Pemberdayaan Anak Didik Pemasyarakatan Melalui Bamboo Batik Speaker

    Rima Sumiar Achrima, Reni Eka Septianingrum, Rokhmatun Hanifah, Erina Rahayu, Syaifullah Filard Latifan, Muhammad Rustamaji,

Abstract

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) seharusnya bukan hanya dianggap sebagai jurang nestapa, namun juga sebagai lokus penyalur aspirasi dan kreativitas bagi Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas), karena sejatinya setiap anak mempunyai potensi diri. Alasan demikian yang mendasari dirumuskannya progam pembinaan kemandirian berbasis keterampilan yang memegang peran penting dalam mengembangkan dan mempersiapkan Andikpas untuk mempunyai kesempatan baru sekeluarnya dari LPKA. Namun, senyatanya progam pembinaan kemandirian di LPKA Yogyakarta kurang berjalan dengan baik dikarenakan keterbatasan dana dan sumber daya manusia yang memadai. Oleh karena itu perlu diadakan penjalinan kerjasama dengan mitra guna menjawab permasalahan yang dihadapi. Melihat potensi dan minat Andikpas dalam hal seni dan elektro, maka dipilihlah progam berbasis produk Bamboo Batik Speaker (Booster). Pelaksanaan progam diawali dengan pelatihan pembuatan produk, branding, hingga marketing. Metode pelaksanaan yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah Participatoty Rural Appraisal (PRA). PRA merupakan suatu metode pendekatan dalam proses pemberdayaan dan peningkatan partisipasi komunitas sasaran yang penekanannya difokuskan pada keterlibatan komunitas sasaran dalam keseluruhan kegiatan progam. Hasil dari pemberdayaan ini adalah tumbuhnya jiwa enterpreneurshipdan terwujudnya income generating bagi Andikpas.

Keywords: andikpas, booster, pemberdayaan
Section
Pendidikan