Perencanaan Ruang Publik di Area Tepi Sungai Cisadane

    Imaniar Sofia Asharhani, Anisza Ratnasari, Marchelia Gupita Sari,

Abstract

Pemanfaatan RTH daerah sempadan yang rawan erosi serta peningkatan muka air yang terjadi secara berkala saat musim hujan merupakan tantangan yang sering terjadi di kota yang dilintasi sungai. Penataan daerah sempadan sungai antara dapat difungsikan menjadi zona budi daya (UU No 5 Tahun 2008). Zona tersebut dapat dimanfaatkan sebagai kegiatan-kegiatan masyarakat sekitar area tersebut. Perlu perencanaan yang baik agar kegiatan yang ada tidak menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan fungsi serta fisik sungai. Di sisi lain, perencanaan tersebut harus tepat sasaran agar dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat, sebagai bentuk fasilitas kota agar kegiatan berkota dapat terwujud.

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode deskriptif melalui pemetaan lokasi sekitar untuk mengetahui sasaran desain sebagai kriteria awal. Dari kriteria tersebut akan diterjemahkan kedalam desain yang ideal untuk suatu ruang public dengan diskusi internal bersama anggota tim pengabdi. Setelah itu, pengembangan desain awal akan disesuaikan dengan batasan kondisi fisik dan realisasi pengerjaan dengan pentahapan pembangunan. Dengan metode  ini, diharapkan masyarakat sekitar sungai Cisadane, khususnya masyarakat  yang tinggal dekat dengan lokasi perancangan akan dapat menggunakan fasilitas tersebut secara maksimal. Realisasi ruang publik tahap awal tersebut diharapkan dapat memicu perencanaan ruang public yang ideal secara menyeluruh.

Keywords: ruang publik, sempadan sungai, warga permukiman
Full Text:
Section
Lingkungan Hidup dan Bencana