Pengembangan Ruang Interaksi Sosial di Gereja Kristus Ketapang

    Felia Srinaga, Jacky Thiodore, Alvar P. Mensana,

Abstract

Kegiatan formal dalam sebuah komunitas tidak terlepas dari kegiatan interaksi sosial. Hal ini dijumpai pula pada kegiatan bergereja di Gereja Kristus Ketapang (GKK), Jakarta. Permasalahan kebutuhan ruang interaksi sosial yang ada adalah tidak tersedianya tempat berkumpul, belajar, bercengkerama, maupun bekerja yang nyaman bagi remaja, pemuda pemudi di tempat ini dan lingkungan sekitarnya yang digunakan sebelum/sesudah kegiatan formal gereja, dan di luar hari Minggu. Sebagai salah satu perwujudan misi GKK yang melaksanakan tanggung jawab sosial, khususnya bagi remaja dan anak-anak muda, maka tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah membantu penyediaan tempat/wadah bagi anak-anak muda untuk berkumpul, bekerja, bersosialisasi, dan melakukan berbagai aktifitas lain, berupa pengembangan ruang interaksi co-working space dan café yang menjadi salah satu “third place” anak-anak muda saat ini. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan PkM adalah mengadakan sesi diskusi grup, pengamatan, pengukuran lapangan, dan penyebaran kuesioner. Hasil kegiatan berupa desain co-working space dan café yang diharapkan dapat meningkatkan interaksi sosial, khususnya bagi anak-anak muda baik jemaat maupun lingkungan sekitarnya. Selain untuk memecahkan permasalahan ruang yang terbatas, hasil desain ini diharapkan dapat menjadi contoh pelaksanaan PkM serupa di area lain untuk mencapai kebutuhan ruang interaksi sosial yang nyaman dan sehat, khususnya bagi anak muda.

Keywords: interaksi sosial, aktifitas, co-working spaces, cafe, third-place
Full Text:
Section
Ekonomi, Sosial, dan Budaya