Pemberdayaan Kader OSIS Sebagai Bentuk Preventif Bullying pada Remaja di Sekolah

    Firsty Oktaria Grahani, Aironi Zuroida, Bergitha Dhei,

Abstract

Penanganan untuk pencegahan munculnya bullying yang selama ini dilakukan masih kurang efektif. Maka perlu dilakukan psikoedukasi yang dalam hal ini dengan memberdayakan siswa-siswi yang terlibat dalam OSIS yang nantinya dapat menjadi kader dalam pencegahan terjadinya kasus bullying di lingkungan sekolah. Permasalahannya, yaitu pemberdayaan OSIS sebagai agent of bullying prevention belum efektif, kurangnya pemahaman  masing-masing siswa yang menjadi anggota OSIS tentang dinamika bullying; kurangnya kepekaan dari siswa  (anggota OSIS) terhadap lingkungannya, sehingga  jika ada perilaku yang kurang tepat seperti membentak, mendorong bahkan mungkin memukul teman masih dianggap wajar, minimnya edukasi yang dilakukan oleh pihak sekolah terkait bullying. Tujuannya yaitu para kader OSIS memahami dinamika bullying, dapat menjadi agent of bullying prevention yang efektif di lingkungan sekolah, termotivasi untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam wujud apapun di lingkungan sekolah, mampu merancang kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan psikoedukasi bullying terhadap seluruh siswa bahkan warga sekolah. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam program ini melalui psikoedukasi, pelatihan diantaranya memberikan pemahaman mengenai dinamika bullying terkait karakteristik, jenis, faktor pemicu, dampak, dll, merancang workbook yang dapat digunakan kader OSIS sebagai guideline dalam melakukan psikoedukasi kepada siswa dan warga sekolah. Hasilnya beberapa siswa lebih memahami dinamika bullying secara detail terutama terkait efek yang ditimbulkan sehingga lebih peka terhadap sekelilingnya.

Keywords: pemberdayaan OSIS, preventif bullying, remaja di sekolah
Full Text:
Section
Pendidikan