Skrining Kesehatan Masyarakat Perkotaan Di Lokasi Central Bussiness District (CBD) Dan Pemukiman Di Jakarta Barat

    Theresia Theresia, Grace Solely,

Abstract

Komunitas perkotaan saat ini menghadapi sebuah tantangan epidemik terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) yang faktor resiko utamanya adalah gaya hidup. PTM yang memiliki prevalensi paling tinggi pada komunitas perkotaan antara lain hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke. PTM tidak hanya menjadi ancaman pada status kesehatan masyarakat perkotaan, namun juga menjadi beban bagi ekonomi. Tantangan epidemik tersebut harus ditangani secara bertahap oleh berbagai pihak. Skrining kesehatan menjadi tahapan pengkajian awal untuk intervensi terhadap faktor resiko PTM. Skrining kesehatan masyarakat perkotaan ini dilakukan dalam kegiatan dua Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Jakarta Barat. Pertama, PKM berkerja sama dengan pengelola Lippo Mall Puri dalam tajuk UPH Expossure, skrining kesehatan dilakukan terhadap 58 orang. Kedua, skrining kesehatan sebagai bagian dari bakti sosial bagi warga kurang mampu di sekitar Sekolah Dian Harapan (SDH) Daan Mogot terhadap 35 warga. Skrining kesehatan dilakukan di dua tempat yang menurut tata ruang kota wilayah Jakarta Barat yang berbeda yaitu di Atrium Lippo Mall Puri, yang merupakan daerah Central Bussiness District (CBD) dan SDH Daan Mogot Kalideres yang merupakan daerah pemukiman. Warga yang mendapatkan skrining kesehatan di Area CBD yang terbanyak 14 orang (24,1%) dosen dan 19 orang(32,8%) pegawai swasta. Sementara, warga yang mendapatkan skirining kesehatan di SDH Daan Mogot terbanyak yaitu Ibu rumah Tangga 15 orang (42,8%) dan buruh (8,5%). Komunitas perkotaan bertempat tinggal dalam wilayah CBD dan pemukiman di Jakarta Barat melalui kedua PKM di atas memberikan data faktor resiko gaya hidup yang berbeda.

Keywords: skrining kesehatan, Penyakit Tidak Menular (PTM), Central Business District (CBD)
Full Text:
Section
Kesehatan