Penerapan Pakan Ternak Alternatif Bagi Peternak Bebek Desa Kebonsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo

    Faisol Humaidi,

Abstract

Latar belakang dari  program pengabdian masyarakat bahwa kelompok peternak bebek ‘Sumber Pangan” selama tahun 2020 banyak mengalami kematian bebek dikarenakan tidak seimbangnya komposisi pakan yang dipakai juga semakin mahalnya pakan konsentrat buatan pabrik sehingga bebek-bebek tersebut mudah terserang penyakit flu burung/H5N1 serta mudah terjangkit racun aflatoxin karena jamur Aspergillus flavus sp. Sedangkan tujuan dari kegiatan pengabdian adalah  menjadikan kelompok tani “Sumber Pangan” tersebut mandiri didalam penyediaan pakan ternak alternatif bagi ternak bebek. Adapun Metode yang digunakan untuk pakan alternatif adalah mencampur dedak, jagung, bungkil kedelai, kepala udang, kupang dan minyak nabati serta perlu ditambahkan vitamin B kompleks per 10 hari sekali. Kebutuhan pakan bebek Jantan dewasa per hari   125-150 gram pakan /ekor, sedangkan bebek  petelur 120-180 gram/ekor. Hasil Kegiatan Pengabdian  diperoleh hasil dengan penggunaan pakan alternatif bagi Mitra Bapak Mussolin menghemat pakan sebesar 35 Kg/hari sedangkan mitra Bapak Sulaiman menghemat pakan sebanyak 60 Kg/hari. Dengan penggunaan pakan alternatif tersebut per hari bagi Mitra Bapak Mussolin mendapatkan margin sebesar Rp.616.000.- atau dalam 1 bulan mendapatkan keuntungan sebesar Rp.18.480.000.- Sedangkan Bapak Sulaiman mendapatkan margin per hari sebesar Rp.920.500.- atau dalam sebulan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 27.615.000.-.

Keywords: sumber pangan, Aspergillus flavus sp, pakan ternak alternatif
Full Text:
Section
Teknologi Tepat Guna