan startup berbasis sociopreneurship adalah : 1) varian produk yang lebih variatif, yaitu produk : telur asin mentah, botok telur asin, kerupuk kupang goreng dengan cocolan petis dan kerupuk kupang goreng pasir, 2) Penjualan secara online di : a) market place : tokopedia, shopee, bukalapak, b) website Dodolan Ingsun (c) media sosial : instagram, whatsapp, 3) penjualan secara offline : Edu Cafe, Kantin Kampus 2 Wiyung, 4) mengikuti pameran untuk pengenalan produk, 5) keluarnya SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), 6) Desain industri untuk kemasan ramah lingkungan baru untuk produk telur asin. Pemasaran produk yang atraktif ke generasi millennial melalui instagram dengan cara promosi give away memberikan kuis interaktif berhadiah. Dengan demikian maka perluasan aspek pasar dan pemasaran berdampak efektif di startup Dodolan Ingsun untuk meningkatkan omzet penjualan sebesar 47% selama 5 bulan.

 

       Dodolan Ingsun is a sociopreneur-based startup which empowers Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) such as duck breeders, salted eggs and kupang crackers craftsmen located in Candi Sidoarjo. The problems faced is that they have not applied new product innovations yet, and marketing still uses conventional methods. Thus, the result tend to declining. With such problems, Dodolan Ingsun team expanding market aspects and developing market with new innovation products, developing conventional market to width segments, entering to non conventional market segment by social media development, creating website. The application result of startup with sociopreneurship are: 1) More variative product variants, such as raw salted egg, salted egg botok, kupang crispy, 2) Online sales at a) market place are tokopedia, shopee, bukalapak b) Dodolan Ingsun website, c) social media : Instagram (@dodolan_ingsun), whastApp, Product Promotion via Instagram by giving interactive quiz with prizes, and distribution of Dodolan Ingsun brochures, 3) Offline sales at Edu Cafe, sales at 2 Canteen in Wijaya Putra University, Campus 2 (Wiyung), 4) Following the Exhibition for Product Introduction, 5) SIUP (Letter of Business Permit) was Legal, 6) Industrial design of new green packaging for salted egg products. Attractive product market to millennial generation through Instagram with promotion way by using reward quiz. Thus, market width aspect will positively effect at Dodolan Ingsun startup to gain market sales to 47 % for 5 months

Keywords: Dodolan Ingsun, sociopreneur, aspek pasar, pemasaran
Full Text:
Section
Ekonomi, Sosial, dan Budaya