Screening Kesehatan Sistem Reproduksi Perempuan Menopause Di Satu Gereja, Di Tangerang

    Prisca Adipertiwi Tahapary, Eva Berthy Tallutondok, Fransiska Ompusunggu, Belet Lydia Ingrit, Dwi Yulianto Nugroho,

Abstract

Walaupun menopause adalah hal normal pada perempuan diatas umur 50 tahun, namun dijumpai data kecemasan menghadapi menopause pada perempuan di Tangerang Selatan. Dampaknya perempuan enggan memeriksakan kesehatan sistem reproduksi karena mempunyai persepsi tidak perlu periksa kesehatan jika tidak sakit. Fenomena tersebut juga dijumpai di salah satu gereja di Tangerang dimana setiap minggu diketahui ada perempuan sakit dan dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu perlu dilakukan screening kesehatan reproduksi pada perempuan menopause. Metode screening sistem reproduksi perempuan menopause (n=30) untuk mendeteksi peredaran darah jantung - otak, syaraf otak, kepadatan tulang, kadar gula dalam darah, organ reproduksi melalui alat Quantum Resonance Magnetic Analyzer dengan tiga kategori hasil risiko, hati-hati, dan aman. Hasil: diketahui usia ≥ 60 tahun (50%) dengan kategori ‘hati-hati’ diketahui masalah paling dominan yaitu  gangguan peredaran darah di jantung - otak (96,67%), sedangkan pada kategori ‘risiko’ gangguan paling dominan yaitu ‘tingginya gula dalam darah (76.67%). Lalu hasil dilaporkan kepada dokter klinik gereja untuk memberikan rujukan ke rumah sakit. Kesimpulan: responden tersebut mempunyai kecenderungan mengalami masalah penurunan fungsi kognisi seperti cepat lupa disertai penyakit degeneratif pada lanjut usia: Diabetes Melitus, Dementia, dan Osteoporosis. Rekomendasi diperlukan literature review tentang dampak menopause terhadap kejadian penyakit degeneratif.

Keywords: Screening, Reproduksi, Perempuan Menopause
Full Text:
Section
Kesehatan