Bimbingan Teknis Fasilitator Teknik Dalam Upaya Percepatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pasca Gempa Lombok Sumbawa

    Siti Nurul Hijah,

Abstract

Serangkaian gempabumi telah mengguncang Lombok pada tanggal 29 Juli (M6.4), 5 Agustus (M7.0) dan 19 Agustus 2018 (M6.9). Akibat dari gempa tersebut telah menimbulkan 567 orang meninggal, lebih dari 2000 orang mengalami luka-luka dan 445.343 jiwa harus mengungsi. Kerusakan terjadi pada infrastruktur dan perumahan sehingga aktifitas masyarakat dan penduduk setempat mengalami kelumpuhan. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana gempa.

Dalam rangka mendukung upaya percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca Gempa Lombok – Sumbawa, perlu dilakukan bimbingan teknis kepada para fasilitator teknik pendamping masyarakat  dengan tujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan tentang bagaimana mekanisme pembuatan Rumah Tahan Gempa dengan menerapkan kaidah-kaidah teknik yang telah ditetapkan dan tidak keluar dari specifikasi dan aturan yang ditentukan.

Pelaksanaan bimbingan teknis diisi dengan pemberian materi yang didesain untuk memberikan informasi dan keahlian sehingga fasilitator teknik mampu menyelenggarakan program Rumah Tahan Gempa (RTG) yang bermutu dan berdampak terhadap Rehabilitasi dan Rekonstruksi pembangunan khususnya yang terkait dengan program pembangunan kembali rumah-rumah warga yang hancur akibat Gempa Lombok - Sumbawa yang terjadi pada tahun 2018.

Keywords: Fasilitator, Teknik, Rehabilitasi, Rekonstruksi
Full Text:
Section
Lingkungan Hidup dan Bencana