Revitalisasi Instalasi Biogas sebagai Stimulus menuju Desa Mandiri Energi di Desa Karanganyar Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo

    Bekti Wahyu Utami, Eka Handayanta,

Abstract

Kelompok peternak Sekar Wijaya Desa Karangnayar Kecamatan Weru Sukoharjo memiliki cukup banyak sapi dalam kandang bersama (komunal). Namun kehadiran kandang komunal di sekitar pemukiman warga ini ternyata menimbulkan konflik yang lain. Karena kotoran sapi ternyata cukup mencemari lingkungan sekitar. Sebagai ilustrasi, 1(satu) ekor sapi per hari menghasilkan kotoran kurang lebih 20 kg (dewasa) dan 10 kg (anak). Dari beberapa ekor sapi yang ada di kandang komunal akan dihasilkan kotoran sapi dalam jumlah yang cukup banyak. Untuk mengantisipasi pencemaran lingkungan, sebenarnya di kelompok Peternak Sekar Wijaya telah dibangun instalasi biogas oleh Badan Lingkungan Hidup (BPLH) yang cukup besar dengan kapasitas digester 25 meter kubik, yang memiliki potensi untuk bisa mencukupi kebutuhan gas untuk rumah tangga hingga tujuh keluarga dengan sapi yang ada di kandang kelompok dan ini masih dapat ditingkatkan lagi apabila populasi sapi lebih besar lagi. Namun demikian kondisi instalasi Biogas tidak berfungsi (mangkrak) sejak beberapa tahun yang lalu karena tidak adanya pendampingan dari instansiyang memberikan bantuan tersebut. Bahkan instalasi bernilai ratusan juta rupiah itu hanya digunakan selama 3 bulan saja. Sungguh suatu keadaan yang sangat disayangkan, karena instalasi dengan biaya yang besar (mahal) tidak dimanfaaatkan dengan baik oleh masyarakat.

Tim melakukan pengabdian dengan tujuan memvitalkan kembali instalasi biogas tersebut dan sekaligus mencoba mengubah prilaku warga yang manja dan kurang peduli terhadap lingkungan. Adapun kegiatan yang dilakukanan tim meliputi perbaikan instalasi digester, memfungsikannya kembali hingga pipa aliran gas ke rumah-rumah termasuk mengganti kompor biogas pada rumah warga. Revitalisasi biogas juga dilakukan
pada pengolahan limbah dari digester biogas yang berupa sisa bahan organik menjadi pupuk organic dengan membangun instalasi pengolahan pupuk organic cair. Sosialisasi dan pendampingan pun dilakukan agar masyarakat mengerti manfaat, cara kerja dan perawatan inslasi biogas.

Keywords: Revitalisasi, biogas, pupuk organic, integrated farming
Full Text:
Section
Teknologi Tepat Guna