Sosialisasi Penghijauan Lingkungan Dengan Tanaman Hidroponik Di RPTRA Amanah Bunda Tanjung Duren Selatan

    ferdinand fassa, Sani Heryanto,

Abstract

Terbatasnya ruang terbuka hijau (RTH) di kota Jakarta yang disebabkan oleh pembangunan yang terus meningkat secara masif mengakibatkan perubahan lingkungan fisik sehingga menurunkan kualitas lingkungan. Ruang terbuka hijau diharapkan memberikan fungsi dasar seperti fungsi bio-ekologi, sosial dan ekomomi. Undang-undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang mewajibkan setiap provinsi memiliki 30% RTH. Dalam kenyataannya ketersediaan RTH sebesar 30% sulit untuk diwujudkan di DKI Jakarta dengan berbagai macam masalahnya. Dengan kondisi ini maka diperlukan suatu cara untuk “menghijaukan” wilayah DKI Jakarta baik itu di kawasan perumahan maupun wilayah dengan lahan terbuka yang terbatas. Salah satu cara untuk menghijaukan lingkungan dengan lahan yang terbatas dengan cara hidroponik. Media tanam hidroponik adalah cara membudidayakan tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan banyak tanah sebagai media tanamnya. Metode hidroponik merupakan salah satu cara mengatasi keterbatasan lahan hijau, yang dalam perawatannya, tanaman hidroponik memerlukan ketelitian yang lebih. Jalur distribusi air pada hidroponik juga harus selalu diperhatikan dengan cara menghindari air hujan yang jatuh ketanaman dikarenakan mengandung asam yang membuat tanaman menjadi kekurangan nutrisi sehingga batang bisa busuk karena air yang menggenang terlalu tinggi. Sosialisasi penanaman dengan metode Hidroponik di lingkungan RPTRA Amanah Bunda ini bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat dan pengelola tentang penghijauan dengan metode Hidroponik dan memotivasi masyarakat untuk peduli terhadap penghijauan lingkungan.   

Keywords: Ruang Terbuka Hijau, keterbatasan Lahan, Metode Hidroponik, RPTRA Amanah Bunda
Full Text:
Section
Lingkungan Hidup dan Bencana