Sosialisasi Masyarakat Ekonomi Asean: Peluang Dan Tantangan Bagi Indonesia

    ignatius - ismanto,

Abstract

Masyarakat Indonesia umumnya kurang memberikan perhatian terhadap gagasan dan konsekuensi pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), suatu kesepakatan regional yang telah dirumuskan oleh negara-negara ASEAN pada 2016. MEA dapat dipandang sebagai gagasan besar yaitu untuk mendorong integrasi ekonomi kawasan, dan karena itu dapat membawa implikasi sosial yang luas bagi masyarakat ASEAN, termasuk Indonesia. MEA merupakan bentuk regionalisme yang penting di kawasan Asia Tenggara. MEA menjadi strategi kolektif ASEAN dalam menyikapi perubahan ekonomi-politik global. Perubahan ekonomi-politik global yang dewasa ini tidak lagi dicirikan oleh persaingan ideologi tetapi oleh persaingan ekonomi. Kawasan Asia Tenggara merupakan arena persaingan kepentingan negara-negara besar. MEA menjadi instrumen ekonomi yang digunakan ASEAN dalam mendukung agenda politik ASEAN dalam mempertahan stablitas kawasan di tengah perubahan ekonomi-politik global itu. MEA memerlukan dukungan keterlibatan aktor yang luas, tidak hanya negara tetapi juga aktor-aktor non-negara, seperti: perguruan tinggi, gereja, NGO, kalangan usaha dan lain-lain. PkM ini diselenggarakan pada kalangan muda komunitas gereja GPIB Jemaat Karunia di Ciputat – Tangerang Selatan.  Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pembentukan MEA, serta memahami tantangan perubahan ekonomi seiring dengan proses integrasi ekonomi kawasan.  Kegiatan PkM ini mengembangkan pendekatan interaktif, yaitu dengan memberikan seminar dan membuka kesempatan untuk tanya-jawab dan berdiskusi. Ada-pun materi seminar difokuskan pada pertanyaan-pertanyaan : (i) latar-belakangan ASEAN dalam pembentukan MEA, (ii) kepentingan ASEAN dalam mendorong integrasi ekonomi kawasan, (iii) proses integrasi ekonomi kawasan, dan (iv) tantangan pembentukan MEA. Untuk menilai efektivitas penyampaian materi dilengkapi dengan ‘kuis berhadiah’ yang diberikan setelah diskusi dan tanya-jawab.

Keywords: Regionalisme, Integrasi Ekonomi, ASEAN
Full Text:
Section
Ekonomi, Sosial, dan Budaya